cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Perbedaan Pengetahuan Setelah diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Menggosok Gigi dengan Video Modeling
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan merupakan hasil dari mengingat suatu hal, termasuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Kurangnya pengetahuan tentang menggosok gigi sangat berpengaruh pada kebersihan pribadi karena menggosok gigi termasuk rutinitas yang harus dilakukan setiap hari. Hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan di SDS Kartini tahun 2013, menunjukkan bahwa setelah dilakukan wawancara tentang pentingnya menggosok gigi, 3 dari 10 anak dapat menjawab pertanyaan dengan benar dan 7 anak tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Dapat disimpulkan bahwa masih rendahnya pengetahuan siswa-siswi di SDS Kartini. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia 6-12 tahun di SDS Kartini. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 32 orang. Pengumpulan data dilakukan pada saat sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan kuesioner sebanyak 25 soal. Analisa data statistik yang digunakan adalah uji t dependen.Hasil Penelitian: Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah adanya peningkatan pengetahuan dari sebelum intervensi (pretest) yaitu 50,84 dan pengetahuan setelah intervensi (posttest) yaitu 89,22 dengan p value (sig) 0,000.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Model Prediksi Kejadian Kematian Neonatal di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan anak. Angka Kematian Neonatal (AKN) di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 19 per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKN di Provinsi Lampung sebesar 20 per 1.000 kelahiran. Tujuan dari penelitian ini untuk memprediksi variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian kematian neonatal.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kasus-kontrol dengan sampel 45 kasus dan 45 kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang melahirkan bayi hidup. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan aplikasi komputer untuk statistik dan dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa ada hubungan antara berat lahir terhadap kematian neonatal (OR=29,421), umur ibu terhadap kematian neonatal (OR=2,957), paritas terhadap kematian neonatal (OR=6,143), frekuensi ANC (OR=7,818), komplikasi persalinan terhadap kematian neonatal (OR=9,250). Berat lahir bayi merupakan variabel yang sangat berpengaruh terhadap kematian neonatal (OR=17,969; 95% CI=3,507-92,053; p=0,001) setelah dikontrol variabel komplikasi persalinan, urutan lahir, paritas dan frekuensi ANC. Kesimpulan: Diharapkan petugas kesehatan lebih memfokuskan lagi pemantauan kesehatan ibu yang sedang hamil secara pasif serta secara aktif, melakukan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, dan melakukan sosialisasi kepada ibu hamil tentang pentingnya ber-KB melalui penyuluhan, role play, booklet, leaflet.
Peran Kemitraan Sektor Kesehatan dan Non Kesehatan dalam Perluasan Kepesertaan JKN di Kabupaten Banyuasin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data kepesertaan JKN BPJS Kesehatan Palembang persentase kepesertaan yang terendah adalah Kabupaten Banyuasin, yaitu sebesar 36,33% (peserta terdaftar 338.075 orang/penduduk 930.523 orang). Salah satu strategi dalam perluasan kepesertaan adalah keterpaduan antar instansi (kemitraan dengan sektor lain). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kemitraan sektor kesehatan dan non kesehatan dalam perluasan kepesertaan JKN di Kabupaten Banyuasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil Penelitian: Kemitraan yang terjalin antara sektor kesehatan dan non kesehatan dengan BPJS Kesehatan dalam perluasan kepesertaan JKN ini memiliki tipe kemitraan, yaitu Partnerships. Terdapat komunikasi yang terjalin rutin dan baik dan beberapa kegiatan yang direncanakan bersama belum terealisasikan. Kemitraan ini memiliki MoU dan SK, tapi tidak diturunkan ke instansi-instansi terkait. Keikutsertaan pemangku kepentingan utama sudah baik, dan mitra bersikap fleksibel dengan adanya perubahan peraturan maupun tugas. Visi misi bersama khusus perluasan kepesertaan tidak tertuang dalam bentuk tertulis, tidak ada dokumen tertulis mengenai pembagian peran dan masih ada pihak yang belum yakin bahwa UHC Tahun 2019 akan tercapai.Kesimpulan: Kemitraan yang terjalin antara sektor kesehatan dan non kesehatan dengan BPJS Kesehatan dalam perluasan kepesertaan JKN sudah berjalan. Namun, masih ada kekurangan. Saran penelitian ini adalah sebaiknya kesepakatan visi misi bersama dan pembagian peran dituangkan dalam bentuk tertulis. Hendaknya pemerintah daerah meneruskan MoU kepada pihak instansi terkait serta terjalinnya koordinasi yang baik antar mitra.
Analisis Triangle Kebijakan Publik Jaminan Kesehatan: Studi Kasus pada Sektor Informal di Indonesia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.135-144

Abstract

Latar Belakang: Proporsi sektor informal mendominasi angkatan kerja di Indonesia. Namun keberadaan mereka belum sepenuhnya ter-cover dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Kebijakan jaminan kesehatan di Indonesia terus mengalami perubahan. Dalam rangka upaya pencapaian universal health coverage, maka perlu dilakukan kajian terhadap kebijakan jaminan kesehatan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan publik jaminan kesehatan pada sektor informal.Metode: Kami melakukan telaah dokumen kebijakan jaminan kesehatan & studi literatur empiris yang terkait sektor informal. Analisis kebijakan menggunakan triangle analysis Hasil Penelitian: Hasil analisis triangle menunjukkan bahwa berdasarkan aktor, peraturan JKN yang ada telah melibatkan peran pelaku kebijakan resmi sedangkan kelompok berkepentingan (serikat pekerja sector informal dan paguyuban sektor informal) belum optimal diikutsertakan. Kebijakan pun belum mampu membiayai pelayanan yang membutuhkan biaya pengobatan yang besar misalnya penyakit langka. Secara proses, lahirnya kebijakan yang ada melalui proses top down dan dipengaruhi berbagai faktor ekonomi, politik dan internasional.Kesimpulan: Pelibatan sektor informal dalam penyusunan kebijakan jaminan kesehatan masih minim. Kebijakan tersebut perlu dikembangkan dengan memperhatikan konteks sektor informal sehingga nantinya diharapkan mampu mencapai universal health coverage.
Penilaian Risiko Kesehatan Kerja di Bengkel Auto 2000
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.145-159

Abstract

Latar Belakang: Penilaian risiko kesehatan adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui bahaya dan dampaknya terhadap kesehatan di tempat kerja dengan melakukan identifikasi bahaya, penilaian exposure, penilaian risiko, serta pengendalian dan dokumentasi. Bengkel AUTO 2000 Cabang Plaju Palembang memiliki hazard yang beragam serta memiliki exposure yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan penilaian risiko kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi aktivitas kerja, mengidentifikasi potensial hazard, tingkatan keterpajanan, mengetahui risiko-risiko yang mungkin timbul, serta mengetahui prioritas pengendalian berdasarkan Risk Manageability Matrix. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif dengan pendekatan observasional yang menggunakan teknik Walk Through Survey, dimana hasil Walk Through dibuat Check list, lalu di analisa dalam Matrix Hazard Rating, Matrix Exposure Rating, Risk Matrix, dan dikembangkan dalam Risk Manageability Matrix.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini didapatkan potensial hazard yang masuk dalam kategori risiko tinggi yaitu kebisingan (noise), kategori risiko sedang yaitu pencahayaan (illumination), dust (TSP), gas (CO, NO2, SO2), solvent, heavy metal, sanitasi makanan, serta faktor ergonomi, dan kategori risiko rendah, yaitu : getaran (vibration), iklim kerja panas (thermal stress), water supply, dan faktor psikososial.Kesimpulan: Potensial hazard dengan risiko tertinggi adalah kebisingan (Noise) sementara tindakan pengendalian untuk hazard tersebut belum optimal, sehingga diharapkan pada pihak Bengkel AUTO 2000 Cabang Plaju Palembang dapat melakukan pengendalian kebisingan dengan melaksanakan Program Konservasi Pendengaran (Hearing Conservation Programs), seperti mengevaluasi pemajanan kebisingan, adanya pelatihan para pekerja, evaluasi audiometri, melakukan pengendalian engineering/administrative control, serta memberikan alat pelindung diri seperti earplug pada pekerja.
Hubungan antara Hiperusemia dengan Hiperglikemia pada Laki-Laki Suku Jawa
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.160-168

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penyakit degeneratif terutama penyakit metabolik di Indonesia dalam 10 tahun terakhir semakin meningkat. Studi keterkaitan antara hiperurisemia dan hiperglikemia telah dilaporkan dalam konteks klinis dan sangat terbatas dalam konteks populatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis prevalensi hiperurisemia, menganalisis hubungan antara asam urat, gula darah puasa serta faktor antropometrik lain yang memengaruhi pada laki-laki usia lanjut-manula Suku Jawa di Jawa Tengah, Indonesia.Metode: Penelitian dilakukan secara studi potong lintang (cross-sectional) terhadap laki-laki dari populasi umum di Desa Ngebung (Sragen, Jawa Tengah) berumur ≥ 50. Jumlah sampel sebesar 108 orang berasal dari total populasi laki-laki umur ≥ 50 sebesar 359 orang (30%) di desa tersebut (Jumlah total penduduk laki-laki di desa tersebut sebesar 1133). Pengukuran meliputi kadar asam urat darah, glukosa darah puasa, antropometri (tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, dan pinggul). Data dianalisis menggunakan statistik Kruskal Wallis, Spearman, dan Binary Logistic Regression.Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan prevalensi hipourisemia mencapai 2.8%, normal 46.3%, dan hiperurisemia 50.9%. Adapun prevalensi penderita hipoglikemia sebesar 3.7%, normoglikemia 49.1%, dan hiperglikemia 47.2%. Konsentrasi asam urat berhubungan positif dengan IMT (r=0.204, p < 0.05), GDP (r=0.184, p ≥ 0.05), dan RLPP (r=0.107, p > 0.05), tetapi variabel umur memiliki hubungan negatif (r=- 0.016, p > 0.05). Odds ratio menunjukkan penderita hiperurisemia berpeluang mengalami hiperglikemia 0.29 kali (confidence interval [CI] 95%, 0.12–0.69, p < 0.05) setelah dilakukan penyesuaian dengan faktor umur, RLPP, dan IMT.Kesimpulan: Pada laki-laki usia lanjut-manula di Desa Ngebung memiliki rata-rata konsentrasi asam urat yang tinggi (50.9% responden ≥ 7 mg/dL) dan hiperurisemia berhubungan positif dengan hiperglikemia.Kata kunci: Hubungan, hiperurisemia, hiperglikemia, suku jawa.
Analisis Hubungan Derajat Merokok dengan Kejadian Tuberkulosis pada Perokok di Indonesia (Analisis Data IFLS 2014)
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.169-179

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang mendapat perhatian khusus di Indonesia. Berdasarkan laporan WHO, pada tahun 2015 Indonesia menempati peringkat kedua dengan kasus tuberkulosis terbanyak di dunia dengan kasus tuberkulosis yang mencapai 10% dari kejadian tuberkulosis di dunia. Keadaan ini juga diperberat dengan tingginya angka perokok di Indonesia dimana Indonesia menempati peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat merokok dengan kejadian tuberkulosis.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 9.639 responden. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan analisis complex sample.Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat penelitian ini menunjukkan persentase responden yang menderita tuberkulosis adalah sebesar 6,7%. Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukkan adanya hubungan antara derajat merokok, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat indeks massa tubuh, kepadatan hunian, jenis lantai rumah, dan jenis dinding rumah dengan kejadian tuberkulosis. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara derajat merokok dengan kejadian tuberkulosis setelah dikontrol dengan variabel umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, indeks massa tubuh, dan jenis dinding rumah.Kesimpulan: Derajat merokok seseorang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis di Indonesia, sehingga perlu diberikan perhatian khusus terhadap perokok di Indonesia guna menekan angka kejadian tuberculosis dan dapat mengoptimalkan status kesehatan masyarakat Indonesia khususnya kelompok perokok di Indonesia.
Faktor – Faktor Risiko dan Angka Kejadian Hipertensi pada Penduduk Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.180-191

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan umur harapan hidup berkontribusi pada meningkatnya jumlah lanjut usia yang berdampak pada pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif salah satunya Hipertensi. Di Indonesia hipertensi merupakan masalah yang potensial selain karena prevalensinya tinggi, juga penyakit yang diakibatkannya sangat fatal seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko hipertensi.Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional pada bulan April-Mei 2015, Sampel diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 397. Pengambilan sampel dengan teknik multistage random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda.Hasil Penelitian: Didapatkan angka kejadian hipertensi sebesar 22,9%. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,000; OR=6,55; 95% CI=3,17-13,52), riwayat keluarga (p=0,000; OR=4,60; 95% CI=2,70- 7,83), kebiasaan merokok (OR=1,76; 95% CI=1,06-2,95); kebiasaan berolahraga (p=0,020; OR=1,77; 95% CI=1,09-2,88) dan Indeks Massa Tubuh (p=0,002; OR=2,52; 95% CI=1,40-4,53) dengan kejadian hipertensi.Kesimpulan: Angka kejadian hipertensi di Kota Palembang tahun 2015 masih tinggi yaitu 22,9%. Faktorrisiko kejadian hipertensi yang utama adalah umur (OR=6,138) berpeluang 6,1 kali lebih besar setelah di kontrol variabel lain.
Media Efektif untuk Pendidikan Kesehatan Organ Genital bagi Siswi Sekolah Menengah Pertama
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.192-199

Abstract

Latar Belakang: Remaja perempuan menjadi perhatian karena jumlah mereka yang besar dan lebih rentan terhadap risiko gangguan kesehatan reproduksi. Leaflet dan flipchart adalah media yang bisa dipakai sebagai media pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang penggunaan toilet dan kesehatan organ genital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan penggunaan toilet dan kesehatan organ genital dengan media Leaflet dan flipchart terhadap pengetahuan dan sikap. Metode: Metode penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 105 siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama di Grobogan yang dibagi secara purposif ke dalam tiga kelompok.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan kelompok leaflet meningkat 7,86 dan kelompok flipchart meningkat 4,57. Rata-rata skor sikap kelompok leaflet meningkat 7,00 dan kelompok flipchart meningkat 3,85. Secara statistik, leaflet (p=0,000) dan flipchart (p=0,022) efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pendidikan penggunaan toilet dan kesehatan organ genital antara sebelum dan setelah intervensi.Kesimpulan: Institusi kesehatan dan pendidikan hendaknya aktif mensosialisasikan dan mengembangkan media leaflet dan flipchart sebagai upaya pelaksanaan program Komunikasi Informasi edukasi terkait kesehatan reproduksi di sekolah.
Analisis Partisipasi Kader Jumantik dalam Upaya Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Indralaya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2017.8.3.200-207

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang banyak dijumpai di daerah tropis dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian DBD (jentik nyamuk) melalui pemeriksaan jentik secara berkala dan berkesinambungan serta menggerakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat diperlukan adanya kader jumantik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi kader jumantik dalam penanggulangan DBD.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah kader jumantik di wilayah kerja Puskesmas Indralaya berjumlah 86 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda model prediksi.Hasil Penelitian: Hasil analisis uni chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pekerjaan (p=0,005), motivasi (p=<0,0001), komunikasi (p=<0,0001), penghargaan (p=0,0001), dan kerjasama (p=<0,0001) dengan partisipasi kader jumantik, namun tidak ada hubungan antara usia (p=0,088) dan pendidikan (p=0,522) dengan partisipasi kader jumantik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan kemaknaan paling kuat dengan partisipasi kader jumantik di wilayah kerja Puskesmas Indralaya adalah penghargaan (PR=9,093;95%CI=1,493-55,396).Kesimpulan: Faktor yang paling dominan terhadap partisipasi kader jumantik diwilayah kerja Puskesmas Indralaya adalah penghargaan. Saran peneliti bagi pihak puskesmas adalah memberikan insentif kepada para kader jumantik agar keaktifan partisipasi kader dapat meningkat.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue