cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2010): Mei 2010" : 5 Documents clear
PERANCANGAN ANTARMUKA PADA KALIBRATOR SUHU MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CIMON Agus Nur Rachman; Kussigit Santoso
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 2 (2010): Mei 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.707 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.2.2974

Abstract

Telah dikerjakan perancangan antarmuka untuk kalibrasi suhumenggunakan perangkat lunak CIMON. Kalibrator suhu yang terdapat pada Bidang Operasi dan Fasilitasmerupakan fasilitas alat kalibrasi suhu dan pengoperasiannya masih secara manual. Untuk meningkatkankeselamatan operator dan unjuk kerja kalibrator maka dilakukan pengembangan menggunakan perangkat lunakCIMON. Besaran suhu diambil oleh sensor termokopel tipe K yang selanjutnya diolah oleh PLC. PLC inimemiliki 4 chanel masukan. Chanel 1 digunakan sebagai acuan, chanel 2, 3 dan 4 digunakan untuk kalibrasisensor termokopel. Semua parameter suhu dari chanel 1 sampai chanel 4 semuanya dapat ditampilkan padalayar komputer menggunakan interface PLC yang dikendalikan oleh CIMON. Dari hasil uji coba dapatdiketahui bahwa perancangan antarmuka pada kalibrator suhu menggunakan perangkat lunak CIMON dapatberjalan dengan baik dan dapat digunakan pada alat kalibrator suhu Termofast yang ada pada laboratoriuminstrumentasi BOFa PTRKN.
TEKNIK PERBAIKAN SAMBUNGAN TERMOKOPEL TEMPERATUR TINGGI PADA HEATING-01 Joko Prasetyo Witoko; Kiswanta Kiswanta; Edy Sumarno; Ainur Rosidi; Ismu Handoyo; Khrisna Khrisna
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 2 (2010): Mei 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2104.405 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.2.2975

Abstract

Telah dilakukan perbaikan sambungan termokopel pada batang pemanas bagian uji HEATING-01. yang batang pemanasnya terbuat dari baja stainless AISI 304 dan memiliki 14 titik termokopel. Pada setiaptitik termokopel sebanyak 8 termokopel dipasang pada 8 posisi 1 titik yang berurutan dan 6 termokopeldipasang pada 3 posisi 2 titik radial. Perbaikan dilakukan karena terjadi penyimpangan yang terlalu besar padahasil fabrikasi sebelumnya. Teknik penyambungan termokopel pada kawat chromel dan kawat alumel dengandiameter 1 mm menggunakan tegangan 13,6 volt dari alat DC power supply. Hasilnya menunjukkan bahwa alatini berfungsi dengan baik setelah dikalibrasi dengan kalibrator JOFRA. Rata-rata penyimpangan yang terjadisebesar -0,1°C.
RANCANG BANGUN INSTALASI SISTEM KONTROL PADA OTOMASI MESIN BUBUT ALPINE-350 Riswan Djambiar
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 2 (2010): Mei 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1678.352 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.2.2976

Abstract

Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir terdiri dari beberapa bidang, khusus untukperalatan bengkel yang dikelola Bidang Operasi Fasilitas. Peralatan tersebut salah satunya adalah mesin bubutdengan pengoperasian secara konvensional. Seiring dengan perkembangan zaman, mesin bubut dituntut untukmenghasilkan benda kerja dengan presisi tinggi. Untuk memecahkan masalah tersebut maka retrofit mesin bubutharus dimodifikasi unjuk kerja manual menjadi Numerical Control (NC), belum menggunakan sistem ComputerNumerically Controlled (CNC) yaitu menggunakan komputer secara keseluruhan. Untuk menunjang agar mesinbubut bekerja secara optimal maka dibuat sistem operasional dengan menggunakan beberapa komponen untukmenunjang bekerjanya sistem kontrol dengan baik. Sistem kontrol tersebut salah satunya adalah seperangkatProgram Logic Control (PLC) lengkap dengan asesorisnya yang yang berfungsi untuk mengoperasikan motorservo dalam pembuatan benda kerja, alat pendukung lainnya seperti kontaktor, relai 24 volt AC dan DC sertakomponen trafo step down sebagai suplay untuk PLC. Catu daya yang dibutuhkan berupa arus bolak-balik dansearah. Dengan retrofit mesin bubut menjadi NC pengoperasian mesin menjadi lebih efisien dan ketelitian mesindapat ditingkatkan serta tidak tergantung terhadap ketrampilan seseorang operator.
KOMPENSASI BACKLASH ARAH RADIAL DAN AXIAL PADA OTOMATISASI MESIN BUBUT ALPINE-350 Kussigit Santosa; Agus Nur Rachman
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 2 (2010): Mei 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.2.2978

Abstract

Salah satu kendala pada otomatisasi mesin bubut manual menjadi otomatis adalahkeausan dan ketidakpresisian gigi-gigi transmisi baik arah radial dan axial. Keausan dan ketidakpresisian inimenyebabkan kesalahan yang disebut kesalahan backlash. Untuk mengoreksi kesalahan ini diperlukankompensasi backlash. Kompensasi backlash sangat penting dilakukan guna untuk mendapatkan hasil yangsesuai dengan spesifikasi yang ditentukan sebelumnya. Untuk itu dilakukan beberapa kali uji coba untukmengamati kesalahan yang terjadi baik arah radial maupun axial. Dari beberapa kali uji coba dapat disimpulkanbahwa kesalahan backlash terjadi pada arah axial maupun radial. Kesalahan ini disebabkan oleh keausan gigitransmisi atau ketidakpresisian penyambung antara motor servo dan as putar penggerak mesin bubut Alpine 350.Dari hasil pengamatan dan uji coba didapatkan Backlash arah axial (sumbu x) sebesar 0,01 mm dan arah radial(sumbu y) sebesar 0,023 mm. Oleh karena itu, sebelum mesin digunakan perlu dilakukan kompensasi backlashbaik secara manual pada saat entri data koordinat atau dapat juga dilakukan pada pengaturan kompensasibacklash yang terdapat pada parameter setting extended software Advanced Position Module (APM) sebesar0,01 mm arah axial dan sebesar 0,023 mm arah radial.
KAJIAN DAMPAK GAS PENGOTOR PENDINGIN PRIMER TERHADAP INTEGRITAS MATERIAL STRUKTUR R G T T Sumijanto Sumijanto
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 2 (2010): Mei 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.045 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.2.2973

Abstract

Reaktor berpendingin Gas Temperatur Tinggi (RGTT) adalah reaktor dayayang kinerja dan ketersediaan teknologinya memungkinkan untuk diimplementasikan di Indonesia dalam waktusepuluh tahun ke depan. Namun dalam oprasi RGTT helium sebagai pendingin primer tidak dapat terlepas darigas pengotor yang masuk didalamnya, sehingga akan menimbulkan berbagai masalah keselamatan dankeandalan operasi. Dalam makalah ini dibahas analisis dampak pengotor pendingin primer terhadap integritasmaterial struktur RGTT yang mencakup analisis sumber pengotor, interaksi pengotor dengan material strukturRGTT, serta strategi teknologi pengendalian pengotor dalam sistem pendingin primer. Tujuan dari penelitian iniadalah mengetahui dampak dari gas pengotor pendingin primer untuk digunakan sebagai pertimbangan dalampembuatan desain konseptual sistem kontrol inventori helium RGTT. Kajian dilakukan dengan studi inventoripengotor helium, dampak dan teknik pengendaliannya dalam sistem primer. Dari kajian diperoleh data bahwasumber gas pengotor bermula dari kebocoran udara, jumlah udara maksimal yang diperbolehkan masuk 12vppm, proses degradasi material struktur melalui reaksi oksidasi, karburasi dan dekarburasi, sedangkan strategipengendalian gas pengotor dilakukan dengan memperhatikan karakteristik gas pengotor, teknologi proses danadsorben yang digunakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5