cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007" : 5 Documents clear
FLUKS DEPOSISI Zn DAN Cr DI MUARA CISADANE BERDASARKAN PROFIL 210Pb UNSUPPORTED DAN SIKLUS BANJIR 5 TAHUNAN Barokah Aliyanta; Ali Arman Lubis
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.822 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.551

Abstract

Pengukuran profil 210Pb unsupported dan logam berat Zn, Cr pada sedimen di Muara Cisadane telah dilakukan pada tahun 2002. Kedua sedimen core diambil masing-masing di Muara Tanjung Burung dan Muara Tiang Sampan. Profil 210Pb unsupported dapat digunakan untuk menghitung laju pengendapan dan untuk menghitung fluks deposisi Zn dan Cr berdasarkan siklus waktu 5 tahunan. Laju pengendapan sedimen kering di Muara Tanjung Burung adalah 4,142 gr/cm2/th, 2,518 gr/cm2/th dan 1,27 gr/cm2/th masing-masing untuk periode 1997- 2002, 1992-1997 dan 1987-1992. Laju pengendapan pada Muara Tiang Sampan sebesar 3,626 gr/cm2/th, 2,8 gr/cm2/th dan 1,41 gr/cm2/th masing-masing untuk periode 1997-2002, 1992-1997 dan 1987-1992. Fluks deposisi Zn : Cr di Muara Tanjung Burung adalah 4,867 gr/m2/th : 0,9 gr/m2/th, 3,515 gr/m2/th : 0,69 gr/m2/th dan 1,363 gr/m2/th : 0,2 gr/m2/th; masing-masing untuk periode 1997- 2002, 1992-1997 dan 1987-1992. Fluks deposisi Zn:Cr di Muara Tiang Sampan adalah 3,368 gr/m2/th : 0,703 gr/m2/th, 2,814 gr/m2/th : 0,574 gr/m2/th dan 1,593 gr/m2/th : 0,303 gr/m2/th; masing-masing untuk periode 1997- 2002, 1992-1997 dan 1987-1992.
TEKNIK PRODUKSI GAS IN-VITRO UNTUK EVALUASI PAKAN TERNAK : Volume Produksi Gas Dan Kecernaan Bahan Pakan Asih Kurniawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.717 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.552

Abstract

In-vitro teknik produksi gas dapat digunakan untuk prediksi kualitas pakan. Pengaruh penambahan molase sebagai sumber karbohidrat mudah terdegradasi pada pakan sumber protein silase red clover dipelajari dengan menggunakan teknik ini. Dari data yang diperoleh menunjukkan terdapat korelasi positif antara total produksi gas dengan nilai kecernaan pakan (r = 0,96). Korelasi positif antara total produksi gas dengan produksi biomasa mikroba (r = 0,96). Penambahan molase sangat nyata meningkatkan nilai kecernaan bahan kering (P<0,01) meningkatkan bahan kering terdegradasi (P<0,01) dan produksi biomasa mikroba (P<0,01), serta meningkatkan efisiensi nitrogen pakan dalam pembentukan biomasa mikroba (P<0,01) seiring dengan peningkatan jumlah suplementasi. Penambahan 0,3 g molase menunjukan hasil yang tertinggi sementara penambahan 0,15 dan 0,225 molase memberikan hasil yang lebih bail dibanding penambahan 0,0625 molase dan red clover tanpa supelementasi. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa in-vitro teknik produksi gas dapat digunakan untuk evaluasi dan pemilihan bahan pakan untuk ternak.
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN STEK PUCUK KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat.) CV. PINK FIJI Ita Dwimahyani
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.323 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.554

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh iradiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan stek pucuk krisan kultivar Pink Fiji. Stek pucuk yang telah berakar diiradiasi dengan sinar gamma masing-masing dengan dosis 0, 10, 15, 20 dan 25 Gy, kemudian ditanam di rumah plastik daerah Gadog, Ciawi. Pertumbuhan tanaman dari masing-masing dosis menunjukkan perbedaan, baik dalam tinggi tanaman maupun dalam proses pembungaan. Tanaman dosis 15 Gy ke atas berbunga lebih lambat dan tanaman menjadi kerdil. Dosis optimal untuk iradiasi kultivar Pink Fiji adalah 10-15 Gy. Mutasi yang diperoleh terbanyak adalah warna bunga kuning, kemudian diikuti oleh orange, putih, pink gelap dan pink pucat.
PERBANDINGAN METODE SINTESIS BENZENA DAN ABSORPSI CO2 UNTUK PENANGGALAN RADIOISOTOP 14C Satrio .; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.569 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.550

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan umur sampel karbon menggunakan metode absorpsi CO2. Metode ini merupakan alternatif terhadap metode sintesis benzena yang selama ini digunakan. Penerapan metode ini bertujuan untuk mendukung berbagai penelitian hidrologi khususnya penelitian umur air tanah menggunakan radioisotop alam 14C. Hasil-hasil yang diperoleh dari metode absorpsi CO2 kemudian dibandingkan dengan hasil-hasil metode sintesis benzena yang meliputi cacahan latar belakang, cacahan standar, aktivitas dan batas umur, hasil umur, dan biaya bahan serta komponen yang terlibat dalam analisis. Penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan metode sintesis benzena, preparasi sampel menggunakan metode absorpsi CO2 lebih sederhana, ekonomis dan praktis. Penggunaan metode absorpsi CO2 dapat menghemat biaya bahan hingga 75 %. Perbedaan yang nyata antara metode absorpsi CO2 dan sintesis benzena adalah kemampuan menentukan umur maksimum yang masing-masing menghasilkan 33.310 tahun dan 47.533 tahun. Sedangkan rata-rata hasil umur, baik dengan metode sintesis benzene maupun absorpsi CO2 untuk sampel yang sama hasilnya relatif sama.
STUDI DISTRIBUSI EROSI/DEPOSISI TANAH MENGGUNAKAN ISOTOP ALAM 137Cs DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BESAI HULU - LAMPUNG Nita Suhartini; Barokah Alyanta
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.553

Abstract

Radiogenik 137Cs yang terdapat di tanah dapat digunakan sebagai perunut untuk mengestimasi besarnya laju erosi/deposisi di suatu lahan tertentu yang telah terjadi sejak tahun 1950-an, dengan membandingkan nilai aktivitas total 137Cs di suatu lokasi penelitian dengan suatu lokasi pembanding. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari profil distribusi laju erosi/deposisi suatu lahan olahan. Lokasi penelitian adalah daerah pertanian kopi di Lampung Barat. Pengambilan cuplikan dilakukan menggunakan alat scraper (20 x 50) cm.untuk distribusi lokasi pembanding dan coring (di = 6,9 cm) untuk distribusi laju erosi/deposisi. Delapan lokasi dipilih untuk pengambilan cuplikan yang dilakukan secara transek dengan jumlah titik percobaan setiap transek bekisar antara 4 sampai dengan 12 titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi laju erosi/deposisi titik-titik percobaan berkisar antara -0,4 t/ha.thn sampai dengan 40,0 t/ha.thn., dan net laju erosi/deposisi untuk 8 transek yang berbeda berkisar antara -5,6 t/ha.thn sampai dengan 11,5 t/ha.thn.

Page 1 of 1 | Total Record : 5