cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002" : 27 Documents clear
EFEK GMR (GIANT MAGNETORESISTANCE) PADA LAPISAN TIPIS MAGNETIK FeSiAl YANG DIHASILKAN DENGAN TEKNIK SPUTTERING Yunanto Yunanto; Trimardji Atmono; Sudjatmoko Sudjatmoko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.043 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5235

Abstract

EFEK GMR (GIANT MAGNETORESISTANCE) PADA LAPISAN TIPIS MAGNETIK FeSiAl YANG DIHASILKAN DENGAN TEKNIK SPUTTERING. Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis FeSiAl dengan, metodapin hole menggunakan teknik RF sputtering. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat lapisan tipis magnetik yang terdiri dari bahan magnetik, nonmagnetik dan semikonduktor yang mempunyai sifat GMR. Senyawa FeSiAl diperoleh dengan menggunakan metoda pin hole, dimana metoda ini lebih sederhana dibandingkan dengan metoda multi layer maupun target paduan. Target pin hole Si, Al dan dan target utama Fe, ditembaki dengan ion argon berasal dari gas argon yang telah terionisasi oleh tegangan RF. Penelitian efek GMR dilakukan dengan mengukur tahanan lapisan tipis magnetik dengan ohm meter menggunakan metoda probe empat titik, sebagai fungsi medan magnet luar. Analisis unsur dilakukan dengan menggunakan metoda Analisa Reaksi Inti. Dari hasil pengukuran yang dilakukan didapatkan hasil efek GMR yang paling baik dengan nisbah GMR 34 %. Perubahan tahanan lapisan tipis paling besar dari 7,551 ohm menjadi 2,567 ohm terjadi pada kuat medan magnet 0 gauss sampai dengan 60 gauss Parameter yang menghasilkan efek GMR paling baik timbul pada perbandingan komposisi unsur Fe 83:%, Si 6%, Al 7%, daya RF 185 watt, tekanan 9x10-2<>/sup torr dan waktu deposisi 3O menit.
DAYA TAHAN KOROSI BAHAN RIGID BONDED MAGNET MQP-0 (BERBASIS NdFeB) SEBELUM DAN SETELAH PELAPISAN PERMUKAAN. Setyo Purwanto; M. Ihsan; Mujamilah Mujamilah; Mashadi Mashadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.974 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5146

Abstract

DAYA TAHAN KOROSI BAHAN RIGID BONDED MAGNET MQP-0 (BERBASIS NdFeB) SEBELUM DAN SETELAH PELAPISAN PERMUKAAN. Rigid bonded magnet(RBM) MQP-0, bahan magnet berbasis NdFeB telah dibuat dan dilakukan beberapa perlakuan. Diketahui bahwa daya tahan korosi bahan RBM yang dibuat dengan bahan pengikat/binder epoksi resin lebih tahan terhadap serangan korosi dibandingkan dengan yang berperekat poliester (PE). Uji laju korosi pada berbagai medium seperti air, NaCl dan H2SO4 menunjukkan hal tersebut. Untuk kasus pengujian bahan RBM di dalam media NaCl pada konsentrasi 0,05M dan 0,10M memperlihatkan laju korosi 0,18 mili—inchi/tahun dan 2,93 mili-inchi/tahun untuk perekat epoksi, dibandingkan 4,10 mili—inchi/tahun dan 24,87 mili-inchi/tahun untuk perekat poliester. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap korosi telah dilakukan pelapisan bahan RBM dengan polimer epoksi. Diketahui pengaruh pelapisan dengan polimer epoksi menurunkan laju korosi sampai separuhnya. Uji laju korosi pada bahan RBM setelah pelapisan polimer epoksi di dalam media NaCl 0,15M besarnya 9,38 mili—inchi/tahun, sedangkan yang tanpa pelapisan besarnya 15,11 mili-inchi/tahun.
MAGNETIC PHASE TRANSITIONS OF T-PHASE Gd2CuO4 SINGLE CRYSTAL I. M. Sutjahja; M. Diantoro; A. A. Nugroho; A. Menovsky; M. O. Tjia
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.32 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5223

Abstract

MAGNETIC PHASE TRANSITIONS OF T-PHASE Gd2CuO4 SINGLE CRYSTAL. The magnetic properties of T‘-phase Gd2CuO4 Single crystal grown by the Traveling Solvent Floating Zone (TSFZ) method have been investigated by means of ac-magnetic susceptibility and dc-magnetization measurements. The result of these studies revealed an anomaly in the temperature dependent magnetization at temperature of T = 6.5, 290 and 20 K, associated respectively with the long-range antiferromagnetic ordering of the Gd and Cu ions and Cu- spin reorientation transitions. The complex magnetic structure of this compound shown by the weak ferromagnetic behavior below the copper ordering temperature (TN(Cu) = 290 K) is induced by an effective field due to exchange interactions between the ordered copper moments and the rare-earth ions. These results, together with the previous neutron diffraction measurement, establishes the existence of ferromagnetic Gd layers in the ab-plane which are stacked antiferromagnetically along c-direction, indicating a quasi—two dimensional antiferromagnetic nature of Gd2CuO4.
PENGUKURAN ANISOTROPI MAGNETIK SUSCEPTIBILITY BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH Wahyuni Wahyuni; Nurlaela Rauf; Satria Bijaksana
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.366 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5240

