Jurnal Sains Materi Indonesia
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 3: JUNI 2004"
:
11 Documents
clear
PENGARUH COUPLING AGENT PADA KARAKTERISTIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT (SrM/BaM) DENGAN PEREKAT POLIESTER DAN EPOKSI
Sudirman Sudirman;
Ridwan Ridwan;
Mujamilah Mujamilah;
AIoma Karo Karo;
Ari Handayani;
Rukihati Rukihati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1796.203 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5091
PENGARUH COUPLING AGENT PADA KARAKTERISTIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT (SrM/BaM) DENGAN PEREKAT POLIESTER DAN EPOKSI. Magnet komposit merupakan gabungan antara serbuk magnet heksaferit dan bahan pengikat bukan magnetik seperti polimer. Magnet komposit dikembangkan untuk memperoleh bahan magnet yang ringan, elastis dan murah. Pada penelitian ini, digunakan perekat berupa polimer termoset yaitu epoksi dan poliester dengan serbuk magnet heksaferit SrM dan BaM. Disamping itu juga dipelajari pengaruh penambahan coupling agent terhadap sifat mekanik, kekerasan dan strukturmikro magnet kompositnya. Pembuatan magnet komposit dilakukan dengan mencampurkan polimer epoksi atau poliester dengan variasi fraksi volume serbuk heksaferit SrM (SrF12O19) atau BaM (BaFe12O19) sebesar 40, 50 dan 60% v/v yang sebelumnya ditambahkan coupling agent Tetra Isopropil Titanate sebanyak mL atau 10 mL. Selanjutnya dilakukan karakterisasi sifat mekanik (kekuatan tarik), kekerasan dan strukturmikronya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sifat mekanik (kekuatan tarik) dan kekerasan magnet komposit berbasis heksaferit dengan perekat poliester atau epoksi mengalami kenaikan dengan bertambahnya komposisi (%v/v) serbuk magnet baik SrM maupun BaM, dikarenakan strukturmikro ukuran partikel serbuk SrM sebesar 1.6 um dengan bentuk serpihan sedangkan BaM berbentuk nodular dengan ukuran partikel sebesar 1,2 um. Perekat polimer epoksi mempunyai harga kekuatan tarik dan kekerasan yang lebih besar dibandingkan dengan magnet komposit berbasis poliester, baik dengan serbuk SrM maupun dengan serbuk BaM. Penambahan coupling agent sangat berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kekerasan magnet komposit dan semakin banyak coupling agent yang ditambahkan maka semakin besar harga kekuatan tarik dan kekerasan dari magnet kompositnya.
PEMISAHAN Ce DARI LIMBAH KATALIS BERBASIS OKSIDA BESI
Ridwan Ridwan;
Grace Tj. Sulungbudi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (669.473 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5087
PEMISAHAN Ce DARI LIMBAH KATALIS BERBASIS OKSIDA BESI. Limbah katalis untuk produksi stirena dari etilbenzena mengandung Fe dan Ce sebagai unsur dominan. Metode pemisahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengendapan dengan oksalat. Limbah katalis dilarutkan dalam dua media, yaitu dalam larutan HCl encer dan HCl pekat. Reaksi pengendapan cerium oksalat dari larutan cerium klorida dengan penambahkan sedikit demi sedikit larutan 0,2M natrium oksalat pada 50°C. Residu didekomposisi pada 450°C selama 2 jam, kemudian dikalsinasi pada 900°C selama 2 jam untuk membentuk oksida. Proses pemisahan dengan media HCl pekat berupa CeO2, sedangkan dengan media HCl encer diperoleh campuran CaO dan CeO2.
PREPARATION OF POROUS TITANIA AEROGEL BY CO2 SUPERCRITICAL EXTRACTION TECHNIQUE.
