cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 22 Nomor 1 Januari 2019" : 6 Documents clear
STUDI AWAL BIODISTRIBUSI NANOMATERIAL 186Re-M41S-NH2 SEBAGAI RADIOFARMAKA UNTUK PROSEDUR RADIOSINOVEKTOMI Sugiharti, Rizky Juwita; Daruwati, Isti; Widyasari, Eva Maria; Christina, Maria
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.065 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.1.4724

Abstract

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun akibat reaksi antigen-antibodi pada lapisan membran sinovial yang menyebabkan kerusakan pada sendi. Salah satu prosedur radioterapi yang digunakan untuk meredakan nyeri dan inflamasi yang disebabkan oleh rheumatoid arthritis adalah radiosinovektomi yaitu dengan injeksi radioisotop pemancar sinar β secara intra-artikular ke dalam sendi sinovial. M41S-NH2adalah partikel ordered mesoporous silica dengan pori-pori seragam yang berikatan stabil dengan radioisotop renium-186 (186ReO4-) menjadi 186Re-M41S-NH2 yang dikembangkan sebagai radiofarmaka untuk prosedur radiosinovektomi. Untuk mengetahui pola biodistribusi dan stabilitas radiofarmaka 186Re-M41S-NH2 secara in vivo maka dilakukan uji biodistribusi dengan cara menyuntikan 186Re-M41S-NH2secara intra artikular ke dalam sendi tikus normal stok Sprague Dawley. Hasil uji biodistribusi 186Re-M41S-NH2, memperlihatkan partikel radiofarmaka 186Re-M41S-NH2 terakumulasi sebesar (96,80+3,92)% ID di dalam sendi lutut 3 jam pasca injeksi.  Eksresi  radiofarmaka  186Re-M41S-NH2di dalam urin setelah 24 jam adalah sebesar (6,11+0,5)% ID menunjukkan radiofarmaka ini cukup stabil di dalam rongga sendi. Data biodistribusi radiofarmaka 186Re-M41S-NH2memperlihatkan radioaktivitas yang sangat rendah di semua organ non target khususnya di hati dan limpa. Akumulasi radioaktivitas yang kecil di lambung menunjukkan radiofarmaka 186Re-M41S-NH2merupakan kompleks yang stabil secara in vivo dan tidak terurai menjadi ReO4-. Dari uji pendahuluan biodistribusi ini memperlihatkan bahwa radiofarmaka 186Re-M41S-NH2ini cukup ideal sebagai radiofarmaka yang dapat digunakan untuk prosedur radiosinovektomi. 
DISTRIBUSI RADIONUKLIDA ALAM SAMPEL LINGKUNGAN TANAH, AIR DAN TANAMAN SEKITAR PLTU REMBANG Sri Murniasih; Sukirno Sukirno
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.27 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.1.4063

Abstract

DISTRIBUSI RADIONUKLIDA ALAM PADA SAMPEL TANAH, AIR DAN TANAMAN DI SEKITAR PLTU REMBANG. Telah dilakukan penelitian radioaktivitas pada sampel air, sedimen dan tanaman (daun singkong) di sekitar Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan radionuklida 226Ra, 228Ra, 232Th dan 40K dalam air, tanah dan tanaman yang mencerminkan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung program monitoring lingkungan dari pencemaran radioaktivitas di sekitar PLTU Rembang.  Pengambilan sampel, preparasi maupun analisis mengacu pada prosedur analisis sampel radioaktivitas lingkungan.Radionuklida alam diukur dengan spektrometri gamma yang dilengkapi detektor HPGe terakreditasi oleh ISO 17025 tahun 2008. Hasil yang diperoleh menunjukkan radioktivitas dalam air berkisar (0,90-52,0) mBq/L,dalam tanah berkisar (100,06-760,30) Bq/kg sedangkan dalam daun singkong berkisar (24,59 – 60,96) Bq/Kg. Berdasarkan PERKA BAPETEN. No 7 Tahun 2017, nilai batas radioaktivitas di air yang diijinkan berkisar (730 – 1000) mBq/L, sedangkan hasil analisis air yang terdapat disekitar PLTU Rembang masih di bawah nilai batas yang diijinkan oleh BAPETEN. 
PENGARUH PERBANDINGAN MOL Ce/Total DALAM LARUTAN UMPAN TERHADAP KERNEL CSZ HASIL SINTER. Sri Rinanti Susilowati; R Sukarsono; Erilia Yusnitha
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.175 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.1.5305

Abstract

PENGARUH PERBANDINGAN MOL Ce/TotalDALAM LARUTAN UMPAN TERHADAP KERNEL CSZ HASIL SINTER. Telah dilakukan pembuatan kernel ceria stabilized zirconia (CSZ) metode gelasi eksternal. Sebagai bahan dasar umpan gelasi menggunakan Ce(NO3)3.6H2O dan ZrO(NO3)2.2H2O dengan variasi perbandingan mol (Zr/Total) nitrat 12, 24, 36, 48 dan 60% dalam larutan umpan. Untuk memperoleh gel yang baik, parameter kunci yang harus dipenuhi pH sol, viskositas umpan, frekuensi, amplitude dan flow rate umpan. Pada proses pencucian, konduktivitas air cucian terakhir dikondisikan pada ≤ 20µS/cm setara 0,001 % berat kandungan NH4OH. Proses pengeringan dilakukan pada kondisi vakum pada 80°C, kalsinasi suhu 500°C , laju pemanasan < 2°C suasana atmosfer. Gel CSZ hasil pengeringan diukur diameternya dan kondisi fisiknya menggunakan mikroskop digital. Karakterisasi menggunakan DTA-TGA menunjukkan adanya puncak endotermis pada suhu sekitar 80°C hingga suhu 189°C, di mana terjadi pengurangan massa sebesar 18,75%, dan puncak eksotermis, terjadi pengurangan massa 11,34%. Puncak endotermis terlihat ada penguapan air dan sisa ammonia dalam gel, puncak eksotermis karena terjadi dekomposisi bahan-bahan organik, ammonium nitrat dalam gel. Dari variasi perbandingan mol Ce/Total gel yang terbaik hingga proses kalsinasi dan sintering hingga suhu 1350°C adalah 12 dan 24 %, gel masih terlihat utuh tidak pecah maupun retak, gel hasil kalsinasi memiliki spektrum IR dengan frekuensi vibrasi pada nilai yang dimiliki gugus fungsi hidroksil, nitrat, cerium dan zirkonium oksida. Kernel CSZ tersinter menghasilkan difraktogram senyawa Zirconium Cerium Oxide dengan struktur kristal tetragonal. 
PENGEMBANGAN TEKNIK PEMISAHAN RADIOISOTOP 113mIn DENGAN SISTIM KROMATOGRAFI KOLOM ZIRCONIUM OKSIDA Duyeh Setiawan; M.Basit Febrian; Yanuar Setiadi
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.328 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.1.4096

Abstract

PENGEMBANGAN TEKNIK PEMISAHAN RADIOISOTOP 113mIn DENGAN SISTEM KROMATOGRAFI KOLOM ZIRKONIUM OKSIDA. Radioisotop indium-113m ( 113mIn ) mempunyai waktu paruh, T1/2 = 1,7 jam dan energi gamma, Eg = 391 keV cocok dan memenuhi kriteria sebagai radioperunut di bidang industri.  Radioisotop 113mIn diperoleh dari peluruhan tin-113 (113Sn, T1/2 = 115 hari) hasil aktivasi neutron 112Sn(n,g)113Sn dalam reaktor nuklir.  Proses pemisahan radioisotop 113mIn menggunakan metode kolom kromatografi berbasis matriks zirkonium oksida dengan elusi menggunakan larutan HCl 0,05 M merupakan pengembangan teknik pemisahan dari kromatografi kolom silika gel. Uji kemurnian radionuklida menggunakan metode pengukuran energi 113mIn dengan spektrometri-gamma, serta kemurnian radiokimia dengan cara kromatografi kertas. Spesifikasi produk akhir dalam bentuk 113mInCl3 berupa larutan jernih, pH 2, diperoleh yield > 90 %,  kemurnian radionuklida > 90 %, kemurnian radiokimia sebesar 95,51 ± 0,24 % dan stabil selama 5 hari pada suhu kamar.
PERBAIKAN KUALITAS BAHAN PEMBAWA Rhizobium dan FUNGI PELARUT FOSFAT MELALUI STERILISASI SINAR GAMMA Co-60 DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L.) Taufiq Bachtiar; Iswandi Anas; Atang Sutandi; Ishak Ishak
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.678 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.1.4405

