cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
ANALISIS FASA DAN KOROSI PADA SUHU TINGGI PADUAN TiAl HASIL METALURGI SERBUK. Sulistioso G. S.; Wagiyo H.; Ari Handayani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.792 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4705

Abstract

ANALISIS FASA DAN KOROSI PADA SUHU TINGGI PADUAN TiAl HASIL METALURGI SERBUK. Telah dibuat paduan TiAl dengan metode metalurgi serbuk, dengan 2 komposisi persen berat TiAl yang berbeda, yaitu komposisi A (Al 40 %), komposisi B (Al 38 %). Sampel sebelum dikompaksi dilakukan milling selama 5 menit, kemudian di sintering pada suhu 1.200 γC selama 2 jam dengan atmosfir gas argon. Sampel hasil sintering dikarakterisasi strukturmikro dengan Mikroskop Optik (MO), fasa menunjukkan strukturmikro paduan fasa γ-TiAl yang sudah terbentuk tampak terang, sedang unsur Al, Ti dan pori berwarna gelap. Hasil uji korosi menggunakan alat Magnetic Suspension Balance (MSB) paduan γ-TiAl dengan komposisi A dan B tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Hasil analisis fasa menggunakan XRD pada sampel yang telah teroksidasi menunjukkan fasa terbanyak adalah TiO. Analisis komposisi dengan EDS menghasilkan persentase Ti (54,52 - 56,23) % berat untuk sampel A dan Ti (55,51 - 56,07) % berat untuk sampel B. Hasil uji korosi dengan Magnetic Suspension Balance menunjukkan paduan γ-TiAl dengan komposisi yang berbeda seperti disebut di atas, sifat ketahanan korosinya pada suhu tinggi, tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Hasil Analisis fasa sampel setelah uji korosi dengan XRD, menunjukkan bahwa fasa yang dominan adalah TiO, sehingga dapat dikatakan bahwa permukaan paduan γ-TiAl, terlapisi oleh fasa TiO.
KONDUKTIVITAS IONIK KOMPOSIT ELEKTROLIT SAMARIUMTERDOPING CERIUM- (Li/Na)2CO3 UNTUK SOLID OXIDE FUEL CELL BERSUHU RENDAH Jarot Raharjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3093.402 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.3.4402

Abstract

KONDUKTIVITAS IONIK KOMPOSIT ELEKTROLIT SAMARIUMTERDOPING CERIUM- (Li/Na)2CO3 UNTUK SOLID OXIDE FUEL CELL BERSUHU RENDAH. Penelitian ini menguji dan menganalisis konduktivitas ionik elektrolit SamariumDoped Cerium(SDC)-(Li/Na)2CO3 pada variasi kandungan karbonat dan suhu untuk aplikasi Solid Oxide Fuel Cell (SOFC) bersuhu rendah. Pelet elektrolit dibuat dengan metode pressureless sintering. Komposisi elektrolit yang digunakan adalah 80 %berat SDC dengan 20%berat (Li/Na)2CO3 dan 70 %berat SDC dengan 30 %berat (Li/Na)2CO3, masing-masing dinamakan SDC8020 dan SDC7030. X-Ray Diffractometer (XRD) digunakan untuk menentukan struktur dan parameter kristal yang dihasilkan. Strukturmikro serbuk yang dihasilkan dikarakterisasimenggunakan Field Emmision Scanning Electron Microscope (FESEM). Analisis Thermo Gravimetric Analysis (TGA) dilakukan pada rentang suhu 30 oC hingga 800 oC untuk menentukan sifat panas bahan. Konduktivitas sel elektrolit diukur menggunakan Impedance Spectroscopy pada rentang suhu 500 oC hingga 650 oC. Pada penelitian ini, serbuk SDC berukuran nano partikel dengan ukuran kristal 36 nm hingga 76 nm dihasilkan dengan metode sol gel. Sel elektrolit dengan metode pressureless sintering menghasilkan nilai kekonduksian ion yang tinggi yaitu rentang 1,74 x10-2 hingga 1,72 x 10-1 S/cm (500 oC hingga 650 oC) dan 4,56 x10-2 hingga 5,87 x 10-1 S/cm (500 oC hingga 650 oC), masing-masing untuk elektrolit SDC8020 dan SDC7030. Penelitian ini memberikan satu sumbangan penting terhadapmetode pembuatan elektrolit SOFC (LT SOFC) yang lebihmurah dan berpotensi diaplikasikan untuk produksi masal untuk aplikasi SOFC bersuhu rendah.
SINTESIS FILM TIPIS SUPERKONDUKTOR MgB2 DENGAN TEKNIK PULSED LASER DEPOSITION Engkir Sukirman; M. Ohkubo; Y. Nakagawa; H. Yamasaki; S. Kashiwaya
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 3: JUNI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.758 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2002.3.3.5066

Abstract

SINTESIS FILM TIPIS SUPERKONDUKTOR MgB2 DENGAN TEKNIK PULSED LASER DEPOSITION. Film tipis superkonduktor MgB2 telah disintesis dengan teknik pulsed laser deposition pada substrate Al2O3 (001). Sifat listrik film dikarakterisasi dengan metode four point probe, strukturmikro diamati dengan SEM, fasa bahan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif berturut-turut dengan XRD dan EDAX. Hasil analisis menunjukkan bahwa film menampilkan suhu transisi kritis Tc,0= 10 K, ukuran butir lebih kecil dari 10 μm dan acak sehingga MgB2 dan fasa-fasa lain yang diduga kuat ada di dalam film tidak teramati dengan XRD, namun persen atomMg, B dan O dapat dideteksi dengan EDAX, filmmasih kekurangan magnesium dan terkontaminasi oksigen. Untuk mengimbangi hilangnya unsur Mg akibat penguapan dan menjaga agar Mg tidak teroksidasi, perlu dilakukan optimasi tekanan gas argon dan plasma magnesium di dalam kamar deposisi.
PENGARUH BILANGAN WEBER PADA PEMBUATAN MICROSPHERE BERBASIS POLIMETIL METAKRILAT Indra Gunawan; Sudaryanto Sudaryanto; Aloma K. K.; Rochmadi Rochmadi; Nurul E. E.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.897 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4861

Abstract

PENGARUH BILANGAN WEBER PADA PEMBUATAN MICROSPHERE BERBASIS POLIMETIL METAKRILAT. Telah dipelajari analisis kelompok tidak berdimensi pada pembuatan microsphere, berbasis polimetil metakrilat (PMMA). Serangkaian percobaan untuk memperoleh butir microsphere telah dilakukan dengan variasi kecepatan agitasi, dengan variabel proses lain dibuat tetap. Korelasi empiris yang menghubungkan diameter microsphere sebagai bilangan tidak berdimensi dengan bilangan Weber (We) telah diturunkan. Persamaan empiris yang diperoleh sangat bermanfaat untuk meramalkan diameter microsphere sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
SINTESIS LITHIUM TITANAT DENGAN METODE HIDROTERMAL DAN EFEK SUHU SINTERING PADA KARAKTERISTIK NANO STRUKTURNYA Bambang Priyono; Juliadi Juliadi; Anne Zulfia Syahrial; Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 1: OKTOBER 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.626 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.17.1.4195

Abstract

SINTESIS LITHIUM TITANAT DENGAN METODE HIDROTERMAL DAN EFEK SUHU SINTERING PADA KARAKTERISTIK NANO STRUKTURNYA. Lithium titanat merupakan salah satu senyawa yang digunakan sebagai material anoda pada baterai lithium ion. Senyawa ini disintesis dengan mencampurkan TiO2 anatase dan lithium karbonat (Li2CO3) dan diproses menggunakan metode hidrotermal pada suhu 120 oC selama 15 jam, selanjutnya disinter pada tiga variasi suhu sintering yaitu 550 oC, 650 oC dan 750 oC untuk menghasilkan LTO fasa spinel kristalin. TiO2 anatase yang dipakai dibuat dengan metode sol-gel dengan suhu kalsinasi 300 oC selama 2 jam. Senyawa yang dihasilkan diamati dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Brunauer Emmet Teller (BET), Spektroskopi Infra Merah (FT-IR) dan Field Emission Scanning Electron Microscope (FE-SEM). Hasil foto mikrograf FE-SEM memperlihatkan padatan senyawa lithium titanat (Li4Ti5O12), Li2TiO3, dan sisa TiO2 rutile dengan struktur morfologi tidak beraturan sebagai aglomerat. Hasil XRD dan BET menunjukkan bahwa pada suhu sintering 550 oC dihasilkan ukuran kristalit ratarata 23,45 nm, luas permukaan 6,65 m2/g, dan didominasi oleh TiO2 rutile, sementara suhu sintering 650 oC dihasilkan ukuran kristalit rata-rata 27,70 nm, luas permukaan 1,91m2/g, dan masih didominasi oleh TiO2 rutile dan pada suhu 750 oC dihasilkan ukuran kristalit rata-rata 52,06 nm, luas permukaan sangat kecil, dan didominasi oleh litihum titanat (Li4Ti5O12). Hasil FT-IR mengkonfirmasikan keberadaan LTO spinel pada padatan hasil sintering. Ukuran kristalit yang diperoleh dalam kisaran di bawah 100 nm, sesuai dengan tujuan penelitian ini.
ANALISIS KROMATOGRAFI PERMEASI GEL DARI KOPOLIMER CANGKOK RADIASI METILMETAKRILAT PADA KARET ALAM Sunit Hendrana; Marga Utama; Indratmoko Hari Purwanto; Herwinami Herwinami; Ipit Karyaningsih
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.084 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2004.5.2.5222

Abstract

ANALISIS KROMATOGRAFI PERMEASI GEL DARI KOPOLIMER CANGKOK RADIASI METILMETAKRILAT PADA KARET ALAM. Pencangkokan monomer metil metakrilat (MMA) pada karet alam dilakukan dengan cara iradiasi dengan menggunakan sinar-γ 60Co pada total dosis 5 KGy, dengan laju dosis l KGy/jam. Kromatotagrafi penneasi gel (GPC) digunakan untuk menganalisis proses pencangkokan monomer metil metakrilat ( MMA) pada karet alam. Kromatogram, data bobot molekul (BM) dan distribusi bobot molekul (DBM) GPC mengarah pada fakta bahwa reaksi homopolimerisasi MMA serta pencangkokan MMA pada karet alam merupakan reaksi yang dominan. Data tersebut juga menunjukkan bahwa adanya makroradikal karet alam dengan radikal pada ujung rantai berpengaruh pada homopolimer PMMA yang terjadi.
STRUKTURMIKRO DAN SIFAT FISIK-MEKANIK BETON RINGAN TANPA PEMATANGAN DALAM AUTOCLAVE (NON AUTOCLAVED AERATED CONCRETE, NAAC) Sri Harjanto; Prima Sony; Bambang Suharno; Henki W. Ashadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.047 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4746

Abstract

STRUKTURMIKRO DAN SIFAT FISIK-MEKANIK BETON RINGAN TANPA PEMATANGAN DALAM AUTOCLAVE (NON AUTOCLAVED AERATED CONCRETE, NAAC). Pembuatan beton ringan umumnya menekankan pada dua hal, yaitu massa jenis yang serendah mungkin dan kuat tekan yang setinggi-tingginya. Penelitian ini mengamati strukturmakro dan stukturmikro, sifat fisika-mekanika dan keterkaitannya satu sama lain. Dalam penelitian ini, beton ringan dibuat tanpa pematangan dalam autoclave (Non Autoclaved Aerated Concrete, NAAC) dengan penambahan senyawa pengaerasi Al (2 % massa) dan H2O2 (32 % massa) secara terpisah. Alkalinitas campuran beton ringan ini dikontrol dengan penambahan kapur sampai jumlah tertentu. Diperoleh hasil massa jenis beton ringan NAAC dengan senyawa pengaerasi Al dan H2O2 masing-masing adalah 1126 kg/m3 dan 1163 kg/m3. Sedangkan kuat tekan yang dihasilkan dari beton ringan dengan senyawa pengaerasi Al dan H2O2 masing-masing adalah 2,74 MPa dan 3,48 MPa. Massa jenis beton ringan NAAC masih lebih tinggi, sedangkan kuat tekannya relatif lebih rendah dibanding beton ringan dengan pematangan dalam autoclave (Autoclaved Aerated Concrete, AAC). Hasil penelitian ini juga mengindikasikan pengaruh pori terhadap massa jenis dan fasa strukturmikro dengan kuat tekan.
SINTESIS PADUAN Co-Cr MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK Marzuki Silalahi; Dena Nadya Rahayu; Bambang Sugeng; Ferhat Aziz; Sulistioso Giat Sukaryo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 3: APRIL 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.3.4500

Abstract

Paduan Co-Cr merupakan material tahan suhu tinggi dan tahan korosi. Penelitian ini bertujuan mensistesis serbuk paduan Co-Cr dengan metode ultrasonik, kemudian dilanjutkan dengan proses sintering dalam kapsul kaca kuarsa. Iradiasi ultrasonik yang digunakan pada frekuensi 20 kHz dan amplitudo 40 % dengan komposisi Co : Cr sebesar 80 : 20.Waktu perlakuan sonikasi adalah selama 0 jam, 3 jam, 6 jam, 12 jam, 24 jam, dan 48 jamdalam larutan etanol. Setelah sonikasi selama 48 jam, fasa FCC dari Co mulai bertransformasi menjadi fasa HCP. Perlakuan ultrasonik terhadap campuran Co-Cr juga memberikan efek pengurangan ukuran partikel. Parameter kisi serbuk setelah ultrasonikasi 48 jam adalah: untuk HCP-Co a = b = 0,25074 nmdan c = 0,40699 nm, untuk FCC-Co a = b = c = 0,35411nm, dan untuk BCC-Cr a=b=c=0.28827 nm. Perlakuan ultrasonik selama 48 jam menhasilkan pembentukan paduan Co-Cr dengan persentasi berat sebesar 25,2124. Hasil sintering padatan Co-Cr menunjukkan parameter kisi HCP-Co memiliki nilai yaitu a = b = 0,25230 nm dan c=0,41223 nm, dan FCC-Co a = b = c = 0,35232 nm. Terbentuknya microalloying CoCr diindikasikan dari hasil EDS, teramati partikel yang mempunyai komposisi Co : Cr = 71,25 : 24,45. Paduan Co-Cr yang terbentuk setelah sintering pada 1300 oC adalah sebesar 15,33416 %berat.
ANALISIS TEORI MEDAN MOLEKULAR PADA PADUAN UNSUR TANAH JARANG-LOGAM TRANSISI REnTMm Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.285 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5248

Abstract

ANALISIS TEORI MEDAN MOLEKULAR PADA PADUAN UNSUR TANAH JARANG-LOGAM TRANSISI REnTMm. Mekanisme interaksi internal antara momen magnetik spin sehingga spin-spin cenderung untuk berorientasi teratur pada arah tertentu seperti ditemui dalam bahan yang bersifat feromagnet ataupun ferimagnet secara teoritis dibahas melalui konsep medan yang disebut sebagai medan pertukaran (echange field), medan molekular (molecular field) ataupun Weiss-field. Berdasarkan teori ini, telah disusun suatu algoritma untuk menentukan koefisien medan molekular dengan pendekatan metoda sub-kisi. Verifikasi dari algoritma yang telah disusun dilakukan dengan menggunakan data pengukuran magnetisasi versus temperatur untuk paduan unsur tanah jarang-logam transisi REnTMm yang telah dipublikasikan. Hasil perhitungan dari algoritma yang disusun kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran dari perhitungan referensi dan diperoleh kesesuaian yang sangat baik satu sama lain. Perhitungan dilakukan pada komputer Macintosh dengan algoritma disusun berdasarkan paket program MATHEMATICA, A system for doing mathematics by computer.
DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENELITIAN STRUKTUR BAHAN MAGNETIK Andika Fajar; H. M. Rahardjo; A. Purwanto; Eddy Santoso
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.323 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5102

Abstract

DIFRAKSI NEUTRON UNTUK PENELITIAN STRUKTUR BAHAN MAGNETIK. Difraksi neutron merupakan peralatan yang penting dalam menentukan struktur magnetik dari bahan kristalin.Makalah ini menjelaskan pemanfaatan difraktometer neutron serbuk resolusi tinggi yang terdapat di BATAN, yang didedikasikan untuk penelitian struktur. Diperlihatkan juga hasil pengukuran pola difraksi neutron pada cuplikan MnO dan MnF2 di atas dan di bawah suhu Neel. Pola difraksi di bawah suhu Neel memperlihatkan munculnya puncak-puncak Bragg baru yang disebabkan oleh strukturmagnetik sebagai tambahan dari puncak Bragg nuklir.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue