cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005" : 10 Documents clear
SIFAT MAGNETIK BAHAN KOMPOSIT BERBASIS SERBUK MAGNET NdFeB HASIL MILLING DAN POLIMER TERMOPLASTIK LLDPE Evi Yulianti; Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.054 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4863

Abstract

SIFAT MAGNETIK BAHAN KOMPOSIT BERBASIS SERBUK MAGNET NdFeB HASIL MILLING DAN POLIMER TERMOPLASTIK LLDPE. Telah dilakukan pembuatan dan pengukuran sifat magnetik dari bahan magnet komposit berbasis serbuk magnet NdFeB dengan bahan polimer LLDPE (Linier Low Density Poly Ethylene). Besaran magnetik yang diukur adalah induksi magnetik remanens (Br), koersivitas (Hc) dan produk energi maksimum (BHmaks). Sifat magnetik tersebut diukur sebagai fungsi variasi waktu milling serbuk magnet dan komposisi komposit. Hasil analisis sifat magnetik menunjukkan bahwa variasi waktu milling serbuk yang optimum adalah 10 jam dengan nilai induksi magnetik remanens bahan 0,707 (kG), koersivitas 0,686 (kOe) dan BHmaks 0,12374 (MGOe). Sedangkan dengan variasi komposisi, harga induksi magnetik remanens, koersivitas dan produk energi maksimal meningkat dengan nilai maksimal pada penelitian ini masing masing: 1,27 (kG), 1,16 (kOe) dan 0,37375 (MGOe) pada fraksi serbuk magnet sebesar 70% berat.
STUDI DIFRAKSI NEUTRON PADA FASA HIJAU Y2BaCuO5 E. Sukirman; W. Ari Adi; D. Sahidin Winatapura; Supandi Suminta; Refai Muslih
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.578 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4859

Abstract

STUDI DIFRAKSI NEUTRON PADA FASA HIJAU Y2BaCuO5. Studi difraksi neutron pada fasa hijau Y2BaCuO5 telah dilakukan dengan metode Rietveld. Hasil analisis menunjukkan bahwa fasa hijau Y2BaCuO5 telah mengkristal ke dalam sistem ortorombik dengan grup ruang Pnma, No. 62, parameter kisi : a = 12,184(3) Å, b = 5,662(1) Å, c = 7,135(2) Å, volume sel satuan V = 492,3(2) Å3 dan kerapatan D = 6,132 g/cm3 dan terdapat kekosongan pada titik tempat atom Y dan Cu. Vibrasi termal terkuat kedua atom Y1 dan Y2 adalah pada arah sumbu-y berturut-turut dengan parameter suhu U22 = 12(5) dan 11(4) x10-3Å2. Pada arah sumbu-x terjadi vibrasi yang lebih kuat bagi atom Ba dengan parameter suhu U11 = 17(1) x10-3Å2. Harga parameter suhu terbesar bagi atom Cu adalah U22 = 9(5) x10-3Å2. Ini berarti pada arah sumbu-y terjadi vibrasi yang lebih kuat bagi atom Cu. Besar atau kecilnya parameter suhu sebuah atom, terkait dengan ukuran dan bentuk rongga tempat kedudukan atom tersebut di dalam sel satuan. Jadi ukuran dan bentuk rongga yang secara sistematis membatasi vibrasi termal atom-atom di dalam kristal.
STUDI SANS PADA KINETIKA SEPARASI FASA DALAM PADUAN LOGAM Cu-0,9 at% Ti Prayoto Prayoto; S. M. Prasetyo; H. Eckerlebe; A. Djaloeis; R. Wagner
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.478 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4864

Abstract

STUDI SANS PADA KINETIKA SEPARASI FASA DALAM PADUAN LOGAM Cu-0,9 at% Ti. Telah dilakukan investigasi separasi fasa dalam paduan logam Cu-0,9at% Ti dengan menggunakan metode hamburan neutron sudut kecil dan sudut besar. Suhu aging yang dipilih untuk perlakuan panasnya adalah 573 K. Suatu skala dispersi halus dari fasa kedua Cu4Ti di dalam matriks pada paduan logam tembaga titanium, yang terakumulasi selama tahap-tahap awal dalam separasi fasa kinetiknya, dapat menjadi faktor penguat yang signifikan terhadap paduan logam tembaga-titanium. Kandungan titanium yang rendah, yaitu hanya sebesar 0,9at% saja, sengaja dipilih agar diperoleh kebolehjadian yang lebih besar untuk dapat berlangsungnya proses separasi fasa pada tahap-tahap awal. Suhu aging yang rendah juga dipilih dengan alasan yang sama, karena dapat berlangsungnya proses separasi fasa tahap awal merupakan faktor penentu untuk memperoleh sifat-sifat paduan logam yang lebih baik. Perangkat hamburan neutron sudut kecil dipilih sebagai alat ukur dalam investigasi ini oleh karena kemampuannya untuk menyajikan hasil analisis struktural dari ketidaklarutan paduan, baik pada tahap-tahap awal ketika fluktuasi komposisinya masih kecil, maupun pada tahap lanjut dalam proses separasi fasa. Tahap lanjut ini juga perlu diamati, agar dapat dipastikan batas yang jelas antara tahap awal dan tahap lanjut dalam suatu proses separasi fasa.
KARAKTERISASI UKURAN KRISTALIT, REGANGAN MIKRO DAN KEKUATAN LULUH Zr1%Sn1%Nb1%Fe DENGAN DIFRAKSI SINAR-X Sugondo Sugondo; Futichah Futichah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.647 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4860

Abstract

KARAKTERISASI UKURAN KRISTALIT, REGANGAN MIKRO DAN KEKUATAN LULUH Zr1%Sn1%Nb1%Fe DENGAN DIFRAKSI SINAR-X. Telah dilakukan karakterisasi ukuran kristalit, regangan mikro dan kekuatan luluh paduan Zr-1%Sn-1%Nb-1%Fe dengan metode difraksi sinar-X. Sintesis paduan menggunakan teknik peleburan. Sampel dipanaskan pada suhu 1100 oC selama 2 jam dan dicelup cepat dalam air. Sampel dibersihkan dan dipanaskan pada suhu 500 oC, 600 oC, 700 oC, dan 750 oC selama 2 jam. Dilakukan identifikasi kristal dengan difraksi sinar-X. Berdasarkan jumlah puncak difraktogram maka aniling pada suhu 500 oC dan 700 oC baik untuk presipitasi atau randomisasi kristalit, sedangkan aniling pada suhu 600 oC dan 750 oC baik untuk pertumbuhan butir dan yang lebih spesifik aniling pada suhu 750 oC baik untuk reorientasi. Regangan mikro paling kecil dari hasil aniling 750 oC sebesar 2.38%, dan paling besar dari hasil aniling 700 oC sebesar 34,88%. Ukuran kristalit paling kecil dari hasil aniling 500 oC dan 700 oC sebesar 11,18Å, dan yang paling besar dari hasil aniling 750 oC sebesar 70,71 Å. Densitas dislokasi paling kecil dari hasil aniling 750 oC sebesar 6,0x1014 m/m3 dan yang paling besar dari hasil aniling 500 oC dan 700 oC sebesar 2,4x1016 m/m3. Kekuatan luluh paling kecil dari hasil aniling pada 750 oC sebesar 396,11 MPa dan paling besar dari hasil aniling 500 oC dan 700 oC sebesar 1043,40 MPa.
PENGARUH ANTI OKSIDAN TERHADAPDEGRADASI PLASTIK POLIPROPILEN Aloma K. K.; Sudirman Sudirman; Evvy Hertinvyana; Sudaryanto Sudaryanto; Indra G.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.071 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4865

Abstract

PENGARUH ANTI OKSIDAN TERHADAPDEGRADASI PLASTIK POLIPROPILEN. Plastik yang sering digunakan dan berhubungan langsung atau tidak langsung dengan sinar matahari dalam waktu yang lama akan cepat mengalami perubahan fisik, sehingga perlu ditambahkan bahan additif untuk mencegah terjadinya proses degradasi. Pada penelitian ini digunakan dua jenis bahan additif anti oksidan yaitu irganox 1076 dan irganox 245 dengan konsentrasi 0,1 hingga 1 phr lalu dibandingkan kemampuan dari aditif tersebut dalam menahan laju degradasi dari plastik polipropilen. Proses pencampuran antara polipropilen dengan aditif dilakukan dalam labo plastomil pada suhu titik leleh polipropilen, kemudian dibentuk menjadi spesimen uji mekanik dan ketahanan terhadap cuaca, uji ketahanan terhadap cuaca dilakukan dengan menjemur spesimen uji di luar ruangan dalam jangka waktu 0 minggu sampai dengan 12 minggu. Data hasil uji mekanik dan strukturmikro menunjukkan bahwa polipropilen mengalami degradasi hingga retak setelah penjemuran selama 8 minggu, sedangkan polipropilen yang diberi aditif anti oksidan juga menunjukkan proses awal degradasi namun tidak sampai retak. Penggunaan aditif irganox 1076 menunjukkan ketahanan degradasi lebih baik dibandingkan irganox 245 setelah dijemur selama 12 minggu.
PREDIKSI KUALITATIFMATURITAS MATERIALORGANIK DI DALAM SEDIMEN SUMUR MINYAK BUMI DENGAN RESONANSI SPIN ELEKTRON. Suhardjo Poertadji; Lingga Hermanto; Budhy Kurniawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.342 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4855

Abstract

PREDIKSI KUALITATIFMATURITAS MATERIALORGANIK DI DALAM SEDIMEN SUMUR MINYAK BUMI DENGAN RESONANSI SPIN ELEKTRON. Dengan metode Resonansi Spin Elektron (RSE) dapat dideteksi adanya kandungan bahan paramagnetik dan radikal bebas di dalam sedimen sumur minyak bumi. Pengukuran konsentrasi radikal bebas sebagai fungsi kedalaman sumur atau suhu dapat memberikan informasi tentang maturitas material organik di dalam sedimen. Hasil pengamatan RSE menunjukkan bahwa sedimen dari Tuban (kedalaman 1450 m) mengandung ion Mn+2, sedangkan sedimen dari Kalimantan Timur (1310 m) tidak mengandung ion paramagnet. Sampel memberikan signal radikal bebas kerogen dengan faktor Lande g = 2,002. Diprediksi bahwa sedimen dari Kalimantan Timur berasal dari kedalaman sumur yang belum mencapai kondisi maturitas maksimal.
PENGARUH BILANGAN WEBER PADA PEMBUATAN MICROSPHERE BERBASIS POLIMETIL METAKRILAT Indra Gunawan; Sudaryanto Sudaryanto; Aloma K. K.; Rochmadi Rochmadi; Nurul E. E.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.897 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4861

Abstract

PENGARUH BILANGAN WEBER PADA PEMBUATAN MICROSPHERE BERBASIS POLIMETIL METAKRILAT. Telah dipelajari analisis kelompok tidak berdimensi pada pembuatan microsphere, berbasis polimetil metakrilat (PMMA). Serangkaian percobaan untuk memperoleh butir microsphere telah dilakukan dengan variasi kecepatan agitasi, dengan variabel proses lain dibuat tetap. Korelasi empiris yang menghubungkan diameter microsphere sebagai bilangan tidak berdimensi dengan bilangan Weber (We) telah diturunkan. Persamaan empiris yang diperoleh sangat bermanfaat untuk meramalkan diameter microsphere sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
SINTESIS PADUAN INTERMETALIK γ-TiAl DENGAN TEKNIK CASTING Sulistioso G. S.; Abdul Latief; Dedi Raharsetyadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.339 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4866

Abstract

SINTESIS PADUAN INTERMETALIK γ-TiAl DENGAN TEKNIK CASTING. Telah dibuat paduan intermetalik TiAl dengan fasa tunggal γ (gamma) pada komposisi Ti -36%wt Al. Paduan intermetalik tersebut dicor dengan alat arc melting furnace. Untuk mereduksi terjadinya ketidak meratanya komposisi (segregasi) pada sampel, sebelum dicor serbuk Ti dan Al murni dicampur dan diaduk dengan ball mill selama 48 jam dengan frekuensi putar 900 rpm. Pada saat pengecoran, dilakukan pengulangan pengecoran sehingga didapat hasil yang optimal. Hasil analisis fasa dengan XRD, menunjukkan bahwa sampel terbaik telah terbentuk dengan dominasi fasa γ-TiAl yaitu setelah terjadi pengulangan 5 kali pengecoran.
APLIKASI HIGH ENERGY MILLING DALAM METALURGI SERBUK Ridwan Ridwan; Grace Tj. Sulungbudi; Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.021 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4856

Abstract

APLIKASI HIGH ENERGY MILLING DALAM METALURGI SERBUK. Salah satu di antara metode untuk pembuatan bahan paduan logam dengan ukuran butiran yang sangat halus, nanokristalin adalah high energy milling (HEM). Mekanikal sintesis dapat dilakukan secara langsung menggunakan serbuk elemen dasar sesuai komposisi nominal material, baik dalam media udara biasa, inert gas, maupun cairan tertentu sesuai kebutuhan. Proses milling terhadap bahan serbuk Fe ukuran 100 mesh dan serpihan Ta dalam media toluena telah dilakukan. Hasil milling serbuk Fe dan Ta selama 10 jam tidak menunjukkan adanya pengaruh oksida dan ukuran butiran pada akhir milling masing-masing sekitar 60 nm dan 21 nm. Pengaruh milling terhadap sifat magnet serbuk Fe menunjukkan adanya peningkatan koersivitas intrinsik, iHc dari 108 Oe untuk milling 30 menit menjadi 150 Oe setelah milling selama 600 menit. Paduan intermetalik Ni3Fe telah berhasil disintesis secara mekanik tanpa media toluena selama 30 jam dari serbuk Ni dan Fe dengan perbandingan 76 : 24. Pola difraksi sinar-X terhadap serbuk hasil milling menunjukkan fasa Ni3Fe telah terbentuk tanpa fasa kontaminan yang berasal dari vial ataupun bola. Semua proses milling yang dilakukan menggunakan vial dan bola terbuat dari low carbon stainless steel.
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL NaPO3 PADA SUPERIONIK KOMPOSIT (AgI)0,5 (NaPO3)0,5 DENGAN METODE RIETVELD Supandi Suminta; Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.087 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4862

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL NaPO3 PADA SUPERIONIK KOMPOSIT (AgI)0,5 (NaPO3)0,5 DENGAN METODE RIETVELD. Telah berhasil disintesis bahan baru superionik komposit (AgI)0,5 (NaPO3)0,5, melalui metode pendinginan cepat. Pengukuran struktur kristal dilakukan menggunakan Difraktometer Sinar-X di Departemen Fisika Universitas Ibaraki, Jepang. Profil pola difraksi Sinar-x bahan baru tersebut memperlihatkan beberapa puncak Bragg menunjukkan kesesuaian dengan kristal presipitat (NaPO3 )n dan kristal -AgI. Analisis struktur kristal dengan metode Rietveld pada fasa natrium meta-fosfat (NaPO3 )n dan fasa -AgI, telah dilakukan. Hasil refinement masing-masing fasa menunjukkan bahwa struktur kristal presipitat tersebut teridentifikasi dari campuran fasa natrium meta-fosfat (NaPO3)n, simetri grup ruang I41/a No.88, tetragonal, parameter kisi a = b = 13,32(3)Å dan c = 6,22(3) Å dan fasa γ-AgI simetri grup ruang F-43m No 216, FCC dengan parameter kisi a = 6,49(3). Tiga puncak kuat pada refleksi hk0 dengan intensitas tinggi berasal dari presipitat (NaPO3)n terletak pada sudut 2θ = 19,144o bidang (220), 2θ = 26,009o, bidang (400) dan 2θ = 30,45o bidang (420). Hasil difraksi ini menunjukkan bahwa presipitat tersebut, benar-benar presipitat dari kristal NaPO3 bukan amorf. Sedangkan puncak lainnya merupakan puncak fasa γ-AgI pada sudut 2 = 39,183o bidang (220) yang berimpit dengan puncak presipitat (NaPO3)n, pada sudut 2 = 38,783o bidang (251). Satu puncak tunggal dengan intensitas tinggi, terletak pada sudut 2θ = 23,690o bidang (111) adalah milik fasa γ-AgI. Beberapa puncak Bragg yang muncul teridentifikasi berasal dari struktur kristal presipitat NaPO3 dan fasa γ-AgI.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2005 2005


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue