cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008" : 17 Documents clear
PENGARUH SUHU PEMBUATAN NANO KOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT Adel Fisli; Dian Hamsah; Siti Wardiyati; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.125 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4748

Abstract

PENGARUH SUHU PEMBUATAN NANO KOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT. Telah dilakukan proses pembuatan nano komposit oksida besibentonit pada suhu ruang dan suhu 70 oC. Pembuatan dilakukan dengan proses pertukaran kation dan presipitasi ion Fe2+/Fe3+ dalam suasana basa NaOH dalam struktur bentonit. Nano komposit yang terbentuk selanjutnya dianalisa fasanya dengan metode difraksi sinar-X dan sifatmagnetnya dengan fasilitas Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Hasil analisismenunjukkan terbentuknya okida besi dengan dengan fasa magnetik Fe3O4/γ-Fe2O3 dengan karakterisitik magnetik yang meningkat untuk nano komposit yang dibuat pada suhu 70 oC dibanding pada suhu ruang. Luas permukaan spesifik BET dan volume pori nano komposit meningkat akibat pengkompositan maupun akibat peningkatan suhu. Peningkatan luas permukaan dan volume pori untuk nano komposit 70 oC mencapai masing-masing 66,5% dan 91% dibanding bentonit murni. Peningkatan ini disimpulkan disebabkan oleh makin sempurnanya pembentukan dan penempatan oksida besi pada ruang antara lembaran dan permukaan lembaran bentonit dengan makin meningkatnya suhu pembuatan.
SIFAT MEKANIK PERMUKAAN BAHAN AISI H-13 AKIBAT PROSES NITRIDASI Elman Panjaitan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.834 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4736

Abstract

SIFAT MEKANIK PERMUKAAN BAHAN AISI H-13 AKIBAT PROSES NITRIDASI. Telah dilakukan penelitian sifat mekanik permukaan bahan AISI H-13 sebagai akibat proses nitridasi pada suhu 525 oC dan 550 oC dengan laju aliran gas NH3 sebesar 4,5 L/menit selama 6 jam. Pengamatan sampel ternitridasi meliputi volume terabrasi dari permukaan sampel, uji kekerasan makro dan mikro menggunakan metode Vickers, perilaku mikrostruktur menggunakan mikroskop optik dan pembentukan fasa menggunakan difraksi sinar–X. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketahanan aus dan kekerasan bahan ternitridasi meningkat. Volume abrasi terendah mencapai 0,0396mm3 sedangkan kekerasan permukaan meningkat hingga 402,92 HVN. Peningkatan ini dianalisis disebabkan oleh terbentuknya lapisan fasa F3N pada permukaan AISI H-13 dengan ketebalan sebesar 130 μm.
SISTEM ELECTRON SPIN RESONANCE(ESR)MENGGUNAKAN FREKUENSI DAN MEDAN MAGNET PULSA TINGGI Aripin Aripin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.813 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4773

Abstract

SISTEM ELECTRON SPIN RESONANCE(ESR)MENGGUNAKAN FREKUENSI DAN MEDAN MAGNET PULSA TINGGI. Sistem Electron Spin Resonance (ESR) menggunakan frekuensi dan medan magnet pulsa tinggi telah dikontruksi. Sistem ini dilengkapi medan magnetik pulsa dengan intensitas maksimum sampai 35 T, sumber radiasi gyrotron dalam rentang frekuensi-frekuensi pengukuran yang lebar dan suhu pengukuran antara 4,2 K hingga 80 K. Pulsa mempunyai bentuk sinusoidal dengan durasi 2,5 ms. Kapabilitas sistem ESR didemontrasikan dengan pengukuran spektrum ESR dari kristal tunggal MnF2 pada suhu 4,2 K. Frekuensi gap medan nol ditentukan oleh analisis dari mode-mode resonansi garis spektrum. Nilai frekuensi gap hasil percobaan bersesuaian dengan nilai yang dihasilkan dari penelitian sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa sistem ESR dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut dalambidang fisika material.
PROSES FINISHING KAIN PAYUNG NYLON 66 MEMPERGUNAKAN RESIN FLUOROKARBON (WATER REPELLENT AGENT) DAN ESTER ASAM POLIAKRILAT (COATING AGENT) Kuntari Kuntari; Gde P. Astawa
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.509 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4800

