cover
Contact Name
Aulia Novemy Dhita
Contact Email
aulianovemydhita@unsri.ac.id
Phone
+6285377767024
Journal Mail Official
criksetra@fkip.unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, km. 32. Indralaya-Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 19788673     EISSN : 26569620     DOI : https://doi.org/10.36706/jc.v13i2.13
Historiography means the writing of history based on the critical examination of sources, the selection of particular details from the authentic materials in those sources, and the synthesis of those details into a narrative that stands the test of critical examination. Historiography studies cover chronologically various themes, such as local history, social history, cultural history, economic history, political history, military history, intellectual history, environmental history, and other historical studies. History of education is a study of the past that focuses on educational issues. These include education systems, institutions, theories, themes and other related phenomena in the past. History education includes studies of how history teaches in school or society, curriculum, educational values in events, figures, and historical heritage, media and sources of historical learning, history teachers, and studies of textbooks.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2014)" : 5 Documents clear
MENELUSURI ASAL USUL BANGSA MELAYU Yunani Hasan
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v3i1.232

Abstract

Abstrak: Asal usul orang Melayu Kuno mengalami kesulitan untuk penelusuran dikarenakan bukti-bukti pendukung sangat sedikit dan skup spasial yang sangat sempit, bahkan untuk mengakaji orang Melayu yang berada di Sumatera Tengah atau Jambi juga tidak banyak bukti. Namun dapat di lihat dari ciri-ciri terdapat dari karakteristik manusia dan peninggalan material seperti rumah dan perangkat lainnya. Bukti-bukti lain tempat permukiman juga tidak ada prasasti yang dijadikan bukti. Hanya dapat di lihat dari rumah-rumah yang ada dalam suatu perkampungan atau yang di kenal dengan Wanua. Ciri perkampungan yang ada, rumah-rumahnya bertiang, terbuat dari kayu yang mempunyai ruang-ruang atau bilik yang besar. Bahkan telah memiliki ruang-ruang ibadah. Sedangkan bahasa tidak jauh beda hanya perbedaan dialek (pengucapan).
TELAAH GEOMORFOLOGIS KERAJAAN SRIWIJAYA Sani Safitri
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v3i1.233

Abstract

Tulisan berjudul ”Telaah Geomorfologis Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kajian pustaka atas sumber-sumber yang relevan. Tujuan tulisan ini yaitu menelaah letak Kerajaan Sriwijaya secara geomorfologis. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di nusantara yang sebagian besar ahli berpendapat terletak di daerah palembang dan Jambi. Sebutan sebagai kerajaan maritim ini sesuai dengan kondisi geomorfologis Kerajaan Sriwijaya terletak di pantai dalam arti bahwa lokasi Jambi di tepi teluk dan Palembang di ujung jazirah.
SEJARAH ISLAM : KASUS SEKULERISME TURKI Isputaminingsiih
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v3i1.234

Abstract

Abstrak: Kekuasaan Kesultanan Turki Utsmani dengan Syaikhul Islam-nya, sebagai sebuah lembaga agama berpendapat bahwa Islam tidak cocok dengan sekularisme. Pemikiran ini bertitik tolak pada pandangan Sultan,”ideologi politik dan negara tidak mungkin dipisahkan dari konsep Islam yang tidak memisahkan urusan negara dari urusan agama”. Pandangan ini bertolak belakang sejalan dengan perkembangan sejarah masyarakat Turki yang beriringan dengan masuknya imperialisme Barat ke dunia Islam yang membawa konsep pemikiran sekularismenya yaitu memisahkan urusan politik (Negara) dari agama. Konsep sekularisme ini akhirnya mempengaruhi golongan modernis Turki di bawah pimpinan Kemal Ataturk menuju Turki Modern yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa Kemal Ataturk melaksanakan politik sekularismenya? Bagaimana Turki dapat melaksanakan politik sekularismenya mengingat mayoritas masyarakatTurki beragama Islam? Oleh karena itu, sudah sepatutnya umat Islam lebih terbuka dalam mendeskripsikan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur‟an dan Hadis sesuai dengan kontekstualnya bukan hanya melihat tekstualnya saja. Persoalan yang timbul adalah, dapatkah Islam dan sekularisme terjalin secara sinergi? tentunya hal ini susah untuk dijawab. Namun alangkah eloknya jika persoalan ini dikembalikan pada cara pandang atau interpretasi kita terhadap agama dan sekularisme yang dipahami. Materi sekularisme Turki ini perlu dijadikan materi pembelajaran dalam mata kuliah Sejarah Islam karena sekularisme yang dilaksanakan Turki ini berpengaruh pada perkembangan sejarah Islam dalam konsep pemerintahan.
HUBUNGAN DIALOG KREATIF DENGAN PENGALAMAN HISTORIS SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH Adhitya Rol Asmi
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v3i1.236

Abstract

Abstrak: Tulisan berjudul ” Hubungan Dialog Kreatif Dengan Pengalaman Historis Siswa Dalam Proses Pembelajaran Sejarah ini adalah sebuah kajian pustaka atas sumber-sumber yang relevan. Tujuan tulisan ini yaitu menghubungkan suatu metode dengan sumber belajar di dalam sautu proses pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah sebenarnya memiliki berbagai sumber belajar yang tidak hanya terdiri dari buku teks yang dipegang oleh guru, salah satunya yaitu pengalaman historis siswa. Pengalaman ini bisa didapatkan oleh siswa berdasarkan aktivitas mereka sehari-hari. Pengalaman historis ini akan muncul apabila diberikan kesempatan yang luas oleh guru dalam mengugkapkannya. Dialog kreatif ini merupakan salah satunya. Sehingga apabila hal ini diterapkan didalam proses pembelajaran sejarah membuat pembelajaran sejarah lebih bermakna (meaningfull).
HISTORICAL THINKING, KETERAMPILAN BERPIKIR UTAMA BAGI MAHASISWA SEJARAH Hudaidah
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v3i1.237

Abstract

Abstrak: Tulisan berjudul ” Historical Thinking, Keterampilan Berpikir Utama Bagi Mahasiswa Sejarah” ini adalah kajian pustaka atas sumber-sumber yang relevan. Tujuan tulisan ini untuk memberikan gambaran tentang kekhasan keterampilan berpikir yang harus dikuasai oleh mahasiswa sejarah. Pembelajaran sejarah dilihat dari materi yang dikaji sangat unik dan berbeda dengan ilmu sosial lainnya, sehingga ilmu ini membutuhkan keterampilan berpikir yang berbeda pula. Keterampilan berpikir utama yang harus dikuasai ketika mengkaji peristiwa sejarah sebagai sebuah ilmu adalah keterampilan berpikir kesejarahan (Historical Thinking), tanpa keterampilan berpikir ini maka pembelajaran sejarah menjadi kehilangan rohnya. Oleh kerana itu, mahasiswa program studi pendidikan sejarah harus memahami lebih mendalam keterampilan berpikir ini, yang tidak sama dengan keterampilan berpikir umumnya. Manfaat yang dapat ditarik dari tulisan ini akan mempermudah mahasiswa dalam mengkaji berbagai peristiwa sejarah dengan lebih bermakna sehigga pepatah” belajar sejarah dapat membuat orang bijaksana” bukan hanya sekedar ucapan belaka

Page 1 of 1 | Total Record : 5