cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 6 (2003)" : 9 Documents clear
Keberfungsian Butir Diferensial pada Perangkat Tes Seleksi Masuk SLTP Mata Pelajaran Matematika Heri Retnawati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1459.308 KB) | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik pcrangkat tes; 2) besar kesalahan pengukuran; 3) seberapa banyak butir-butir perangkat tes memuat keberfungsian butir diferensial; 4) metode yang paling sensitif dalam pendeteksian keberfungsian butir diferensial; dan 5) keberfungsian tes diferensial pada perangkat tes seleksi masuk SLTP mata pelajaran matematika. Sasaran penelitian ini adalah perangkat tes seleksi masuk SLTPN di Kota Yogyakarta tahun pelajaran 2002/2003. Pada penelitian ini dipilih perangkat tes dan respons peserta seleksi dari 3 sekolah yakni SLTPN X Yogyakarta, SLTPN Y Yogyakarta, dan SLTPN Z Yogyakarta untuk dianalisis. Untuk mendcteksi DIF pcrangkat tes bcrdasarkan kelompok jenis kelamin siswa, digunakan tiga metode yaitu metode Khi-kuadrat dari Lord, metode Perbandingan Kemungkinan dan metode Mantel-Haenszel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tcori tes klasik, perangkat tes seleksi masuk SLTPN X Yogyakarta memiliki indeks reliabilitasnya 0,683, dan indeks validitas prediktifnya 0,415; perangkat tes seleksi masuk SLTPN Y Yogyakarta memiliki indeks reliabilitasnya 0,546, dan indeks validitas prediktifnya 0,5; perangkat tes seleksi masuk SLTPN Z Yogyakarta memiliki indeks rcliabilitas 0,718, dan indeks validitas prediktifnya -0,064. Berdasarkan teori respons butir, perangkat tes seleksi masuk SLTPN X Yogyakarta mempunyai nilai fungsi informasi 2,751; pcrangkat tes seleksi masuk SLTPN Y Yogyakarta memiliki nilai fungsi informasi sebesar 1,755; perangkat tes seleksi masuk SLTPN Z Yogyakarla memiliki nilai informasi sebesar 3,399. Koefisien kesalahan pengukuran yang paling kecil diperoleh jika digunakan pendekatan leori respons butir dan pendekatan ini nampaknya paling tepat untuk mengetahui karakteristik perangkat tes. Metode Mantel-Haenszel merupakan metode yang paling banyak menghasilkan butir yang memuat DIF, namun belum diketahui besarnya kesalahan dalam pendeteksian DIF. Perangkat tes seleksi masuk SLTPN X Yogyakarta mengandung DTF yang tidak seragam (non-uniform DTF), sedangkan perangkat tes seleksi masuk SLTPN Y dan SLTPN Z Yogyakarta memuat DTF seragam (uniform DTF), yang menguntungkan kelompok perempuan pada seluruh parameter kemampuan peserta tes.Kata Kunci: karakteristik, keberfungsian butir diferensial.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Ranah Afektif untuk Pedididkan Agama Islam Khuriyah Khuriyah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.709 KB) | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi ranah afektif Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik Madrasah Aliyah yang memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Populasi objek penelitian adalah instrumen evaluasi ranah afektif. Dan populasi subjek penelitian adalah siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta kelas I II Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Untuk kepentingan penyusunan instrumen, penggunaan GBPP mata pelajaran PAI untuk Madrasah Aliyah tahun 1994 yang disempurnakan merupakan pilihan tepat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket tertutup dengan dua metode yaitu metode Likert dan metode diferensi semantik, kemudian dianalisis dengan teknik analisis faktor untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya.Hasil analisis data menunjukkan adanya sebaran butir yang merata pada semua faktor dan menunjukkan adanya bukti validitas kongruen yang dihasilkan melalui metode Likert dan Diferensi semantik, dimana terdapat dua faktor pada metode Likert mengungkap hal yang sama dengan metode Diferensi semantik. Oleh karena itu dari dua metode instrumen ini diperoleh 6 buah faktor yakni; pengambilan keputusan berdasar tauhid, pengambilan keputusan sesuai kemampuan, percaya diri, keyakinan, keteladanan dan kesadaran sebagai makhluk dloif. Pada angket metode Likert, dari  hasil  uji  validitas  konstruk dapat  ditemukan  nilai  varians komulatif sebesar 19.505%. Nilai koefisien reliabilitas yang diperolehnya sebesar 0.7376 dengan nilai SEM 8.9389 yang masih menunjukkan rendahnya kualitas instrumen tersebut. Pada angket metode diferensi semantik diperoleh nilai varians komulatif sebesar 33.991%, dengan nilai reliabilitas sebesar 0.8833 dan nilai SEM 3.9198. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa nilai-ndlai yang diperoleh metode diferensi semantik memberi makna yang cukup baik terhadap angket ini.Kata Kunci: ranah afektif, skala likert, diferensi semantik, pendidikan agama islam
Pembelajaran Dasar Kekriaan di SMK Negeri 5 Yogyakarta 2002 Martono Martono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1707.417 KB) | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran di SMK Negeri 5 Yogyakarta, khususnya pembelajaran dasar kekriaan yang menggunakan kurikulum pola Broad Based Curriculum (BBC) edisi 1999. Mata pelajaran dasar kekriaan dalam kurikulum tersebut ditetapkan sebagai mata pelajaran dasar bersama yang luas untuk mengembangkan pengalaman artistik dan pengembangan kreativitas siswa. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kualitatif, dengan lokasi penelitian yaitu kelas IG SMK Negeri 5 Yogyakarta. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan metode obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Selain itu, dalam proses pengumpulan data juga digunakan alat bantu lembar observasi, tape recorder, dan kamera foto. Dalam penelitian ini guru ditetapkan sebagai informan berdasarkan pertimbangan jenis kelamin, pengalaman mengajar, dan latar belakang pendidikan. Penentuan siswa sebagai informan berdasarkan pertimbangan jenis kelamin, tingginya prestasi. Data divab'dasi dengan menggunakan pertimbangan ahli dan trianggulasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa SMK Negeri 5 Yogyakarta terletak di lingkungan perkampungan yang nyaman untuk belajar dan mudah dijangkau. Sarana dan fasilitas untuk belajar produktif memadai, tetapi sarana dan fasilitas untuk belajar dasar kekriaan menggunakan kelas untuk belajar teori. Guru dalam mengajar tidak semuanya membuat persiapan mengajar. Guru membuat persiapan mengajar hanya untuk kebutuhan administrasi dari pada untuk kebutuhan mengajar. Model mengajar yang digunakan dengan cara penugasan menggambar dan membentuk. Untuk pembelajaran materi kompetesi gambar estetik berjalan dengan baik dan berkembang dari tuntutan kompetensi yang digariskan kurikulum dan bahan ajar. Materi kompetensi dasar bentuk diajarkan dengan menggunakan bahan tanah liat mendapat porsi lebih banyak dibanding kayu, kawat, dan kertas. Model evaluasi yang dikembangkan guru menggunakan pengamatan dan ingatan dalam menentukan nilai akhir. Perilaku siswa dalam pembelajaran masih tergantung pada guru. Pengawasan guru di kelas sangat menentukan keberhasilan siswa dalam mengerjakan tugas. Guru harus selalu mengawasi, membimbing, dan memberi contoh pada waktu siswa mengerjakan tugas. Hasil pembelajaran menurut guru dan siswa menunjukan penguasaan kompetensi seperti yang ditetapkan dalam kurikulum hasilnya cukup memuaskan. Disamping itu, ditemukan sejumlah kendala pembelajaran dasar kekriaan, yang meliputi; minimalnya fasilitas belajar, motivasi belajar siswa rendah, penggunaan waktu belajar di kelas belum maksimal, yang semua itu mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Kata kunci: pembelajaran kekriaan, SMKN 5 Yogyakarta. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa SMK Negeri 5 Yogyakarta terletak di lingkungan perkampungan yang nyaman untuk belajar dan mudah dijangkau. Sarana dan fasilitas
Evaluasi Pelaksanaan Program Kursus Bahasa Inggris Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nurhaeni Nurhaeni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.19 KB) | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: (1) relevansi program kursus dengan kebutuhan warga belajar; (2) karakteristik input yang terlibat dalam program; warga belajar, tutor, penyelenggara, program belajar, serta sarana dan prasarana pendukung program; (3) gambaran tentang proses pembelajaran yang mencakup: aktivitas tutor, persiapan mengajar, strategi mengajar, aktivitas warga belajar, pelaksanaan evaluasi kemajuan belajar, (4) manfaat program bagi warga belajar dan kelangsungan program. Sumber data penelitian adalah warga belajar dan pengelola kursus bahasa Inggris yang dilaksanakan oleh SKB Kota Yogyakarta, yang terdiri atas: (1) warga belajar bahasa Inggris sebanyak 15 orang, (2) tutor 2 orang dan (3) 3 orang penyelenggara (pamong belajar SKB), (4) Kepala SKB. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan model evaluasi CIPP (context, input, process, product). Untuk menganalisis data penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kursus bahasa Inggris diselenggarakan dalam rangka memenuhi kebutuhan warga belajar untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris. Hasil evaluasi input menunjukkan warga belajar terdiri 15 orang lakd-laki yang sebagian besar dari mereka berusia kurang dari 45 tahun (sasaran usia prioritas). Rata-rata pendidikan warga belajar SLTP dan SLTA. Latar belakang pendidikan tutor dan penyelenggara cukup memenuhi, sarana dan fasilitas pendukung pembelajaran bahasa Inggris masih kurang memadai. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara rutin berlangsung setiap had selama 10 hari. Tingkat kehadiran warga belajar cukup baik, begitu juga aktivitas warga belajar dalam hal pembelajaran. Tingkat kehadiran dan aktivitas tutor secara keseluruhan dalam kegiatan pembelajaran termasuk baik. Pelaksanaan evaluasi belajar dan tutor maupun pamong belajar SKB dilakukan pada awal program, selama kegiatan berjalan dan pada akhir program. Hasil evaluasi produk menunjukkan WB sudah bertambah kemampuannya.Kata kunci: evaluasi program, kursus bahasa inggris, sanggar kegiatan belajar.
Praksis Pendidikan dalam Keluarga Gelandangan (Kasus Gelandangan di Bawah Jembatan Kanal Timur Semarang) Tri Daryati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.962 KB) | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2055

Abstract

Penelitian ini berlujuan mengungkapkan, memahami, menganalisis, dan mcndiskripsikan kehidupan keluarga gelandangan di bawah Jembalan Kanai Timur Semarang (JKTS), khususnya praksis pendidikan anak keluarga gelandangan, yang melipuli: 1) Persepsi oranglua tentang nilai anak; 2) Stralegi oranglua dalam merencanakan masa depan anak; 3) Partisipasi oranglua pada pendidikan anak-anaknya; 4) Peran orangtua dalam memberikan bimbingan nilai-nilai moral; dan 5) Perbedaan pcrilaku antara anak gelandangan yang bersekolah dan tidak bersekolah. Hasil penelitian mcnunjukkan bahwa orangtua yang mempunvai persepsi posiliif tentang nilai anak adalah orangtua dengan status perkawinan sah, scdangkan orangtua gelandangan yang hidup dengan kumpul kebo dan mantan WTS mempunvai persepsi negatif. Stratcgi yang dilakukan orangtua gelandangan dalam merencanakan masa depan anaknya, yaitu mcnyekolahkan dan mcnitipkan anaknya di daerah asalnya. Partisipasi orangtua pada pendidikan anak-anaknya diwujudkan dalam benluk: membiavai sekolah, dan menyembunyi-kan identitasnya sebagai gelandangan agar anak-anak tidak merasa malu. Peran orangtua dalam memberikan bimbingan nilai-nilai moral pada anaknya diwujudkan dalam bcntuk: mcngarahkan agar anaknva tidak terpeniraruh kehidupan kaum gelandangan seperti orangtuanya. Perbedaan perilaku anak-anak gelandangan yang bersekolah dengan yang tidak bersekolah tampak pada sikap maupun tutur katanva.Kata kunci: praksis pendidikan, keluarga gelandangan, pemulung, harapan pendidikan anak, pendidikan moral. 
