cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Pengaruh Persepsi terhadap Partisipasi Wanita Usia Subur dalam Melakukan Screening Kanker Serviks dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Desa Talang Aur Kabupaten Ogan Ilir
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks termasuk penyakit dengan jumlah kematian tertinggi pada wanita di seluruh dunia termasuk Indonesia. Terdapat 16 per 100.000 kasus di Indonesia dan 797 kasus di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2014. Screening dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan salah satu cara pencegahan kanker serviks. Desa Talang Aur merupakan Desa yang telah berpartisipasi dalam screening IVA dengan cakupan 17,5%, namun cakupan yang dibutuhkan adalah 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi terhadap partisipasi wanita dalam melakukan screening dengan metode IVA di Desa Talang Aur.Metode: Jenis penelitian adalah cross sectional dengan pengambilan sampel secara random sebanyak 84 orang pada WUS usia 30-50 tahun.Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan 88,1% wanita yang tidak berpartisipasi dalam screening IVA dan 54,8% memiliki persepsi yang kurang baik terhadap screening IVA. Terdapat pengaruh persepsi terhadap partisipasi WUS dalam melakukan screening dengan metode IVA(p value=0,038; PR 5,8: 95% CI 1,164-29,57). Namun tidak terdapat pengaruh persepsi terhadap partisipasi WUS melakukan screening dengan metode IVA (p value=0,427) setelah dikontrol oleh usia, pekerjaan, pengetahuan, dan riwayat mengunjungi tenaga kesehatan.Kesimpulan: Terdapat pengaruh persepsi, pengetahuan dan riwayat mengunjungi tenaga kesehatan terhadap partisipasi wanita subur untuk melakukan screening.Kata Kunci : Persepsi, screening kanker serviks
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Keluhan Gangguan Pernapasan pada Pekerja Mebel Jati Berkah Kota Jambi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Industri pengolahan kayu merupakan industri yang perkembangannya pesat dan menyerap banyak tenaga kerja. Industri jenis ini memiliki kerugian yaitu dapat menghasilkan polusi berupa debu kayu. Debu kayu merupakan bahan partikulat yang apabila masuk ke dalam sistem pernapasan manusia dapat menimbulkan gangguan pernapasan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi keluhan gangguan pernafasan pada pekerja mebel Jati Berkah.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan desain cross sectional yang dilakukan pada 33 orang pekerja mebel Jati Berkah sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah total sampling dengan ketentuan dipenuhinya syarat inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dalam penelitian diolah dengan menggunakan program SPSS serta dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dan Fisher’s Exact.Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat penelitian, menyatakan bahwa: ada hubungan antara kadar debu(p=0,016, OR=14,29), umur (p=0,016, OR= 8,4) masa kerja (p=0,003, OR=17,875), lama paparan (p=0,009, OR=14,667) dan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p=0,027, OR=6,4) dengan timbulnya gejala gangguan pernapasan pada pekerja. Tidak ada hubungan antara status gizi (p=1,000, OR=1,818) dan status merokok (p=0,630, OR=2,588) dengan timbulnya gejala gangguan pernapasan pada pekerja.Kesimpulan: Timbulnya gejala gangguan pernapasan pada pekerja mebel Jati Berkah dipengaruhi olehfaktor-faktor kadar debu, umur, masa kerja, lama paparan dan penggunaan APD. Saran dari penelitian ini adalah agar pemilik usaha mebel jati Berkah memperbaiki luas dan tata ruang kerja, memasang local exhaust di ruang kerja berkadar debu tinggi serta mendistribusikan APD kepada pekerja dengan lebih merata dan teratur.Kata Kunci: Debu kayu, industri rumah tangga mebel, gangguan pernapasan
Korelasi Perilaku Kadarzi terhadap Status Gizi Balita di Puskesmas Simpang Timbangan Indralaya Tahun 2014
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Data cakupan program Puskesmas Simpang Timbangan menunjukkan angka yang rendah pada program kadarzi menimbang berat badan balita secara teratur (66,92%), ASI eksklusif (26,83%), pemberian kapsul vitamin A pada balita usia 12-59 bulan (51,52%). Berdasarkan BB/U ditemukan 2 (dua) balita gizi kurang dan 1 (satu) balita gizi buruk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku keluarga sadar gizi (kadarzi) terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan di Puskesmas Simpang Timbangan tahun 2014.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita usia 6-23 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan tahun 2014 yaitu sebanyak 73 balita. Responden dari penelitian ini adalah ibu balita. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah berupa kuesioner melalui wawancara, baby scale dan meteran melalui pengukuran antropometri balita secara langsung.Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku kadarzi dengan status gizi balita usia 6-23 bulan berdasarkan indikator BB/U (p = 1,000), PB/U (p= 0,466), BB/PB (p= 1,000) dan IMT/U (p=1,000).Kesimpulan: Tidak ada hubungan perilaku keluarga sadar gizi (kadarzi) terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah Ogan Ilir perlu meningkatkan pembinaan atau pelatihan untuk petugas puskesmas terutama bidan kelurahan dan petugas gizi puskesmas untuk meningkatkan promosi mengenai keluarga sadar gizi.Kata Kunci: Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi), status gizi balita
Faktor-faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi pada Kejadian Hipertensi di Desa Seri Tanjung Kecamatan Tanjung Batu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu faktor intermediet yang populer dalam kejadian penyakit kronis (WHO). Prevalensi hipertensi tertinggi di dunia ialah di Afrika, yakni 46% dari total penduduk dewasa. Prevalensi hipertensi di Indonesia 25,8% dan prevalensi hipertensi di Sumatera Selatan 26,1%. Desa Seri Tanjung memiliki jumlah kasus hipertensi terbanyak di Kabupaten Ogan Ilir per Desember 2013, yakni 173 kasus (LB1). Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada kejadian hipertensi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-Sectional menggunakan metode survei analitik. Sampel penelitian ini berjumlah 76 orang, yang diambil dengan teknik Purposive Sampling, dengan kriteria inklusi berusia ≥20 tahun dan tidak sedang mengkonsumsi obat anti-hipertensi dan kriteria eksklusi berusia <20 tahun. Analisis yang dilakukan ialah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif ujinya, dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.Hasil Penelitian: Asupan natrium yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi di DesaSeri Tanjung (p value=0,006; PR=0,202; 95% CI 0,050-0,809). Hasil uji multivariat menunjukkan bahwavariabel yang memiliki hubungan kemaknaan paling kuat dengan kejadian hipertensi di Desa Seri Tanjung ialah jenis kelamin (p value=0,005;PR=21,269) dan asupan natrium (p value=0,006;PR=0,054).Kesimpulan: Faktor yang dapat dimodifikasi pada kejadian hipertensi di Desa Seri Tanjung ialah asupannatrium. Saran penelitian ini ialah menggalakkan sosialisasi mengenai pentingnya membudayakan Kadarzi dan menerapkan PUGS dalam kehidupan sehari-hari, serta memodifikasi asupan natrium agar berada dalam batas aman.Kata Kunci: Hipertensi, faktor-faktor yang dapat dimodifikasi, Seri Tanjung
Hubungan Pelayanan Antenatal terhadap Kejadian Maternal Near Miss di Indonesia (Analisis Lanjut Data SDKI 2012)
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Pelayanan kesehatan khususnya untuk ibu hamil di Indonesia diwujudkan dalam bentukpelayanan antenatal. Tujuan pelayanan antenatal adalah untuk mendeteksi secara dini masalah yang terjadi pada masa kehamilan dan memberikan intervensi terhadap masalah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan antenatal terhadap kejadian maternal near miss atau nyaris meninggal di Indonesia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan menggunakan data sekunder dari SDKI2012. Populasi studi dalam penelitian ini adalah wanita 15 sampai 35 tahun. Sampel penelitian ini adalahwanita berusia 15-49 tahun yang pernah hamil/melahirkan dalam waktu antara 2008 – 2012 di Indonesia dan menjawab pertanyaan mengenai komplikasi kehamilan dan persalinan yang berhasil diwawancarai yaitu 11865 responden. Variabel dalam penelitian ini diukur dengan metode wawancara oleh tim SDKI. Analisis data menggunakan regresi logistik multivariat model faktor risiko.Hasil Penelitian: Prevalensi kejadian maternal near miss di Indonesia adalah 29 per 1000 kelahiran hidup(0,0029). Hasil multivariat menunjukkan ada pengaruh kunjungan antenatal terhadap kejadian maternal near miss setelah di kontrol dengan jenis persalinan (RP: 0,612; 95%CI: 1,078-2,536).Kesimpulan: Kunjungan antenatal memiliki pengaruh untuk kejadian maternal near miss setelah dikontrol dengan jenis persalinan. Untuk itu peningkatan kualitas pelayanan antenatal serta peran serta dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menurunkan terjadinya maternal near miss.Kata Kunci: Kunjungan antenatal, maternal near miss
Dimensi Budaya Keselamatan Pasien
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Keselamatan pasien merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Berbagai studi melaporkan masalah ketidakamanan dalam sistem pelayanan kesehatan di berbagai negara. Dampak yang ditimbulkan pun beragam. Mulai dari kesakitan ringan, kecacatan, kematian hingga berdampak pada besarnya biaya pelayanan. Tulisan ini mencoba mengkaji budaya keselamatan pasien dari beberapa penelitian dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhinya.Metode: Studi ini dilakukan dengan cara pemetaan sistematis terkait budaya keselamatan pasien. Sejumlah 40 artikel penelitian dievaluasi dari berbagai sumber informasi online: Pubmed, MEDLINE, Web of science dan google scholar. Penelusuran dilakukan dengan memasukan kata kunci sesuai dengan topik yakni budaya keselamatan pasien dan faktor yang berpengaruh. Dari hasil yang diperoleh, dianalisis dan dibahas hingga menghasilkan kesimpulan.Hasil Penelitian: Masalah Kejadian yang Tidak Diinginkan (KTD) masih sering terjadi. Tenaga kesehatan memiliki peran dalam menciptakan pelayanan yang aman dan bermutu. Salah satunya melalui budaya keselamatan pasien. Beberapa faktor yang mendukung budaya keselamatan pasien terdiri dari kepemimpinan, kerjasama tim, perawatan pasien berdasarkan bukti, komunikasi, pembelajaran, tepat dan berfokus padapasien.Kesimpulan: Keselamatan pasien belum menjadi budaya dalam organisasi layanan kesehatan. Kejadian yang Tidak Diinginkan (KTD) seperti fenomena gunung es. Upaya pengembangan faktor budaya keselamatan pasien perlu terus digalakkan oleh organisasi pemberi pelayanan kesehatan.
Model Prediksi Kejadian Dismenore Primer pada Siswi SMA Negeri di Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dismenore primer menjadi penyebab utama ketidakhadiran di sekolah pada remaja perempuan. Tidak ada angka yang pasti mengenai jumlah penderita dismenore di Indonesia. Dismenore primer yang terjadi pada remaja berdampak pada penurunan aktivitas dan konsentrasi belajar, serta bolos sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dismenoreprimer pada siswi SMA Negeri di Palembang Tahun 2016.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan populasi seluruh siswi SMA Negeri di Palembang dan sampel sebanyak 146 siswi dari SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 14 Palembang dengan menggunakan teknik multistage sampling. Analisis data multivariat menggunakan Regresi Logistik Ganda Model Prediksi.Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis multivariate diperoleh variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada siswi SMA Negeri di Palembang adalah variabel stres dengan nilai ORAdjusted 9,033 (95% CI: 2,452-33,280) setelah dikontrol variabel riwayat dismenorea keluarga, waktu tidur malam, lamanya menstruasi, waktu bangun pagi, jumlah waktu tidur, siklus menstruasi, IMT, umur, keterpaparan asap rokok, meal skipping, olahraga, dan umur menarche.Kesimpulan: Stres dapat diturunkan dengan cara menghindari sumber stres (stressor) dan istirahat yang cukup. Pihak sekolah diharapkan menjalin kerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikanpenyuluhan berupa upaya promotif dan preventif khususnya dismenore primer, sehingga dapat diterapkan oleh siswa-siswi di kehidupan sehari-hari.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Celikah Kabupaten Ogan Komering Ilir
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: DBD merupakan salah satu dari banyak penyakit menular yang dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat mampu menimbulkan wabah. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten OKI tahun 2016, kasus di Puskesmas Celikah masih tinggi dan melebihi target nasional yang diharapkan (IR 51 per 100.000 penduduk). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 114 sampel dari 57 kasus demam berdarah dengue dan 57 kontrol dengan rasio 1:1. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu Quota sampling. Analisa data yang dilakukan adalah menggunakan chi-square test dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda model prediksi.Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian DBD adalah umur (p-value= <0,001; OR=9,0; 95% CI:2,486-32,579), jenis kelamin (p-value=0,002; OR=5,6; 95% CI:1,934-16,337), pekerjaan (p-value=0,001; OR= 3,7; 95% CI:1,718-8,155), pengetahuan (p-value=0,015; OR=2,7; 95% CI: 1,284-5,889), menguras TPA (p-value=0,004; OR=3,6; 95% CI: 1,554-8,677), pemasangan kawat kassa (pvalue=<0,001; OR=7,8; 95% CI:3,247-19,142), pemanfaatan pelayanan kesehatan (p-value=0,012; OR=2,9; 95% CI:1,322-6,362). Variabel yang tidak berhubungan antara lain pendidikan, sikap, kebiasaan menggantung pakaian, tanaman sekitar rumah dan riwayat DBD. Umur merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh dengan kejadian DBD setelah dikontrol dengan variabel lainnya (p-value=0,007; OR=14,153; 95% CI: 2,062- 97,154).Kesimpulan: Umur merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian DBD. Diharapkan bagi instansi terkait agar dapat lebih mengutamakan upaya pelayanan promotif agar dapat menurunkan angka kejadian DBD.
