cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 14 Nomor 2 Juli 2011" : 9 Documents clear
GASEOUS RELEASES EVALUATION AND SAFETY PERFORMANCE IMPROVEMENT OF KARTINI RESEARCH REACTOR VENTILATION SYSTEM Syarip Syarip; Widyatmaka Susyanta; Hadi Kusuma
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.285 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.32

Abstract

GASEOUS RELEASES EVALUATION AND SAFETY PERFORMANCE IMPROVEMENT OF KARTINI RESEARCH REACTOR VENTILATION SYSTEM. The safety performance of Kartini research reactor related to the gaseous releases to the environment has been evaluated. The research covers an evaluation and improvement on the ventilation system and analysis of gas releases dissipating from the reactor building. The method used is calculation of reactor source term and direct measurement of gas release from the reactor stack. The source term analysis showed that the fission product accumulated in the reactor core at the start of operation was 4.838 ´ 106 Ci, after of 5 hours operation it became 3.614 ´ 108 Ci, and after 24 hours decay, the fission product became 4.727 ´ 106 Ci. The N16 activity inside the reactor building is 4.1 ´ 10-10 μCi/cm3 and the Ar41 escaping to the atmosphere is 5.7 ´ 10-12 mCi/cm3, which is lower than limit value for radiation worker of 2 ´ 10-6 μCi/cm3. A sample case by using March 2009 data, the value of ground level concentration on variable distance x = 100 m to 5.000 m, was 9.726 ´ 10-19 rad/m3, rise up to 6.303 ´ 10-14 rad/m3 and tends to decrease to 1.598 ´ 10-15 rad/m3 at distance 5,000 m. Whiles the direct observation on the upper reactor stack show that the radiation exposure is 2.33 ´ 10-9 rad/s, exit velocity of gas from stack is 8 m/s, absolute temperature effluent of gas is 26.2 oC, and outlet diameter of stack, d = 1 m and actual stack height 31.75 m. Based on safety limit criteria from national regulation (BAPAETEN), the values of radiation exposure, ground level concentration combined with atmosphere stability and demography factor was very safe for the actual condition of Kartini reactor site. Keywords: safety performance, Kartini reactor, source term, ventilation system.
PERHITUNGAN PARAMETER FISIS SISTEM EKSTRAKTOR SIKLOTRON 13 MeV UNTUK PET Widdi Usada; Ihwanul Aziz
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.241 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.37

Abstract

PERHITUNGAN PARAMETER FISIS SISTEM EKSTRAKTOR SIKLOTRON 13 MeV UNTUK PET. Telah dilakukanperhitungan parameter fisis sistem ekstraktor siklotron 13 MEV untuk PET. Untuk medan magnet rata-rata 1,275 T,maka posisi ekstraktor sekitar 40,4 cm dari pusat siklotron. Untuk tegangan dee 40 kV dan sudut dee 400, diperolehperolehan energi setiap putaran sebesar 159 keV, jumlah putaran 81 dan jarak antara putaran 5 mm. Parameterjarak ini sangat diperlukan untuk menentukan lebar ukuran foil ekstraktor. Hasil perhitungan deposisi energi padafoil menunjukkan bahwa untuk arus berkas proton 20 μA, dan tampang lintang berkas 0.9 cm2, diperoleh umur foilsekitar 56 detik.Kata kunci : Siklotron, proton, ekstraksi, stripper, foil karbon
ANALISIS DOSIS GAMMA RSG-GAS DENGAN TERAS SILISIDA KERAPATAN 4,8 gU/cm3 MENGGUNAKAN MCNP Ardani Ardani
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.913 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.33

Abstract

Analisis Dosis Gamma RSG-GAS DENGAN Teras Silisida KERAPATAN 4,8 gU/cm3 MENGGUNAKAN MCNP. Rencana penggantian jenis elemen bakar RSG-GAS dari bahan bakar dengan kerapatan 2,96 gU/cm3 ke 4,8 gU/cm3 perlu disertai dengan analisis keselamatan radiasinya. Paket program MCNP-5 telah digunakan untuk perhitungan dosis gamma di RSG-GAS yang dimuati elemen bakar dengan kerapatan 4,8 gU/cm3. Sumber gamma dalam reaktor meliputi gamma tangkapan radiatif, gamma hasil pembelahan spontan dan gamma peluruhan dari hasil pembelahan dan hasil aktivasi. Paket program ORIGEN-2.1 digunakan untuk menghitung komposisi nuklida seiring dengan beroperasinya reaktor sehingga kuat sumber gamma tangkapan dan sumber gamma peluruhan dapat ditentukan, sedangkan kuat sumber gamma hasil pembelahan spontan ditentukan oleh daya reaktor dan pembangkitan gamma dalam proses pembelahan U-235,  dengan asumsi reaktor beroperasi pada daya 30 MWt. dalam waktu 46,6 hari. Dosis terhitung tertinggi  di balai eksperimen 4,07×10-3 μSv/jam masih jauh di bawah ambang dosis eksternal yang ditentukan untuk pekerja radiasi, yaitu 25 μSv/jam. Dosis tertinggi di balai operasi reaktor dalam keadaan operasi normal 19,98 μSv/jam. Walaupun masih belum melampaui, tetapi dosis terhitung ini mendekati nilai batas maksimum dosis untuk pekerja radiasi. Disimpulkan bahwa dengan menggunakan elemen bakar berkerapatan 4,8 gU/cm3 dosis radiasi masih dalam keadaan aman. Kata kunci: Sumber radiasi, ORIGEN-2.1, dosis radiasi, RSG-GAS, MCNP-5
PEMBUATAN DAN ANALISIS EXCITER GENERATOR RF UNTUK SIKLOTRON PROTON DECY-13 Prajitno Prajitno
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.935 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.38

Abstract

PEMBUATAN DAN ANALISIS EXCITER GENERATOR RF UNTUK SIKLOTRON PROTON DECY-13.Telah dilakukan analisis dan pembuatan exciter generator RF untuk siklotron proton 13MeV. Generator RFakan digunakan sebagai sumber tegangan pemercepat bolak-balik siklotron DECY-13 rancangan PTAPBBATAN.Berdasarkan dokumen rancangan dasar yang telah dibuat siklotron Decy-13 akan menggunakanmedan magnet 1,275 Tesla, sehingga frekuensi generator RF bila menggunakan harmonik keempat adalah77,667 MHz. Salah satu teknik pembangkitan sinyal radio frekuensi untuk siklotron yang saat inidikembangkan di dunia adalah dengan teknik Direct Digital Synthesizer (DDS).Teknologi DDS adalah sirkuit arsitektur inovatif yang memungkinkan manipulasi frekuensi dengan cepatdan tepat pada keluarannya dan sepenuhnya di bawah kontrol digital. Prototip exciter generator RF yangtelah dibuat menggunakan DDS tipe AD9851 buatan Analog Device dengan frekuensi dasar 30 MHz. dandikendalikan oleh mikrokontroler ATmega16. Untuk menghindari timbulnya frekuensi yang tidak diharapkanpada keluarannya, keluaran DDS dilewatkan rangkaian band pass filter pasif. Hasil pengujian menunjukkanbahwa rentang frekuensi keluaran exciter adalah 2 MHz dengan frekuensi tengah 77,667 MHz. dan stopband -3dB. Sedangkan keluaran daya RF 10 Watt memerlukan catu daya + 12 V dengan arus 2,9 A.Meskipun prototip sudah berhasil dibuat dan hasilnya sesuai yang diharapkan, tetapi masih perludisempurnakan.Kata kunci: Exciter, generator RF, band pass filter, siklotron
KARAKTERISASI SIFAT LISTRIK GRAFIT SETELAH IRADIASI DENGAN SINAR GAMMA Yunasfi Yunasfi; Setyo Purwanto; Tria Madesa
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.589 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.34

Abstract

KARAKTERISASI  SIFAT LISTRIK GRAFIT SETELAH IRADIASI DENGAN SINAR-g. Telah dilakukan penelitan tentang karakterisasi sifat listrik grafit hasil iradiasi dengan sinar-g. Serbuk grafit dibuat dalam bentuk pelet dengan daya tekan sampai 20 ton. Pada penelitian ini, diamati perubahan sifat listrik grafit setelah diiradiasi dengan sinar-g pada berbagai variasi dosis (100 kGy – 600 kGy). Karakterisasi sifat listrik grafit dilakukan dengan menggunakan alat ukur LCR meter. Hasil pengukuran sifat listrik pelet grafit dengan LCR menunjukkan bahwa nilai konduktivitas dan kapasitansi listrik grafit meningkat akibat radiasi sinar-g, dan nilai ini semakin meningkat seiring dengan bertambahnya dosis radiasi. Peningkatan nilai ini mencapai sekitar 43,2 % untuk nilai konduktivitas dan sekitar 55,4 % untuk nilai kapasitansi setelah diirradiasi dengan sinar-g sampai dosis 600 kGy. Peningkatan nilai ini diperkirakan akibat meningkatnya frekuensi interaksi antara radiasi sinar-g dengan bahan grafit (dalam hal ini adalah elektron), yang menyebabkan daya tampung listriknya meningkat, sehingga sifat listrik bahan grafit tersebut menjadi lebih besar. Kata kunci : Radiasi sinar-g, grafit,  sifat listrik
PENINGKATAN KEKERASAN DAN KETAHANAN KOROSI BIOMATERIAL METALIK JENIS STAINLESS STEEL 316L DAN Ti-6Al-4V MENGGUNAKAN TEKNIK NITRIDASI ION Sudjatmoko Sudjatmoko; Wirjoadi Wirjoadi; Lely Susita; Bambang Siswanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.543 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.39

Abstract

PENINGKATAN KEKERASAN DAN KETAHANAN KOROSI BIOMATERIAL METALIK JENIS STAINLESS STEEL316L DAN Ti-6Al-4V MENGGUNAKAN TEKNIK NITRIDASI ION. Telah dilakukan nitridasi ion pada cuplikanbiomaterial metalik jenis stainless steel 316L dan Ti-6Al-4V untuk meningkatkan sifat kekerasan dan ketahanankorosinya. Proses nitridasi ion dilakukan dengan variasi parameter suhu nitridasi, tekanan gas nitrogen dan waktunitridasi untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi dan ketahanan korosi yang sangat baik. Kekerasan optimumcuplikan stainless steel 316L diperoleh pada suhu nitridasi 500 oC, waktu nitridasi 3 jam dan tekanan gas nitrogen1,6 mbar; sedangkan untuk cuplikan Ti-6Al-4V diperoleh pada suhu nitridasi 500 oC, waktu nitridasi 3 jam dantekanan gas nitrogen 1,8 mbar. Pengamatan struktur-mikro dan komposisi unsur dilakukan menggunakan SEMEDAX,dan penentuan struktur fase lapisan nitrida yang terbentuk pada permukaan cuplikan dilakukan denganteknik XRD. Lapisan nitrida yang terbentuk pada cuplikan stainless steel 316L terdiri dari struktur fase FeN, Fe2Ndan Fe4N, dan pada cuplikan Ti-6Al-4V terdiri dari struktur fase Ti2N, TiAlN, Ti3AlN dan Ti3Al2N2. Nitrida tersebutmemiliki sifat sangat keras atau mempunyai ketahanan aus sangat baik. Ketahanan korosi cuplikan yang ternitridasidiuji menggunakan alat uji korosi dengan mengukur besarnya arus korosi. Ketahanan korosi optimum diperolehpada suhu nitridasi 450 oC.Kata kunci : Kekerasan, ketahanan korosi, biomaterial, nitridasi ion, struktur-mikro, struktur fase.
APLIKASI KLINIK RENOGRAF IR-03 UNTUK RUMAHSAKIT: TEKNOLOGI DAN ANALISIS BIAYA Rill Isaris; Suharni Suharni
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.138 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.35

Abstract

APLIKASI KLINIK RENOGRAF IR-03 UNTUK RUMAHSAKIT: TEKNOLOGI DAN ANALISIS BIAYA. TeknikRenografi menggunakan Alat Renograf adalah salah satu modalitas pemeriksaan fungsi ginjal selain denganpemeriksaan laboratorium dan teknik Sinar-X. Renograf IR-03 untuk pemeriksaan fungsi ginjal hasil rancangbangunBATAN telah dikonstruksi dan menjalani uji laboratorium di PRPN-BATAN Serpong dan uji klinis di RSUPDR.Sardjito Jogyakarta. Biaya yang berkaitan dengan pemakaian klinik Alat Renograf di rumahsakit telah dianalisisyang terdiri dari komponen nilai radiofarmaka dan nilai investasi alat Renograf. Perhitungan biaya radiofarmakahippuran 131Iodine per tahun dengan estimasi jumlah pasien 2000 orang sebesar Rp. 30 juta, Total Direct Costadalah Rp. 212,5 juta dan biaya modal satu Alat Renograf sebesar Rp. 250 juta. Nilai Titik Impas (Break EventPoint) Investasi satu Alat Renograf adalah 1194 (0,597%) atau setara Rp. 209,475 juta, dengan biaya per proseduradalah Rp. 85.000,-. Harga ini tergantung pada beberapa variable terutama volume (kapasitas pelayanan pasien).Perhitungan analisis Cash-Flow untuk melihat seberapa jauh investasi tersebut menarik dan memberi prospek kemasa depan menunjukkan nilai Rate of Return yang diperoleh yaitu ROR ( i*) adalah 22,6%, jauh diatas suku bungasimpanan Bank saat ini yaitu <10%. Perhitungan analisa Payback Period menunjukkan nilai 1,818 tahun, sangatprospektif secara ekonomi.Kata kunci : Analisis biaya, renograf diagnostik, diseminasi produk
REACTIVITY INSERTION ACCIDENT ANALYSIS OF KARTINI REACTOR Tegas Sutondo
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.22 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.40

Abstract

REACTIVITY INSERTION ACCIDENT ANALYSIS OF KARTINI REACTOR. A transient analysis of reactivity insertionaccident of Kartini reactor during start up from the minimum critical condition has been performed to estimate the effect onthe fuel temperature increase. Two cases of reactivity insertion limits had been assumed in this study i.e. the reactivityinsertions were limited by the actuation of overpower trip system (110 %) for the 1st case and by manual scram when thecontrol rod reached the 100 % UP position, assuming the overpower trip system was failed to function for the 2nd case.Adiabatic condition was assumed in this study, to get the most severe condition. The result shows that based on theassumed power level of trip setting for the 1st case, the total reactivity insertion was 0.82 $, corresponding to the reactorperiod of about 2 s and causing the maximum fuel temperature increase of around 11 oC or the maximum fuel temperature of45 oC. For the 2nd case the total reactivity insertion at the trip point was 1.367 $, resulting in the maximum fuel temperatureincrease of about 103 oC or maximum fuel temperatur of around 137 oC which is still far below the defined design limit of1115 oC for transient condition and 700 oC for steady state as well. This result concludes that by limiting the available coreexcess of reactivity at reasonably low, it could prevent the fuel from possible of undergoing an excessive temperatureincrease, during the postulated reactivity insertion accident.Keywords: Transient analysis, reactivity insertion, accident, reactor kartini, fuel temperature.
KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASI GAMMA Harsojo Harsojo; Irawati Irawati
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.716 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.36

Abstract

KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASIGAMMA. Telah dilakukan penelitian mengenai kontaminasi awal serta dekontaminasi bakteri patogen dengan iradiasigamma pada jeroan sapi seperti hati, babat dan paru. Bakteri patogen yang digunakan adalah Salmonella typhimurium,Escherichia coli 0157, Escherichia coli polyvalen dan Vibrio cholerae yang diinokulasikan ke dalam jeroansapi. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, total bakteri koli, E. coli, Staphylococcus spp danisolasi Salmonella. Pada perlakuan dekontaminasi bakteri patogen, parameter yang diukur adalah jumlah kolonibakteri yang masih hidup setelah diiradiasi pada dosis 0; 0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 kGy di IRPASENA dengan laju dosis1,149 kGy/jam. Hasil penelitian menunjukkan kontaminasi awal total bakteri aerob pada jeroan sapi berkisar antara8,85 x 105 dan 1,08 x 108 cfu/g, sedangkan bakteri koli berkisar antara 2,70 x 106 dan 3,23 x 107 cfu/g. Total bakteriE. coli berkisar antara 8,55 x 105 dan 2,60 x 107 cfu/g. Sedangkan total Staphylococcus spp berkisar antara 1,6 x 105dan 4,10 x 107 cfu/g. Tidak ditemukan Salmonella pada semua contoh yang diteliti, akan tetapi E. coli ditemukanpada semua contoh yang diteliti. Pada jeroan sapi, bakteri E. coli 0157 merupakan bakteri yang paling peka terhadapiradiasi, sedangkan V. cholerae merupakan bakteri yang paling tahan terhadap iradiasi.Kata kunci: Iradiasi, jeroan sapi, bakteri patogen, kontaminasi awal.

Page 1 of 1 | Total Record : 9