cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 3: APRIL 2016" : 7 Documents clear
SIFAT MEKANIK DAN SIFAT BARRIER CAMPURAN POLIVINIL ALKOHOL DAN KITOSAN. Wiwik Pudjiastuti; Arie Listyarini; gustina Arianita C; Guntarti Supeni
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.242 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4187

Abstract

SIFAT MEKANIK DAN SIFAT BARRIER CAMPURAN POLIVINIL ALKOHOL DAN KITOSAN. Karakterisasi sifat mekanik dan sifat barrier dari film pencampuran polivinil alkohol (PVA) dengan kitosan dilakukan sebagai salah satu upaya untukmemperoleh alternatif kemasan makanan yang biodegradable. Penelitian ini bertujuan mempelajari perubahan sifatmekanik dan sifat barrier dari campuran PVA dan kitosan dibandingkan dengan PVA atau kitosan murni. Variasi yang dilakukan adalah komposisi PVAdan kitosan yaitu 1:0, 2:1, 2:2, dan 2:3, baik tanpa gliserolmaupun dengan gliserol. Karakterisasi yang dilakukan meliputi kuat tarik, elongasi, nilai laju transmisi uap air dan gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil spektrum FT-IR film campuran merupakan gabungan spektrum PVA dan spektrum kitosan. Nilai kuat tarik, elongasi, dan barrier berubah seiring dengan perubahan komposisi campuran. Dengan adanya penambahan kitosan pada larutan PVA tanpa gliserol nilai kuat tarik, elongasi, dan laju transmisi uap air akan meningkat. Penambahan gliserol pada larutan akan sedikitmemperbaiki nilai elongasi tetapi mengurangi nilai kuat tarik dan meningkatkan laju transmisi uap air.
STUDI AWAL PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KADAR ASIATICOSIDE DARI CENTELLA ASIATICA (L) URB Dewi Sondari; Tun Tedja Irawadi; Dwi Setyaningsih; Silvester Tursiloadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.213 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4193

Abstract

STUDI AWAL PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KADAR ASIATICOSIDE DARI CENTELLA ASIATICA (L) URB. Proses ekstraksi Centella asiatica (L) Urb dengan metode maserasi, sonikasi, sokletasi dan CO2 superkritik telah dilakukan. Pengaruh proses ekstraksi terhadap rendemen dan kadar asiaticoside dari Centella asiatica (L) Urb (pegagan) telah dipelajari. Hasil dari perhitungan rendemen asiaticoside terlihat bahwa kandungan asiaticoside (% berat) dari proses ekstraksimaserasi, sonikasi, sokletasi dan CO2 superkritik berturut-turut sebagai berikut: 6,723%; 0,187%; 3.648%dan 9,24%. Rendemen asiaticoside paling tinggi diperoleh dari teknologi ekstraksi CO2 superkritik, karena teknologi ini dilakukan pada tekanan dan suhu tertentu sehingga kualitas hasil ekstraksi ditentukan oleh seberapa kritis penggunaan tekanan dan suhunya. Karena pada kondisi ini, selain mengubah densitas CO2, juga berpengaruh terhadap kelarutan dan selektivitas dari zat yang akan terekstrak. Semakin tinggi tekanan dan kelarutan, total hasil ekstraksi akan semakin tinggi. Untukmengetahui adanya senyawa asiaticoside dalam Centella asiatica (L) Urb (pegagan) digunakan analisis HPLC. Dari hasil analisis kromatogram bahwa ada dua puncak yang terdeteksi, dan secara kualitatif senyawa asiaticoside yang diperoleh denganmenggunakan ekstraksi CO2 superkritik lebih tinggi kadarnya dibanding metode ekstraksi lainnya, karena teknologi proses ekstraksi CO2 superkritik memanfaatkan kekuatan pelarut dan sifat fisik dari komponenmurni atau campuran, sehinggamudahmelakukan penetrasi ke dalam dinding material yang di ekstrak dan melarutkan komponen senyawa aktif secara selektif dengan kualitas produk tinggi dan tidakmengandung residu pelarut sehingga lebih murni.
PENGARUH VARIASI PEPTIZERS TERHADAP VISKOSITAS DAN SIFAT FISIK KOMPON KARET L.A. Wisojodharmo; R. Fidyaningsih; D.A. Saputra; D.A. Fitriani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.906 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4189

Abstract

PENGARUH VARIASI PEPTIZERS TERHADAP VISKOSITAS DAN SIFAT FISIK KOMPON KARET. Karet alam memiliki sifat liat, kering dan sulit dicampur dengan bahan lain tanpa proses mastikasi, untuk mempermudah proses tersebut digunakan peptizer. Peptizer merupakan bahan bantu proses yang digunakan untuk mempercepat proses mastikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peptizers baik kimia dan fisika terhadap pemrosesan dan sifat fisik dari kompon karet. Peptizers kimia yang digunakan adalah aktiplast 8 dengan variasi komposisi 0; 0,01; 0,03; 0,05 dan 0,07 part per hundred rubber (phr), sedangkan peptizers fisika yang digunakan adalah processing oil dengan variasi 0; 1,5; 1,9; 2,3 dan 2,7. Kedua peptizers yang digunakan menunjukan kecenderungan yang sama yaitu semakin tinggi phr maka viskositas kompon karet semakin menurun, namun sifat fisiknya tidak terpengaruh.
ANALYSIS OF CRYSTAL STRUCTURE AND FUNCTIONAL GROUPS OF NiFe2O4 USING SOL GEL METHOD Mashadi Mashadi; Yunasfi Yunasfi; Wisni Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.447 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4194

Abstract

ANALYSIS OF CRYSTAL STRUCTURE AND FUNCTIONAL GROUPS OF NiFe2O4 USING SOL GEL METHOD. A synthesis and characterization NiFe2O4 with sol gel method have been conducted. Fe2(NO3)3.9H2O powder mixed with Ni(NO3)2 was dissolved in 50 ml of polyethylene glycol at room temperature, then heated at a temperature of approximately 60 °C for 1 hour while stirring to form a wet gel. The gel was then dried in an oven at 120 °C for 5 hours and grinded to form a powder NiFe2O4. NiFe2O4 powder was then heated with a furnace at a temperature variation of 400°C, 600 °C, 800 °C and 1000 °C for 5 hours respectively. X-Ray Diffraction (XRD) pattern indicates that in this stage the sample is single phase. Fourier Transform Infra Red (FT-IR) spectroscopy analysis showed two absorption bands in the range of 411 and 599 cm-1 related to octahedral and tetrahedral sites.
PENGARUH KONDISI REAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KETAHANAN KARET ALAM EPOKSI DALAM N-PENTANA Norma Arisanti Kinasih; M. Irfan Fathurrohman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.026 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4190

Abstract

PENGARUH KONDISI REAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KETAHANAN KARET ALAM EPOKSI DALAM N-PENTANA. Salah satu kelemahan Karet Alam (KA) adalah tidak tahan terhadap oli dan pelarut-pelarut non polar. Metode untuk meningkatkan ketahanan terhadap oli dan pelarut non polar adalah melalui epoksidasi karet alam, untuk menghasilkan Karet Alam Epoksi (KAE). KAE dibuat dengan mereaksikan ikatan rangkap karbon-karbon dengan asam performat secara insitu untuk menghasilkan grup epoksi. Tujuan dari studi ini adalah menginvestigasi pengaruh suhu reaksi dan konsentrasi pereaksi terhadap karakteristik KAE. KAE dibuat melalui reaksi dalam fasa lateks (lateks protein rendah-LPR) dengan asam format (90 %v/v) dan hidrogen peroksida (50 %v/v). Rasio mol antara unit isopren dengan asam format dan hidrogen peroksida yang digunakan adalah 1: 0,3: 0,5-1. Reaksi berlangsung pada variasi suhu (60 °C, 65 oCdan 70 °C) selama 1-6 jam. Hasil analisis Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FT-IR) menunjukkan bahwa peningkatan grup epoksi terjadi seiring peningkatan mol hidrogen peroksida, suhu dan waktu reaksi. Ketahanan KAE terhadap npentana meningkat seiring dengan peningkatan kandungan grup epoksinya.
PULP TERIRADIASI SEBAGAI BAHAN RAYON VISKO SAYANG RAMAH LINGKUNGAN. Gatot Trimulyadi Rekso; Adjat Sudradjat
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.434 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4191

Abstract

PULP TERIRADIASI SEBAGAI BAHAN RAYON VISKO SAYANG RAMAH LINGKUNGAN. Telah dilakukan penelitian pembuatan rayon viskosa ramah lingkungan dengan teknik iradiasi. Tujuan penelitian ini adalah membuat serat rayon dari pulp yang di iradiasi, agar proses xantasi mempergunakan larutan CS2 dengan konsentrasinya yang lebih rendah. Pulp yang digunakan bentuk lembaran dan iradiasi menggunakan mesin berkas elektron 2 MeV dengan dosis 3 kGy, 5 kGy, 10 kGy, 15 kGy dan 20 kGy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulp yang diiradiasi dapat dibuat rayon viskosa dengan konsentrasi larutan xantasi CS2 sebesar 20%(v/v) dan 25%(v/v). Dosis iradiasi sampai dengan 10 kGy menghasilkan serat rayon yangmemenuhi rayon standar dengan bertambahnya dosis iradiasi dari 3 kGy sampai 10 kGy akan menurunkan sifat fisik serat rayon yang dihasilkan. Dosis iradiasi terbaik untuk pembuatan serat rayon adalah pulp yang di iradiasi dengan dosis 5 kGy.
STUDI KARAKTERISTIK FARMASETIS MIKRO KRISTALIN SELULOSA DARI JERAMI PADI VARIETAS LOKAL BALI Prasetia Prasetia; I G. N. Jemmy A; I G. N. A. Dewantara Putra
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.96 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4192

Abstract

STUDI KARAKTERISTIK FARMASETIS MIKRO KRISTALIN SELULOSA DARI JERAMI PADI VARIETAS LOKAL BALI. Bali terkenal dengan sistemirigasi pertaniannya di Indonesia. Padimenjadi komoditas pertanian utama di Bali dengan pengembangan varietas lokal yaitu varietas Mansur. Namun, pemanfaatan limbah jerami padi sisa hasil pertanian kurang optimal. Kandungan selulosa yang sangat tinggi pada jerami padi menjadikannya berpotensi sebagai bahan baku Pembuatan Mikrokristalin Selulosa (MCC). Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian karakteristik farmasetisMCC dari jerami padi varietas Mansur dengan tujuan meningkatkan pemanfaatan limbah padi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam formulasi sediaan farmasi. Pembuatan MCC dilakukan melalui dua tahapan yaitu proses delignifikasi dan hidrolisis asam. Dalam proses delignifikasi, digunakan larutan NaOH pada berbagai konsentrasi (5%; 7,5%; 10%; 12,5%dan 15%) selama 24 jam. Tahap hidrolisis asamdilakukan dengan menggunakan larutan HCl 2,5 N. Hasil MCC pada berbagai konsentrasi NaOH selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik farmasetis yang meliputi penentuan kadar α-selulosa, pengamatan organoleptis, kelembaban, kelarutan dalam air, pH, bobot jenis nyata, bobot jenis mampat, Indeks Carr dan uji Scanning Electron Microscope (SEM). Pada penelitian ini, telah dihasilkan produk MCC dari jerami padi varietas Mansur (MCCMS).Adanya variasi konsentrasi NaOH pada proses delignifikasi menyebabkan adanya perbedaan kandungan α-selulosa. Dari karakteristik farmasetis, MCCMS-7,5% memiliki kandungan selulosa paling tinggi dan Indeks Carr yang cukup baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue