Jurnal Sains Materi Indonesia
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1: OKTOBER 2003"
:
20 Documents
clear
PERHITUNGAN REFLEKTANSI DAN TRANSMITANSI GELOMBANG ELEKTROMAGNET HARMONIK KEDUA TERPOLARISASI-S PADA BAHAN ANTIFEROMAGNET FeF2 DALAM KONFIGURASI FARADAY
Roniyus M. S.;
Muslim Muslim;
Kamsul Abraha
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1137.509 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5214
PERHITUNGAN REFLEKTANSI DAN TRANSMITANSI GELOMBANG ELEKTROMAGNET HARMONIK KEDUA TERPOLARISASI-S PADA BAHAN ANTIFEROMAGNET FeF2 DALAM KONFIGURASI FARADAY. Telah dilakukan perhitungan reflektansi dan transmitansi gelombang elektromagnet harmonik kedua terpolarisasi-s pada bahan antiferomagnet FeF2 dalam konfigurasi Faraday. Gelombang elektromagnet harmonik kedua (SHEM) yang terpantul dan terbias ini sangat dipengaruhi oleh gelombang elektromagnet harmonik pertama yang terpantul dan terbias yang dibangkitkan oleh gelombang datang. Prosentase dari pemantulan dan pembiasan gelombang SHEM ini lebih kecil daripada gelombang harmonik pertama. Dari perhitungan ini didapatkan informasi bahwa perbandingan antara R(2)/T1(2) dan T2(2)/T1(2) dengan R(2),T1(2) dan T2(2) berturut-turut adalah reflektansi gelombang SHEM, transmitansi gelombang SHEM yang terbias pertama dan transmitansi gelombang SHEM yang terbias kedua, memiliki sifat resiprokal terhadap perubahan tanda φ(sudut tiba gelombang datang terhadap garis normal) dan Hφ (medan magnet konstan terpasang dari luar).
NOVEL MAGNETISM IN PERMANENT MAGNETS
R. Griissinger
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1489.015 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5195
An overview on the physics of hard magnetic materials is given. The basic considerations leading to hard magnetic properties are discussed. All groups of industrial permanent magnets such as: Al-Ni-Co, ferrites. Sm-Co based, Nd-Fe-B are presented. The most important production methods are described. The advantage and disadvantages of each magnet group is given.
KONTROL CATU DAYA DC 30V/15A MENGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89C52 DENGAN METODE LOOK-UP TABLE UNTUK APLIKASI SISTEM PEMAGNETAN
Arieko Abdillah;
Lingga Hermanto;
Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (787.385 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5219
KONTROL CATU DAYA DC 30V/15A MENGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89C52 DENGAN METODE LOOK-UP TABLE UNTUK APLIKASI SISTEM PEMAGNETAN. Telah dilakukan penelitian mengenai sistem pengontrol arus DC berbasis mikrokontroler Atmel AT89C52. Mikrokontroler mengatur transistor yang akan diaktifkan guna melewatkan arus DC untuk menghasilkan medan magnet homogen. Sistem ini menghasilkan variasi arus DC dari 1,8 A hingga 12 A. Variasi arus tersebut menghasilkan nilai medan magnet terukur yang bernilai 23 mT hingga 325 mT. Pengolahan data masukan dan data yang tersimpan dalam mikrokontroler menggunakan metode look-up table. Rangkaian mikrokontroler dan rangkaian catu daya tersebut dipisahkan /diisolasi dengan menggunakan optocoupler. Sistem pengontrol arus DC ini dapat dijadikan model awal untuk pengontrol medan magnet untuk tujuan magnetisasi pada sistem pemagnetan.
PENGARUH MEDAN DEPOSISI PADA STRUKTUR MIKRO, RESISTANSI DAN NISBAH MR LAPISAN TIPIS NiemYANG DISIAPKAN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING
Moh. Toifur
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (949.581 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5200
PENGARUH MEDAN DEPOSISI PADA STRUKTUR MIKRO, RESISTANSI DAN NISBAH MR LAPISAN TIPIS NiemYANG DISIAPKAN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING. Telah dibuat lapisan tipis Ni80Fe20 pada suhu substrat 200°C berbantuan medan deposisi 600 gauss. Penelitian bertujuan untuk mengamati pengaruh medan deposisi terhadap struktur atom lapisan, resistansi dan efek MR. Dari spektrum. XRD dinyatakan bahwa lapisan berstruktur kristal dengan puncak-puncak difraksi pada sudut 37,45°, 43,4° dan 44,75° dan bersesuaian dengan unsur Fe2O3, NiFe dan NiO. Penambahan B menjadikan ukuran butir cenderung berkurang. Dari uji resistansi dengan probe 4 titik diperoleh resistansi maksimum sebesar l7407,04 ohm yang bersesuaian dengan medan deposisi 0 gauss, hal mana menunjukkan spin-spin elektron lapisan memiliki struktur paling acak. Sedangkan dari uji MR pada medan H = 0 — IS gauss diperoleh medan jenu-h (Hs) semua lapisan l2,5 gauss yang menunjukkan lapisan termasuk jenis soft magnetic. Nisbah MR terbesar 10,23 % yang bersesuaian dengan medan B = 0 gauss sedangkan nisbah MR terkecil 0,9 l % bersesuaian dengan medan B = 300 gauss. Lapisan yang pertama sesuai untuk sensor medan magnet berstruktur lapisan tunggal sedangkan lapisan yang kedua sesuai untuk membuat sensor medan magnet berstruktur multilapis.
KAJIAN TEORETIS RAGAM POLARITON MAGNETIK DALAM BAHAN LOGAM ANTIFEROMAGNET
Vincensius Gunawan S. K.;
Kamsul Abraha
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (566.471 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5215
KAJIAN TEORETIS RAGAM POLARITON MAGNETIK DALAM BAHAN LOGAM ANTIFEROMAGNET. Telah dilakukan penelitian untuk menurunkan relasi dispersi polariton magnetik dalam bahan logam antiferomagnet dengan geometri semi tak-hingga. Bahan dibuat beralur (berlapis) dengan bahan isolator nonmagnet agar efek penyekatan berkurang sehingga ragam polariton dapat dibangkitkan. Diperoleh hasil relasi dispersi ragam polariton permukaan yang bersifat berbalik, ω (kx) = ω(-kx) (tanpa keberadaan medan magnet luar. Bila medan magnet luar diterapkan, ragam polariton pennukaan menunjukkan sifat tak berbalik, ω (kx) ≠ ω(-kx). Daya hantar bahan magnet menyebabkan timbulnya redaman dalam ragam polariton. Redaman cenderung semakin besar seiring dengan diterapkannya medan luar.
ANALISIS SIFAT MEKANIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT DENGAN MATRIKS POLIESTER DAN EPOKSI PADA PENAMBAHAN ADITIF SILAN
Sudirman Sudirman;
Ridwan Ridwan;
Mujamilah Mujamilah;
Aloma Karo Karo;
Marisa Rembulan;
Fitriyanti Fitriyanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1078.583 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5205
ANALISIS SIFAT MEKANIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT DENGAN MATRIKS POLIESTER DAN EPOKSI PADA PENAMBAHAN ADITIF SILAN. Pemakaian magnet komposit untuk berbagai macam keperluan dalam industri besar maupun industri rumah tangga, terutama magnet komposit berbasis heksaferit banyak dijumpai di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat magnet komposit antara heksaferit dengan polimer poliester dan atau epoksi serta mempelajari pengaruh penambahan coupling agent berupa 3-aminopropyltriethoxysilane (3-APE) terhadap sifat mekaniknya. 3-APE akan menjembatani antara serbuk magnet dengan polimer sehingga akan meningkatkan kekuatan tarik dari magnet komposit tanpa mengurangi sifat kemagnetannya. Serbuk magnet (SrM dan BaM) yang telah dibasahi dengan coupling agent 3-APE dicampurkan ke dalam matriks yang terdiri dari campuran poliester dengan Mekpo sebagai bahan pengeras atau epoksi dengan Versamid sebagai bahan pengeras, diaduk sampai homogen selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk dumbbell dan diberi tekanan. Untuk epoksi, penekanan dilakukan dengan menggunakan hot press pada suhu 70°C dengan beban 150 kg/cm2 kemudian didinginkan dengan coldpress. Pada poliester, tekanan dilakukan dengan press hydraulics selanjutnya curing pada suhu 70 °C menggunakan oven selama l jam. Komposisi SrM dan BaM divariasi pada 30%, 40% dan 50% fraksi volume dan coupling agent 3-APE divariasikan sebesar 5 mL, lO mL dan 15 mL untuk setiap fraksi volume. Kemudian dilakukan karakterisasi kekerasan, sifat mekanik, dan sifat kemagnetan. Hasil yang diperoleh menunjukkan secara umum penambahan coupling agent 3-APE pada magnet komposit memberikan efek terbaik pada volume sebesar 10 mL untuk magnet komposit dengan perekat poliester maupun epoksi. Penambahan serbuk magnet SrM dan BaM pada matriks polimer secara umum menurunkan harga kekutan tarik magnet komposit, harga maksimum kekuatan tarik terjadi pada'kandungan 40% fraksi volume SrM maupun BaM. Sifat kemagnetan komposit berbasis SrM lebih baik dibandingkan BaM baik dengan matriks epoksi maupun poliester
MAGNETIC MATERIALS FOR DATA STORAGE
M. Matsumoto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.378 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5196
Required properties and design idea for magnetic data storage medium to attain high density recording are studied, followed by the descriptions of experimentally obtained properties of thin films of Ba-ferrite,’ NdFeB, FePt, SmCo prospected for high density storage.
STUDI KARAKTERISTIK FEROMAGNETIK MODEL HEISENBERG SPIN 1/2 ID MENGGUNAKAN ANSATZ BETHE I
L. Rohman;
A. Arkundato;
I. Sugihartono;
B. Kurniawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (783.042 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5211
STUDI KARAKTERISTIK FEROMAGNETIK MODEL HEISENBERG SPIN 1/2 ID MENGGUNAKAN ANSATZ BETHE I. Secara teoritik studi tentang spin 1/2 feromagnetik model Heisenberg telah diamati dengan menggunakan Ansatz Bethe I. Pada dasamya kami mencoba memprediksi secara kuantitatif dinamika dari dua spin yang bertetangga. Di sini kami melihat karakteristik dari energi dispersi dari dua magnon dalam keadaan terikat.
STRUCTURAL AND MAGNETIC PROPERTIES OF FE/SI MULTILAYER GROWN BY HELICON PLASMA SPUTTERING
Setyo Purwanto;
Isao Sakamoto;
M. Koike;
H. Tanoue
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.147 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5201
STRUCTURAL AND MAGNETIC PROPERTIES OF FE/SI MULTILAYER GROWN BY HELICON PLASMA SPUTTERING. Helicon plasma sputtering method has been used to grown the Fe/Si multilayer (MLs) with various thickness of Silicon spacer around 0.5 ~ 2nm for Fe thickness fixed at 2nm in order to investigated the antiferromagnetic coupling behaviour. Also we grown the MLs with various Fe thickness around 2-5nm for Silicon spacer fixed at tSi =l nm and l.5nm. Present study found that in case of Silicon spacer thickness tSi= l nm multilayer film exhibit antiferromagnetically ordering, beside this thickness the MLs are ferromagnetic. The maximum magnetoresistance ratio is 0.22%, it appears at the Fe thickness tFe=3nm and Si thickness tSi=l nm.
MAGNETIC MOMENT OF THE PROTON FROM KAON PHOTOPRODUCTION UP TO 16 GeV
T. Mart
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.847 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5216
MAGNETIC MOMENT OF THE PROTON FROM KAON PHOTOPRODUCTION UP TO 16 GeV. By using the Gerasimov-Drell-Heam (GDH) sum rule and an isobar model of kaon photoproduction, we calculate contributions of kaon-hyperon final states to the magnetic moment of the proton and the neutron. We find that the contributions are small. We further extend the isobar model for kaon photoproduction to consider higher energy data by combining the model with a Regge approach. The extended model works nicely between threshold and 16 GeV. We use the model to refine the calculation up to 16 GeV. PACS number(s): 13.60.Le,11.55.Hx, 13.40.Em, 14.20.Dh