Abstract

PENGUKURAN ANISOTROPI MAGNETIK SUSCEPTIBILITY BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH. Anisotropy Magnetic Susceptibility (AMS) adalah gambaran perbedaan harga susceptibility magnetik pada suatu sampel yang bergantung pada arah atau orientasi medan yang mempengaruhinya. Dua puluh dua sampel dari empat daerah gunung merapi, di Jawa Tengah telah diukur anisotropi susceptibility magnetiknya dengan menggunakan MSZ Bartington. Kedua puluh dua sampel tersebut menunujukkan susceptibility yang tinggi sampai dengan 8037,5 x 10-5 (SI unit). Sebelas sampel sangat anisotropik (dengan derajat anisotropi mencapai 16%). Sampel lainnya memiliki derajat anisotropi kurang dari 6% (dari daerah pasar bubar, Kali Kuning, Kali Gendong, Kali Gendol Utara), hal ini menunjukkan bahwa sebagian sampel dapat digunakan dalam paleomagnetik.
PROTOTIPE INSTRUMEN PENGUKUR KERUGIAN INTI MATERIAL KOMPONEN INDUKTIP Idris Novianto; Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.205 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5254

Abstract

PROTOTIPE INSTRUMEN PENGUKUR KERUGIAN INTI MATERIAL KOMPONEN INDUKTIP. Telah dilakukan studi mengenai pengukuran kerugian inti lembaran material komponen induktip FeSiC non- oriented menggunakan metoda AC Epstein, melalui proses demagnetisasi sinyal bolak-balik dengan frekuensi 50 Hz. Pengembangan awal suatu metode pengukuran standar juga dilakukan, yaitu dengan mengintegrasikan personal komputer denan rangkaian penguji Epstein. Keadaan saturassi dicapai sekitar 2T, dimana harga kerapatan fluks eksternal yang diberikan sangat kecil, sehingga harga polarisasi magnet hampir sama dengan harga kerapatan fluks total. Pengukuran kerugian inti difokuskan pada kondisi kerapatan fluks diatas 1,5 T hingga mencapai keadaan saturasi. Kerugian inti pada 1,53 T sekitar 6,22 W/kg pada pengukuran manual dan 5,59 W/kg dengan personal komputer. Studi juga membuktikan bahwa material magnet lunak ini mempunyai kerugian inti yang kecil, ditandai dengan hanya sebagian kecil persentase arus eksitasi yang hilang karena kerugian inti.
STUDI BANDING SIFAT STATIK MAGNETIK DALAM SISTEM SPIN KUANTUM NH4CuCl3 Wahyu Rudi Hartono; Budhy Kurniawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.778 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5236

Abstract

STUDI BANDING SIFAT STATIK MAGNETIK DALAM SISTEM SPIN KUANTUM NH4CuCl3. Sebuah sistem kuantum NH4CuCl3 memiliki ruang grup monoklinik Pn/c dan terdiri dari rantai ganda pada sisi batas yang ditempati oleh oktahedra CuCl6 sepanjang sumbu-a. Rantai ganda terletak pada sudut-sudut dan pusat dari unit sel dalam bidang bc dan dipisahkan oleh ion-ion NH4+. Gambaran dari interaksi pertukaran dalam rantai ganda diilustrasikan sebagai sebuah spin altemasi Heisenberg terdiri dari interaksi J1 dan J3 dengan interaksi Antar-Tetangga-Terdekat J2. Plateau magnetisasi dari sistem ini dipelajari dengan teknik bosonisasi. Untuk mendapatkan gambaran fisis dan untuk menjelaskan fenomena plateau pada NH4CuCl3, kami menghitung energi keadaan dasar E0 (N,δ) dan eksitasi pertama E1 (N,δ).
STATUS PENELITIAN BAHAN GIANT MAGNETORESISTANCE PADUAN LOGAM TANAH JARANG DI P3IB BATAN Setyo Purwanto; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Wisnu Ari Adi; Ahmad S.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.134 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5258

Abstract

STATUS PENELITIAN BAHAN GIANT MAGNETORESISTANCE PADUAN LOGAM TANAH JARANG DI P3IB BATAN. Penelitian bahan Giant Magnetoresistance (GMR) - suatu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai sensor magnetik maupun perekam data magnetik- berbasis Logam Tanah Jarang(LTJ) di P3IB-BATAN telah dimulai sejak tahun 1998 dengan objek studi paduan (Sm,La)Mn2Ge2. Dari studi tersebut telah berhasil disintesis suatu paduan yang memiliki rasio Magneto-Resistance (MR) meneapai 66% pada suhu ruang setelah perlakuan sintering. Diketahui bahwa ukuran butiran, densitas cuplikan mempengaruhi rasio Magnetoresistance (MR) bahan. Selanjutnya studi dilakukan melalui program Riset Unggulan Terpadu Vl yang berakhir tahun 2001 pada paduan (Sm,Y)Mn2Ge2 dan (Sm,Gd)Mn2Ge2 dalam bentuk pelet dan film tipis. Dari studi tersebut diketahui bahwa pengaruh ukuran butiran pada cuplikan pelet mampu meningkatkan harga rasio MR sebesar 45%. Pada cuplikan pelet harga rasio MR yang besar diduga berkaitan dengan roughness/kekasaran dari pennukaan sehingga kontribusi bulkscattering menjadi sangat dominan. Studi simulasi dengan model magnetic granular pada berbagai paduan ini. menunjukkan hal tersebut. Sedangkan pada cuplikan film tipis dimana faktor , roughness sangat berkurang diketahui peranan under layer Ag dan Cu serta proses sintering yang berkaitan dengan ukuran butiran pada tingkat mikro bahkan nanometer temyata dapat mengoptimalkan harga rasio Magnetoresistance (MR) sampai rasio MR sekitar 6%. Pengukuran sifat GMR dilakukan dengan peralatan four point probe sampai dengan medan magnet luar 2 Tesla.

Page 3 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue