cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2005)" : 9 Documents clear
Upaya Meningkatkan Keefektifan Pembelajaran bahasa Inggris melalui Kreativitas Guru dalam Merancang Tugas-Tugas Komunikatif di SMA 2 Wonosari (Penelitian Tindakan Kelas) Nurudin Prihartono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap upaya meningkatkan keefektifan pembelajaran bahasa Inggris melalui kreativitas guru dalam merancang tugas-tugas komunikatif di SMA 2 Wonosari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas XC dan XD. Data penelitian ini adalah data kualitatif. Sumber data adalah guru sekaligus sebagai peneliti, kolaborator utama (guru bahasa Inggris kelas lain)} siswa, dan kepala sekolah (PTH) sebagai kolaborator pendukung. Teknik perolehan data adalah observasi dan wawancara. Observasi proses belajar mengajar dilakukan oleh guru peneliti dibantu kolaborator utama dan kepala sekolah. Untuk memperoleh data perilaku guru dan siswa, digunakan lembar observasi Wawancara dilakukan oleh guru peneliti dengan siswa, kolaborator utama, dan kepala sekolah untuk memperoleh data perilaku guru dan siswa, dengan menggunakan pedoman wawancara dan direkam dengan tape recorder. Data dianalisis dari catatan lapangan dan hasil wawancara. Untuk menghindari subjekdvitas, peneliti meng-gunakan triangulasL Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perubahan positif yakni: proses belajar mengajar bahasa Inggris menjadi lebih aktif; siswa lebih aktif dalam pembelajaran; siswa lebih berani berbahasa Inggris; siswa lebih antusias dalam pembelajaran; guru bahasa Inggris kelas lain dan Kepala Sekolah mendapat pengetahuan dan pengalaman dalam perancangan dan penerapan tugas-tugas komunikatif serta pengelolaan interaksi guru-siswa; dan guru peneliti lebih percaya diri dalam mengajarkan bahasa Inggris. Kata Kunci: keefektifan pembelajaran bahasa inggris, kreativitas guru, merancang tugas komunikatif.
Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pronunciation Bahasa Inggris di SMPN 1 Sewon melalui Pendekatan Analisis Kontrastif Purwanto Purwanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2026

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengupayakan peningkatan efektivitas pronunciation bahasa Inggris pada siswa SMPN 1 Sewon melalui pendekatan analisis kontrastif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seorang guru praktisi dan 40 siswa kelas IE SMPN 1 Sewon semester II tahun ajaran 2003/2004. Data penelitian ini adalah data kualitatif yang berupa perilaku guru dan siswa selama dan setelah tindakan berlangsung. Data diperoleh melalui: (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) angket. Kemudian, data dianalisis secara kolaboratif melalui tiga alur kegiatan model interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tindakan-tindakan yang dilakukan di dalam penelitian ini menghasilkan beberapa perubahan positif dalam pembelajaran pronunciation bahasa Inggris, yakni: (1) siswa mampu melafalkan butir-butir pronunciation bahasa Inggris yang sebelumnya merupakan masalah besar bagi mereka sebagai pelajar bahasa kedua, (2) siswa dapat belajar pro­nunciation secara terpadu sehingga dapat menunjang perkembangan keterampilan berbicara (komunikasi) mereka, (3) siswa lebih mudah dalam belajar, (4) siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, dan (5) pihak-pihak yang terlibat di dalam penelitian terdorong untuk meningkatkan efektivitas kegiatan belajar-mengajarnya. Kata kunci: efektivitaspembelajaran, pronunciation babasa Inggris, pendekatan analisis kontrastif.
Keafektifan Pelaksanaan Program Jaring Pengamanan Sosial Bidang Pendidkan di Kabupaten Cilacap Mulyo Nugroho
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keafektifan pelaksanaan Program Jaring Pengaman Sosial Bidang Pendidik-an di Kabupaten Cilacap dan sisi: (1) relevansi program beasiswa dan Dana Bantuan Operasional (DBO) Jaring Pengaman Sosial Bidang Pendidikan dengan kebutuhan siswa dan pihak sekolah, (2) karakteristik siswa dan sekolah penerima program, (3) dukungan sarana penunjang pelaksanaan program, (4) perencanaan dan reaiisasi pro­gram, (5) kemanfaatan serta pencapaian tujuan program. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan memper-gunakan model evaluasi OPP, yang mencakup: (1) context evaluation, (2) input evaluation, (3) process evaluation, (4) product evaluation. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, observasi, dan kuesioner. Pengujian validitas instrumen mengunakan validitas konstruk (construct validity). Pedoman wawancara dan observasi dengan expert judgment melalui konsultasi dengan dosen, sedangkan kuesioner divalidasi dengan uji coba instrumen, dengan besar kecilnya muatan aktor. Untuk pengujian keandalan setiap faktomya digunakan teknik Alpha dari Cronbach. Hasil evaluasi context menunjukkan tingkat sangat efektif, terlihat dari: (1) relevansi program dengan kebutuhan siswa dan pihak sekolah; (2) tujuan, struktur organisasi, dan mekanisme kerja yang sangat jelas. Hasil evaluasi input menunjukkan tingkat yang cukup efektif, terlihat dan: (1) perencanaan pro­gram yang mencakup: seleksi sekolah dan siswa calon penerima program, (2) Pelaksanaan program yang mencakup: kelancaran penyaluran dana beasiswa dan DBO, keterbukaan pengelolaan beasiswa dan DBO, keikutsertaan unsur masyarakat dalam pemantauan, evaluasi serta laporan pelaksanaan program serta pertangungjawaban administrasi dan reaiisasi program. Untuk evaluasi product menunjukkan tingkat yang efektif terlihat dari pemanfaatan dana beasiswa dan DBO serta pencapaian tujuan program. Kata kunci: keafektifan, program, jaring pengaman sosial
Proses Pendidikan Budi Pekerti di Taman Muda Majelis Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta Kurotul Aeni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2027

Abstract

Penelitdan ini bertujuan memperoleh gambaran yang objektif dan komprehensif tentang proses pendidikan budi pekerti di Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif naturalistik. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru/pamong, dan siswa kelas VA, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan partisipasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Pencapaian keabsahan data dilakukan dengan melakukan pengamatan secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama, triangulasi dengan teknik pengumpulan data ganda dan sumber data ganda, dan member check. Analisis data dilakukan sejak pengumpulan data, dengan menggunakan model interakuf yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu: (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Taman Muda substansi pendidikan budi pekerti dipadukan/diintegrasikan dalam pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas pada semua inata pelajaran, namun belum terprogram. Proses pendidikan budi pekerti di Taman Muda lebih menekankan nilai-nilai kekeluargaan dan nilai kedisiplinan, metode ceramah dan tanya jawab masih digunakan secara dominan. Kata kunci: pendidikan budi pekerti, taman muda tamansiswa.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Supervisi, dan Partisipasi Komite Sekolah terhadap Kinerja Sekolah Bambang Susanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh kualitas kepemimpinan kepala sekolah, supervisi pengajaran, dan komite sekolah terhadap kinerja sekolah. Populasi penelitian adalah guru dan kepala sekolah pada empat puluh sekolah dasar di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sebanyak 240 orang. Sampel penelitian sebanyak 150 orang guru pada dua puluh lima sekolah dasar yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas kepemimpin­an kepala sekolah tergolong sedang, aktrvitas supervisi tergolong sedang, dan partisipasi komite sekolah juga tergolong sedang; (2) ada korelasi positif dan signifikan antara kualitas kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja sekolah, demikian juga antara supervisi pengajaran dan partisipasi komite sekolah dengan kinerja sekolah; (3) hasil analisis regresi ganda menunjukkan adanya korelasi ganda yang signifikan (R = 0,656; p = 0,05) kualitas kepemimpinan kepala sekolah, aktivitas supervisi pengajaran, dan partisipasi komite sekolah terhadap kinerja sekolah. Kata kunci: kepemimpinan, supervisi, komite sekolab, kinerja sekolab.
Pengelolaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah-Sekolah Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya Mukarrom Mukarrom
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2030

Abstract

Penelidan ini bertujuan untuk mengungkapkan pengelolaan pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah Mujahidin yang terdiri dari beberapa unit pendidikan yaitu: TK, SD, SMP, MTs, SMA, dan MA. Penelidan ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif dengan memaparkan data yang disusun dalam instrumen dan data yang ditemukan di lapangan. Populasi penelidan ini adalah semua guru Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah Mujahidin serta semua kepala sekolah, ketua yayasan, ketua majelis pendidikan, ketua jamaah tetap, dan Pengurus OSIS MA Mujahidin. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa keberadaan sekolah-sekolah Mujahidin diawali dengan pendirian masjid Mujahidin Surabaya, kemudian berkembang menjadi sekolah-sekolah yang berdiri secara berurutan: TK, SD, SMP, PGAL, dan SMA. Pendirian sekolah-sekolah tersebut mendapatkan dukungan dari para jamaah Masjid. Dalam pengelolaan Pendidikan Agama Islam ditemukan segi kekuatan pada jumlah mated dan kemampuan pengetahuan agama Is­lam pada semua guru, baik guru agama maupun guru umum, sedangkan kelemahan terdapat pada segi aplikasi dan evaluasi. Oleh sebab itu, dalam pengelolaan Pendidikan Agama Islam pedu ditingkatkan segi kontrol dan pengamalan ajaran agama Islam dalam segala kegiatan. Kata Kunci: pengelolaan pendidikan agama Islam, yayasan masjid Mujahidin Surabaya.
Berbagai Permasalahan yang Dihadapi Para Praktisi Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul Mukminan Mukminan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemutunjukkan berbagai masalah pendidikan dan pembelajaran yang dialami guru, kepala sekolah, dan pengawas. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh berbagai informasi yang berkaitan persoalan-persoalan yang dihadapi para pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan, baik pada jenjang SD, SMP, maupun SMA. Selanjutnya, bertitik tolak dari hasil temuan masalah-masalah tersebut kemudian dicari altentatif solusinya, terutama untuk peningkatan mutu pendidikan di kabupaten Bantul. Penelitian ini termasuk penelitian survai. Populasi penelitian ini adalah segenap sivitas akademika sekolah di Kabupaten Bantul yang terdiri dari kepala sekolah, guru, serta pengawas sekolah. Adapun sampelnya ditetapkan secara stratified, sehingga seluruh komponen sivitas akademika serta jenjang sekolah dapat terwakili. Untuk itu responden penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, pengawas dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yakni persentase dan deskriptif kualitatif, sesuai dengan konteks permasalahan yang dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya guru masih menghadapi sejumlah masalah pembelajaran berupa penguasaan materi bidang studi, metode dan media, serta sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan KBK. Kepala sekolah umumnya masih menghadapi masalah terkait implementasi KBK, tetapi lebih pada aspek administrasi dan manajemen. Sementara itu, pengawas juga merasa belum memiliki wawasan yang cukup serta kemampuan yang memadai tentang KBK sesuai tugas kepengawasan. Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran berupa media atau alat peraga, lab IPA dan bahasa Inggris dirasa belum memadai sehingga periu ditingkatkan. Studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi termasuk S2 dan S3 tampaknya juga menjadi harapan responden untuk dapat diprogramkan secara sungguh-sungguh dengan pemberian beasiswa yang memadai Katakunci: permasalahan pendidikan, praktisipendidikan
Sistem Honorifik Bahasa Lapung Dialek Pesisi di Kabupaten Tanggamus (suatu kajian sosiolinguistik) Dessy Saputry
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan bentuk, jenis, faktor sosial, dan kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif-naturalistik. Sumber data adalah para informan yang dijaring dengan teknik simak libat cakap (SLQ. Para informan berasal dari daerah-daerah di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini adalah penutur asli (informan) bahasa Lampung dialek Pesisir yang bertempat tinggal di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini berjumlah 14 penutur yang diambil secara acak 2 orang dari tiap lokasi penelitian. Sumber data lisan diambil melalui wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan cara: (1) perpanjangan kesertaan; (2) ketekunan pengamatan; (3) triangulasi; (4) pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata bentuk hononfik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi: (1) kata; (2) kelompok kata; (3) singkatan kata; (4) kelompok singkatan kata; dan (5) gabungan singkatan dan kata. Jenis honorifik meliputi hononfik: (1) kekerabatan; (2) kata ganti per­sona; (3) pangkat, jabatan, dan profesi; (4) gelar; (5) religius; (6) tokoh gaib; dan (7) umum. Faktor-faktor sosial penentu pemilihan honorifik meliputi faktor: (1) hubungan kekerabatan; (2) usia; (3) jenis kelamin; (4) status sosial; {5) latar belakang etnik; (6) situasi dan forum; (7) hubungan antarinterlokutor, (8) lokasi. tempat tinggal; dan (9) status perkawinan. Adapun kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi kaidah: (1) alternasi; (2) kookurensi; dan (3) sekuensi. Honorifik dapat menambah kekayaan bahasa Lampung. Pemilihan honorifik yang tepat merupakan salah satu cara atau strategi untuk menunjukkan sopan santun dan sikap hormat terhadap or­ang lain. Katakunci: sistem honorifik, bentukjenisfaktor sosial, kaidabpemakaian honorifik, kajian sosiolinguistik
Pola Manajemen Keuangan Berbasis Sekolah dan Hubungan dengan Kinerja Sekolah (studi kasus di SMP negeri 1, 5, dan 8 yogyakarta) Muhamad Jaeni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan perencanaan, prosedur pengesahan, pelaksanaan, mekanisme dan bentuk laporan, serta evaluasi anggaran berbasis sekolah, pengaruh pola manajemen keuangan terhadap kinerja sekolahj dan upaya sekolah menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membantu dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen sekolah. Informan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, guru, staf administrasi, anggota OSIS, komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (BPKD), dan Lembaga Pengawasan Internal (LPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, RAPBS selalu mengalami kenaikan sekitar 20% tiap tahun. Dalam konteks MBS, pendekatan perencanaan keuangan yang dipakai tidak lagi menggunakan line item budget, tetapi didasarkan kepada kebutuhan program dan kinerja sekolah. Dalam rapat RAPBS, seringkali kepala sekolah dan bendahara hanya membahas dana dari pemerintah dan orang tua. Kedua, laporan, pengesahan, dan evaluasi keuangan sekolah disampaikan dan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Tim Monitoring Block Grant, yang terdiri dari dinas PP, Dewan Pendidikan, Bappeda, BPKD, dan LPI. Ketiga, Sekitar 85% anggaran sekolah dipergunakan untuk gaji dan kesejahteraan, sementara sisanya untuk KBM menggunakan dana block grant dari pemerintah. Kinerja evaluator belum maksimal. Keempat, upaya kepala sekolah serta stakeholders untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membantu penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kata kunci: manajemen keuangan berbasis sekolab, kinerja sekolab

Page 1 of 1 | Total Record : 9