cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020" : 8 Documents clear
Pertumbuhan, Hasil dan Serapan Fosfor (32P) Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) akibat Pemberian Biochar dan SP-36 Candra Melati; Boy Macklin Pareir Prawiranegara; Anggi Nico Flatian; Edy Suryadi
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.5804

Abstract

Penelitian pengaruh biochar yang dikombinasikan dengan pupuk kimia fosfor (P) terhadap produksi dan serapan hara tanaman perlu dieksplorasi lebih lanjut, terutama pada tanah tropis. Unsur hara P merupakan salah satu faktor pembatas utama produksi tanaman di daerah tropis. Jumlah P yang tersedia jarang melebihi 0,01% dari total P tanah karena sebagian besar P berada dalam bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman. Pemberian pupuk P menjadi tidak efisien karena dalam tanah sebagian besar P teradsorbsi dan terpresipitasi sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar yang dikombinasikan dengan SP-36 (superfosfat) terhadap pertumbuhan, produksi dan serapan P tanaman jagung manis di tanah latosol Pasar Jumat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk SP-36 yang terdiri dari 4 taraf perlakuan: 0 ppm, 42 ppm P, 46 ppm P, dan 53 ppm P dengan faktor kedua adalah dosis biochar yang terdiri dari 3 taraf perlakuan: tanpa biochar 37,5 g/pot, dan 75 g/pot. Teknik isotop 32P digunakan untuk merunut P yang diserap oleh tanaman. Hasil penelitian menggunakan teknik isotop 32P menunjukkan bahwa pemberian pupuk SP-36 disertai pemberian biochar meningkatkan penyerapan P berasal dari pupuk SP-36 (%P-bdp) sebesar 6,7% - 8,8% dibanding tanpa pemberian biochar, tetapi tidak signifikan (P>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian biochar dengan dosis 37,5 – 75 g/pot (ekuivalen dengan 2 - 4 ton/ha) menyebabkan penyerapan pupuk SP-36 oleh tanaman lebih besar. Namun, hal tersebut tidak menyebabkan pertumbuhan, hasil dan serapan P total tanaman meningkat secara signifikan. Pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 43 - 53 ppm P (ekuivalen dengan 200 - 250 kg SP-36/ha) secara mandiri menyebabkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan bobot kering tanaman meningkat secara signifikan bila dibandingkan tanpa pemupukan SP-36. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar P yang diserap tanaman adalah berasal dari tanah, yaitu sebesar 188,4 - 199,4 mg/tanaman. P berasal dari pupuk yang diserap tanaman adalah sebesar 16,3 - 20,5 mg/tanaman.
Fan Beam Tomography Technique for Scale Thickness Measurement in Geothermal Pipeline West Java Area Wibisono Wibisono; Firliyani Rahmatia Ningsih; Paston Sidauruk; Sastra Wijaya Kusuma
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.6039

Abstract

In the industrial field, tomography technique has been developed for inspection or maintenance by obtaining cross-sectional images of an object. Tomography application in geothermal power plant assist online inspection without interrupting operation process. Identification of scale materials in online condition is required to observe steam pipe productivity. A fan beam computed tomography system using gamma-ray transmission has been developed in laboratory experiment and field work. The aim of this study is to identify scale materials and its’ parameters, for instance geometry, density, and concentration of elements. The system feature is an arc up to 100°, vertex distance of 413.5 mm, fan rotation increment of 2.813°, and fan sensor spacing of 0.781°. This auto control system is used to scan geothermal pipe with outer diameter (OD) of 220 mm and thickness of 8.18 mm. Gamma radiation source which used is Scandium-46 (Sc-46) with activity 15 mCi. In this paper, experiment data are compared with Monte Carlo simulation method to strengthen interpretation. The results showed that image reconstruction successfully identify geometry and distribution scale materials inside the pipe which is the thickest located in d position 62 mm. Element analysis tested using neutron activation analysis (NAA) method contain some elements, with confidence level 95%.
Analisis Produksi Plutonium-239 pada HTR-10 Menggunakan Program MCNPX Evi Setiawati; S Juliawan; Zaenul Muhlisin; F Arianto
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.5898

Abstract

Sebagai reaktor termal berdaya 10 MWt, HTR-10 dapat mengakomodasi berbagai macam campuran bahan fisile dan fertile. Kemampuan akomodasi tersebut sangat bermanfaat dalam menutup siklus bahan bakar nuklir dan menstabilkan keberadaan Plutonium-239 yang masih dapat digunakan dalam daur ulang bahan bakar. Plutonium-239 (Pu-239) merupakan salah satu nuklida hasil proses fisi yang dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar reaktor. Pada HTR-10, densitas Pu-239 yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh ukuran kernel dan pengayaan bahan bakar yang digunakan. Analisis produksi Pu-239 pada penelitian ini dilakukan terhadap hasil pemodelan dengan menggunakan program MCNPX (Monte Carlo N-Particle Extended). Parameter model yang digunakan adalah variasi radius kernel 250-300 μm dan variasi pengayaan bahan bakar 12-15%. Simulasi MCPNX menghasilkan perubahan masa bahan bakar dan produksi unsur aktinida hasil reaksi fisi selama pengoperasian reaktor satu tahun. Berdasarkan perhitungan menggunakan program MCNPX, didapat hasil bahwa produksi Pu-239 paling optimal adalah pada pengayaan bahan bakar 11% pada radius kernel 300 μm. Dengan memperbesar pengayaan U-235 menyebabkan penurunan konsentrasi U-238. Karena Pu-239 dihasilkan dari U-238, maka produksi Pu-239 adalah Pu-239 yang mempunyai densitas rendah.
Penentuan Dosis Iradiasi Sinar Gamma dalam Meningkatkan Keragaman untuk Perbaikan Karakter Kuantitatif Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) Wulan Septiningtyas Kurniajati; Sobir Sobir; Syarifah Iis Aisyah
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.5962

Abstract

Perbanyakan bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) secara luas menggunakan umbi, oleh karena itu mutasi merupakan metode yang efektif untuk menginduksi keragaman genetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai radiosensitivitas dan menginduksi keragaman genetik pada bawang merah varietas Bima Brebes menggunakan iradiasi sinar gamma. Bahan tanam dikelompokkan berdasarkan asal material tanaman, yaitu umbi dan biji. Dosis iradiasi biji adalah 0-1000 Gy dengan rentang 100 Gy, sedangkan pada umbi adalah 0, 1, 2, 4, 6, 8, dan 10 Gy. Radiosensitivitas umbi bawang merah lebih tinggi dibandingkan biji. Nilai LD50 bawang merah asal umbi adalah 7,55 Gy dan asal biji adalah 75,26 Gy. Iradiasi mampu menstimulasi pertumbuhan tanaman pada dosis yang mendekati LD20 pada umbi, yaitu pada nilai 2 Gy. Keragaman yang terbentuk tersebar secara acak pada berbagai dosis iradiasi dan karakter pengamatan.
Cover Vol. 16 No. 2 Asih Nariastuti, B.Sc
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.6176

Abstract

Cover Vol. 16 No.2
Peningkatan Kualitas Batik Eco-Fashion dengan Pewarna Alami Jalawe (Terminalia bellirica) menggunakan Iradiasi Berkas Elektron Lilin Indrayani; M. Triwiswara; W. Andriyati; E. Nuraini
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.5964

Abstract

Istilah eco-fashion atau sustainable fashion merupakan bagian dari filosofi desain tekstil yang berkembang dengan tujuan menciptakan sistem yang mampu mengurangi dampak negatif kegiatan manusia terhadap lingkungan. Dalam penerapan prinsip eco-fashion industri batik harus mengarah pada penerapan prinsip industri hijau dalam proses produksinya. Penggunaan zat warna alami pada industri batik telah banyak dilakukan untuk mengurangi penggunaan zat warna sintetis yang memiliki efek negatif pada lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit kayu jalawe (Terminalia bellirica) sebagai zat warna alam (ZWA) pada kain batik dengan menggunakan iradiasi berkas elektron. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan radiasi pada kain batik menggunakan energi berkas elektron melalui empat variasi waktu iradiasi yang berbeda yaitu 15 detik, 30 detik, 45 detik dan 60 detik dalam proses mordanting pada kain batik untuk dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia seperti tawas (Al2(SO4)3), kapur (CaO), dan tunjung (FeSO4). Selanjutnya kain batik yang telah diiradiasi, dilakukan pengujian ketuaan warna dan ketahanan luntur warna untuk mengetahui kualitas kain batik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iradiasi berkas elektron dapat mempengaruhi ketuaan warna kain batik dan peningkatan kualitas kain batik. Semakin besar dosis iradiasi berkas elektron maka nilai ketahanan luntur kain semakin tinggi, nilai tersebut optimum dicapai pada besaran dosis iradiasi selama 45 detik.
Keragaan Malai Mutan Padi Generasi M1 Hasil Iradiasi Gamma Sherly Rahayu; Via Destavany; Dasumiati Dasumiati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.5763

Abstract

Pemanfaatan iptek nuklir dalam pemuliaan tanaman di Indonesia telah banyak dirasakan dengan telah dihasilkan beberapa varietas padi dalam kurun waktu empat dekade terakhir. Perubahan keragaan tanaman padi pada generasi awal merupakan akibat dari pengaruh radiasi yang bersifat acak terhadap genetik tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari keragaan karakter agronomi, khususnya morfologi malai mutan padi pada generasi M1 hasil mutasi induksi pada dosis optimum 200 dan 300 Gy. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 ulangan, mengunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan satu bibit per lubang. Dosis radiasi yang digunakan yaitu 0, 200, dan 300 Gy, menggunakan dua varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter malai seperti jumlah malai, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder, dan jumlah gabah isi mengalami penurunan seiring meningkatnya dosis iradiasi hingga 300 Gy. Hal ini berbanding terbalik dengan karakter jumlah gabah hampa yang semakin meningkat sebagai respon terhadap dosis iradiasi, sedangkan karakter panjang malai tidak mengalami perubahan berarti akibat perlakukan iradiasi gamma pada generasi M1.
Radon (222Rn) Radioactivity Level at the BATAN Workplace using RAD7 Arsita sita; Dahlang Tahir; June Mellawati; R Pradana
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.6000

Abstract

Measurement of Radon (222Rn) radioactivity level at BATAN office Jakarta has been done. Radon is a radioactive emitting alpha particle, very dangerous to the health because if it is inhaled, will be accumulated in the lungs and cause lung cancer. The purpose of the research was to determine the activity concentration of 222Rn in the workplace and to estimate the dose received by workers. The sampling method is purposive sampling, in several office rooms of the BATAN office (staff room, laboratory, and warehouse), measurement 222Rn using RAD7 continuously for 24 hours. Based on the activity concentration of 222Rn in the rooms, an estimate of the effective dose received by the workers while working indoors can be calculated. The results showed that exposure of 222Rn gas radiation in the workplace was relatively varied, radiation exposure in warehouses was 18.90-32.90 (25.90) Bq.m-3 higher than in laboratory 8.20-34.00 (22.43) Bq.m-3 and staff room 5.40-29.60 (16.68) Bq.m-3. The estimated effective dose received by workers in the warehouse is 0.1865 mSv.year-1, laboratory 0.1615 mSv.year-1, and in the staff rooms 0.1267 mSv.year-1, and this value still meets the quality standards of radiation exposure required by the Ministry of Health No. 7 of 2019 and is categorized as safe.

Page 1 of 1 | Total Record : 8