cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2006)" : 9 Documents clear
Manajemen Pembelajaran Pengetahuan Alam pada Pelaksanaan MPMBS di SMP N 1 Kalasan Sleman Kristina Eniwati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.975 KB) | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2011

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus dan difokuskan pada manajemen waktu dan lingkungan dalam pembelajaran Pengetahuan Alam yang memanfaatkan lingkungan sekolah untuk Materi Pokok Perubahan Bentuk Energi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, perencanakan penggunaan waktu dibagi (dirinci) untuk setiap kegiatan siswa yang berupa pengamatan, diskusi, dan presentasl Kedua, perencanaan waktu ditetapkan melalui pengarahan guru terhadap siswa tentang macam-macam kegiatan dan lamanya waktu untuk setiap kegiatan. Ketiga, perencanaan penggunaan lingkungan disesuaikan antara lingkungan yang ada dengan materi pelajarannya dan waktu yang tersedia. Keempat, perencanaan lingkungan juga ditetapkan melalui pengarahan guru terhadap siswa. Lingkungan perlu dibatasi jangkauan geografisnya. Kata kunci: manajemen pembelajaran, pengetahuan alam, mpmbs
Penyetaraan Skor Tes Fisika SMA dengan Model Rasch Sigit Puwanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2009

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) membuat tiga perangkat tes fisika yang setara untuk SMA kelas 3 pada ujian akhir nasional (UAN), (2) menghitung persamaan konversi tingkat kesukaran dan kemampuan testee dari ketiga perangkat tes fisika. Subjek uji adalah tiga kelompok siswa kelas 3 SMA Negeri di Kabupaten Bantul, yang berturut-turut berjumlah 99 siswa, 105 siswa, dan 102 siswa, sehingga seluruhnya berjumlah 306 siswa. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik proportional random sampling. Data penelitian diperoleh melalui tes dan diolah menggunakan pro­gram Rascal untuk analisis hasil ujicoba tes dan program Bigstep untuk penyetaraan skor ketiga tes. Hasil telaah butir soal ketiga tes menunjukkan bahwa dari 60 butir soal jumlah butir soal yang baik adalah 52 untuk tes 1,51 untuk tes J, dan 55 untuk tes K, sedangkan selebihnya memerlukan revisi. Hasil analisis ujicoba menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, tingkat kesukaran sebagian besar butir soal dalam ketiga tes termasuk dalam kategori menengah. Kedua, jumlah butir soal yang valid dalam tes I adalah 47 butir, tes J adalah 44 butir, tes K adalah 46 butir, sedangkan selebihnya tidak valid. Urut-urutan tingkat kesukaran ketiga tes, dari yang paling sukar adalah: tes K, J, dan I, sehingga kemampuan testee yang paling tinggi dituntut oleh Tes K, diikuti tes J dan kemudian tes I. Hasil perhitungan persamaan konversi skor untuk penyetaraan antar tes yaitu: (1) Persamaan konversi tingkat kesukaran butir soal bKI*=bI-0,408 dan bKI*=bJ-0,242, (2) Persamaan konversi kemampuan testee: 0KI*=0I-0,408 dan 0KJ*=0J-0,242. Kata kunci: penyetaraan, fisika sma, model rasch
Evaluasi Program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Ani Uslimah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2015

Abstract

Penelirian ini bertujuan mengevaluasi program MGMP Biologi SMA di Kabupaten Bantul, yang meKputi: (1) relevansi program dengan kebutuhan peserta, (2) karaktenstikpeserta, (3) materi program, (4) ketersediaan sarana penunjang kegiatan, (5) sistem pengelolaan program, (6) pardsipasi peserta, (7) kualitas pelaksanaan pro­gram, (8) manfeat program bagi guru, (9) keterampilan mengajar guru Biologi setelah mengikud program, dan (10) faktor penghambat maupun penunjang program. Penelirian ini merupakan penelirian evaluasi dengan menggunakan model evaluasi QPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Subjek penelirian meliputi 20 peserta MGMP Biologi periode 2003/2004,260 siswa SMA kelas X di Kabupaten Bantul, pengelola program kegiatan yang terdiri dari pengurus MGMP, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Pengelola Sanggar Kegiatan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, observasi, dan wawancata terstruktur. Data kuanritatif diolah secara deskripdf dengan batuan program SPSS 11.0for Windows. Penentuan validitas instrumen dilakukan terhadap validitas isi dan konstruk menggunakan analisis faktor. Penentuan reliabilitas mengguna-kan rumus Alpha. Hasil penelirian menunjukkan: (1) program MGMP Biologi relevan dengan kebutuhan peserta; (2) 75% peserta adalah guru SMA Negeri, 25% guru SMA Swasta, dan 75% PNS, 25% guru bantu/GTT; (3) ringkat relevansi materi pro­gram MGMP dalam kategon ringgi sebesar 70%; (4) ketersediaan satana penunjang dalam katagori kurang baik sebesar 50%; (5) kesiapan pengelola program maupun peserta dalam katagori baik, (6) ringkat pardsipasi peserta dalam kategon baik (75% - 80%); (7) kualitas pelaksanaan program dalam katagori baik sebesar 70%, dan secara fungsional pelaksana program adalah pengurus beserta anggota MGMP itu sendiri; (8) manfaat program kegiatan MGMP bagi guru Biologi dalam katagori baik sebesar 60%; (9) menurut persepsi siswa, secara umum ringkat keterampilan mengajar guru Biologi setelah mengikuri MGMP dalam katagori cukup baik; dan (10) hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan program yang utama adalah kutangnya sarana pendukung kegiatan yang tersedia di Sanggar. Kata kunci: evaluasi program, keterampilan mengajar.
Pengembangan Media Gambar Berbasis Komputer dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab untuk Siswa MAN Kelas X M. Miftah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2010

Abstract

Penelidan dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan suatu produk pengembangan media gambar berbasis komputer yang layak untuk pembelajaran kosakata bahasa Arab bagi siswa madrasah aliyah negeri kelas x. Untuk mendapatkan program yang valid diadakan ujicoba melalui 4 tahap dengan responden uji coba berjumlah 34 orang, terdiri darb dua ahli bidang studi bahasa Arab, dua ahli media pembelajaran, dan 30 siswa kelas X MAN 3 Yogyakarta. Uji coba lapangan dilakukan untuk memperoleh masukan terhadap produk jika digunakan dalam pembelajaran. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) Evaluasi ahli bidang studi bahasa Arab menunjukkan bahwa kualitas instruksional baik (nilai 4,2 pada skala 1 sampai 5), kualitas mated baik (nilai 4,1), dan evaluasi ahli media pembelajaran menunjukkan bahwa kualitas tampilan sangat baik (nilai 4,63), kualitas pem-programan baik (nilai 4,18), dan kualitas pembelajaran sangat baik (nilai 4,7). (2) Evaluasi perorangan menunjukkan bahwa produk memiliki kualitas instruksional sangat baik (nilai 4,26), kualitas materi baik (nilai 4.08), kualitas tampilan sangat baik (nilai 4,45), dan kualitas motivasi sangat baik (nilai 4,28). (3) Evaluasi kelompok kecil menunjukkan bahwa produk memiliki kualitas instruksional baik (nilai 4,17), kualitas materi baik (nilai 4,1), kualitas tampilan sangat baik (nilai 4,3), dan tingkat motivasi baik (nilai 4). (4) Uji coba lapangan menunjukkan bahwa produk memiliki kualitas instruksional baik (nilai 4,18), kualitas materi sangat baik (nilai 4,23), kualitas tampilan sangat baik (nilai 4,33), dan kualitas motivasi baik (nilai 4,2). Penelitian ini menyimpulkan bahwa produk pengembangan media gambar berbasis komputer efektif digunakan sebagai media pembelajar-an kosakata bahasa Arab siswa MAN kelas x. Kata kunci: media gambar, pembelajaran kosakata
Pengaruh Pendekatan Konstruktivistik dan Gaya Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Kimia Siswa Kelas I Semester 2 SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Tahun Pelajaran 2003/2004 Waluyo Waluyo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pendekatan pembelajaran, gaya belajar siswa, dan interaksi keduanya terhadap prestasi belajar kimia. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngaglik, Sleman terhadap siswa kelas I semester 2 tahun pelajaran 2003/2004. Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini berjumlah 220 siswa dengan sampel sejumlah 125 siswa yang ditentukan dengan teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan berupa soal kemampuan awal kimia, angket gaya belajar siswa, dan soal prestasi belajar kimia, yang sudah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Koefisien reliabilitas masing-masing instrumen lebih dad 0,7. Sebelum data dianalisis dilakukan pengujian prasyarat analisis dengan Kolmogorov-Smirnov untuk menghitung normalitas; serta F-ratio untuk menghitung homogenitas. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dua jalur, dengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian pembelajaran kimia menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa: (1) lebih tinggi pada pembelajaran konstruk-tifistik daripada pembelajaran konvensional, (2) lebih tinggi dengan gaya belajar visual dibanding gaya belajar auditorial, (3) tidak berbeda antara gaya belajar visual dengan kinestetik dan antara gaya belajar auditorial dengan kinestetik.Kata kunci: honstruktivistik, gaya belajar siswa, prestasi belajar kimia.
Penanaman Nilai-Nilai Agama dalam Pembentukan Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Luqman Al-Hakim Yogyakarta Ali Mustadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model kurikulum, proses penanaman nilai-nilai agama Islam, dan hasil yang telah dicapai SDIT Luqman Al-Hakim dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam ke dalam sikap dan perilaku siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik, dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kelas, siswa, dan orang tua siswa. Untuk pengumpulan data digunakan metode pengamatan, wawancara dan analisis dokumen. Keabsahan data diukur dengan menggunakan teknik trianggulasi dengan sumber, metode, dan teori, serta dengan cara melakukan perpanjangan waktu pengamatan, pengamatan secara terus menerus, kecukupan bahan referensi, pengecekan dengan teman sejawat melalui diskusi, dan mem-ber-cbeck. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Diperoleh kesimpulan penelitian sebagai berikut: 1) Model kurikulum yang dilaksanakan oleh SDIT Luqman Al-Hakim mengacu kepada kurikulum Depdiknas dan kurikulum Depag ditambah kurikulum muatan lembaga. 2) Proses penanaman nilai-nilai agama Islam ke dalam sikap dan perilaku siswa menggunakan pendekatan: ajakan dan pembiasaan, proses penyadaran emosi, serta pendisiplinan dan penegakan aturan. Metode yang digunakan antara lain metode: keteladanan, ibrah melalui kisah, ceramah dan nasehat, tanya jawab, perumpamaan dan sindiran, penugasan, demonstrasi, pembiasaan, pengalaman langsung, out bond, dan bernyanyi. Suasana interaksi pem-belajaran dibangun dengan suasana demokratis dan atas dasar kasih sayang. 3) Model kurikulum dan proses penanaman nilai-nilai agama yang dilakukan SDIT terbukti mampu membentuk sikap dan perilaku siswa yang taat kepada Allah, berakhlakul karimah kepada sesama manusia dan alam, serta berkepribadian yang cukup baik, cerdas, pemberani dan kritis. Kata kunci: nilai-nilai agama Islam, sikap dan perilaku, SDIT.
Penenaman Nilai-Nilai IMTAQ melalui Proses Pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Imogiri Bantul Sri Haryati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2014

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: (1) usaha guru dalam proses penanaman nilai-nilai imtaq pada pembelajaran PPKn; (2) peranan guru PPKn dalam menanamkan nilai-nilai imtaq dengan pendekatan komprehensif yang meliputi inkulkasi (penanaman nilai) dan pemodelan atau keteladanan nilai; dan (3) cara guru PPKn mengaitkan materi pelajaran dengan mated yang bernafaskan nilai-nilai imtaq dalam pembelajaran PPKn sehingga dapat meningkatkan pengamalan nilai-nilai imtaq oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian seorang guru PPKn dan siswa kelas 1.4 SMA Negeri 1 Imogiri BantuL Instrumen penelitian adalah peneliri sendiri. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data diperoleh melalui trianggulasi, yakni menggunakan sumber data ganda dan teknik pengumpulan data ganda. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermen yang meliputi reduksi data, displai data dan verifikasi (kesimpulan). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa sebelum dilakukan tindakan, pembelajaran PPKn masih berwujud indoktrinasi, guru masih terlihat menguasai kelas, penggunaan metode kurang bervariasi, metode ceramah menjadi andalan, siswa malas dan pasif, pembelajaran masih mengarah pada aspek kognitif dan kurang menekankan pada aspek afekuf, dan guru kurang menguasai materi yang bernafaskan imtaq. Setelah dilaksanakan tindakan, pembelajaran PPKn menggunakan pendekatan komprehensif, yaitu penanaman nilai dan pemodelan atau keteladanan, pembelajaran menjadi lebih demokratis. Pengaitan materi PPKn dengan nilai-nilai yang bernafaskan imtaq ternyata dapat meningkatkan pengamalan nilai-nilai imtaq pada subjek didik dalam kehidupan sehari-harL Untuk meningkatkan pengamalan nilai-nilai imtaq pada siswa, guru dijadikan sebagai model atau teladan karena guru adalah sebagai sosok yang digugu dan ditiru dalam segala tingkah lakunya yang dijadikan sebagai panutan atau suri teladan yang baik bagi para siswanya. Kata kunci: penanaman nilai imtaq, proses pembelajaran ppkn
Pengembangan Computer-Assisted Instruction (CAI) untuk Pembelajaran Biologi SMA Kelas XI Dwi Riastuti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2012

Abstract

Tujuan penelitian pengembaogan ini adalah untukmenghasilkanproduk software berupa CD paket belajai Biologi SMA kelas XI semestet 1 yang memenuhi syarat sebagai sumber belajar yang baik. Responden uji coba berjumlah 184 orang, yakni dua orang ahli, yaitu masing-masing satu orang ahli media dan satu orang ahli materi Biologi, dan 182 siswa SMA kelas XI dengan rincian dua siswa untuk uji coba perorangan dan 180 siswa untuk uji coba lapangan. Jenis data berupa data kuantkatif dengan . skala lima (rentang satu sampai dengan lima) yang kemudian diubah ke data kualitatif. Data tersebut memberikan gambaran tentang kualitas aspek pembelajaran, isi, tampilan, dan pemrograman. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar evaluasi dan lembar kuesioner. Lembar evaluasi untuk ahli materi Biologi dan ahli media, sedangkan lembar kuesioner untuk siswa. Data yang diperoleh dianailisis secara deskriptif kemudian dikonversikan ke skala nilai lima untuk mengetahui kualitas produk. Hasil analisis menunjukkan kualitas produk dari penilaian oleh ahli materi Biologi, ahli media, dan siswa. Berikut adalah kualitas produk dari penilaian oleh responden: 1) dari ahli materi Biologi mengenai aspek pembelajaran adalah baik (dinilai 3,8) dan aspek isi adalah baik (dinilai 3,706), 2) dari ahli media mengenai aspek tampilan adalah sangat baik (dinilai 4,267) dan aspek pemrograman adalah baik (dinilai 3,667), 3) dari uji coba perorangan mengenai aspek pembelajaran adalah baik (dinilai 4,031), aspek isi adalah baik (dinilai 3,846), aspek tampilan adalah baik (dinilai 3,5), dan aspek pemrograman adalah sangat baik (dinilai 4,55), dan 4) dari uji coba lapangan mengenai aspek pembelajaran adalah baik (dinilai 4,1), aspek isi adalah baik (dinilai 3,917), aspek tampilan adalah baik (dinilai 3,453), dan aspek pemrograman adalah baik (dinilai 4,003). Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa produk software yang dihasilkan yaitu berupa CD paket belajar Biologi SMA kelas XI semester 1 memiliki kualitas baik sebagai sumber belajar Kata kuncd: pengembangan cat, pembelajaran biologi.
Pengembangan Instrumen Kompetensi Penilik dan Penerapannya di Kabupaten Musi Rawas Hartoyo Hartoyo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mengembangkan standar kompetensi penilik pendidikan luar sekolah (PLS), 2) mengembangkan instrumen untuk menganalisis kompetensi penilik, dan 3) mendes-kripsikan profil kompetensi penilik di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Instrumen dikembangkan melalui diskusi terbatas (focus group discussion) dan teknik Delphi. Diskusi terbatas melibatkan prakusi bidang PLS, pamong belajar SKB/BPKB, pejabat dan staff di Subdin PLS Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten BantuL Teknik Delphi ditetapkan sebanyak dua putaran untuk memperoleh konsensus atas pentingnya masing-masing indikator. Profil kompetensi penilik didesknpsikan dalam empat kategori yaitu: sangat baik, baik, kurang, dan sangat kurang. Validitas konstruk butir-butir instrumen kuesioner ditentukan dengan analisis fektor dan reliabilitas ditentukan dengan Alpha Cronbach. Indeks reliabilitas butir-butir instrument tes uraian analisis dengan relibilitas antar penilal Hasil penelitian menunjukan: Pertama, standar kompetensi penilik terdiri dari kompetensi personal, sosial, akademis, dan teknis. Kompetensi personal mencakup aspek nilai-nilai hidup dan komunikasi. Kompetensi sosial mencakup aspek sikap terhadap kelompok, lingkungan masyarakat, dan kerja-sama. Kompetensi akademis menekankan pada aspek pendidikan dan latihan, pengalaman kerja, serta pemahaman konsep PLS dan satuan-satuannya. Standar kompetensi teknis yang mencakup aspek perencanaan dan pengolahan data, pemantauan, penilaian, dan bimbingan. Selain itu, standar komptensi dilengkapi juga dengan kompetensi pemahaman budaya. Kedua, instrumen kompetensi penilik terdiri dari: tes pemahaman tentang konsep PLS dan kuesioner kompetensi personal, sosial, dan teknis. Ketiga, penilik di Musi Rawas masih memiliki kompetensi yang rendah untuk aspek kompetensi teknis dan aspek kompetensi akademis. Adapun kompetensi personal dan sosial termasuk baik. Kata kunci: pengembangan instrumen, kompetensi penilik pls.

Page 1 of 1 | Total Record : 9