Abstract

PROSES FINISHING KAIN PAYUNG NYLON 66 MEMPERGUNAKAN RESIN FLUOROKARBON (WATER REPELLENT AGENT) DAN ESTER ASAM POLIAKRILAT (COATING AGENT). Untuk mendapatkan kualitas kain payung terbaik dan memenuhi syarat daya tolak air sesuai SNI 08-1517-89 dan American standard No L 22.30.13-1960, telah dilakukan percobaan proses finishing water repellent dengan variasi konsentrasi fluorokarbon 20 g/L hingga 35 g/L interval 5 g/L dan suhu curing (pemanas awetan) 150 oC hingga 210 oC interval 15 oC. Proses coating dilakukan dengan zat coating ester asam poliakrilat dengan metoda pencapan blok mempergunakan kasa pencapan, kemudian pengeringan pendahuluan pada suhu 100 oC selama 1 menit, dilanjutkan dengan pemanas awetan pada suhu 160 oC selama 1 menit. Percobaan dilakukan mempergunakan dua metode yaitu metode pertama kain diproses coating terlebih dahulu, kemudian diproses finishing water repellent dan metode kedua kain diproses finishing water repellent terlebih dahulu, setelah itu diproses coating. Pengujian dilakukan terhadap: daya tolak air, uji siram, uji tekanan hidrostatik, tahan hujan Bundesmann, sudut kembali dari lipatan, kekuatan tarik kain, kekakuan kain dan uji kenampakan kain setelah pencucian berulang. Dari hasil pengujian ternyata bahwa peningkatan konsentrasi resin fluorokarbon dan suhu curing menaikkan kekakuan kain, sudut kembali dari lipatan dan tahan hujan Bundesmann, tetapi menurunkan kekuatan tarik, serta tidak berpengaruh terhadap daya tahan air uji siram dan uji tekanan hidrostatik. Kondisi terbaik proses finishing water repellent diperoleh pada konsentrasi fluorokarbon 25 g/L dan suhu curing 165 oC. Dari kedua metode tersebut ternyata memenuhi standar dan hasil tolak air percobaan metode pertama lebih baik dari pada metode kedua.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI MATERIAL KERAMIK BARIUM TITANAT (BaTiO3) DENGAN METODE PERTUMBUHAN BUTIR TERORIENTASI UNTUK APLIKASI PIEZOELEKTRIK Bambang Sunendar; Rudy Octavius Sihombing
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.939 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4732

Abstract

PREPARASI DAN KARAKTERISASI MATERIAL KERAMIK BARIUM TITANAT (BaTiO3) DENGAN METODE PERTUMBUHAN BUTIR TERORIENTASI UNTUK APLIKASI PIEZOELEKTRIK. Keramik piezoelektrik tekstur polikristalin telah berhasil ditumbuhkan dengan metode Pertumbuhan Butir Terorientasi (Templated Grain Growth - TGG). Sejumlah fraksi partikel template anisotropik diorientasikanpada partikel matriks yang ukuran butirnya lebih kecil dengan proses tape casting dan terjadi pertumbuhanbutir seiring dengan perlakuan panas, dimana butir matriks tumbuh disekeliling partikel template pada orientasi tertentu. Matriks BaTiO3 skala submikron berhasil disintesis dengan metode konvensional pencampuran oksida BaCO3 dan TiO2. Sedangkan material template BaTiO3 dengan rasio H ≈ 5 : 1 diperoleh dengan metode hidrotermal pencampuran larutan Ba(OH2 dan TiO2 pada pH 13-14. Proses tape casting dilakukan dengan perbandingan % berat matriks : template = 7 : 3. Analisis semikualitatif SEM mengamati fraksi kristal tekstur yang meningkat seiring dengan kenaikan suhu dan terjadi mekanisme exagerated grain growth pada suhu 1200 oC. Konstanta dielektrik juga cenderung meningkat seiring dengan kenaikan suhu dan penelitian inimerupakan studi awal preparasi keramik tekstur piezoelektrik.
PENGARUH DOPANT TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN STRUKTUR ELEKTRONIK POLI (HEKSIL TIOFEN) Fitrilawati Fitrilawati; Tuti Susilawati; Vicka P. Lestari; Yusi S. Syamsiar; Lukman Nulhakim; Anita Anggraeni; Wildan Abdussalam
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.775 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4769

Abstract

PENGARUH DOPANT TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN STRUKTUR ELEKTRONIK POLI (HEKSIL TIOFEN). Poli(3-heksil tiofen) merupakan polimer terkonjugasi yang memiliki sifat optik dan listrik yang menarik dan memiliki potensi aplikasi sebagai bahan solar sel, fotodioda dan transistor organik. Untuk kepentingan aplikasi tersebut, diperlukan bahan polimer dengan tingkat konduksi listrik tertentu, yang besarnya dapat dikontrol melalui proses doping. Dalam penelitian ini dilakukan studi doping poli(3-heksil tiofen) dengan menggunakan dopant perklorat (HClO4) dan dianalisis pengaruhnya terhadap konduktivitas dan struktur elektronik bahan yang bersangkutan. Konduktivitas bahan yang diukur dengan teknik four line probe menunjukkan adanya peningkatan karena pengaruh dopant. Selain itu, hasil pengukuran dengan spektroskopi UV-Vis menunjukkan konsentrasi dopant mempengaruhi spektrum bahan poli(3-heksil tiofen). Konsentrasi dopant yang tinggi (lebih besar dari 0,25 M) menimbulkan puncak absorpsi baru pada panjang gelombang 750 nm, yang diinterpretasikan sebagai munculnya pita energi baru diantara band gap.
FIRE RESISTANCE MEASUREMENT OF OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH-PLASTIC COMPOSITES BY COMBUSTIBILITY TEST Wahyu Dwianto; Myrtha Karina
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.165 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4749

Abstract

FIRE RESISTANCE MEASUREMENT OF OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH-PLASTIC COMPOSITES BY COMBUSTIBILITY TEST. This paper reports combustibility test of Oil Palm empty fruit bunch (EFB)-plastic composites to determine their fire resistance. Specimens were of several composite types with dimension of 40 x 40 x 50 mm3. Combustibility test was done according to JIS A 1321-1975 by using small scale cylindrical furnace. Initial temperature of furnace was set at 750 ºC ± 1 ºC. Based on JISA1321-1975, all the composites tested were classified into combustible materials due to their temperature gradient higher than 50 ºC. The lowest temperature gradient was attained at 75 ºC for PE-EFB/GF/GF short fibers composite. However, the result showed that the temperature gradient of PE-EFB/GF/GF short fibers composite was lower compared to some solid woods and commercial wood-based panels. Weight loss has a strong relationships with density of the composites, shown by polynomial equation y = -181.82 x2 + 452.36 x - 205.5, R2 = 0.9156. The density of composites which formed EFB layers tended to decrease, conscequently increased their weight loss. Concerning the both factors, PE-EFB/GF/GF short fibers composite was recommended as the best fire resistance among the tested composites due to its lowest temperature gradient (75 ºC) and relatively lower weight loss (64.17 %).
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL Mg2Ni HASIL MECHANICAL ALLOYING Wisnu Ari Adi; Andon Insani; Hadi Suwarno
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.614 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4737

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL Mg2Ni HASIL MECHANICAL ALLOYING. Telah dilakukan analisis struktur kristal pada paduan Mg2Ni hasil sintesis dengan menggunakan mechanical alloying. Bahan ini dimilling dengan variasi waktu milling selama 20 jam, 25 jam, 30 jam, dan 35 jam. Hasil pengukuran dengan difraksi sinar-X (XRD) menunjukkan bahwa hasil refinement dari pola difraksi sinar-X sangat baik dan profil terdiri dari 3 fasa yaitu :Mg2Ni,MgO dan MgNi2. Kerapatan atomyang paling rendah dan volume unit sel yang paling tinggi diperoleh setelah milling selama 25 jam. Jarak antar atom baik Mg(1)-Mg(1), Mg(2)-Mg(2), Ni(1)-Ni(1) dan Mg(1)-Ni(2) yang paling panjang didapatkan setelah milling 25 jam. Ukuran diameter grain/kristalit pada fasa Mg2Ni hampir tidak berubah dengan semakin bertambahnya waktu milling sekitar 20 nm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setelah milling 25 jam diperoleh hasil yang paling optimum pada penelitian ini dimana fasa Mg2Ni memiliki ruang yang paling besar sehingga diharapkan dapat memudahkan atom-atom hidrogen masuk dalam jumlah yang banyak untuk berikatan membentuk paduan hidridanya.
PENYERAPAN Pb OLEH NANO KOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT Siti Wardiyati; Adel Fisli
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.793 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4745

Abstract

PENYERAPAN Pb OLEH NANO KOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT. Telah dilakukan penelitian penyerapan Pb oleh nano komposit oksida besi bentonit. Bahan penyerap seperti resin penukar ion atau zeolit telah lazim digunakan untuk pemurnian air, demikian pula bentonit. Namun bentonit ini mempunyai ukuran yang sangat kecil dan bersifat suspensi stabil di dalam air sehingga sulit dikumpulkan kembali setelah proses penyerapan. Berdasarkan alasan tersebut bentonit dikompositkan dengan nano partikel oksida besi, untuk mempermudah proses pemisahan kembali bahan penyerap tersebut dari filtratnya menggunakan teknik pemisahan magnetik sederhana. Nano komposit oksida besi bentonit pada percobaan ini diaplikasikan untuk penyerapan Pb dalam media air. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan komposisi komposit yang optimal untuk penyerapan Pb. Penentuan konsentrasi Pb2+ dalam filtrat dianalisis dengan alat polarografi. Dari analisis data menggunakan pendekatan Persamaan Langmuir diperoleh daya serap maksimum yang dapat dicapai adalah sebesar 176,34 mg Pb2+/gram oleh nano komposit yang dibuat dengan perbandingan Na-bentonit : oksida besi = 3 : 2.
PENGARUH KONSENTRASI AgI TERHADAP SIFAT TERMAL DAN KONDUKTIVITAS ELEKTROLIT PADAT (AgI)x (β-Al2O3)1-x (x = 0,3 dan x = 0,5) P Purwanto; S Purnama
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.226 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4733

Abstract

PENGARUH KONSENTRASI AgI TERHADAP SIFAT TERMAL DAN KONDUKTIVITAS ELEKTROLIT PADAT (AgI)x (β-Al2O3)1-x (x = 0,3 dan x = 0,5). Elektrolit padat (AgI)x (β-Al2O3)1-x (x = 0,3 dan x = 0,5) telah dibuat dengan mencampurkan AgI dan β-Al2O3 dengan perbandingan fraksi berat tertentu, dibuat pelet pada tekanan 48,26 x 106 N/m2 dengan diameter 1,5 cm, dilanjutkan dengan perlakuan panas pada suhu 300 oC selama 5 jam. Puncak-puncak difraksi sinar-X pada elektrolit padat (AgI)x (β-Al2O3)1-x memperlihatkan bahwa puncak yang muncul adalah puncak AgI, sedangkan puncak β-Al2O3 tidak tampak. Regangan kisi (AgI)x (β-Al2O3)1-x lebih tinggi dibandingkan β-Al2O3, dan nilainya meningkat terhadap pertambahan konsentrasi AgI. Konduktivitas (AgI)x (β-Al2O3)1-x pada fraksi berat x = 0,3 tidak berbeda dengan konduktivitas AgI, sedangkan pada x = 0,5 konduktivitasnya naik. Termogram DTA untuk (AgI)x (β-Al2O3)1-x, memperlihatkan suatu proses endotermis pada suhu transisi fasa-β ke α dan titik leleh serta nilai entalpinya mengalami perubahan dengan ditambahkan konsentrasi AgI.

Page 1 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue