cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
STUDI UNTUK MODEL SIMULASI DINAMIKA REAKTOR NUKLIR Sapta Teguh Prasaja; Demon Handoyo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 3 (2009): Agustus 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.3.2957

Abstract

Telah dilakukan studitentang berbagai aspek sistem simulasi termasuk konfigurasi, metoda, teknik pemrograman dan kemungkinanaplikasinya dalam pemodelan program yang akan digunakan untuk mensimulasikan dinamika reaktor. Hasil daristudi ini adalah sistem simulasi merupakan suatu sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengerjakan suatufungsi dengan benar dan memberikan jawaban terhadap interupsi luar yang muncul dalam batasan waktu yangsudah ditentukan. Waktu yang diperlukan berkisar pada beberapa mili detik atau beberapa detik tergantung padaaplikasinya. Dalam implementasinya, bisa dirancang stand alone atau berhubungan dengan lingkungan melaluisensor dan aktuator. Karena persyaratan bahwa simulasi ini harus dapat mensimulasikan keadaan yangsebenarnya, maka pengembangan simulasi dinamika reaktor memerlukan pendekatan pemodelan tepat.
PERFORMANCE OF EXPERIMENTAL POWER REACTOR COOLING SYSTEM UNDER START-UP CONDITION Ignatius Djoko Irianto
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 20, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.075 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2016.20.1.3504

Abstract

An experimental power reactor has been designed based on high- temperature gas-cooled reactor for experiment purposes. As an experimental reactor, the reactor is able to provide thermal power for various purposes in addition for electricity generation. The reactor is designed to generate 10 MW thermal power from the core cooled by helium gas in the primary cooling system with 700 °C core outlet temperature and cooled by water in the secondary cooling system. The utilization of the thermal energy produced from the reactor is converted to an energy conversion system with a cogeneration configuration. Energy conversion system also serves as a cooling system of the experimental power reactor, which applies indirect cycle. The heat from the primary coolant system is transferred into the secondary coolant system by a heat exchanger acted as a steam generator (SG). The purpose of the paper is to study the performance of the cooling system under start-up condition. Calculation and analysis results related to the thermodynamic parameters and to the cooling system performance are obtained by using CHEMCAD computer code. The calculation shows that if the mass flow rate of the secondary coolant is kept constant at 4.4 kg/second with a constant pressure of 60 bar, the secondary coolant will be entirely in the vapor phase during start-up condition with the the reactor power of 7.5 MW. 
ANALISIS PENGARUH BEBAN TAK SEIMBANG TERHADAP HARMONISA PADA VARIABLE SPEED DRIVE FASA TIGA Edy Sumarno; Syaiful Bakhri
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 18, No 3-4 (2014): Agustus - November 2014
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.422 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2014.18.3-4.2887

Abstract

Untai Uji Termohidrolika Eksperimental adalah sarana eksperimen untuk mempelajari berbagai fenomena termohidrolika khususnya untuk sekuen post-LOCA (Lost of Coolant Accident). Untai tersebut telah digunakan untuk berbagai penelitian, menggunakan penggerak berbasis Variable Speed Drive(VSD) dan beberapa beban fase satu yang bisa mengakibatkan ketidakseimbangan beban.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap kualitas daya listrik pada VSD.Pada penelitian ini disimulasikan beban takseimbang untuk mengetahui efeknya terhadap kualitas catu daya listrik yang diukur dari besarnya tingkat harmonisa tegangan dan arusnya. Metode pengukuran menggunakan DAS (Data AquisitionSystem) yang dikembangkan sekaligus sebagai pengukur Total Harmonic Distortion (THD) dari tegangan dan arus pada sisi input dan output dari VSD tersebut. Hasil pengukuran menun-jukkan kenaikan THD terhadap ketidakseimbangan beban dengan harmonisa ke-3 yang terbesar. Selain itu nilai THD di sisi output pada umumnya lebih kecil dibandingkan sisi input VSD.
ANALISIS KOMPOSISI NUKLIDA BAHAN BAKAR BEKAS REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL (RDE) MENGGUNAKAN MCNPX 2.6.0 Kristina Kristina; Muhammad Subekti
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 22, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.9 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2018.22.2.4511

Abstract

ANALISIS KOMPOSISI NUKLIDA BAHAN BAKAR BEKAS REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL (RDE) MENGGUNAKAN MCNPX 2.6.0. Reaktor Daya Eksperimental (RDE) adalah reaktor nuklir yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik, pembangkit panas dan untuk memproduksi hidrogen. Jenis bahan bakar RDE yang dibahas pada penelitian ini adalah sebuah pebble bergeometri bola yang di dalamnya terdapat 8335 TRISO berkisi simple cubic (SC). Satu buah TRISO dalam pebble mengandung 5 lapisan, dimana bahan fissile terdapat pada kernel yang merupakan lapisan paling dalam dengan kandungan UO2. Proses burnup pada MCNPX 2.6.0 dilakukan selama 90 hari pembakaran dan 10 tahun pendinginan dengan hasil energi burnup  dan keff 1,05343 untuk autofilled TRISO in pebble (ATIP) dan 1,04651 untuk organized TRISO in pebble (OTIP). Jumlah nuklida yang terkandung sebanyak 170 nuklida (14 aktinida dan 156 nonaktinida). Aktinida dengan massa terbesar ialah 238U (2,323 gram untuk ATIP dan 2,316 untuk OTIP) dan aktivitas terbesar ialah 241Pu (7,791 Ci untuk ATIP dan 7,639 Ci untuk OTIP), sedangkan nonaktinida dengan massa terbesar ialah 16O (0,6734 gram untuk ATIP dan OTIP) dan aktivitas terbesar ialah 137Cs (4,716 Ci for ATIP untuk 4,757 Ci untuk OTIP). Kesalahan relatif keff ATIP terhadap OTIP yang diperoleh sebesar 0,661%. Kesalahan relatif yang kecil ini serta geometri kompleks OTIP yang membutuhkan waktu lama untuk didesain menyebabkan ATIP lebih direkomendasi daripada OTIP.Kata kunci : Komposisi Nuklida, Pebble, Bahan Bakar Bekas, RDE, MCNPX 2.6.0.
ANALISIS KINERJA TURBIN KOMPRESOR UNTUK DESAIN KONSEPTUAL UNIT KONVERSI DAYA RGTT200K Ignatius Djoko Irianto
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 15, No 2 (2011): Mei 2011
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.541 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2011.15.2.2920

Abstract

RGTT200K adalah reaktor gas temperatur tinggi yangsecara konseptual didesain untuk pemenuhan energi di Indonesia. RGTT200K adalah salah satu jenisreaktor generasi IV yang didesain dengan konsep kogenerasi untuk pembangkit listrik dan produksihidrogen. Reaktor ini berpendingin gas helium dengan temperatur outlet 950 oC dan bertekanan 5MPa. Keberhasilan desain konseptual RGTT200K sangat ditentukan oleh kebeberhasilan desain unitkonversi dayanya termasuk didalamnya desain kinerja komponen-komponennya. Komponen utamauntuk pembangkit listrik pada unit konversi RGTT200K adalah turbin dan kompresor. Unit konversidaya RGTT200K menerapkan siklus Brayton. Untuk keperluan desain konseptual unit konversi dayaRGTT200K, turbin-kompresor dihitung dengan konfigurasi satu poros untuk turbin dan kompresoraksial. Analisis dilakukan dengan pemodelan proses termodinamika sistem, melalui pendekatanmetode volume kendali. Semua komponen sistem, meliputi reaktor, intermediate heat exchanger,turbin, kompresor, rekuperator, unit produksi hidrogen dan unit desalinasi dimodelkan secaratermodinamika sebagai suatu volume kendali. Hasil perhitungan karakteristik turbin-kompresormenunjukkan bahwa perbandingan kompresi optimal untuk turbin dan kompresor masing-masingsebesar 1,7 dan 2,5. Dengan efisiensi isentropis statis 0,9 diperoleh penurunan temperatur sebesar222,5 K. Sehingga temperatur masuk dan keluar turbin masing-masing sebesar 1123 K dan 900,5 K.Dengan laju aliran helium 120 kg/s dan γ = 1,66 diperoleh daya turbin 138,532 MW. Daya yangdibutuhkan untuk menggerakkan kompresor sebesar 88,209 MW diperoleh dari daya turbin. Dengandemikian daya listrik yang dihasilkan dari turbin sebesar 45,829 MW.
DISAIN SUPPORT MOTOR STEPPER UNTUK OTOMATISASI MESIN BUBUT MENGGUNAKAN SOFTWARE CATIA V5 R 18 Dedy Haryanto; Ari Satmoko; Sagino Sagino; Edy Karyanta
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.1.2945

Abstract

Telah dilakukan perancangan support eretan atas dan lintang mesin bubut dalam rangka otomatisasi mesin bubut, yang saat ini pegoperasiannya masih manual. Otomatisasi mesin bubut ini bertujuan untuk mempermudah dan mengefisiensikan kerja pembubutan, sehingga ketepatan dan mutu benda-benda kerja hasil pembubutan tidak terlalu bergantung pada ketrampilan dan pengetahuan operator mesin bubut. Support dirancang dan disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga perangkat tersebut dapat dipasangkan pada mesin dengan mudah. Rancangan digambar dan dianalisis dengan software Catia Versi 5 Release 18. Hasil analisis menunjukkan bahwa translational deplacement terbesar pada support eretan atas sebesar 0,0206 mm dan pada eretan lintang 0,0149 mm. Von mises stress terbesar pada support eretan atas sebesar 3,46 x 10 6 N/m2 dan pada eretan lintang sebesar 5,31 x 10 6 N/m2. Nilai ini lebih kecil dari yield strength bahan Carbon Steel 2,5 x 108 N/m2. Berdasarkan hal tersebut, rancangan dapat diterima dan pada kegiatan selanjutnya dapat dipabrikasi.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN TERMINAL LISTRIK PADA KATUP MESIN TEKUK TIPE MPV1620 Paidjo Paidjo; Riswan Djambiar; Sagino Sagino
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 3 (2010): Agustus 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.181 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.3.2982

Abstract

Kelancaran operasi mesin tekuk pelat tergantung dari unjuk kerja masing-masing komponen.Apabila salah satu komponen ada kerusakan / bermasalah berarti mesin tekuk pelat tidak bisa beroperasi dengansempurna, karena masing-masing komponen selalu berkaitan saling menunjang. Pada waktu dilakukan uji cobakinerja mesin tekuk untuk membentuk berbagai macam sudut tekuk dengan menggunakan beberapa materialberupa pelat seperti aluminium, carbon steel, stainless steel dan seng serta berbagai macam ketebalan terjadikerusakan pada komponen terminal listrik, mesin tidak bisa dioperasikan. Masalah tersebut perlu dicaripenyebabnya agar mesin bisa berfungsi kembali. Identifikasi masalah dilakukan dengan pemeriksaan masingmasingkomponen terkait dengan kerusakan. Dari hasil identifikasi diperoleh bahwa power supply pada katupkontrol tidak ada, tembaga sebagai penghantar listrik pada terminal listrik tidak terhubung dengan katup kontrolkarena adanya korosi.
EFEK PERUBAHAN KETINGGIAN COOLER TERHADAP KECEPATAN ALIRAN AIR PADA SIMULASI SISTEM PASIF Dian Ariswara; Sukmanto Dibyo; Bambang Heru; Mulya Juarsa
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 18, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.711 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2014.18.1.1989

Abstract

EFEK PERUBAHAN KETINGGIAN COOLER TERHADAP KECEPATAN ALIRAN AIR PADA SIMULASI SISTEM PASIF. Kecelakaan reaktor nuklir di Fukushima Daiichi tahun 2011 akibat gempa bumi dan tsunami menyebabkan melelehnya teras reaktor dari kegagalan system keselamatan aktif. Untuk mengantisipasi hal tersebut sedang dikembangkan system keselamatan pasif yang bekerja secara sirkulasi alamiah. Salah satu fasilitas eksperimen mengenai sirkulasi alamiah adalah NC-QUEEN yang dikembangkan di PTKRN-BATAN. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perubahan temperatur air terhadap densitas dan kecepatan aliran secara eksperimentaldari adanya sirkulasi alamiah berdasarkan perbedaan ketinggian antara heater dan cooler, dimana ditetapkan 3 perbedaan ketinggian yaitu H1 = 1,4 meter, H2 = 1 meter, dan H3 = 0,3 meter. Hasil eksperimen menunjukkan adanya perubahan temperatur pada variasi ketinggian H1dengan beda temperatur (ΔT) terbesar yaitu 41,46 oC akibat rambatan transfer panas dari heater ke cooler yang tidak maksimal sementara beda temperatur terkecil ditunjukkan pada variasi ketinggian H3 yaitu 37,1oC. Hasil perhitungan kecepatan rerata diperoleh 0,0000103601 m/detik untuk H-1; 0,00000619464 m/detik untuk H2, dan 0,0000018315 m/detik untuk H3. Dari eksperimen yang dilakukan diperoleh desain yang optimal untuk sistem pasif adalah pada ketinggian H1 antara cooler dan heater. Selain itu dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak antara heater dan cooler maka semakin besar nilai kecepatanrata-rata aliran air.
VISUALISASI NUGGET LAS TITIK DENGAN METODE ULTRASONIC WATER IMMERSION Roziq Himawan; Inryono Kusuma
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 22, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.699 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2018.22.1.4318

Abstract

VISUALISASI NUGGET LAS TITIK DENGAN METODE ULTRASONIC WATER IMMERSION. Overlay welding merupakan salah satu metode penyatuan dua material yang diterapkan pada bejana tekan reaktor, antara baja feritik dan baja nir karat. Bejana tekan reaktor merupakan komponen utama pembangkit listrik tenaga nuklir, sehingga keandalan dan integritas nya harus selalu terjamin selama umur disainnya. Dalam rangka menjamin keandalan dan integritas bejana tekan reaktor, maka dikembangkan metode ultrasonik dengan teknik water immersion untuk mengevaluasi kondisi hasil overlay welding. Karena keterbatasan sarana, pada penelitian ini overlay welding disimulasikan dengan las titik. Evaluasi dilakukan pada bagian nugget hasil las titik. Evaluasi dilakukan menggunakan teknik water immersion, dimana objek evaluasi direndam di dalam air. Air berlaku sebagai kuplan. Evaluasi menggunakan transduser tipe fokus dengan frekuensi 10 MHz dan diameter fokus 1 mm. Hasil evaluasi ditayangkan dalam bentuk C-scan. Dari hasil-hasil evaluasi diketahui bahwa visualisasi memiliki kesesuaian bentuk dengan makrografi nugget yang diperoleh setelah pelaksanaan uji tarik. Namun terdapat perbedaan ukuran antara visualisasi C-scan dan makrografi.Kata kunci: bejana tekan reaktor, las titik, metode ultrasonik, water immersion, C-scan
KARAKTERISASI PROSES PENANGKAPAN PENGOTOR N2 DAN O2 PADA KARBON AKTIF SISTEM PEMURNIAN RGTT200K Itjeu Karliana; Sumijanto Sumijanto; Rahayu Kusumastuti; Sriyono Sriyono
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 16, No 3-4 (2012): Agustus - November 2012
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.739 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2012.16.3-4.2911

Abstract

RGTT200K adalah Reaktor Gas TemperaturTinggi 200MWth Kogenerasi. RGTT200K menggunakan helium sebagai pendingin. Kemurnianhelium harus selalu dijaga dari pengotor berbentuk partikel padatan dan gas. Untuk menjaminkeselamatan operasional reaktor, RGTT200K dilengkapi dengan sistem pemurnian pendingin reaktor.Ada 4 tahapan proses dalam sistem pemurnian helium untuk mengendalikan kotoran-kotoranyang muncul selama operasi, yaitu penyaringan partikulat padat, oksidasi gas pengotor, penyaringanmolekuler, dan adsorpsi kriogenik. Dalam proses pemurnian helium, temperatur dan tekanan mempunyaiperan yang sangat menentukan dalam keberhasilan pemurnian. Makalah ini membahas analisispengaruh tekanan dan temperatur terhadap proses penyaringan gas pengotor dengan Karbon Aktif.Unit operasi Karbon Aktif dimodelkan dengan software Super Pro Designer. Hasil analisismenunjukkan bahwa kenaikan temperatur dari: 200oChingga 0oC menurunkan kapasitas serap KarbonAktif terhadap O2 dari 0,000103 g/L hingga 0,000033 g/L. Sedangkan untuk pengotor N2 dengankenaikan temperatur yang sama menurunkan kapasitas serap Karbon Aktif dari 0.00009 g/L hingga0.000029 g/L. Hubungan temperatur dengan jumlah O2 dan N2 yang tertangkap oleh Karbon Aktifditunjukkan oleh persamaan linier yaitu: Y = -3.10(-7)X+2.10(-5). Kenaikan tekanan dari 5 bar hingga50 bar meningkatkan kapasitas serap Karbon Aktif terhadap O2 dari 0,000048 g/L hingga 0,000463g/L. Hubungan tekanan dengan jumlah O2 yang tertangkap ditunjukkan oleh persamaan linier: Y = -9.10(-6)X+2.10(-5). Demikian pula pada kenaikan tekanan yang sama kapasitas serap terhadap N2 meningkatdari 0,000043 g/L menjadi 0,0000405 g/L. Hubungan tekanan dengan jumlah N2 yang tertangkapoleh Karbon Aktif ditunjukkan oleh persamaan linier Y = -8.10(-6)X+2.10(-5).

Page 10 of 20 | Total Record : 191