cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
DEFEK SUBSTITUSI CESIUM DALAM SILICON CARBIDE PADA BAHAN BAKAR TRISO Dinan Andiwijayakusuma
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 21, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.376 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2017.21.1.3612

Abstract

DEFEK SUBSTITUSI CESIUM DALAM SILICON CARBIDE PADA BAHAN BAKAR TRISO. Lapisan SiC dalam bahan bakar TRISO berfungsi untuk mencegah terjadinya pelepasan produk fisi Cs ke lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan produk fisi Cesium (Cs) dalam jumlah besar ke dalam reaktor terjadi pada kondisi operasi. Mekanisme pelepasan Cs dalam SiC, dipelajari melalui studi defek Cs di dalam SiC menggunakan first-principles calculation berbasis metoda Teori Fungsional Kerapatan (Density Functional Theory-DFT). Jenis defek yang dihitung adalah substitusi dan interstisial Cs dalam supersel SiC (64 atom) menggunakan paket program PHASE/0 dengan pendekatan GGA (Generalized Gradient Approximation). Hasilnya menunjukkan bahwa Cs lebih stabil pada kondisi defek substitusi, dimana satu atom Cs mensubstitusi satu atom C dalam bulk SiC dengan nilai energi formasi berkisar antara 8,59 – 8,60 eV. Hasil tersebut mempunyai kesesuain tren dengan hasil perhitungan peneliti lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan dimungkinkan analisa lebih lanjut dengan defek yang lebih kompleks atau mekanisme lain untuk mengendalikan pelepasan Cs dalam lapisan SiC.Kata kunci: energi formasi, difusi, TRISO, DFT
STUDI MODEL BOLA EKSPLISIT DAN HOMOGEN DALAM PERHITUNGAN TERAS HTR PEBBLE BED Zuhair Zuhair
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 16, No 1 (2012): Februari 2012
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.171 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2012.16.1.2900

Abstract

Beberapa negara sedang mengerjakan program riset dan pengembangan HTR secara ekstensifyang dipromosikan oleh keatraktifan konsep desain HTR dan kapabilitasnya yang unik dalam memproduksihidrogen dan panas proses untuk aplikasi industri. Sifat khas dari geometri bahan bakar, moderator dan terasHTR temperatur tinggi mendorong berbagai pusat riset nuklir di dunia mengembangkan model khusus danteknik komputasi yang diperlukan untuk desain dan analisis HTR pebble bed. Makalah ini menguji danmendiskusikan model bola eksplisit dan homogen dalam perhitungan teras HTR pebble bed dengan programtransport Monte Carlo MCNP5 dan pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-VI. Dalam model bolaeksplisit, teras HTR pebble bed dideskripsikan secara detil dimana seluruh zona baik moderator pebble, gashelium maupun bahan bakar pebble dengan kernel, lapisan coating dan matriks grafit dimodelkan secaraeksplisit. Dalam model homogen, HTR pebble bed dideskripsikan dengan menghomogenisasi moderatorpebble, shell grafit, matriks grafit dan pendingin helium. Hasil perhitungan memperlihatkan model homogenmenunjukkan konsistensi dengan prediksi kritikalitas teras (keff) di bawah estimasi model bola eksplisit untukseluruh ketinggian teras yang dipertimbangkan dengan bias kurang dari 1,06%. Hasil ini menyimpulkan bahwamodel homogen dapat diadopsi dalam perhitungan reaktor pebble bed karena tidak diperlukan koreksi untukmenghilangkan efek tepi sebagai konsekuensi dari teras yang dibentuk oleh array sel kisi heksagonal satuanpartikel TRISO dalam ruang 3-D.
Analisis Deviasi Alat Ukur Laju Aliran pada Untai FASSIP-01 dan FASSIP-02 Try Hutomo Putra; Giarno Giarno; Sumantri Hatmoko; G.B. Heru K; Mulya Juarsa
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 23, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.114 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2019.23.2.5682

Abstract

Pengembangan sistem keselamatan pasif dengan mengandalkan kerja natural circulation menggunakan Untai uji FASSIP-01 dan FASSIP-02 memerlukan alat ukur dengan spesifikasi laju aliran rendah. Salah satu jenis alat ukur pendingin adalah Ultrasonic Flowmeter TUF-2000M (US-FM) yang perlu dipersiapkan untuk penggunaan pada eksperimen sistem keselamatan pasif. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan deviasi pengukuran laju aliran antara US-FM dengan alat ukur lainnya. Eksperimen dilakukan dengan mengukur laju aliran pada Untai uji BETA menggunakan flowmeter tersebut dengan konfigurasi laju alir yang berbeda yaitu 0 - 100 LPM, 0 - 50 LPM dan 0 - 20 LPM. Hasil perbandingan pengukuran pada sensor elektromagnetik didapat nilai deviasi 6,32 % untuk konfigurasi 0 - 100 LPM, 2,12 % untuk konfigurasi 0 – 50 LPM, dan 1,16 % untuk konfigurasi 0 - 20 LPM. Data untuk melakukan karakterisasi dapat diperoleh pula ketika mengukur laju aliran dengan membaca nilai arus yang bekerja pada sensor pada flowmeter. Dari hasil karakteristika linear terhadap semua flowmeter tersebut terlihat bahwa semakin rendah formasi pengukuran maka diperoleh nilai deviasi juga semakin kecil.Kata kunci : sistem pendingin pasif, alat ukur laju aliran, deviasi, FASSIP-01, FASSIP-02
KUALITAS UDARA DALAM RUANG KERJA Suharyo Widagdo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 3 (2009): Agustus 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.3.2961

Abstract

Prinsip Human Centered Design harus diterapkanpada setiap perancangan instalasi, baik instalasi nuklir maupun konvensional. Pada prinsip ini manusiadiperlakukan sebagai pusat sistem. Karena manusia sebagai pusat sistem, maka semua perancangan sistem kerjadiarahkan pada perancangan yang sesuai dengan manusia itu sendiri. Tujuannya adalah untuk meningkatkanefektifitas kerja dengan tetap memandang manusia sebagai pusat sistem untuk mempertahankan, bahkanmeningkatkan, unsur kenyamanan dan kesehatan serta produktivitas. Kualitas udara dalam ruang kerjamerupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk mencapai tujuan itu.
LOW-LINEAR ENERGY TRANSFER RADIOLYSIS OF SUPERCRITICAL WATER AT 400 °C: DENSITY DEPENDENCE OF THE G(•OH) Sofia Loren Butarbutar; Geni Rina Sunaryo; J. Meesungnoen; J.P. Jay-Gerin
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 20, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.548 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2016.20.2.3512

Abstract

Monte Carlo simulations were used to predict the yield of primary specie •OH denoted as g(•OH) that is formed from the radiolysis of pure, deaerat- ed supercritical water (SCW) (H2O) at 400 °C in the range of water density between ~0.15 and 0.6 g/ cm3. It is known that •OH, is one of the oxidizing species that significantly can increase the possibil- ity of various corrosion and material degradation as well. The thorough radiolysis processes in SCW- cooled reactor is not established currently, and it is believed to be a challenge in developing chemis- try control strategies for future Supercritical Water Reactor (SCWR). Since SCWR technology is now still under the conceptual design, hence there is only limited information published on the yields of radiolysis under these conditions. In this work, g(•OH) was calculated at spur lifetime (τs/ minimum time needed before the species within spur distributed homogeneously into the bulk solu- tion), 10-7 and 10-6 sec after the ionization event at all densities. From this work, it is shown that the data measured by other researcher at lower density (<0.35 g/cm3) is taken at longer time, while at higher density (>0.35 g/cm3) is taken about near the spur lifetime. Finally, more experimental data are highly required in order to examine more thoroughly modeling calculation. 
PERFORMANCE ANALYSIS OF HELIUM INVENTORY CONTROL OF RGTT200K COOLING SYSTEM Sriyono Sriyono; Rahayu Kusumastuti; Sofia Butarbutar; Geni Rina Sunaryo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.215 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2015.19.1.2891

Abstract

RGTT200K is a power reactor, designed based on HTGR tech-nology having capability to operate at high temperatures. RGTT200K features are 200 MWth power, helium-cooled, graphite moderator and reflector, pebble fuel type, and uses the Brayton direct cycle. Helium Inventory Control System (HICS) is one of its safety system which maintains the pressure, the helium coolant quality and quantity to meet safety requirements. The HICS consists of 3 subsys-tems, namely: Inventory Control System (ICS), Helium Purification System (HPS), and Helium Make-Up System (HMS). All of the systems have the function to maintain pressure, helium quality and quantity so that the reactor can operate reliable and safely. This paper discusses the performance of the ICS, which is integrated to the reactor coolant. The research objective was to determine the helium storage tank response rate, when primary coolant is overpressured and depressurized. The methodology used in this research is modeling and simulation by using ChemCAD. In previous re-search, the HPS, ICS and HMS have been modeled but have not been integrated yet in to the primary coolant. The simulation results showed that the time required for the injection tank back to the cool-ant normal pressure of 52 bars, due to depressurization up to 5 % was 160 seconds. While the time required for bleeding / blowdown to the storage tanks due to overpressurization up to 5 % was 186 seconds.
Kaji Eksperimental Variasi Ukuran Butir dan Tekanan Penyemprotan Material Abrasif Dalam Proses Sand-Blasting Terhadap Kekasaran Permukaan dan Umur Lelah pada Stainless Steel 304 Hendri - Kusumawijaya; Hadi - Sutanto; Roziq - Himawan
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 23, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.131 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2019.23.1.5420

Abstract

KAJI EKSPERIMENTAL VARIASI UKURAN BUTIR DAN TEKANAN PENYEMPROTAN MATERIAL ABRASIF DALAM PROSES SAND-BLASTING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN UMUR LELAH PADA STAINLESS STEEL 304. Proses sand-blasting merupakan salah satu jenis surface treatment dengan cara menembakkan partikel tekanan tertentu ke permukaan material sehingga menimbulkan tumbukan dengan tujuan menghilangkan kontaminasi seperti korosi, sisa pengecatan, kristalisasi garam, dan pelumas. Proses sand-blasting dilakukan setelah proses pengelasan dalam kegiatan penggantian komponen penunjang kerja PLTN, bertujuan untuk menghilangkan heat tint yang dapat mempengaruhi ketahanan komponen terhadap korosi dan mencegah terjadinya kontaminasi komponen pengganti yang dapat mempengaruhi performa pada kondisi lingkungan ekstrim. Eksperimen pada material stainless steel AISI 304 ini terbagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu proses sand-blasting pada spesimen uji, dilanjutkan dengan melakukan pengujian kekasaran permukaan, dan terakhir melakukan pengujian lelah. Dua jenis ukuran glass bead (Mesh 3, Mesh 8) dan tiga tingkatan tekanan penyemprotan material abrasif (4, 5, 6 bar) digunakan dalam proses sand-blasting. Hasil eksperimental menunjukkan bahwa proses sand-blasting merubah nilai kekasaran permukaan dan umur lelah pada material stainless steel AISI 304. Variasi ukuran glass bead Mesh 8 dengan tekanan penyemprotan material abrasif sebesar 5 bar menghasilkan nilai kekasaran permukaan dan umur lelah yang optimal.
REVITALISASI MESIN BUBUT Dedy Haryanto; Sagino Sagino; Riswan Djambiar
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 15, No 3 (2011): Agustus 2011
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.498 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2011.15.3.2924

Abstract

Mesin bubut pada awalnya dioperasikan secara manual. Untukmeningkatkan presisi produk yang dihasilkan maka mesin bubut dikembangkan menjadi otomatisdengan menambah dua buah motor servo. Kegiatan revitalisasi ini meliputi beberapa aspek yaitumekanik, aspek rancang bangun catu daya dan kontrol serta aspek pemrograman. Pada aspekmekanik terdiri dari kegiatan rancang bangun support motor dan ball screw. Sedangkan aspekrancang bangun catu meliputi kegiatan perancangan dan penginstalasian catu daya. Aspekpemrograman meliputi kegiatan pemrograman sistem operasi dan pemrograman pengoperasian mesinuntuk pembuatan benda kerja. Hasil uji coba menunjukkan bahwa gerakan mata bubut dapatdikontrol baik dalam arah radial maupun aksial dengan tingkat kepresisian hingga ±0,01 mmmenggunakan motor servo dan software Turbotek. Hal ini dapat dicapai karena satu putaran motorservo dibagi ke dalam 1200 pulsa dan setiap putaran mewakili lebar ulir poros sebesar 10 mm.Penggantian screw konvensional dengan ball screw juga memberikan efek yang menguntungkankarena backlash berada pada angka konstan 0,09 mm. Desain support ball screw disesuaikan dengandesain eretan pembawa sehingga mengakibatkan ball screw tidak terletak tepat ditengah support, danhal tersebut tidak memberikan efek yang berarti.
ANALISIS REAKTIVITAS RACUN XENON-135 TERAS RSG-GAS BERBAHAN BAKAR SILISIDA 2,96 gU/cc PADA DAYA 15 MWth MENGGUNAKAN ORIGEN2.1 TERKOREKSI. Anis Rohanda; Pudjijanto Pudjijanto
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 2 (2009): Mei 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.2.2951

Abstract

Dalampengoperasian teras RSG-GAS berbahan bakar silisida kerapatan tinggi, reaktivitas merupakan salah satuparameter neutronik yang penting untuk diketahui, terutama reaktivitas yang diakibatkan oleh peracunan Xe-135dalam teras. Saat ini RSG-GAS menggunakan bahan bakar silisida 2,96 gU/cc dan dioperasikan pada daya 15MWth. Perhitungan reaktivitas Xe-135 teras BOC (Beginning of Cycle) RSG-GAS berbahan bakar silisida 2,96gU/cc telah dilakukan dengan menggunakan kode komputer ORIGEN2.1 dengan lama operasi 48 jam dan waktupemadaman 72 jam. Nilai reaktivitas negatif Xe-135 sebanding dengan konsentrasi Xe-135 yang dihasilkan.Konsentrasi Xe-135 diperoleh dari hasil keluaran ORIGEN2.1 dengan basis perhitungan 1 kelompok deplesi danpeluruhan radioaktif. Hasil perhitungan reaktivitas memberikan hasil yang mendekati dengan hasil analisisXenSam hanya pada suku pembentukan Xe-135 (suku pembakaran). Telah dilakukan pula koreksi terhadapperhitungan reaktivitas pada suku peluruhan Xe-135 dengan ekstrapolasi hasil eksperimen yang menunjukkanhasil yang cukup mendekati. Dengan menggunakan koreksi hasil tersebut dapat ditentukan waktu mati reaktoryang berguna dalam menentukan kapan reaktor dapat beroperasi kembali setelah mengalami pemadaman.
PENGUJIAN KEBOCORAN SISTEM PENDINGIN GENSET BRV20 RSG-GAS DENGAN MENGGUNAKAN PRESSURE TEST PUMP Teguh Sulistyo; Yuyut Suraniyanto; Mohammad Taufiq
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 19, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.184 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2015.19.2.3178

Abstract

Genset BRV20 RSG-GAS merupakan salah satu fasilitas sistem penyedia daya listrik darurat RSG-GAS yang dimiliki oleh Pusat Reaktor Serba Guna BATAN. Genset BRV20 RSG-GAS akan beroperasi apabila suplai listrik PLN mengalami gangguan. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap kondisi oli mesin dengan menggunakan tongkat ukur mesin terdapat indikasi air telah bercampur dengan oli, hal ini dibuktikan dengan adanya kandungan air dan perubahan warna oli mesin di dalam bak penampungan oli mesin. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengujian kebocoran pada cylinder head guna mengetahui jalur masuknya air ke dalam bak penampungan oli mesin sehingga dapat diketahui secara pasti bagian-bagian mana yang telah mengalami kerusakan dan perlu dilakukan penggantian dari komponen tersebut. Hasil pengujian dengan menggunakan alat pressure test pump tipe T-508 menunjukkan adanya kebocoran pada cylin-der head no. 1 bagian kiri dan cylinder head no. 3 bagian kanan serta campuran air dan oli di dalam bak penampungan oli mesin. Untuk menjaga kehandalan dan kesiapan operasi dari Genset BRV20 RSG-GAS, upaya yang perlu dilakukan segera adalah melakukan penggantian pada beberapa kompo-nen yang sudah rusak dan melakukan perawatan yang bersifat semi overhoul.

Page 8 of 20 | Total Record : 191