Abstract

PERBAIKAN KUALITAS BAHAN PEMBAWA RHIZOBIUM dan FUNGI PELARUT FOSFAT MELALUI STERILISASI SINAR GAMMA Co-60 DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI. Varietas unggul kedelai yang dihasilkan dari teknik mutasi radiasi harus didukung oleh teknologi pertanian seperti penggunaan pupuk hayati. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh iradiasi gamma Co-60 terhadap 1) sifat kimia bahan pembawa, 2) viabilitas mikrob dalam bahan pembawa, 3) pertumbuhan dan produksi kedelai varietas Mutiara 3. Komposisi bahan pembawa yang diuji meliputi b0= 100% gambut (%w/w), b1= 50% gambut + 50% biochar (% w/w), b2=50% gambut + 50% fosfat alam (% w/w), b3=50% gambut + 25 % biochar + 25 % fosfat alam (% w/w), b4=100% biochar (% w/w). Metode sterilisasi yang digunakan yaitu dengan iradiasi sinar gamma Co-60 (r) dan autoclave (a). Hasil menunjukkan komposisi bahan pembawa dan sterilisasi sinar gamma berpengaruh terhadap sifat kimia bahan pembawa yaitu pH, NO3, dan P tersedia. Viabilitas Rhizobium R35 dan fungi pelarut fosfat FPF4 dengan jumlah populasi tertinggi diperoleh pada bahan pembawa biochar dengan sterilisasi iradiasi sinar gamma.  Penggunaan pupuk hayati dengan bahan pembawa biochar yang disterilisasi dengan iradiasi sinar gamma Co-60 berpengaruh nyata dalam meningkatkan serapan N dan serapan P pada biji, dan hasil tanaman kedelai varietas Mutiara 3. 
KEHILANGAN H2O SELAMA REAKSI PELINDIAN MINERAL ZIRCON DENGAN NaOH DI DALAM FURNACE Triyono Budiharjo; Muzakky Akhmad Mutawali
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.494 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.1.4625

Abstract

KEHILANGAN H2O SELAMA REAKSI PELINDIAN MINERAL ZIRCON DENGAN NaOH DI DALAM FURNACE.  Telah dilakukan prediksi jumlah kehilangan H2O selama proses peleburan mineral zirkon dengan NaOH di dalam furnace.  Proses awal pemurnian zirkonium dimulai dari pelindian mineral zirkon dengan NaOH. Selama proses peleburan akan dikeluarkan H2O yang diperkirakan akan membawa Rn-222 dan Rn-220 yang berbahaya bagi pekerja radiasi.  Maka tujuan dari pelitian ini adalah melakukan prediksi jumlah kehilangan H2O pada reaksi pelindian mineral zirkon dengan NaOH di dalam furnace dan keluar ke udara. Kehilangan H2O dihitung berdasarkan mol sebelum reaksi peleburan dikurangi dengan sesudah reaksi peleburan.  Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur dan lama waktu kontak, kehilangan mole H2O akan semakin besar.  Besarnya kehilangan mole H2O akan dipengaruhi oleh mole rasio ZrSiO4/NaOH. Kecuali pada mol rasio ZrSiO4/NaOH (1:4), mol kehilangan H2O berharga sama dengan mol rasio ZrSiO4/NaOH (1:2).  Kehilangan mol H2O dicapai pada mol rasio ZrSiO4/NaOH (1:8), pada temperatur 950 ˚C dan waktu kontak 60 menit sebesar 0,024 mole/gr.  Pada kondisi tersebut sisa fase kristal ZrSiO4 tidak terbentuk, tetapi sampel mengandung sisa NaOH yang tidak bereaksi dan bersifat pasta.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6