Silvester Tursiloadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1197.273 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5096
PREPARATION OF POROUS TITANIA AEROGEL BY CO2 SUPERCRITICAL EXTRACTION TECHNIQUE. Porous anatase titania that is attractive to its notable functions for photo catalysis and photon-electron transfer. A method for producing the porous anatase titania at low temperature is with dissolving of a titanium alkoxide in a methanol to give a titanium alkoxide solution, adding a mixed solution containing water, nitric acid catalyst and a methanol to the titanium alkoxide solution to perform hydrolysis and simultaneous polymerization to give a polymer solution (gel). The solvent in wet gels was super-critically extracted in CO2 at 60°C and 22 Mpa. Thermal evolution ofthe microstructure ofthe gels were evaluated by TGA—DTA, N2 adsorption, TEM and XRD. A porous titania, which has an anatase-form crystalline structure, an anatase-form particle diameter about 4 nm, average pore diameter of 13 nm, a BET specific surface area of 195 m2/g and a total pore volume of 0.55 cm2/g was obtained as prepared condition. The transformation of anatase phase to rutile phase occurred at 600 °C.
EFFECTS OF QUENCHING-MEDIUM ON THE CRYSTAL STUCTURE OF ASSAB-CORAX STEEL
Aziz K. Jahja;
Nurdin Effendi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (912.302 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5083
EFFECTS OF QUENCHING-MEDIUM ON THE CRYSTAL STUCTURE OF ASSAB-CORAX STEEL. X-ray diffraction experiment was carried out on commercial Assab-Corax steel sample. The samples were quenched after heat-treated at 920 °C in three different media, air, water and brine. The main objective wasto check on any significant changes occurring in the crystal-structure of the sample, before tempering could becarried out. The x-ray diffraction intensity was collected using the step counting method with a 0.05°stepscan and 2 second preset time. The refinement was carried out using the lm3m model, and results show that the Carbon atoms are distributed among the base position in the body centered cubic unit cell at the eight-fold octahedral interstitial sites. It was verified that although there is a slight expansion in the lattice parameter due to lattice distortion effected by the carbon atoms and a variation in terms of relative peak intensities and theFWHM values, no fundamental structural changes have taken place after the 920 °C pie-tempering heat-treatment. It was found that alloys quenched in a brine medium, have the best chance to conserve both the crystalline structure and the hardness property of the original untreated sample. The highest hardness value is from the brine-quenched medium at (373±4) HVN which lies within the experimental error of the untreatedsample’s hardness (382±21) HVN. In the air- and brine quenched samples, the highest inhomogenous strain-field is in the [/10] crystal direction, and is lowest in the [220] direction. Whereas for the water-quenchedsample, these directions are the [3/0] and the [/10] respectively.
PEMBUATAN KOMPOSIT POLIMER BERPENGUAT SERAT SINTETIK UNTUK BAHAN GENTENG
Nuning Aisah;
Hanedi Darmasetiawan;
Sudirman Sudirman;
Aloma Karo Karo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1566.19 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5056
PEMBUATAN KOMPOSIT POLIMER BERPENGUAT SERAT SINTETIK UNTUK BAHAN GENTENG. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi komposit dengan matriks polimer termoset yang diperkuat serat sintetik, yang pada akhirnya akan diupayakan suatu analisis kemungkinan bahan komposit tersebut dapat dijadikan bahan pembuatan genteng alternatif. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji mekanik-tarik, uji kekerasan, uji termal, dan pengamatan strukturmikro. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan nilai kekuatan tarik di setiap penambahan lapisan serat pada matriks polimer bahan komposit. Nilai kekuatan tarik tertinggi 165,62 MPa dan 107,47 MPa, dicaapai oleh masing-masing matriks poliester dan matriks epoksi dengan tiga lapisan serat. Matriks epoksi mempunyai nilai kekerasan yang lebih baik dibanding matriks poliester. Pengamatan strukturmikro dengan menggunakan mikroskop optik, memperlihatkan terjadinya distribusi serat yang cukup merata dalam matriks, sehingga ikat-silang yang terbentuk cukup banyak. Hal ini menyebabkan kuatnya ikatan bidang antarmuka yang berdampak pada nilai kekuatan tariknya. sedangkan dari uji termal yang terlihat pada termogram DTA diperoleh informasi bahwa semakin banyak jumlah lapisan serat pada matriks polimer, menghasilkan puncak endotermik yang semakin tajam.
PEMBUATAN KOMPOSIT ARANG AKTIF-ZEOLIT- CMC SEBAGAI BAHAN PENYARING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
Saryati Saryati;
Sutisna Sutisna;
Rukihati Rukihati;
Wildan Z;
Wahyudianingsih Wahyudianingsih;
Siti Suprapti;
Sumarjo Sumarjo;
Istanto Istanto;
Ari Handayani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1191.432 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5084
PEMBUATAN KOMPOSIT ARANG AKTIF-ZEOLIT- CMC SEBAGAI BAHAN PENYARING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM. Telah dibuat bahan untuk pengolahan air minum dengan sitem catu, komposit arang aktif-zeolit dengan karboksi metil selulosa (CMC) sebagai pengikat. Komposisi komposit yang optimum, yang diukur dari kemampuannya menjerap Fe dan MB (biru metilena), adalah l gram arang aktif, 2 gram Mn-zeolit dan O,l gram CMC. Dibandingkan dengan komposit arang aktifzeolit - bentonit dan komposit arang aktif-zeolit - kaolin, penjerapan terhadap ion Fe oleh komposit arang aktif-zeolit -CMC adalah rendah. Komposit arang aktif-zeolit CMC telah diaplikasikan dalam pengolahan air sumur dan air kran. Untuk lOO mL air sumur digunakan l gram komposit dikoeok selama 15 inenit dan diamati kandungan Fe, Cd, Pb dan bakteri coli dalam air sebelum dan sesudah perlakuan. Terlihat bahwa komposit tersebut menurunkan kandungan Fe, Cd, Pb dan bakteri coli dalam air. Kandungan Cd dan Fe turun lOO %, kandungan Pb turun (47,5- 100)%, dan kandungan bakteri coli turun dalam skala l03 sampai 105.
STUDI STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA ASSAB CORRAX ANNEALING.
Parikin Parikin;
Mohammad Dani;
A. H. Ismoyo;
N. Effendi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2192.845 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5111
STUDI STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA ASSAB CORRAX ANNEALING. Pengujian sifat kekerasan dan pengamatan struktur mikro baja Assab Corrax anil telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan sebagai studi awal pencarian bahan tahan operasi suhu tinggi. Bahan diberi perlakuan anil untuk melihat perubahan butiran dan sifat kekerasan. Dua buah variasi dilakukan; anil-suhu konstan pada 400°C dan anil waktu penahanan konstan selama 4 jam. Hasil memperlihatkan bahwa kekerasan bahan terhadap waktu penahanan berfluktuasi antara 200 Hv sampai dengan 400 Hv sedang kekerasan terhadap suhu cenderung naik dari 200 Hv sampai 500 Hv oleh peristiwa presipitasi. Disimpulkan bahwa kekerasan bahan terhadap waktu penahanan tidak terprediksi nyata dan peningkatan kekerasan akibat suhu anil disebabkan oleh presipitasi. Mikrografi permukaan mendukung fenomena ini.
PENGARUH KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL PADA SINTESIS MIKROSFER BERBASIS POLILAKTAT DENGAN METODE ULTRASONIK.
Indra Gunawan;
Sudaryanto Sudaryanto;
Tri Darwinto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1006.063 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5098
PENGARUH KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL PADA SINTESIS MIKROSFER BERBASIS POLILAKTAT DENGAN METODE ULTRASONIK. Telah dilakukan sintesis mikrosfer berbasis polimer polilaktat (PLA) dengan menggunakan teknik ultrasonik. Mikrosfer berbasis polimer biodegradable PLA dapat digunakan sebagai bahan pengungkung radiofarmaka (drug delivery) yang dapat digunakan untuk terapi tumor. Proses emulsifikasi dilakukan dengan mencampurkan larutan PLA di dalam kloroform pada konsentrasi 3% b/v dengan larutan polivinil alkohol di dalam air sebagai larutan pengemulsi yang diragamkan pada konsentrasi 7,5%; 5,0%; 3,0% dan 2,5%b/v dengan menggunakan ultrasound bath selama 30 menit. Tahapan evaporasi dilakukan dengan mencampur sistem emulsi yang diperoleh menggunakan motor pengaduk pada kecepatan tetap 1000 rpm selama 60 menit. Hasil yang diperoleh menunj ukkan bahwa ukuran dan bentuk mikrosfer dipengaruhi oleh konsentrasi larutan pengemulsi. Hasil karakterisasi menggunakan simultaneous thermal analyzer menunjukkan bahwa bahan mikrosfer terbentuk memiliki sifat tahan panas yang tidak dipengaruhi oleh parameter proses sintesis. Karakterisasi sifat kekristalinitasan bahan dilakukan dengan menggunakan x-ray difiractometer menunj ukkan bahwa bahan mikrosfer hasil sintesis memiliki derajat kristalinitas relatif tinggi, sehingga mikrosfer terbentuk dimungkinkan tidak mengalami kerusakan ketika dilakukan iradiasi.
KARAKTERISTIK FLUKS MEDAN MAGNET INDUKSI PADA RANGKAIAN SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER SKALA LABORATORIUM.
Wisnu Ari Adi;
E. Sukirman;
Didin S. Winatapura;
Riswal H. Siregar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1501.501 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5117
KARAKTERISTIK FLUKS MEDAN MAGNET INDUKSI PADA RANGKAIAN SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER SKALA LABORATORIUM. Pembuatan model rangkaian superconducting fault current limiter skala laboratorium (SFCL) telah dilakukan. SFCL ini merupakan pembatas arus gagal yang berfungsi sebagai pengaman jaringan listrik. Rangkaian SFCL ini adalah sebuah transformator yang tersusun dari lilitan primer berupa gulungan kawat tembaga (Cu) dan lilitan sekunder berupa ring superkonduktor suhu tinggi YBa2CU2O7-x (STT). Ring STT ini memiliki suhu transisi kritis To = 92 K dan arus kritis Ic = 3,61 A. Pengujian rangkaian SFCL ini didukung oleh simulasi yang menggunakan software ANSYS versi 5.4. lmpedansi pada rangkaian SFCL terdiri dari impedansi beban dan trafo. Hasil pengujian SFCL menunjukkan bahwa pada kondisi sebelum gagal (fault), fluks medan magnet induksi yang dibangkitkan oleh kumparan primer dapat dihilangkan oleh fluks medan magnet induksi dari ring superkonduktor sehingga impedansi pada trafo menjadi nol. Pada kondisi setelah gagal (fault), sifat superkonduktifitas dari ring hilang akibat medan magnet induksi yang dibangkitkan oleh kumparan primer sehingga impedansi pada trafo menjadi sangat besar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa rangkaian SFCL ini akan berjalan normal apabila resultan dari medan magnet induksi pada inti besi (trafo) sama dengan nol.
THE PROPERTIES OF RATTAN CALAMUS CAESIUS (RATTAN SEGA) AND ITS APPLICATION IN SPRING FORM
Darwin Sebayang;
Ting Ing King;
Razak bin Wahab
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1323.98 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5086
THE PROPERTIES OF RATTAN CALAMUS CAESIUS (RATTAN SEGA) AND ITS APPLICATION IN SPRING FORM. Rattan is one of the natural resources in the Peninsular of Malaysia, Indonesia, etc. The lack of information of the properties of rattan is a reason why this material is not known as engineering materials. The flexibility or the plasticity of the rattan is actually a strong point to develop it as an engineering materials such as a reinforced of the cement to resist the earthquake or as a spring. This paper therefore shows the properties of rattan calamus caesius (Rattan Sega) and its application as spring. The determination of the properties of rattan was conducted according to ASTM standard with a suitable modification. This research shows the plasticity of the rattan which makes it remain in spring form. The stiffness coefficient of the spring was measured based on the relation of the force and displacement. The value of the stiffness of spring gained from measurement was compared with the analytical method which is valid in an elastic region.