cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 14 Nomor 1 Januari 2011" : 6 Documents clear
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM DALAM PENANDAAN LIGAN EDTMP DENGAN RADIOISOTOP 170Tm Azmairit Aziz; Muhamad Basit Febrian
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.134 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.28

Abstract

PENENTUAN KONDISI OPTIMUM DALAM PENANDAAN LIGAN EDTMP DENGAN RADIOISOTOP 170Tm.Tulium-170 (170Tm) merupakan salah satu radioisotop yang dapat digunakan untuk terapi paliatif karena merupakanpemancar-b yang memiliki T1/2 = 128,4 hari dan Eb (maksimum) sebesar 0,968 MeV. Radioisotop 170Tm selain pemancar-b juga memancarkan sinar-g dengan energi sebesar 84 keV (3,26%) yang dapat dimanfaatkan untuk penyidikan(imaging) selama terapi berlangsung. Ligan etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP) dapat ditandai denganradioisotop 170Tm sebagai radiofarmaka alternatif untuk penghilang rasa sakit (paliatif) akibat metastase kanker ketulang menggantikan 89SrCl2. Telah dilakukan penentuan kondisi optimum dalam penandaan ligan EDTMP denganradioisotop 170Tm berdasarkan variasi beberapa parameter yang berpengaruh dalam reaksi penandaan, yaitu jumlahligan EDTMP, pH penandaan dan waktu inkubasi. Senyawa bertanda 170Tm-EDTMP yang diperoleh ditentukanefisiensi penandaan melalui pemeriksaan kemurnian radiokimianya dengan cara kromatografi kertas danelektroforesis kertas. Kondisi optimum penandaan diperoleh pada pH 7 dengan jumlah ligan EDTMP sebanyak 2 mgdan waktu inkubasi selama 15 menit pada temperatur kamar. Kompleks yang terbentuk memberikan efisiensipenandaan maksimum sebesar 99,23 ± 0,27%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ligan EDTMP dapat ditandaidengan radioisotop 170Tm dengan efisiensi penandaan yang tinggi (di atas 95%).Kata kunci : radioisotop, tulium-170 (170Tm), etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP), paliatif.
KINETIKA PELARUTAN ITRIUM HIDROKSIDA DALAM HCl Maria Veronica Purwani; Suyanti Suyanti
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.492 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.29

Abstract

KINETIKA PELARUTAN ITRIUM HIDROKSIDA DALAM HCl. Telah dilakukan penelitian pelarutan konsentratlogam tanah jarang hidroksida dari pasir senotim dalam HCl. Kandungan Itrium hidroksida yang paling banyak dalamkonsentrat logam tanah jarang hidroksida hasil olah pasir senotim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konstantekecepatan reaksi pelarutan itrium hidroksida dalam HCl. Parameter yang diteliti adalah suhu reaksi dan konsentrasiY (Y0) dalam konsentrat logam tanah jarang hidroksida sebagai umpan. Dari data hubungan waktu dengankonsentrasi Y dalam HCl (Y) pada berbagai variasi suhu dan konsentrasi dapat disimpulkan bahwa konstantakecepatan reaksi sangat dipengaruhi suhu dan konsentrasi pereaksi. Reaksi pelarutan keseluruhan Itrium hidroksidadalam konsentrat logam tanah jarang hidroksida hasil olah pasir senotim memakai HCl merupakan reaksi orde dua.Hubungan konstanta kecepatan orde dua (k) dengan suhu (1/T) merupakan fungsi eksponensial sehinggapersamaan Arhenius menjadi k = 0,8954e-87,7658/RT dan dapat dinyatakan juga dalam bentuk garis lurus - ln k =(1055,6/T) + 2,6088 dengan koefisien korelasi 0,8954 Dari hasi perhitungan diperoleh harga energi aktivasi sebesar87,762584 kkal/mol.0K. Hubungan konstanta kecepatan orde dua dengan konsentrasi merupakan fungsipolinomial k = -4,10-5(Y0)2 + 0,0032 (Y0) – 0,0194 dengan koefisien korelasi = A = 0,9807.
PERHITUNGAN KERAPATAN ION NITROGEN PADA PEMBENTUKAN FeN DALAM PROSES NITRIDASI PLASMA Widdi Usada
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.446 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.30

Abstract

PERHITUNGAN KERAPATAN ION NITROGEN PADA PEMBENTUKAN FeN DALAM PROSES NITRIDASIPLASMA. Telah dilakukan perhitungan kerapatan ion nitrogren pada pembentukan FeN dalam proses nitridasiplasma. Perhitungan menggunakan pengandaian derajat ionisasi dalam plasma α = 10-5, dan rumusan kekekalanmuatan dalam penghitungan cacah partikel ion nitrogen serta teori tumbukan ion nitrogen dengan target Fe dalamproses pembentukan FeN. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk tekanan operasi gas nitrogen denganjangkau 0,6 sampai 2 torr, maka jangkau kerapatan ion nitrogen adalah 1,6 – 3,5 109 partikel/cm3, dan jangkau rapatdaya 0,2 – 1,6 W/cm2. Sedangkan untuk pembentukan ikatan FeN, diperoleh cacah dari 0 sampai 1,4 105, untukjangkau suhu dari 0 sampai sekitar 6 104 KKata kunci : plasma, ion, tumbukan,
SIMULATIONS ON NICKEL TARGET PREPARATION AND SEPARATION OF Ni(II)- Sunarhadijoso Soenarjo; Wira Rahman; Sriyono Sriyono; Triyanto Triyanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.268 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.26

Abstract

SIMULATIONS ON NICKEL TARGET PREPARATION AND SEPARATION.OF Ni(II)-Cu(II) MATRIX FORPRODUCTION OF RADIOISOTOPE64Cu64Ni (p,n) 64  and retained on the column while the nickel was kept in the form of Ni2+  2+  2+ and CuCl while the nickel was totally in the form of Ni2+  while the nickel was found as both Ni2+ and NiCl   while the nickel was mostly in the form of Ni2+. The retained CuCl was then changed back into Cu2+     Keywords 64 Cu, Anion exchange chromatography.: Nickel target preparation, Radioisotope Cu-64, Separation of Ni(II)-Cu(II) matrix, Nuclear reaction of 64Ni(p,n) cation form andeluted out the column by using HCl 0.05 M. The 42– 4 2–.The best condition of separation was in HCl 8 M in which the radioactive copper was mostly in the form of CuCl 42– 42– . In the condition ofHCl 9 M, the radioactive copper was mostly in the form of CuCl 42– cation. It was found that the electroplating result from the acidic solution was more satisfied than that from the basic solution. By conditioning the matrix solution at HCl 6 M, the radioactivecopper was found in the forms of Cucation and eluted off from the column. The retained radioactive copper was then eluted out the column in the condition of dilute HCl changingback the copper anion complex into Cu42– Cu. The nickel target preparation was performed by means of electroplating method using acidic solution of nickel chloride - boric acid mixture and basic solution of nickel sulphate – nickel chloridemixture on a silver- surfaced-target holder. The simulated solution of Ni(II) – Cu(II) matrix was considered as thesolution of post-proton-irradiated nickel target containing both irradiated nickel and radioactive copper, but in thepresented work the proton irradiation of nickel target was omitted, while the radioactive copper was originallyobtained from neutron irradiation of CuO target. The separation of radioactive copper from the nickel target matrixwas based on anion exchange column chromatography in which the radiocopper was conditioned to form anioncomplex CuClg-spectrometric analysis showed a single strong peak at 511 keVwhich is in accord to g-annihilation peak coming from positron decay of Cu-64, and a very weak peak at 1346 keVwhich is in accord to g-ray of Cu-64.. The simulations on Nickel target preparation and separation of Ni(II)- Cu(II) matrix has been carried out as a preliminary study for production of medical radioisotope Cu-64 based onnuclear reaction of
SELEKSI MIKROBA METANOGENIK MENGGUNAKAN IRRADIASI GAMMA UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PROSES DIGESTI ANAEROB PEMBENTUKAN BIOGAS Moch Yazid; Aris Bastianudin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.373 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.31

Abstract

SELEKSI MIKROBA METANOGENIK MENGGUNAKAN IRRADIASI GAMMA UNTUK PENINGKATAN EFISIENSIPROSES DIGESTI AN-AEROB PEMBENTUKAN BIOGAS. Seleksi mikroba metanogenik menggunakan irradiasigamma sebagai upaya peningkatan efisiensi proses pembentukan biogas telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini,untuk mendapatkan isolat mikroba metanogenik yang mempunyai konstanta pertumbuhan spesifik (μ) tinggisehingga diharapkan dapat diaplikasikan untuk peningkatan efisiensi produksi biogas pada proses digesti anaerobdari kotoran ternak. Sebagai sumber mikroba digunakan sludge yang diambil dari dalam tangki digester instalasibiogas konvensional di dusun Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Adapun irradiasi dilakukan menggunakanIrradiator Gamma C0-60 dengan variasi dosis 0-25 kGy. Isolasi mikroba dilakukan dalam media pertumbuhan yangmengandung 30% rumen cair dalam suasana anaerob dengan penambahan campuran gas 80% H2 dan 20% CO2.Pengamatan pertumbuhan koloni dilakukan menggunakan sinar ultra violet (UV) gelombang panjang, sedangkanpertumbuhan mikroba ditentukan berdasarkan hasil analisis spektrofotometri dan penentuan gas metanmenggunakan gas kromatografi. Dari hasil penelitian ini didapatkan 4 isolat mikroba metanogenik (RB10, RB15,RB20 dan RB25) yang tumbuh pada perlakukan irradiasi dengan dosis 10-25 kGy. Dari hasil identifikasi dapatdiketahui bahwa isolat mikroba RB10 dan RB25 merupakan anggota dari genus Methanobacterium sedangkan isolatRB15 dan RB20 masing-masing termasuk genus Methanosarcina dan Methanospirillum. Nilai konstantapertumbuhan spesifik (μ) dari keempat isolat berkisar antara 0,022 – 0,031. Sedangkan efisiensi pembentukan gasmetan untuk masing-masing isolat berkisar antara 53.4%. - 67.6%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isolatRB25 terpilih sebagai isolat yang memiliki konstanta pertumbuhan spesifik (μ) tertinggi yaitu 0,031 dan efisiensiproduksi gas metannya 67,6 %.Kata Kunci : biogas, irradiasi gamma, mikroba
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN ANALISIS RADIONUKLIDA Ra-226, Ra-228, Th-228 DAN K-40 DALAM CUPLIKAN SEDIMEN DENGAN TEKNIK SPEKTROMETRI GAMMA Sukirno Sukirno; Samin Samin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.929 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.27

Abstract

ESTIMASI KETIDAKPASTIAN ANALISIS RADIONUKLIDA Ra-226, Ra-228, Th-228 DAN K-40 DALAMCUPLIKAN SIDIMEN DENGAN TEKNIK SPEKTROMETRI GAMMA. Nilai suatu hasil pengujian tidak akanbermakna tanpa disertai dengan perhitungan nilai ketidakpastian. Demikian juga pada hasil penentuan radionuklidaRa-226, Ra-228, Th-228 dan K-40 dalam cuplikan sedimen. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilaiketidakpastian pengukuran radionuklida Ra-226, Th-228, Ra-228 dan K-40 untuk memenuhi persyaratan ISO/IECguide 17025-2005 yang telah diterapkan pada laboratorium kimia analitik Pusat Teknologi Akselerator dan ProsesBahan. Untuk itu telah dilakukan penaksiran nilai ketidakpastian perhitungan pada analisis Ra-226, Ra-228, Th-228dan K-40 yang terkandung dalam sedimen. Cuplikan sedimen halus ditimbang 100 g dan dicacah denganspektrometri gamma. Analisis secara kuantitatif dilakukan dengan metoda absolut dan komparatif dengan bahanstandar pembanding Reference Material IAEA-315. Berdasarkan perhitungan gabungan pada cakupan 2 dengantingkat kepercayaan 95 % diperoleh ketidakpastian masing masing radionuklida untuk metoda absolut Ra-226 = ±1,3 dari konsentrasi 19,01 Bq/kg, Th-228 = ± 4,1 dari konsentrasi 76,28 Bq/kg, Ra-228 = ± 2,1 dari konsentrasi54,61 Bq/kg, dan K-40 = ± 11,8 dari konsentrasi 206,81 Bq/kg, akan memberikan hasil analisis yang tepat denganrelatif deviasi di bawah 9 % dan rentang ketidakpastian relatif lebih kecil dari 10 %Kata kunci : Ketidakpastian, spektrometer gamma, Radionuklida Ra-226, Ra-228, Th-228, K-40

Page 1 of 1 | Total Record : 6