cover
Contact Name
Annisa Retno Utami
Contact Email
annisa_utami@usahid.ac.id
Phone
+6281297435966
Journal Mail Official
snpk@usahid.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Soepomo No 84, Tebet, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK)
ISSN : -     EISSN : 28292006     DOI : https://doi.org/10.36441/snpk.vol1.2022
Tujuan: Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) bertujuan menjadi wadah ilmiah nasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan untuk mendiseminasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan praktik terbaik di bidang pariwisata dan kewirausahaan. SNPK mendorong pertukaran gagasan inovatif yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, transformasi digital, serta peningkatan daya saing destinasi dan bisnis, khususnya dalam konteks Indonesia dan kawasan berkembang. Selain itu, SNPK bertujuan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor guna menghasilkan rekomendasi kebijakan, model pemberdayaan masyarakat, serta solusi aplikatif yang relevan dengan tantangan aktual industri pariwisata dan kewirausahaan di era digital dan ekonomi berkelanjutan. Scope: Proceeding SNPK menerima artikel hasil penelitian empiris, kajian konseptual, studi kasus, maupun laporan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan tema besar pariwisata dan kewirausahaan, meliputi namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: 1. Bidang Pariwisata (Pariwisata berkelanjutan dan pengembangan destinasi, Pariwisata budaya, heritage, dan berbasis komunitas, Pariwisata gastronomi dan kuliner lokal, Ekonomi kreatif berbasis pariwisata, Smart tourism dan transformasi digital pariwisata, Pengalaman wisata, kepuasan, dan loyalitas wisatawan, Branding destinasi dan komunikasi pemasaran pariwisata, Kebijakan pariwisata dan tata kelola destinasi, Pariwisata halal dan pariwisata inklusif) 2. Bidang Kewirausahaan dan UMKM (Kewirausahaan dan inovasi bisnis, Literasi keuangan dan manajemen keuangan UMKM, Digital marketing, e-commerce, dan adopsi teknologi UMKM, Inovasi produk dan pengembangan model bisnis, Pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal, Green entrepreneurship dan ekonomi berkelanjutan, Keuangan inklusif dan akses pembiayaan usaha, Perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Kolaborasi multipihak dalam penguatan ekosistem wirausaha 3. Bidang Pendukung (Komunikasi bisnis dan pemasaran, Manajemen sumber daya manusia, Akuntansi dan keuangan bisnis) 4. Bidang Hukum (Hukum bisnis dan perlindungan konsumen, Regulasi UMKM dan pariwisata, Hak kekayaan intelektual produk kreatif, Legalitas usaha dan perizinan, Hukum lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Kebijakan publik terkait pariwisata dan kewirausahaan) 5. Bidang Teknik dan Rekayasa (Teknologi tepat guna untuk UMKM dan pariwisata, Rekayasa infrastruktur pariwisata, Sistem informasi dan aplikasi digital bisnis, Smart city/smart village pendukung destinasi wisata, Teknologi pangan dan pengolahan hasil lokal, Rekayasa lingkungan dan pengelolaan limbah usaha) 6. Bidang Kesehatan (Kesehatan masyarakat dalam kawasan wisata, Keamanan pangan dan higienitas produk UMKM, Wellness tourism dan health tourism, Sanitasi lingkungan destinasi, Edukasi kesehatan berbasis komunitas, Kesiapsiagaan kesehatan dalam industri pariwisata) dan lain lain
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 (2023): MEI" : 87 Documents clear
PEMANFAATAN BUAH JERUK LOKAL SEBAGAI KOAGULAN PADA SARI TEMPE Retno Fitrianti; Siti Chairiyah Batubara
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.186

Abstract

Indonesia memiliki banyak jenis buah jeruk lokal. Pada umumnya memiliki pH antara 2,46 - 2,48 dan berpotensi sebagai koagulan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis buah jeruk lokal yang dapat menghasilkan rendemen sari tempe secara optimal. Rendemen sari tempe ditentukan melalui uji kimia (derajat keasaman, kadar protein, dan rendemen). Uji organoleptik menggunakan analisis deskripsi kualitatif dengan menggunakan kuesioner aroma, warna, tekstur dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis koagulan tidak berpengaruh nyata terhadap performa/kinerja dari koagulasi sari tempe, dimana >0,05 pada uji kimia yaitu derajat keasaman, kadar protein, rendemen dan uji organoleptik, sedangkan konsentrasi koagulan berpengaruh nyata terhadap performa/kinerja koagulasi sari tempe, dimana <0,05 pada uji kimia (derajat keasaman, rendemen) dan pada uji organoleptik (aroma, tekstur dan rasa). Selain itu, konsentrasi koagulan tidak berpengaruh nyata terhadap performa/kinerja koagulasi sari tempe, dimana >0,05 pada uji kimia (kadar protein) dan uji organoleptik (warna). Sedangkan interaksi antara jenis dan konsentrasi koagulan tidak berpengaruh nyata terhadap performa/kinerja koagulasi sari tempe, dimana >0,05 pada uji kimia dan uji organoleptik
REFLEKSI MATA KULIAH PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN MODEL BARU BIDANG STUDI EKONOMI LPTK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TAHUN 2022 Dicky Ramadhan Sudrajat; Dadang Dahlan; Neti Budiwati
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.187

Abstract

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru pada era pendidikan 4.0 adalah kompetensi profesional. Seorang guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik dapat diperoleh melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pendidikan Profesi Guru atau yang disingkat PPG adalah suatu program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan non kependidikan untuk menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar pendidikan. Guru sebagai pelaksana pendidikan pada jenjang usia dini, dasar, dan menengah harus memiliki kompetensi dan kualifikasi yang memenuhi standar nasional pendidikan. Melalui PPG, guru dapat meningkatkan kemampuan dalam memilih dan menguasai bahan ajar, merencanakan, mengembangkan, dan mengaktualisasi proses belajar mengajar yang produktif. Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan model baru merupakan terobosan untuk menyiapkan calon guru profesional yang telah tersertifikasi. Pendidikan Profesi Guru Prajabatan model baru merupakan suatu program PPG yang beda dari sebelumnya. Program ini pertama kali terbit tahun 2022. Perkuliahan PPG Prajabatan model baru dilaksanakan di LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan) yang ditunjuk di setiap daerah masing-masing. Kajian dalam artikel ini untuk mengetahui refleksi setiap mata kuliah PPG Prajabatan model baru khususnya bidang ekonomi yang diselenggarakan oleh LPTK Universitas Pendidikan Indonesia.
EKSPLORASI POTENSI KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN EXPO Avid Wijaya
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.188

Abstract

Pembelajaran kewirausahaan di kampus menjadi semakin penting dalam era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pembelajaran kewirausahaan di kampus melalui kegiatan expo. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan expo kewirausahaan yang diadakan di kampus, serta menganalisis dokumen-dokumen terkait pembelajaran kewirausahaan di kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana peneliti memfokuskan pada sebuah kasus spesifik yaitu kegiatan expo kewirausahaan di kampus. Metode observasi digunakan untuk mengamati kegiatan expo kewirausahaan di kampus, termasuk jenis kegiatan yang dilakukan, materi yang disampaikan, dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Selain itu, metode studi dokumen digunakan untuk menganalisis dokumen-dokumen terkait pembelajaran kewirausahaan di kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan expo kewirausahaan di kampus memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembelajaran kewirausahaan. Kegiatan ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan, seperti pengembangan ide bisnis, kreatifitas, dan pemasaran produk. Selain itu, pembelajaran kewirausahaan di kampus dapat ditingkatkan dengan memperluas jenis kegiatan yang tersedia dan memperkuat kerja sama dengan dunia industri. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan pemahaman tentang pembelajaran kewirausahaan di kampus dengan menggunakan kegiatan expo. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kewirausahaan di kampus dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang sukses di masa depan.
PENATAAN TATA RUANG DALAM NASIB TANAH INDUSTRI PARIWISATA PASCA UNDANG- UNDANG CIPTA KERJA Tiara Dwiyanti; Moh. Indra Bangsawan
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akomodasi Undang-Undang Cipta Kerja terhadap kepastian hukum rencana tata ruang tanah yang merupakan hak masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif dengan melakukan studi pustaka untuk menganalisis substansi Undang-Undang Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja tidak mengakomodir pengaturan tata ruang lahan untuk industri pariwisata, namun berpotensi memfasilitasi pihak-pihak tertentu untuk melakukan perampasan lahan karena kemudahan perizinan investasi dan kebijakan tata ruang untuk pembangunan. Masih banyak persoalan lahan untuk industri pariwisata yang belum bisa diselesaikan pemerintah sebelum dan sesudah Undang-Undang Cipta Kerja diundangkan. Oleh karena itu, perlu dibuat peraturan lain yang secara tegas dan kodifikasi peraturan nasional masyarakatthukum adat secara lebih rinci sehingga dapat dijadikan pedoman bagi setiap daerah otonom dalam menyusun peraturan daerah tentang masyarakat lokalnya masing-masing sesuai dengan kebutuhannya.
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA HOTEL 1O1 URBAN KELAPA GADING Muhammad Nauval Farizky Aryanto Putra; Titin Astuti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.191

Abstract

Hotel 101 URBAN Kelapa Gading selalu memberikan fokus utama pada masalah sumber daya manusia dan manajemen pengelolanya untuk mencapai tujuan perusahaan. Agar sumber daya manusia atau karyawan dapat bekerja secara optimal maka diperlukan peningkatan kinerja kerja karyawan yang merupakan faktor penting dalam suatu perusahaan. Disiplin kerja dan motivasi kerja juga merupakan cerminan untuk meningkatkan kinerja karyawan yang mampu bekerja sama baik individu maupun kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden mengenai disiplin kerja karyawan, motivasi kerja karyawan, dan mengetahui pengaruh disiplin kerja karyawan dan motivasi kerja karyawan terhadap kinerja karyawan pada Hotel 1O1 URBAN Kelapa Gading. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Populasi pengumpulan data ini adalah seluruh karyawan Hotel 1O1 URBAN Kelapa Gading yang meliputi staff, daily worker, dan casual. Adapun jumlah sampel yang diambil seluruh karyawan yaitu sebanyak 77 responden dan data di olah dengan program SPPS ver.25. Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Liner Berganda untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kontribusi disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan yaitu sebesar 43,6% sedangkan 56,4% menunjukkan adanya faktor lain di luar disiplin kerja dan motivasi kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan yang tidak diteliti seperti lingkungan kerja, kompetensi dan kepemimpinan.
HUBUNGAN ANTARA MANFAAT KEGIATAN SOSIAL KOMUNITAS MOTOR IDIOTERS DAN PERSEPSI MASYARAKAT (STUDI KASUS KELURAHAN DUREN SAWIT) Ghanis Wahyurini; Herta Armianti Soemardjo; Chendi Liana
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.192

Abstract

Komunitas motor seringkali diberi label negatif oleh masyarakat. Namun, bila kita kenal dengan para anggota komunitas ini, pendapat tersebut bisa saja berbeda. Pendapat negatif inilah yang ingin ditepis oleh salah satu komunitas motor di daerah Jakarta Timur, yaitu komunitas motor Idioters. Dalam rangka memperoleh pandangan baik di mata masyarakat . komunitas ini sesekali menyelenggarakan kegiatan sosial. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara manfaat kegiatan sosial yang dilakukan komunitas Idioters menurut masyarakat dan persepsi masyarakat terhadap komunitas tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionalisme Simbolik dimana teori tersebut menerangkan bahwa ketika kita memberikan isyarat dengan simbol-simbol kepada orang lain maka kita akan mendapat hubungan timbal balik dari simbol atau isyarat yang diberikan. Simbol yang dimaksud adalah kegiatan sosial dan hubungan timbal balik yang diperoleh adalah persepsi baik. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data kuantitatif koresional. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terhadap kegiatan sosial komunitas motor Idioters, studi pustaka terhadap buku-buku dan referensi berkaitan dengan komunikasi, kehumasan, metode penelitian, dan penyebaran angket untuk mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan berkaitan dengan variabel penelitian ini. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu dengan memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu, yakni warga yang berusia di atas 17 tahun dan mengetahui komunitas Idioters. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap pengolahan data yaitu data hasil penyebaran kuesioner diberi nilai dan dimasukkan ke dalam coding sheet, kemudian disajikan ke dalam tabel-tabel tunggal dan tabel silang, dan dihitung koefien korelasi dari pengaruh variable pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel manfaat kegiatan sosial komunitas motor Idioters menurut masyarakat dan persepsi masyarakat terhadap komunitas tersebut.
DISTRIBUSI PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI SUMATERA Yulmira Yanti; Hasmiandy Hamid; Nurbailis
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.193

Abstract

Penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. Allii dan Pantoe ananatis merupakan penyakit penting pada tanaman bawang merah di sumatera dan provinsi penghasil bawang merah lainnya. Bakteri Xanthomonas axonopodis pv. Allii dan Pantoe ananatis mempunyai daerah sebaran yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran penyakit hawar daun bakteri pada tanaman bawang merah yang di sebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. Allii dan Pantoe ananatis di Sumatera. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan metode survey yaitu menghitung kejadian dan keparahan penyakit bawang merah yang ada di Sumatera. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di lapangan diketahui bahwa adanya serangan penyakit hawar daun bakteri pada bawang merah yang di sebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. Allii dan Pantoe ananatis dengan kejadian dan keparahan yang berbeda-beda. Kejadian tertinggi terdapat di provinsi Sumatera barat dengan kejadian penyakit 98 % dan keparahan penyakit sebesar 82,27% dan 79,47%