cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal: Management Education
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : 10.29300/al-khair.v5i2
Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Al-Khair Journal: Management Education di tahun 2024 telah menggantikan/merubah nama dari Al-Khair Journal: Management, Education and Law MENJADI Al-Khair Journal: Management Education. Al-Khair Journal : Management Education pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack) pada awal tahun 2024, yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2021 s-d Vol. 3 No.2 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola Al-Khair Journal : Management Education melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER" : 13 Documents clear
Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pada Jurusan Teknik Komputer dan Informatika di Smk Negeri 1 Musi Rawas Lilis Merlita; Ilham Syukri
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2610

Abstract

Abstrak: Manajemen adalah proses kerjasama dengan mendayagunakan sumber daya manusia dan sumber daya non-manusia dengan menerapkan fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Dalam proses pembelajaran sarana dan prasarana sangat diperlukan dalam rangka menunjang kelancaran proses kegiatanya, sehingga pengelolaan sarana dan prasarana sangat diperlukan oleh setiap sekolah. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: (1) pengadaan dan perencanaan sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, (2) pendistribusian sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, (3) penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, (4) inventarisasi sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, (5) penghapusan sarana dan prasarana dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran (6) usaha-usaha yang dilakuakan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi: (1) observasi partisipan, (2) wawancara mendalam, dan (3) studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas dan konfiirmabilitas. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengadaan dan perencanaan sarana dan prasarana di Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu dilakukan dengan tujuan agar mengetahui semua kebutuhan sarana dan prasarana sekoah, direncanakan sejak awal tahun dengan melihat hasil evaluasi pada tahun sebelumnya (2) pendistribusian sarana dan prasarana di Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu dilakukan dengan cara menyeleksi sesuai kebutuhan, selanjutnya barang yang dibeli kemudian disalurkan kepada tiap program jurusana dan kelas. (3) penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana di di Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu disesuaikan dengan kebutuhan guru dan siswa, ada tat tertib yang harus dipatuhi, diserahkan pada masing-masing program jurusan dan kelas. (4) inventaris sarana dan prasarana di Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu ada staf semdiri yang diberi tugas untuk pencatatan barang yang telah diadakan. (5) penghapusan sarana dan prasarana Smk Negeri 1 Musi Rawas yaitu terlebih dahulu membuat berita acara kepada kepala sekolah, dilakukan karena sarana dan prasarana tersebut sudah rusak. (6) usahausaha yang dilakukan di Smk Negeri 1 Musi RawasKeywords: manajemen sarana dan prasarana, upaya peningkatan kualitas pembelajaran Abstract: Management is the process of cooperation by utilizing human resources and non-human resources to implement the management functions of planning, organizing, implementing and monitoring to achieve the objectives of effective and efficient. In learning activities facilities and infrastructure is needed in order to support the smooth process of its activities, so that the management infrastructure is required by each school. The focus of this research are: (1) procurement and planning of facilities and infrastructure in order to improve the quality of learning, (2) the distribution of facilities and infrastructure in order to improve the quality of learning, (3) the use and maintenance of facilities and infrastructure in order to improve the quality of learning, (4) an inventory of facilities and infrastructure in order to increase quality of learning, (5) elimination of facilities and infrastructure in order to improve the quality of learning (6) Some efforts which are made by the principal to improve the quality of learning. The approach that is used in this research is qualitative approach, while the research design is case study. To collect the data, the researcher uses some techniques, such; (1) Participant observation, (2) In-dep itnterview, and (3) Documentation study. Analysis using reduction, presentation, verification In addition, the researcher uses credibility, transferability, dependability, and confirmability as techniques to verify the data. The result of this research can be explained as follows: 10 (1) the procurement and infrastructure planning in Smk Negeri 1 Musi Rawas is done so that you know all the needs of school infrastructure, planned since the beginning of the year to see the results of the evaluation in the previous year (2) the distribution of the means and infrastructure in Smk Negeri 1 Musi Rawas is done by selecting as needed, subsequent items purchased and then distributed to each program jurusana and class. (3) the use and maintenance of facilities and infrastructure in Smk Negeri 1 Musi Rawas that is tailored to the needs of teachers and students, there are rules that must be obeyed tat, delivered in each program majors and classes. (4) inventory of facilities and infrastructure in Smk Negeri 1 Musi Rawas is no semdiri staff were given the task of recording the goods that have been held. (5) elimination of facilities and infrastructure Smk Negeri 1 Musi Rawas is to first make an official report to the principal, because the infrastructure has been damaged. (6) the efforts made in Smk Negeri 1 Musi Rawas that has expert staff and good administration, the support from the school community.Kata kunci: infrastructure management, improve the quality of learning
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Efektivitas Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri 145 Seluma Aprizal Syafriantoni; Adisel Adisel; Anggi Santika; Reska Norda Lesti; Siti Nabilah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2604

Abstract

Abstract: Teacher performance has not been effective, because the role of the principal's leadership has not been optimal, characterized by the principal finding it difficult to understand the nature or character of teachers and employees, so that teacher performance has not been optimal. The purpose of the study was to map and describe the leadership role of the Principal in improving the effectiveness of teacher work in Sekolah SD Negeri 145 Seluma. Using qualitative descriptive methods with a Purposive Sampling technique approach. The results showed that the principal of SDN 145 Seluma carried out his role as an educator by creating a conducive school climate and providing encouragement and advice; as managers by empowering teachers through collaboration, involving teachers in upgrading, and involving teachers in decision making; as an administrator with administrative and financial management; as a supervisor by supervising and preparing educational supervision programs; as a leader by providing instructions, increasing teacher will, and opening two-way communication; as an innovator by setting an example and developing innovative learning models; As a motivator by providing motivation to teachers, as well as regulating the physical environment and work atmosphere. So it can be concluded that the leadership role of the principal has played a role in improving employee performance, but still finds it difficult to understand the nature or character of teachers and employees, so that teacher performance has not been effective, therefore, the author can suggest, if you want to improve the effectiveness of teacher performance, then increase the leadership role of the principal as if.Keywords: Leadership Role, Principal, Teacher Work Effectiveness Abstrak: Kinerja guru belum efektif, dikarenakan peran kemimpinan kepala sekolah belum optimal, ditandai dengan kepala sekolah merasa kesulitan dalam memahami sifat atau karakter guru dan pegawai, sehingga kinerja guru belum optimal.  Tujuan penelitian untuk memetakan dan mendeskripsikan peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam meningkatkan efektivitas kerja guru di Sekolah Dasar Negeri 145 Seluma. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SDN 145 Seluma melaksanakan perannya sebagai pendidik dengan menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan memberikan dorongan dan nasehat; sebagai manajer dengan memberdayakan guru melalui kerjasama, mengikutsertakan guru dalam penataran, dan melibatkan guru dalam pengambilan keputusan; sebagai administrator dengan mengelola administrasi dan keuangan; sebagai supervisor dengan melakukan pengawasan dan penyusunan program supervisi pendidikan; sebagai pemimpin dengan memberikan petunjuk, meningkatkan kemauan guru, dan membuka komunikasi dua arah; sebagai inovator dengan memberikan teladan dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif; sebagai motivator dengan memberikan motivasi kepada guru, serta mengatur lingkungan fisik dan suasana kerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah sudah berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai, namun masih merasa kesulitan dalam memahami sifat atau karakter guru dan pegawai, sehingga kinerja guru belum efektivitas, oleh karena itu, penulis dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan efektivitas kinerja guru, maka tingkatkan peran kepemimpinan kepala sekolah di seolah.Kata Kunci: Peranan Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Efektivitas Kerja Guru
Optimalisasi Manajemen Kurikulum Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bengkulu Muhammad Shidiq; Vera Nopianti; Kardiyo Kardiyo
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2612

Abstract

Abstract: Curriculum management still creates difficulties among teachers, resulting in the quality of learning still not being optimal, indicated by the fact that there are still teachers who are weak in curriculum development, such as developing learning methods and models which are still not yet complete.optimal. The aim of the research is to determine the optimization of curriculum management in improving the quality of education. Using descriptive qualitative methods. Data collection techniques through observation, interviews and documentation studies. The research results show that: (1) Curriculum management at Bengkulu Senior High School (SMA) has carried out planning, organizing, implementing,based on predetermined plans, have implemented learning evaluation, so that the level of learning quality can be known; (2) Quality of learning in Senior High Schools (SMA) in Bengkulu; (3) Optimizing curriculum management can improve the quality of learning in Senior High Schools (SMA) in Bengkulu. So it can be concluded that curriculum management can improve the quality of learning. Thus, it can be suggested that if you want to improve the quality of learning, improve curriculum management in schools.Keywords: Optimization,Curriculum Management and Learning Quality. Abstrak: Manajemen kurikulum masih menciptakan kesulitan di kalangan guru, sehingga mengakibatkan mutu pembelajaran masih belum optimal, ditandai dengan masih ada guru lemah dalam pengembangan kurikulum seperti pengembangan metode dan model pembelajaran masih belum optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui Optimalisasi manajemen kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan.Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen kurikulum di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bengkulu telah dilaksanakan perencanaan ,Pengorganisasian, Pelakasanaan, yang berpedoman pada perencanaan yang telah ditetapkan, telah melaksanakan evaluasi pembelajaran, sehingga dapat diketahui tingkat mutu pembelajaran; (2) Mutu pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bengkulu; (3) Optimalisasi manajemen kurikulum dapat meningkatkan mutu pembelajaran di  Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bengkulu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan demikian dapat disarankan jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran, maka tingkatkan manajemen kurikulum di sekolah.Kata Kunci: Optimalisasi, Manajemen Kurikulum dan Mutu Pembelajaran
Penggunaan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Bengkulu Dimas Sartika; Angga Pratama; Lia Kurniati
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2606

Abstract

Abstract: Students still have difficulty achieving, because some teachers have difficulty using learning media, so that there is no variation in the learning process, students feel bored and bored in the learning process. The aim of this research is to map and describe the use of learning media in improving student learning achievement. Using library research or library study methods. The results of the research can be concluded that learning media can improve student achievement, because learning media is a means of conveying subject matter that can be uniform, the learning process becomes clearer and more interesting, the learning process becomes more interactive, efficiency in time and energy, improves the quality of student learning outcomes. , media allows the learning process to be carried out anywhere and at any time, media can foster students' positive attitudes towards the material and learning and learning processes, and learning media can change the role of teachers in a more positive and productive direction.Keywords: Use of Learning Media, Student Achievement, Junior High School Abstrak: Siswa masih menciptakan kesulitan dalam berprestasi, dikarenakan sebagian guru kesulitan dalam penggunaan dan pengembangan media pembelajaran dalam proses pembelajaran tidak ada variasinya, sehingga para siswa merasa bosan, jenuh dan ngntuk. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan mendiskripsikan penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Menggunakan metode penelitian kepustakaan atau studi pustaka. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan prestasi siswa, karena media pembelajaran merupakan alat penyampaian materi pelajaran yang dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, efisiensi dalam waktu dan tenaga, meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, media pembelajaran memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, media pembelajaran juga dapat menumbuhkan sikap positip siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran, dan media pembelajaran dapat mengubah para guru ke arah yang lebih positif dan produktif. Dengan demikian dapat disarankan, jika ingin meningkatkan prestasi siswa maka tingkatkan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran di sekolah.Kata kunci: Penggunaan Media Pembelajaran, Prestasi Siswa, Sekolah Menengah Pertama
Leadership Conflicts in the Management of Madrasah Aliyah Educational Institutions in Indonesia Muhammad Muhsin Saqafi Ezhari; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2613

Abstract

Abstract:  In the management of educational institutions still creates conflicts, because some leadership is still weak at the level of management, competence and leadership ability in managing educational institutions. The purpose of this paper is not only to map but also to analyze leadership conflicts in the management of Madrasah Aliyah educational institutions in Indonesia. Using descriptive qualitative methods. Data sources from scientific books, scientific articles, scientific journals both print and online, both nationally and internationally. The results showed that leadership conflicts in education management occur because the level of management of educational institutions by some leadership is still weak such as weak in planning, organization, movement, direction and supervision or control. Leadership conflicts also occur because the level of competence or ability of a leader is still weak. Leadership conflicts also occur due to differences in opinions, stances, beliefs, cultural differences, differences in interests, conflicts also occur between superiors and subordinates, even conflicts with students and parents including the community or external parties. Thus it can be concluded that leadership conflicts in the management of educational institutions occur due to weak management levels, competencies and abilities. So it can be suggested that if you want to minimize conflict among the leadership, then improve the management of better educational institutions in Indonesia.Keywords: Conflict, Leadership, Management of Educational Institutions, Madrasah Aliyah   Abstrak: Dalam pengelolaan lembaga pendidikan masih menciptakan konflik, dikarenakan sebagian kepemimpinan masih lemah pada tingkat manajemen, kompetensi dan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola lembaga pendidikan. Tujuan tulisan ini selain memetakan juga menganalisis konflik kepemimpinan dalam pengelolaan lembaga pendidikan Madrasah Aliyah di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dari buku-buku ilmiah, artikel ilmiah, jurnal ilmiah baik cetak maupun online, baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kepemimpinan dalam pengelolaan pendidikan terjadi karena tingkat pengelolaan lembaga pendidikan oleh sebagian kepemimpinan kepala Madrasah Aliyah masih lemah seperti lemah dalam perencanaan, pengorginisasian, pergerakan, pengarahan dan pengawasan atau kontrol. Konflik kepemimpinan juga terjadi karena tingkat kompetensi atau kemampuan seseorang pemimpinan yang masih lemah. Konflik kepemimpinan juga terjadi karena perbedaan pendapat, pendirian, keyakinan, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, konflik juga terjadi antara atasan dengan bawahannya, bahkan konflik dengan siswa dan orang tua termasuk masyarakat atau pihak eksternal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konflik kepemimpinan dalam pengelolaan lembaga pendidikan terjadi karena tingkat pengelolaan, kompetensi dan kemampuan kepemimpinan masih lemah. Sehingga dapat disarankan jika ingin meminimalisir konflik dikalangan kepemimpinan, maka tingkatkan pengelolaan lembaga pendidikan yang lebih baik di Madrasaha Aliyah Indonesia.  Kata kunci: Konflik, Kepemimpinan, Pengelolaan Lembaga Pendidikan, Madrasah Aliyah    
Implementasi Metode Pembelajaran 3T+1M Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al Qur’an Juz 30 Santri di TPQ Nurul Huda Ai Siti Hodijah; Alimni Alimni
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2600

Abstract

Abstract: The learning method used by the teacher is still ineffective, so students still have difficulty memorizing the Qur'an, especially juz 30. The purpose of this study is to describe the implementation of the 3T + 1M method in improving the quality of memorization of 30 students in TPQ Nurul Huda Desa Marga Mulya, Kec. Air Rami, Kab. Mukomuko. Using qualitative methods with data collection instruments, namely observation, interviews and literature. The source of information in this study uses sources derived from journals, books, articles, documents and interviews with authorized parties. The results of this study can be concluded that the 3T + 1M method can help improve the quality of memorization of juz 30 at TPQ Nurul Huda, but with various inhibiting factors such as lack of educators, differences in the ability levels of students and lack of parental participation, and the existence of this program has a very positive impact on both the general public, parents of students and the students themselves. Thus, it can be suggested to improve the pattern of implementing the 3T + 1M method by involving more educators and involving the role of parents through various ways such as providing books that must be filled out and signed by parents in order to prove that parents / guardians have helped students in doing muroja'ah at home.Keywords: Learning Method, 3T+1M, Memorization Quality, Qur'an Juz 30, TPQ Nurul Huda. Abstrak: Metode pembelajaran yang dipakai guru masih tidak efektif, sehingga santri masih kesulitan menghafal Al-Qur’an kususnya juz 30. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi metode 3T+1M dalam meningkatkan kualitas hafalan juz 30 siswa di TPQ Nurul Huda Desa Marga Mulya, Kec. Air Rami, Kab. Mukomuko. Menggunakan metode kualitatif dengan istrumen pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kepustakaan. Sumber informasi dalam penelitian ini menggunakan sumber yang berasal dari jurnal, buku, artiker, dokumen maupun wawancara dengan pihak-pihak yang berwenang. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode 3T+1M mampu membantu meningkatkan kualitas hafalan juz 30 di TPQ Nurul Huda, namun dengan berbagai faktor penghambat seperti kurangnya tenaga pendidik, perbedaan tingkat kemampuan santri dan kurangnya pasrtisipasi orang tua, serta adanya program ini sangat berdampak positif baik bagi masyarakat umum, orang tua santri maupun santri itu sendiri. Dengan demikian dapat disarankan untuk memperbaiki pola pengimplementasian metode 3T+1M dengan cara melibatkan lebih banyak tenaga pendidik serta melibatkan peran orang tua santri melalui berbagai cara seperti memberikan buku yang harus diisi dan ditandatangani oleh orang tua santri dalam rangka membuktikan bahwa orang tua/wali telah membantu santri dalam melakukan muroja’ah di rumah.Kata kunci: Metode Pembelajaran, 3T+1M, Kualitas Hafalan, Al-Qur’an Juz 30, TPQ Nurul Huda.
Efektivitas Manajemen Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Ulu Musi Sumatera Selatan Ririn Handayani; Hermansyah Hermansyah; Try Widyanto
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2608

Abstract

Abstract: Employee performance still feels not optimal, because the principal's management is not yet effective, there is still a lack of employee professionalism development, the principal's management is still not effective in carrying out supervision, providing assignments and self-development activities for employees so that the quality of employee performance is not yet optimal. The aim of this research is to describe and analyze the effectiveness of school principal management in improving employee performance. Using descriptive qualitative methods. The results of this research show that (1) head management in planning, implementing, assessing and evaluating employee performance (2) 1 Ulu Musi South Sumatra State Senior High School (SMAN) employee performance and (3) Principal management effectiveness can improve school employee performance State Senior Secondary School (SMAN) 1 Ulu Musi, South Sumatra. Therefore, it can be concluded that the effectiveness of school principal management can improve the performance of high school (SMA) employees. So it can be suggested to improve the performance of quality employees, then improve the management of school principals more effectively.Keywords: Effectiveness, Principal Management, Employee Performance Abstrak: Kinerja pegawai masih terasa belum optimal, dikarenakan manajemen kepala sekolah belum efektif, terlihat masih kurangnya pembinaan profesonalisme pegawai, masih belum efektifnya manajemen kepala sekolah dalam melaksanakan supervise, memberikan penugasan dan kegiatan pengembangan diri pegawai sehingga kualitas kinerja pegawai belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja pegawai. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) manajemen kepala dalam merencanakan, melaksanakan, menilai dan mengevaluasi kinerja pegawai (2) Kinerja pegawai Sekolah Menengah atas Negeri (SMAN) 1 Ulu Musi Sumatera Selatan dan (3) Efektivitas manajemen kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja pegawai Sekolah Menengah atas Negeri (SMAN) 1 Ulu Musi Sumatera Selatan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa efektivitas manajemen kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja pegawai Sekolah Menengah Atas (SMA). Sehingga dapat disarankan untuk meningkatkan kinerja pegawai yang berkualitas, maka tingkatkan manajemen kepala sekolah yang lebih efektif. Kata Kunci: Efektivitas, Manajemen Kepala Sekolah, Kinerja Pegawai
Peran Pendidikan Dalam Meningkatkan Nilai Karakter Siswa Era Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA) di Madrasah Ibtidaiyah Al Baani Kota Bengkulu Ali Akbarjono; Sofia Murni; Bambang Haryanto; Zipen Apriansyah; Fui Andela
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2614

Abstract

Abstract: The value of student character in the era of Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA) has decreased, marked by certain values, such as respect, responsibility, honesty, caring, hard work, sincerity, justice have begun to fade, because character education has not been optimally carried out in schools. The purpose of this study is to map and analyze the role of education in improving student character in the era of Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA). Using qualitative with case study method in MI Al Baani Bengkulu City, with data collection techniques through observation, interviews and documentation, then data analysis techniques using data triangulation. The results of this study show that the role of VUCA era character education at MI Al Baani has been carried out and meets standards that emphasize the learning process centered on habituation and example, but in the era of Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA) which is influenced by advances in science and technology student character values have begun to fade. So it can be recommended to improve student character values, then increase the role of character education in schools.Keywords: Volatile Era, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA), Character Education Abstrak: Nilai karakter siswa di era Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA) telah menurun, ditandai dengan nilai-nilai tertentu, misalnya rasa hormat, tanggungjawab, kejujuran, kepedulian, kerjakeras, keikhlasan, keaadilan sudah mulai pudar, dikarenakan pendidikan karakter belum optimal dilakukan di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis peran pendidikan dalam meningkatkan karakter siswa di era Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA). Menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus di MI Al Baani Kota Bengkulu, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik analisis data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pendidikan karakter era VUCA di MI Al Baani sudah terlaksana dan memenuhi standar yang menitikberatkan proses pembelajaran yang berpusat pada pembiasaan dan keteladanan, namun di era Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA) yang dipengaruhi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nilai-nilai karakter siswa mulai pudar. Sehingga dapata disarankan untuk meningkatkan nilai-nilai karakter siswa, maka tingkatkanlah peran pendidikan karakter di sekolah. Kata Kunci: Era Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA), Pendidikan Karakter
Peran Manajemen Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Madrasah Aliyah di Bengkulu Sarah Wulandari; Errick Avra; Reri Aprizal; Diana Riyanti; Yesi Agustina; Novya Safitri; Pardi Pardi; Elvina Rosa
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2601

Abstract

Abstract: Teacher performance is still relatively low, characterized by the low ability of teachers to meet educational standards, such as pedagogic competence, personality competence, social competence, and professional competence both partially and simultaneously. The purpose of this study is to map and analyze the role of leadership management in improving teacher performance. Using descriptive qualitative methods with literature review education. Sources of information are obtained from scientific books, scientific articles both nationally and internationally. The results showed that the role of leadership management became very decisive and very important in improving teacher performance. Leadership has played a role in managing educational institutions, seen changes made by leadership, innovating, playing a role in growing school culture, acting as a work partner, has established cooperation between school residents and has organizational goals. Especially playing a role in improving teacher performance such as always providing guidance, direction to teachers, so that teachers have the ability to carry out their main duties, functions and responsibilities. Such as, compiling lesson plans, implementing learning, evaluating learning outcomes, carrying out follow-up learning achievement results. Thus, it can be suggested to improve teacher performance, hence increase the role of leadership management in madrasas.Keywords: Roles, Leadership Management, Teacher Performance Abstrak: Kinerja guru masih tergolong rendah, ditandai dengan rendahnya kemampuan guru dalam memenuhi standar pendidikan, seperti kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional baik secara parsial maupun simultan. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis peran manajemen kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja guru. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendidikan kajian pustaka. Sumber informasi didapat dari buku-buku ilmiah, artikel-artikel ilmiah baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran manajemen kepemimpinan menjadi sangat menentukan dan sangat urgen dalam meningkatkan kinerja guru. Kepemimpinan telah berperan mengelola lembaga pendidikan, terlihat perubahan yang dilakukan oleh kepemimpinan, melakukan inovasi, berperan dalam menumbuhkan budaya sekolah, berperan sebagai partner kerja, telah menjalin kerjasama antar warga sekolah dan memiliki tujuan organisasi. Khususnya berperan dalam meningkatkan kinerja guru seperti senantiasa memberikan bimbingan, arahan kepada guru-guru, sehingga para guru telah memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawabnya. Seperti, menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melakukan evaluasi hasil pembelajaran, melaksana tindak lanjut hasil prestasi pembelajaran. Dengan demikian, dapat disarankan untuk meningkatkan kinerja guru, maka tingkatkan peran manajemen kepemimpinan di madrasah.Kata kunci: Peran, Manajemen Kepemimpinan, Kinerja Guru
Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah di Bengkulu Lilis Merlita; Damas Ahmad Yunus; Rahmuje Emawanalu
Al-Khair Journal: Management Education Vol 3, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/al-khair.v3i2.2609

Abstract

Abstract: Madrasah human resources still create disparities in teacher competence as a profession, marked by some madrasah aliyah teachers experiencing difficulties in improving their competence and other teachers being able to work professionally according to the teaching profession. The aim of this research is to describe and analyze the application of human resource management in improving the competency of Bengkulu City Aliyah Madrasah teachers. Using descriptive qualitative methods. The sources of information in this research use various sources, both online media data and print media data. Includes scientific books, national and international scientific articles related to the application of human resource management in improving teacher competency. The research results show that; (1) human resource management has been implemented. It can be seen that there has been a planning program for developing teacher competency, organization has been carried out for teachers by giving them main tasks, functions and responsibilities as professional staff, the learning process has been carried out in accordance with the main tasks, functions and responsibilities of each teacher. , and supervision and control of teachers has been carried out; (2) teacher competence has increased in terms of personality, pedagogical, social and professional competence, but is not yet optimal because teachers are rarely given professional education or training; and (3) the application of human resource management can improve teacher competency through teacher academic qualifications, education and training, certification tests, and providing opportunities for learning improvement. Thus it can be concluded that the application of human resource management can increase teacher competence. So it can be suggested, to improve teacher competence, implement human resource management in madrasas.Keywords: Application, Human Resource Management, Teacher Competency, Madrasah Aliyah Abstrak: Sumberdaya manusia madrasah masih menciptakan ketimpangan dalam kompetensi guru, ditandai dengan sebagian guru madrasah aliyah mengalami kesulitan dalam meningkatkan kompetensinya dan sebahagian guru yang lain mampu bekerja secara profesional. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen sumberdaya manusia dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah Aliyah di Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, baik data media online maupun data media cetak. Meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang terkait tentang penerapan manajemen sumberdaya manusia dalam meningkatkan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) manajemen sumberdaya manusia telah diterapkan terlihat telah ada program perencanaan untuk pengembangan kompetensi guru, telah dilakukan pengorganisasian kepada guru melalui pemberian tugas pokok, fungsi dan tanggungjawabnya sebagai tenaga professional, telah dilaksanakan proses pembelajaran sesuai tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab guru masing-masing, dan telah dilakukan pengawasan dan pengendalian terhadap guru; (2) kompetensi guru sudah meningkat dilihat dari kompetensi kepribadian, pedagogic, sosial dan kompetensi professional, namun belum optimal dikarenakan gruru-guru jarang diberi pendidikan profesi atau diklat; dan (3) penerapan manajemen sumberdaya manusia dapat meningkatkan kompetensi guru melalui kualifikasi akademik guru, pendidikan dan pelatihan, uji sertifikasi, dan memberikan kesempatan perbaikan pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen sumberdaya manusia dapat meningkatkan kompetensi guru. Sehingga dapat disarankan, untuk meningkatkan kompetensi guru, maka terapkanlah manajemen sumberdaya manusia di madrasah.Kata kunci: Penerapan, Manajemen Sumberdaya Manusia, Kompetensi Guru, Madrasah Aliyah

Page 1 of 2 | Total Record : 13