cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 13 Nomor 1 Januari 2010" : 6 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL, KONSENTRASI URANIUM, pH LARUTAN URANIL NITRAT DAN WAKTU AGEING LARUTAN SOL TERHADAP VISKOSITAS LARUTAN SOL URANIUM Damunir Damunir
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.178 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.1.41

Abstract

PENGARUH KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL, KONSENTRASI URANIUM, pH LARUTAN URANIL NITRATDAN WAKTU AGEING LARUTAN SOL TERHADAP VISKOSITAS LARUTAN SOL URANIUM. Pengaruhkonsentrasi polivinil alkohol, konsentrasi uranium, pH larutan uranil nitrat dan waktu ageing larutan sol terhadapviskositas sol uranium telah dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi Polivinilalkohol (PVA), konsentrasi uranium, pH larutan uranil nitrat dan waktu ageing larutan sol terhadap viskositas larutansol uranium pada pembuatan umpan proses gelasi eksternal serta pengaruh waktu pengeringan butiran gel UO3.Dibuat larutan PVA 5 % dengan melarutkan sebanyak 1 g PVA dalam 20 ml air pada suhu 80oC selama 60 menit.Setelah itu larutan didiamkan sampai suhunya sama dengan suhu kamar, kemudian ditambahkan span-80 2 % danparafin 2,5 % dan larutan uranil nitrat pada pH 2,1 yang mengandung uranium, 150 /ml. Larutan campuran diadukdan dipanaskan pada suhu 70oC selama 30 menit hingga diperoleh larutan sol uranium, lalu di-ageing-kan selama 2jam pada suhu ruangan. Ditentukan viskositas larutan sol uranium menggunakan viskometer ostwald. Untukmendapatkan butiran gel UO3, larutan sol uranium digelasikan dalam medium NH4OH 7 M, kemudian dicuci dandikeringkan pada suhu ruangan. Setelah itu, di tentukan diameter butiran gel UO3. Menggunakan cara yang sama,percobaan diulangi dengan menvariasi konsentrasi PVA 6-10%, konsentrasi uranium 100-200 g/ml, pH larutan uranilnitrat 2-3, waktu ageing larutan sol selama 1-36 jam dan waktu pengeringan gel UO3 selama 1-10 hari. Hasil analisismenunjukkan bahwa perubahan variabel diatas berpengaruh terhadap viskositas larutan sol uranium padapembuatan umpan proses gelasi eksternal. Pengeringan butiran gel UO3 berpengaruh terhadap diameter butiran.Kondisi relatif baik adalah pada konsentrasi uranium 150 g/ml, konsentrasi PVA 7,5 %; pH larutan uranil nitrat adalahpada pH 2,1 - 2,2; waktu ageing larutan sol uranium selama 1-6 jam dan waktu pengeringan butiran gel UO3 di atas5 hari. Pada kondisi ini menghasilkan sol uranium dengan viskositas sebesar 84,87-85,27 cp dan butiran gel UO3yang dihasilkan berbentuk bulat, berwarna merah dan kuning serta mempunyai diameter butiran rata-rata sebesar1000 μm.Kata Kunci: Sol uranium, viskositas, viskometer Ostwald, sentipoise, diameter butir.
ANALISIS UNSUR TOKSIK DAN MAKRO-MIKRO NUTRIEN DALAM BAHAN MAKANAN DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON Rina Mulyaningsih; Istanto Istanto; Saeful Yusuf; Siti Suprapti
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.457 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.1.46

Abstract

ANALISIS UNSUR TOKSIK DAN MAKRO-MIKRO NUTRIEN DALAM BAHAN MAKANAN DENGAN METODEANALISIS AKTIVASI NEUTRON. Telah dilakukan penentuan kadar unsur toksik dan makro-mikro nutrien dalambahan makanan dengan menggunakan metode analisis aktivasi neutron (AAN). Jenis cuplikan bahan makanan yangditeliti meliputi sayuran, kacang-kacangan, bumbu dan rempah, tepung, daging dan ikan. Cuplikan dikumpulkan daripasar Serpong. Hasil analisis menunjukkan bahwa cuplikan bahan makanan mengandung makro nutrien dengankadar > 1000 mg/kg, seperti : K, Ca, Mg, Na dan Cl, mikronutrien dengan kadar antara 10 hingga < 1000 mg/kg: Fe,Mn, Zn, Se, Br, Rb, dan La, dan unsur toksik Co, Sb, Hg, As dan Cr dengan kadar kurang dari 5 mg/kg. KonsentrasiAs dalam ikan, beras dan Hg dalam cabai merah dan ikan telah melebihi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.Konsentrasi Zn dalam beberapa cuplikan, telah melebihi nilai baku mutu. Batasan nilai ini perlu dipertimbangkan,mengingat rata-rata asupan harian Zn masih di bawah nilai yang direkomendasikan yaitu 15 mg/hari. Kekuranganunsur ini dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Kadar Al dalam bahan makanan cukup tinggiantara 10 – 500 mg/kg, logam Al termasuk logam ringan yang bersifat toksik, sehingga keberadaannya perlumendapat perhatian. Evaluasi unsur-unsur dibandingkan terhadap nilai kecukupan kebutuhan harian RDA(Recommended Daily Acceptable). Dalam studi ini dijelaskan juga efek apabila kekurangan atau kelebihan asupanunsur tersebut bagi kesehatan.Kata kunci : makro-mikro nutrien, unsur toksik, bahan makanan, aktivasi neutron
PROSES DESORPSI LOGAM BERAT PADA SEDIMEN SUNGAI DAERAH MURIA DENGAN PELARUT ASAM Supriyanto Cyprianus; Muzakky Muzakky
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.522 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.1.42

Abstract

PROSES DESORPSI LOGAM BERAT PADA SEDIMEN SUNGAI DAERAH MURIA DENGAN PELARUT ASAM.Telah dilakukan proses desorpsi logam berat Cr, Cu, dan Fe pada sedimen sungai daerah Muria menggunakanpelarut asam. Proses desorpsi dilakukan pada sedimen sungai Kancilan, Balong, Suru, Dombang, dan Warengdengan cara ekstraksi padat-cair menggunakan pelarut asam HF + HNO3; HNO3 4N + HCl 0,7N, dan HCl 0,5N, padasuhu 150 oC, selama waktu 4 jam. Hasil proses desorpsi ditentukan menggunakan metode nyala spektrometriserapan atom pada kondisi optimum masing-masing unsur. Pada proses desorpsi menggunakan pelarut asam HF40% + HNO3 65%, diperoleh kadar Cr dan Fe tertinggi masing-masing pada sedimen sungai Balong dengan Crterdesorpsi 173,56 μg/g dan Fe 251,88 mg/g. Pada proses desorpsi Cu diperoleh kadar Cu tertinggi 96,24 μg/gpada sedimen sungai Suru menggunakan pelarut asam HNO3 4,0N + HCl 0,7. Validasi metode uji dilakukan denganSRM GBW 1645, dan GBW 07313 dengan perolehan kadar Cr, Cu dan Fe berada dalam sertifikat SRM.Kata kunci : proses desorpsi, logam berat, sedimen sungai, metode AAS.
PENAFSIRAN NILAI KETIDAKPASTIAN ANALISIS Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti DAN Ce DALAM CUPLIKAN SEDIMEN DENGAN METODA XRF Sukirno Sukirno; Agus Taftazani
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.576 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.1.43

Abstract

PENAFSIRAN NILAI KETIDAKPASTIAN ANALISIS Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti DAN Ce DALAM CUPLIKAN SEDIMENDENGAN METODA XRF. Telah dilakukan pengujian ketidakpastian untuk analisis Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti dan Cedalam cuplikan sedimen sungai Pancuran Wonosari. Nilai suatu hasil pengujian tidak akan bermakna tanpa disertaidengan perhitungan nilai ketidakpastian. Sebagai contoh telah disajikan perhitungan ketidakpastian analisis logamBa dalam makalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memenuhi persyaratan akreditasi alat X-Ray Fluorescence(XRF) di laboratorium kimia analitik PTAPB – BATAN sesuai standar ISO/IEC 17025-2005. Hasil penafsiranketidakpastian pengukuran pada analisis logam Fe, Zr, Ba, La, Ce, Ti dan Ca menunjukkan bahwa, komponenketidakpastian berasal dari: tahapan preparasi sampel dan standar/pembanding, kemurnian bahan, statistikpencacahan sampel dan standar, serta kedapatulangan. Hasil analisis kuantitatif diketahui bahwa logam yangterkandung dalam sedimen sungai Pancuran di Wonosari adalah Fe = 7,290 %, Zr = 54,5 mg/kg, Ba = 1661,6 mg/kg,La = 22,9 mg/kg, Ce = 161,0 mg/kg, Ti = 3193,2 dan Ca = 7,816 %, sedangkan penafsiran ketidakpastian logam Fe,Zr, Ba, La, Ce, Ti dan Ca berturut-turut adalah ± 0,60 %, ± 4,5 mg/kg, ± 55 mg/kg, ± 1,4 mg/kg, 12,0 mg/kg, ± 208mg/kg dan ± 0,61 %.Kata kunci : Ketidakpastian, sedimen, XRF, ISO 17025-2005
VALIDASI METODE AANC UNTUK PENGUJIAN UNSUR Mn, Mg DAN Cr PADA CUPLIKAN SEDIMEN DI SUNGAI GAJAHWONG Wisjachudin Faisal; Elin Nuraini
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.122 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.1.44

Abstract

VALIDASI METODE AANC UNTUK PENGUJIAN UNSUR Mn, Mg DAN Cr PADA CUPLIKAN SEDIMEN SUNGAIGAJAHWONG. Telah dilakukan validasi unsur Mn, Mg dan Cr menggunakan metoda AANC. Sebagai standardigunakan SRM NBS 8704 (Bufallo River Sediment), dengan kondisi operasi generator neutron optimum padategangan pemercepat 110 kV. Kalibrasi energi dan nomer salur dengan sumber standar diperoleh persamaan y =1,034x + 151,21. Dari hasil analisis kualitatif menunjukkan puncak Cr dan Mn terjadi penimbrungan (interferensi),sehingga hanya unsur Mg yang dapat dianalisis. Hasil analisis kandungan unsur Mg (SRM) diperoleh harga presisi =95,53 % dan akurasi = 94,88%, sedangkan harga rerata ketidakpastian diperluas untuk berbagai lokasi = 0,233 ± 0,012. Hasil analisis kandungan Mg pada berbagai lokasi di sepanjang sungai Gajahwong berkisar antara 85,41 -103,55 ppm. Bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya menunjukkan kandungan unsur Fe, Al dan Si jauhlebih tinggi dibanding kandungan Mg.
ANALISIS RANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR SINTER KERNEL UO2 Moch Setyadji; Setyo Atmojo; Triyono Triyono
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.849 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.1.45

Abstract

ANALISIS RANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR SINTER KERNEL UO2. Telah dilakukan analisisrancangan, perhitungan dan pembutan reaktor sinter kernel UO2 yang diawali modeling operasi reaktor sinter untukmendapatkan distribusi suhu dan tegangan (stress) pada reaktor tabung sehingga reaktor aman apabiladioperasikan pada suhu sekitar 1500oC sampai dengan 1600oC. Sintering kernel UO2 dilakukan dalam reaktor sinterpada suhu sekitar 1500oC (0,6-0,7 kali titik leleh kernel UO2), oleh karena itu reaktor sinter yang tersedia harus dapatberoperasi sekitar 1600oC. Untuk bisa menghasilkan suhu 1600oC diperlukan 8 elemen pemanas dengan spesifikasiMoly-D, Le: 170, D: 33, A: 25, I square R, 716-542-5511. Geometri reaktor sinter berbentuk tabung (pipa) diameterdalam,di = 8,0 cm dan diameter luar, do = 9 cm, volume reaktor sinter phi.di.L (L = panjang reaktor tabung). Modelmatematika untuk menghitung distribusi suhu dan stress pada reaktor sinter berbentuk tabung berupa persamaandiferensial d2T/dx2 = h.p/k.A.(T-Ts). Dimana T = suhu tabung, Ts = suhu lingkungan, h = koefisien perpindahanpanas konveksi alam, p = perimeter tabung dan k = konduktivitas bahan alumina. Reaktor sinter kernel UO2dilengkapi dengan gambar teknik komponen reaktor sinter, gambar sistem kelistrikan dan panel kontrol listrik untukmengontrol suhu dan tekanan operasi reaktor.Kata kunci : Rancang bangun, reaktor sinter, kernel UO2

Page 1 of 1 | Total Record : 6