cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Forum Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan nuklir, teknologi nuklir, termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PENURUNAN KANDUNGAN RESIDU INSEKTISIDA DIMETOAT DALAM CABAI MERAH(Capsicum annum L.) AKIBAT IRADIASI GAMMA Sofnie M Chairul; Achmad Nasroh Kuswadi
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 1 No 1 Mei 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.916 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2007.1.1.3270

Abstract

PENURUNAN KANDUNGAN RESIDU INSEKTISIDA DIMETOAT DALAM CABAI MERAH (Capsicum annum L.) AKIBAT IRADIASI GAMMA. Produk sayuran, seperti cabai merah, dipersyaratkan untuk mendapat perlakuan karantina sebelum diekspor, misalnya dengan cara iradiasi gamma yang ditujukan untuk membunuh hama dan penyakit tanaman yang mungkin dikandungnya. Selain mengandung hama dan penyakit, cabai yang dipanen sering pula mengandung residu insektisida, sehingga perludiamati pengaruh iradiasi gamma terhadap residu insektisida yang dikandungnya. Cabai merah keriting (Capsicum annum L) direndam dengan insektisida dimetoat pada konsentrasi 100; 200; dan 300 ppm. Kandungan residu insektisida kemudian dianalisis menggunakan kromatografi gas pada cabai merah sebelum penyimpanan, setelah penyimpanan selama 7 hari, serta setelah perlakuan iradiasi sinar gamma pada dosi 0,5; 1,0; dan 1,5 kGy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan residu insektisida dimetoat pada cabai merah keriting dengan perlakuan penyimpanan pada suhu 5 C selama 1 minggu menunjukkan penurunan sebesar antara 3,94 % - 24,13 %. Jika diiradiasi dengan sinar–γ pada dosis 0,5 kGy terjadi penurunan sebesar antara 6,61 % -28,18%, dan jika diiradiasi pada dosis 1,0 kGy maka penurunan menjadi antara 10,20 % - 43,26 %, dan pada dosis 1,5 kGy penurunan menjadi antara 18,57 % - 54,00 %
Penggunaan meotde elektrodialisis dalam pemisahan uranium dari efluen proses Hendro Wahyono; Ghaib Widodo; Sunardi Sunardi
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 2 November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2186.42 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2011.5.2.3329

Abstract

Penggunaan meotde elektrodialisis dalam pemisahan uranium dari efluen proses. Percobaan pemisahan uranium dari efluen melalui proses elektrodialisis telah dilakukan. Pada pemisahan uranium tersebut digunakan membran tukar ion. Tujuan percobaan ini dilakukan untuk mengambil uranium dari efluen yang masih memiliki kadar uranium cukup tinggi yaitu di atas 50 ppm. Percobaan dilakukan di dalam sel elektrolitik dua bilik anoda dan katoda yang terbuat dari bahan flexiglass. Membram tukar ion diselipkan di antara dua bilik. Uranium dapat dipisahkan dari efluen proses hingga 100% pada tegangan 3,5 volt selama 3,67 jam. Pada proses elektrodialisis untuk memisahkan uranium berkandungan hasil berupa penurunan Fluor hingga 78%.
VISUALISASI PERGERAKAN BATANG KENDALI REAKTOR RSG-GAS Sujarwo Sujarwo
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 2 November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2999.267 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.2.3466

Abstract

VISUALISASI PERGERAKAN BATANG KENDALI REAKTOR RSG-GAS. Visualisasi pergerakan batang kendali reaktor adalah penampilan status dinamis dari gerakan batang kendali sebagai fungsi waktu pada layar komputer. Di samping itu sistem penampil ini akan berfungsi sebagi piranti pelacak kesalahan atas data yang terekam di dalam mesin digital. Untuk mendorong fungsi mesin ini  digunakan piranti lunak yang disebut WinCC (Window Control Center) yang diaktifkan di dalarn PC. Sistem ini telah bekerja dengan baik, terinstal dan teruji di reaktor RSG-GAS guna membantu operator  dalam mengoperasikan reaktor RSG-GAS.
Perubahan Molekular Gen Penekan Tumor P-53 Akibat Pajanan Radiasi Pengion Mukh Syaifudin
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3731.429 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.67

Abstract

dalam uji coba
PENENTUAN SPHERICITY DAN DISTRIBUSI INTENSITAS BERKAS ELEKTRON DARI SUMBER ELEKTRON TIPE PIERCE BERBASIS MATLAB Achmad Ramadhani; Darsono Darsono; Anwar Budianto; Suhartono Suhartono
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 2 November 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.707 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2016.10.2.3495

Abstract

PENENTUAN SPHERICITYDANDISTRIBUSIINTENSITASBERKASELEKTRONDARI SUMBERELEKTRONTIPE PIERCE BERBASISMATLAB.Telahdilakukanpenentuanbentuk profil berkaselektron darisumberelektrontipePierceberbasisGUImatlabdengan4tahapansubmenuaplikasi, yaitucapturevideo,preprocessing citra,segmentasicitra,danpenentuanprofilberkaselektron.Pembuatan aplikasidigunakanuntukkarakterisasi sumberelekton(diodadantrioda)darihasilnilaisphericity,danplot distribusiintensitasberkas  elektrondengan  perubahanpengaturanparametertegangan  pemercepat,dan teganganpemfokus padaarustetap.Hasil pengujian memperlihatkanbahwasumberelektrontipePiercepada triodamemberikanbentukprofilberkaselektronlebihbaik dibandingkandengansumberelektrondioda dengannilaisphericity semakinmendekati1dannilairata-ratadistibusiintensitasyanglebihmerata secara kuantitatifataudari hasilvisualisasiplotgrafik3D.
KESIAPAN SUMBER DAYA PENGAWAS PLTN DI INDONESIA Aris Sanyoto; Eko Legowo
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 6 No 1 Mei 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.848 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2012.6.1.360

Abstract

KESIAPAN SUMBER DAYA PENGAWAS PLTN DI INDONESIA. Rencana pembangunan PLTN di Indonesia memperoleh tanggapan beragam dari masyarakat, salah satunya penolakan. Salah satu alasan penolakan adalah kekawatiran terhadap kemampuan sumber daya dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelolanya. Untuk menjawab kekawatiran tersebut, maka dibutuhkan sebuah badan pengawas yang memadai yang mampu memastikan terpenuhinya semua persyaratan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan PLTN secara aman dan selamat. Menurut IAEA Safety Guide No. GS-G-1.1,  supaya memadai sebagai Badan Pengawas, BAPETEN harus memiliki kemandirian sumber daya yang meliputi berbagai aspek seperti politik, legislatif, financial, informasi public, internasional dan kompetensi.  Hasil analisa menunjukkan bahwa organisasi BAPETEN telah memiliki kemandirian sumber daya seperti rekomendasi IAEA. Kemandirian dari aspek politik dapat dilihat dari Undang-Undang No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, dimana kedudukan BAPETEN langsung di bawah Presiden Republik Indonesia, sedangkan kemandirian dari aspek legislatif yaitu struktur organisasi BAPETEN telah memiliki fungsi-fungsi yang dibutuhkan dalam proses pengawasan seperti fungsi pengembangan regulasi dan pedoman, fungsi review & penilaian, fungsi perijinan dan inspeksi, fungsi riset dan pengembangan, fungsi penanggulanan kedaruratan dan fungsi hubungan internasional. Selanjutnya supaya BAPETEN dapat melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan secara memadai maka harus memiliki technical expertise meliputi kerangka kompetensi seperti yang direkomendasikan IAEA dalam tecdoc 1254.. Hasil analisa terhadap silabus program pelatihan SDM BAPETEN menunjukkan bahwa jenis-jenis kompetensi yang direkomendasikan IAEA sebagian besar sudah terakomodir dalam program pelatihan. Namun demikian untuk memastikan level kompetensi yang sudah dimiliki SDM BAPETEN, khususnya 262 yang memiliki kualifikasi pendidikan teknik, perlu dilakukan penilaian melalui proses Training Needs Assessment (TNA). Hasil dari proses ini akan memberi gambaran mengenai gap (kesenjangan) antara level kompetensi standar  dan kompetensi yang sudah ada (existing).
PEMANTAUAN PAPARAN RADIASI LlNGKUNGAN TERPADU DENGAN KOMUNIKASI GSM/GPRS Ikhsan Shobari; Risanuri Hidayat; Sujoko Sumaryono
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 2 November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.507 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.2.3711

Abstract

PEMANTAUAN PAPARAN RADIASI LlNGKUNGAN TERPADU DENGAN KOMUNIKASI GSM/GPRS. Penjaminan pengoperasian reaktor yang tidak membahayakan pekerja dan masyarakat sangat penting untuk dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan paparan radiasi dan lingkungan secara terus menerus. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terkini memungkinkan dilakukan pengukuran paparan radiasi dan lingkungan terpadu secara jarak jauh, on-line dan real time. Paper ini memperkenalkan dan membahas rancang bangun sistem pemantauan paparan radiasi lingkungan terpadu dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Data berupa paparan radiasi, suhu, arah angin, kecepatan angina, dan curah hujan, dikirim secara periodis dengan memanfaatkan teknologi GSM/GPRS. Modul Arduino yang berbasis mikrokontroler AT Mega 328, digunakan untuk akuisi data dari kelima sensor tersebut, untuk selanjutnya melalui shield GSM/GPRS data dikirim ke komputer informasi proses melalui pesan singkat SMS. Data yang diterima ditampilkan dalam komputer dalam bentuk tabel dan dapat diolah dengan perangkat lunak lainnya. Hasil menunjukan bahwa sistem yang dibangun berhasil diimplemantasikan untuk pemantauan paparan radiasi lingkungan terpadu secara on-line dan real time untuk pemantauan jarak jauh. Rerata kesalahan pembacaan setelah dilakukan kalibrasi adalah 6,34 persen.Kata Kunci : Monitor Radiasi, lingkungan. mikrokontroler, komunikasi GSM/GPR
PENINGKATAN UNJUK KERJA ANTENA UNTUK TRANSMISI DATA Sunarno Sunarno
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 2 November 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.116 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2009.3.2.3299

Abstract

PENINGKATAN  UNJUK  KERJA  ANTENA  UNTUK  TRANSMISI  DATA. Pada pengukuran radiasi jarak jauh yang sedang dikembangkan di Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM, mempunyai kendala pada kualitas sistem komunikasinya. Di antara masalah yang perlu dipecahkan adalah pada sistem antena yang digunakan. Unjuk kerja antena yang optimal berpotensi meningkatkan kualitas komunikasi  jarak jauh yang efektif  dan  meminimumkan  kesalahan  dalam sistem komunikasi data. Dari berbagai pengukuran parameter pada antena yang dipakai pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa antena yg ditala pada frekuensi 141,6 MHz (kondisi  A)  jauh  lebih  baik  dibanding  ketika  ditala  pada  frekuensi  145,0  MHz (kondisi B). Antena pada kondisi A dapat mencapai nilai r  minimal sebesar 0,01 sehingga return-loss terukur sebesar 53,98 dB dan field strength meter menunjukkan1,95 volt , dibandingkan dengan antena dengan kondisi B, di mana r  minimal hanya bisa  mencapai  0,19  sehingga  return-  loss  terukur  hanya  sebesar  20,44  dB  danpengukuran dengan field strength meter hanya sebesar 1,2 volt pada jarak yang samadengan antena pada kondisi A. Pada penelitian ini antena yang sama telah ditala pada berbagai  frekuensi, tetapi hasil yang maksimal  diperoleh pada antena yang ditala pada frekuensi 141,6 MHz. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa setiap antenahanya memiliki satu frekuensi kerja yang optimal pada suatu band (bukan pada band harmonisnya). Informasi ini penting dan dapat digunakan sebagai referensi bagi para praktisi  di  bidang  sistem telemetri  dan telekontrol  maupun  bagi  para  praktisi  di bidang komunikasi radio.
PENGARUH KAPASITOR BANK PADA BUSBAR BHA, BHB DAN BHC DI PUSAT REAKTOR SERBA GUNA GA.SIWABESSY Koes Indrakoesoema; Yayan Andryanto; Kiswanto Kiswanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 1 Mei 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2206.396 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2013.7.1.3453

Abstract

PENGARUH KAPASITOR BANK PADA BUSBAR BHA, BHB DAN BHC DI PUSAT REAKTOR SERBA GUNA GA. SIWABESSY. Pemasangan kapasitor bank pada ketiga jalur (BHA , BHB dan BHC) telah dilakukan, masing-masing dengan daya 500 kV AR yang terbagi dalam 10 step, dengan tiap step 50 kV AR. Pemasangan dilakukan karena selama reaktor beroperasi total faktor daya (cos ϕ) di bawah 0,85 sehingga terkena denda oleh PLN. Pengukuran telah dilakukan saat reaktor sedang beroperasi pada buIan Juli dan September 2011 di out put 3 buah transformator yang terhubung ke masing-masing busbar dengan menggunakan Power Quality Analyzer Hioki 3197. Parameter listrik yang diukur adalah daya aktif (P), daya semu (S), daya reaktif (Q) dan faktor daya (cos ϕ). Kapasitor bank pada jalur BHA telah mengalami kerusakan, sehingga cos ϕ turun hingga 0,8; sedangkan pada jalur BHB dan BHC cos ϕ mencapai 0.92 dan 0,945.
PRINSIP UJI PRAKLINIS DAN KLINIS DALAM PENGEMBANGAN RADLOFARMAKA PENYIDIK KANKER Hendris Wongso; Iim Halimah
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 8 No 1 Mei 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2680.384 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2014.8.1.3487

Abstract

PRlNSIP UJI PRAKLINIS DAN KLINIS DALAM PENGEMBANGAN RADIOFARMAKA PENYIDIK KANKER. Kematian akibat penyakit kanker masih menjadi perhatian serius di berbagai belahan dunia. Upaya dalam mengurangi tingginya angka kematian tersebut terus dilakukan, salah satunya dengan metode diagnosis menggunakan radiofarmaka. Di dalam mengembangkan radiofarmaka penyidik kanker, terdapat beberapa prinsip yang harus dipatuhi. Prinsip ini sangat penting diketahui oleh para peneliti terutama yang terkait dengan pemanfaatan sumber daya hewan coba di dalam uji praklinis dan relawan (volunter) di dalam uji klinis. Pelaksanaan uji praklinis maupun uji klinis harus didasarkan pada etika penelitian yang telah disepakati dan diakui secara universal baik itu metode maupun tahapan penelitian. Etika tersebut bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan hewan coba atau manusia di dalam setiap uji yang dilakukan. Pada uji praklinis cakupan kode etik yang dipersyaratkan meliputi kesejahteraan hewan percobaan yang digunakan sebagai objek penelitian. Selain itu, etika ini juga bertujuan untuk menjamin keselamatan personil yang bekerja di laboratorium. Uji praklinis meliputi uji pirogenitas, toksisitas, biodistribusi, renal clearance, blood clearance, dan scanning. Untuk uji klinis, penggunaan volunter dalam pengujian radiofarmaka penyidik kanker juga harus didasarkan pada prinsip yang tertuang dalam etika yang ada. Dengan adanya prinsip-prinsip dalam pengembangan radiofarmaka maka diharapkan peluang terjadinya berbagai kesalahan maupun penyelewengan aturan di dalam proses penelitian dapat dihindari. 

Page 4 of 21 | Total Record : 208