Peningkatan Keefektifan Pembelajarab Menulis di Kelas II SD Negeri Ngaglik Sardonoharjo dengan Menggunakan Pendekatan Proses dan Media Gambar Suyatinah Suyatinah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan proses dan media gambar di kelas II SD Negeri, Ngaglik, Sardonoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Pengumpulan data melalui pengamatan dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi dengan wawancara, angket dan pengamat lain. Teknik analisis data untuk prestasi belajar menggunakan analisis deskriptif dan data tentang intensitas aktivitas menggunakan metode alur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan proses dan media gambar berhasil meningkatkan : (1) keterampilan menulis siswa naik sebesar 17, 44 dari skor rata-rata 54,43 menjadi 71,87; (2) motivasi belajar naik sebesar 33,4 %, dari 63,3 % menjadi 96,7 %; (3) perhatian naik sebesar 30 %, dari 66,7 % menjadi 96,7%; (4) aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 56,6 %, dari 36,7 % menjadi 93,3 %. Kata kunci: keterampilan menulis, pendekatan proses, dan media gambar
Kontribusi Penentu Produktivitas Karyawan Seni di Bali Putri Anggreni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan individual seniman dan kemampuan mengembangkan produk seni. Penelitian ini menguraikan serta mengungkap kemampuan internal dan eksternal individu dalam meningkatkan produkti vitas. Kemampuan internal individu terdiri dari variabel: (1) kreativitas, (2) desain, dan (3) proses berkarya. Sedangkan kemampuan eksternal individu terdiri dari variabel: (1) bahan baku, (2) proses produksi, dan (3) pemasaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratory-confirmatory dengan metode kuantitatif.Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan seni yang ada di Kabupaten Gianyar, dan sampel penelitiannya adalah 217 orang karyawan seni yang terdiri dari 90 orang karyawan seni patung pada "AWA Gallery", 37 orang karyawan tenun ikat Bali pada perusahaan pertenunan "Setia Cap Cili", dan 90 orang karyawan seni lukis tradisional Bali pada MDian Lestari Painting**. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan angket untuk mengungkap variabel bahan baku, kreativitas, desain, proses berkarya, proses produksi, dan pemasaran terhadap produktivitas karyawan seni di Bali. Tiap-tiap instrumen di uji coba dan memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan teknik analisis butir, dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan formula Alpha dari Cronbach. Data dianalisis dengan teknik statistic deskriptif dan analisis regresi ganda.Hasil analisis regresi ganda untuk pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh bahan baku, kreativitas, desain, proses berkarya, dan proses produksi terhadap produktivitas karyawan seni di Bali. Sedangkan untuk pengujian hipotesis yang lain, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemasaran terhadap produktivitas karyawan seni di Bali (pada taraf signifikansi 5%). Keenam variabel bebas secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 9,6% terhadap produktivitas karyawan seni. Besarnya kontribusi keenam variabel bebas mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah dalam menjelaskan produktivitas, yaitu: pemasaran (X6) = 4,2%, proses berkarya (X4) = 1,8%, bahan baku (X,), kreativitas (X2) = 1,2%, proses produksi (X5) = 0,9%, dan desain (X3) = 0,3%. Dari hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa variabel pemasaran berpengaruh secara signifikan dan memeberikan kontribusi paling besar terhadap produktivitas karyawan seni di Bali. Hal tersebut diduga karena diterapkannya strategi pemasaran yang terfokus pada kepentingan mencari keuntungan, dalam usaha untuk mendapatkan penghasilan (income generating), dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.Untuk mendorong berkembangnya kemampuan seniman Bali, perlu dicari strategi produksi dan pemasaran produk seni yang mendorong berkembangnya kreativitas, desain, dan proses berkarya yang original dan bernilai seni tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menetapkan segmentasi pasar yang dituju. Di mana dengan mengetahui sasaran pasar yang diinginkan, akan memudahkan dalam pemasaran produk seni yang dihasilkan, di samping itu juga dapat digunakan untuk memenuhi permintaan dan harapan dari konsumen/pelanggan yang berdampak pada kepuasan dari konsumen/pelanggan terhadap produk seni yang dibeli. Sedangkan strategi pemasaran yang dilaksanakan melalui peningkatan kemampuan eksternal dengan mengikuti perkembangan teknologi. Penerapan   perkembangan   teknologi   dilakukan   melalui   usaha pengawetan terhadap karya seni yang dihasilkan, dengan tujuan agar karya seni tersebut dapat tahan lama dan berkualitas tinggi, baik yang dilakukan dengan cara tradisional maupun modern (mekanis). Di samping itu, juga dalam usaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari proses produksi, sehingga produk seni yang dihasilkan benar-benar merupakan produk seni yang memiliki kualitas, nilai seni yang tinggi, dan original (merupakan karya seni asli" para seniman).Kata kunci: produktivitas karyawan seni di Bali, pemasaran, proses berkarya, bahan baku, kreativitas, desain.
Kontribusi Faktor Lingkungan Sekolah, Lingkungan Keluarga, dan Motivasi Berprestasi terhadap Nilai Modern Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kabupaten Gianyar, Bali Dewa Made Alit
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2056

Abstract

This research was aimed at finding out: (1) modern values of SLTP students at Gianyar Regency; (2) the contribution of the school environment and the family environment both individual or in group toward student's achievement motivation; (3) the contribution of the achievement motivation toward student's modern values and (4) the direct contribution of the school environment and family environment toward students' modern values. The population of this research consists of all SLTP students in Gianyar Regency. The sample consists of 192 students established by using the proportional random sampling technique. The instrument was a questionnaire using to Likert's Scales. This study uses descriptive, regression and path  analyses.   The  test  of correlation  and regression  coefficient significance is (X— .05 level of significance.The descriptive analysis shows that students' school environment, family environment, achievement motivation and modern values, all are in the mediocre category. The value of regression analysis shows that the contribution of the school environment has coefficient correlation of 0.380 and the value of family environment has coefficient correlation of 0.308 each for the achievement motivation, and the contribution of achievement motivation toward students' modern values has coefficient correlation of 0.487. The result of the multiple regression analysis shows that there is positive and significant contribution of the school and family environment altogether, which has coefficient regression of 0.421 toward achievement motivation. Both variables can explain the students' achievement motivation variance, which is 17.7 %. The result of the path analysis shows that: (1) through achievement motivation there is indirect contribution of school environment, which has coefficient path regression of 0.098 and family environment which has coefficient path regression of 0.062 toward students' modern values, and (2) there is direct contribution of school environment which has coefficient path regression of 0.182 and family environment which has coefficient path regression of 0.329 toward students' modern values. Based on the research findings it can be concluded that there is direct contribution of school environment, family environment, and achievement motivation toward students' modern values. There is also indirect contribution to students' modern values through achievement motivation. Kata kunci: faktor lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, motivasi berprestasi, nilai modern siswa
Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Fisika di SLTPN Kota Banjarmasin Sugiarto Sugiarto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2062

Abstract

The study was aimed to find out: 1) the teachers'ability in managing of learning of physics, the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level, of the teachers' of physics in State junior High Schools in Banjarmasin City, 2) the correlation between the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, the educational level both exclusively and simultaneously, and the teachers' ability in managing of learning of physics, 3) the contribution of the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level to the teachers' ability in managing of learning of physics .The subjects were all the State Junior High Schools teachers' of physics in Banjarmasin City, consisting of 60 teachers. The research instruments were a questionnaire and an obsen'ation guide. The data on the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level were obtained through a quistionnaire, while the data on the teachers'ability in managing of learning of physics was obtained through an observation. The results of the study were as follows. 1) Generally, the teachers'ability in managing of learning of physics was fair, the teaching component which had the lowest score was the teachers'ability in using tools of learning physics; 2) The working motivation of the teachers was fair, with a mean score of 80.02 from the maximum score of 104; 3) The work spirit of the teachers was fair with a mean score of 69.35 from the maximum score of 88.00; 4) The mean of the teaching experience of the teachers was 13.78 years; 5) The mean of the period of joining trainings was 33.15 days; 6) There were 6.7% teachers graduating from Dl physics, 43.4% graduating from SI biology, graduating from Diploma 111 physics 35%, and graduating from SI physics 15% 7)There was a positive and significant correlation between the working motivation and the teachers'ability in managing of learning of physics (rt (2ti4ii} — 0.814); 8)There was a positive and significant correlation between the working spirit and the teachers'ability in managing of learning of physics (r2ra34i = 0.59); 2) There was a positive correlation between the teaching experience and the teachers'ability in managing of learning of physics (r3 a 24i = 0.549); 10) There was a positive correlation between the trainings and the teachers'ability in managing of learning of physics (r4^lt2,3t4,s)= 0.574); 11) There was a positive correlation between the educational level and the teachers'ability in managing of learning of physics (rMlJt3Ai— 0.542); 12) There was a positive correlation between the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level simultaneously, and the teachers' ability in managing of learning of physics with (IV (Ujt4) = 0.931); 13) The contribution of the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level simultaneously to the teachers'ability in managing of learning of physics was 86.7% (R = 0.867), the contribution of the work motivation was 22.7% , the contribution of the working spirit was 17.1%, the contribution of the teaching experience was 20.4%, the constribution of the trainings was 11.00% and that of the educational level was 15.5%;Kata kunci: kemampuan guru mengelola, pembelajaran fisika.

Page 1 of 1 | Total Record : 9