Analisis Manajemen Bencana Gempa di Rumah Sakit Umum Daerah DR. M. Yunus Kota Bengkulu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Letak Kota Bengkulu berada pada pertemuan lempeng tektonik Samudera Hindia dan lempeng tektonik Asia menyebabkan kota ini rawan bencana gempa dan tsunami. Gempa bumi sering kali melanda Bengkulu. Pada tanggal 4 Juni 2000 gempa bumi dengan kekuatan 8 skala Richter menimbulkan bencana paling besar di Bengkulu. Berdasarkan catatan sejarah, bencana gempa juga pernah terjadi pada tahun 1833,1914, 1940, 1980, 2007 (61 kali). Gempa bumi biasanya berlangsung sangat cepat Sebelum kita sempat berpikiran tindakan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri, boleh jadi gempa bumi sudah berhenti. Karenanya Rumah Sakit Dr M Yunus Bengkulu perlu persiapan dalam menghadapi gempa bumi, dan langkah-langkah yang harus diambil saat gempa itu terjadi, harus dipersiapkan sejak dini dan sangat penting untuk mencegah terjadinya kematian, kecacatan dan kejadian penyakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen bencana di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dalam menghadapi gempa.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis keadaan secara objektif mengenai manajemen bencana di rumah sakit RSUD Dr. M. Yunus dalam menghadapi bencana alam gempa. Informan penelitian ini adalah Tim Penanggulangan bencana, petugas jaga, petugas farmasi, dokter jaga dan perawat jaga, disertai pengamatan langsung kelapangan.Hasil Penelitian: RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu belum sepenuhnya menjalankan tahapan manajemen bencana, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan dan pembangunan. Tidak adanya catatan praktik yang terdokumentasi, tidak memiliki lapangan rumah sakit yang layak, dan masih kurangnya penanganan bencana terhadap kelompok rentan, belum memiliki sistem peringatan dini, masih kurangnya tanda jalur evakuasi korban. Kesimpulan: RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu belum aman dan siaga jika terjadinya bencana gempa.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Aplikator Herbisida (Studi Kasus di Perkebunan Kelapa Sawit PT. S Kabupaten Banyuasin)
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Herbisida saat ini digunakan secara luas pada sektor pertanian dan perkebunan untuk mengendalikan gulma. Penggunaan herbisida dapat memberikan dampak positif dan juga dampak negatif, apabila penggunaan yang tidak sesuai standar dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan gangguan kesehatan bagi pekerja. Paparan herbisida dapat masuk kedalam tubuh melalui rute yaitu: inhalasi, ingesti, dermal dan rute lainnya, selanjutnya herbisida yang terabsorbsi masuk ke dalam tubuh, didistribusikan ke beberapa target organ salah satunya darah. Hal ini menyebabkan gangguan dalam proses pembentukan hemoglobin sehingga proses pembentukan kadar hemoglobin menjadi terganggu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian anemia di perkebunan sawit.Metode: Desain penelitian adalah cross sectional, besar sampel adalah semua penyemprot atau total populasi sebanyak 40 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin pekerja menggunakan Hb meter.Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia yaitu paparan pernapasan, penggunaan alat pelindung diri dan dekontaminasi setelah terpapar.Kesimpulan: Sebagian besar aplikator herbisida mengalami anemia terutama pada pekerja wanita, anemia terjadi disebabkan oleh beberapa variabel yaitu: paparan pernapasan, kelengkapan alat pelindung diri dan dekontaminasi setelah terpapar herbisida. Akibat terpapar langsung dengan herbisida menyebabkan bahan aktif herbisida diabsorbsi tubuh sehingga terakumulasi dalam tubuh, hal ini dapat mempengaruhi proses pembentukan hemoglobin dalam tubuh pekerja. Oleh karena itu disarankan agar pihak perusahaan menyediakan alat pelindung diri secara lengkap dan sesuai standar, serta ruang untuk membersihkan tubuh juga harus tersedia di perusahaan. Selain itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pekerja dan kesadaran pekerjaan menggunakan alat pelindung diri.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue