cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009" : 7 Documents clear
RADIONUCLIDIC SEPARATION OF RADIOACTIVE INDIUM FOR MEDICAL AND BIOLOGICAL RESEARCH APPLICATIONS FROM TARGET MATRIX BASED ON NUCLEAR REACTION OF NATCd (n,γ) 115Cd ???? 115mIn Sunarhadijoso Soenarjo; Kadarisman Wisnukaton; Sriyono .; Abidin .; Herlina .
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.671 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.531

Abstract

Radioisotope 115mIn has been considered to be a very potential radioisotope formedical purposes and biological researches. Its physical properties are comparable to those of the radioisotope 99mTc. Although 115mIn is very potential for application innuclear medicine and biological researches, it is not widely explored for domestic use due to domestic limitations on its production technology. Accordingly, the objective of the present works is to master a production processing technology of 115mIn for medical and biological research applications. As the daughter of 115Cd, 115mIn is produced by neutron activation on cadmium target followed by separation in a radioisotope generator based on nuclear reaction of 114Cd (n,γ) 115Cd → 115mIn. In thisstudy, natural CdO was used as a target while the irradiation was carried out in the G.A. Siwabessy reactor. The separation of radioisotope 115mIn from the irradiated target was carried out by means of solvent extraction and anion exchange columnchromatography. In terms of solvent extraction, the post-irradiated target solution was extracted using two extractants namely 8-hydroxy-quinoline in chloroform and 2-ethylhexyl-phosphate in toluene. The resulting radioindium(III)-organo-complexwas then stripped from the organic phase to release the radioisotope 115mIn. Meanwhile in anion exchange column chromatography, the cadmium fraction in the post-irradiated target solution was conditioned to form anion complex, CdI42-, which was then bound on AG 1X8 (Cl¯, 100 — 200 mesh) resin column. The formed 115mIn, the daughter of 115Cd, in the form of 115mIn3+ was then eluted from the column using 0.05 M HCl. It was found that the radioactive indium obtained from the solventextraction using 8-hydroxyquinoline in chloroform was chemically contaminated by the extractant, while that obtained from the solvent extraction using 2-ethylhexylphosphate in toluene was significantly contaminated by 115Cd. The anion exchangecolumn chromatography was found to be the best method for separation of 115mIn from post-irradiated target solution because this method produced pure 115mIn. This was indicated by the resulting 115mIn fraction that gave a mono-energetic γ-rayspectrum peaking at 336 keV and a half-life of 4.486 hours which were related to 115mIn. The quantitative aspect which was regarded as a radioactivity of the produced 115Cd was found to give a fluctuated result. This result was suspected to be inflicted by irradiation parameters such as inaccuracy in irradiation time, thechanges of reactor power and neutron flux as well as inter-irradiation-position load, which varied from one irradiation to another irradiation.
PENENTUAN DOSIS STERILISASI MEMBRAN SELULOSA MIKROBA DENGAN IRADIASI BERKAS ELEKTRON BERDASARKAN ISO 11137 Darmawan Darwis; Yessy Warastuti; Lely Hardiningsih
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.418 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.532

Abstract

Telah dilakukan perhitungan dosis sterilisasi membran selulosa bakteri dengan iradiasi berkas elektron berdasarkan pada International Standard Organization (ISO) 11137. Pelikel selulosa mikroba dibuat dari fermentasi statis bakteri A. xylinum dalam media yang mengandung air kelapa sebagai sumber mikronutrien. Pelikel kemudian ditekan pada suhu kamar menggunakan alat hand press sehingga dihasilkan membran dengan ketebalan 0,03 ± 0,01 mm. Dosis sterilisasi iradiasi berkas elektron ditentukan berdasarkan ISO 11137 melalui 3 tahap yaitu: penghitungan jumlah kontaminasi awal mikroba (bioburden), penentuan dosis verifikasi dan penetapan dosis sterilisasi menggunakan Tabel 2. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai bioburden rata-rata batch 1, 2 dan 3 masing-masing adalah 67,4; 92,6; 91 cfu.Sedangkan bioburden rata-rata keseluruhan batch membran adalah 83,7 cfu. Bioburden rata-rata masing-masing batch lebih kecil dari dua kali bioburden rata-rata keseluruhan batch, sehingga bioburden yang digunakan untuk penetapan dosis verifikasi adalah bioburden rata-rata keseluruhan batch. Berdasarkan pada ISO 11137, maka dosis verifikasi adalah 7,8 kGy. Hasil pengujian pertumbuhan mikroba pada 100 sampel membran setelah menerima dosis verifikasi menunjukkan bahwa hanya satu mikroba yang tumbuh sehingga dosis verifikasi dapat diterima. Dari hasil inidisimpulkan bahwa dosis sterilisasi iradiasi berkas elektron untuk membran mikroba pada tingkat Sterility Assurance Level (SAL) 10-6 adalah 21 kGy.
PENGGUNAAN KONSENTRASI HORMON PROGESTERON UNTUK DETEKSI STATUS REPRODUKSI TERNAK SAPI PERAH post partum Totti Tjiptosumirat
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.017 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.528

Abstract

Pemantauan fisiologis terhadap pulihnya ovarium untuk dapat beraktivitas kembali post partum telah dilakukan dengan menggunakan 54 ekor ternak sapi perah Frisian Holstein (FH) multiparus. Ternak terkelompok menjadi 2 populasi; sebanyak 23ekor ternak mendapat pakan dan minum ad libitum serta tambahan konsentrat dengan perbandingan 1:2 untuk konsentrat dan produksi susu (K1), dan sebanyak 31 ekor ternak mendapat perlakuan serupa dengan K1 dan diberi tambahan pakansuplemen UMMB sebanyak 300 g/ekor/hari mulai dari 1 bulan menjelang kelahiran hingga 2 bulan post partum (K2). Layanan IB pada ternak K2 didasarkan pada informasi hasil pemantauan hormon progesteron sedangkan pada K1 didasarkan pada pengamatan birahi secara konvensional atau visual. Pengamatan fisiologis ovarium dilakukan dengan mengukur konsentrasi progesteron dalam susu yang dimulai dari 1 bulan prepartum hingga 2 bulan post partum. Pemberian pakan suplemen memberikan pengaruh yang nyata (P < 0.01) terhadap kembaliberfungsinya ovarium post partum. Tenggang waktu antara kelahiran dan ovulasi I post partum, antara kelahiran dan IB I, antara kelahiran dan kebuntingan, serta jarak antara dua kelahiran masing-masing untuk ternak K1 dengan K2 adalah: 99,2 ±10,2 vs 55,5±4,6 hari; 136,1±6,9 vs 96,7±13,6 hari; 198,7±14,9 vs 103,0±3,0 hari; dan 403,8±7,7 vs 371,3±15,6 hari. Selain itu, aplikasi teknik RIA progesteron dan pemberian pakan suplemen memberikan perbaikan dari kinerja reproduksi ternak sapi perah secara keseluruhan yang ditandai dengan jumlah IB per kebuntingan (service per conception; S/C), masing-masing untuk ternak K1 dengan K2, yaitu 3,4 vs 2,3. Keadaan ini menunjukkan bahwa aplikasi teknik RIA progesteron dapat meningkatkan efisiensi layanan IB dan pakan suplemen dapat memperpendektenggang waktu antara kelahiran hingga kebuntingan berikutnya (days open) ternak sehingga waktu antar kelahiran pada ternak sapi perah dapat dipersingkat.
ESTIMASI LAJU EROSI LAHAN BERLERENG DI KABUPATEN NGANJUK DENGAN TEKNIK 137Cs Barokah Aliyanta; Rahmadi Suprapto
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.826 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.530

Abstract

Penelitian erosi dengan menggunakan teknik 137Cs telah dilakukan di daerah Nganjuk. Penelitian dilakukan dalam cakupan daerah Kecamatan Sawahan, Ngetos dan Loceret, dengan luas area yang diteliti lebih dari 11000 ha. Pengambilan contoh tanah dilakukan dengan pendekatan pengelompokan berdasarkan lokasi, peta jenis tanah, peta tataguna lahan, peta topografi dan peta drainase. Dari tiap kelompok tanah, contoh tanah diambil secara sloping transek dengan kedalaman 30 cm. Adapun contoh pembanding diambil pada empat lokasi yaitu 2 dari lokasi hutan lindung, 1 dari teras kebun penduduk dan 1 dari lerengan bukit (hill slope) dengan ciri tertutup secara baik dengan tanaman rumput. Hasil inventori pembanding rerata adalah 281 Bq/m2, dan nilai ini digunakan untuk menghitung laju erosi rata-rata tahunan dari rentang waktu tahun 1963 sampai 2006. Estimasi laju erosi yang didapat bervariasi dari transek T1 sampai transek T28 yaituantara 2 sampai lebih dari 100 ton/ha/th, dan nilai SDR dari 17 % sampai 100 %.
SINTESIS HIDROGEL POLIETILEN OKSIDA BERIKATAN SILANG DAN IMOBILISASI ANTIBIOTIK DENGAN CARA INDUKSI RADIASI GAMMA UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA Erizal .; Dewi Sekar Pangerteni; Adjat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.533

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakter fisik hidrogel polietilen oksida (PEO) berikatan silang hasil iradiasi gamma serta mempelajari kemampuannya sebagai matriks pelepasan obat yang akan dipakai sebagai bahan pembalut luka. PEO berikatan silang telah disintesis dalam bentuk hidrogel menggunakan teknik iradiasi pada dosis 20; 30 dan 40 kGy dengan konsentrasi PEO 1-7 % b/v. Kandungan gel yang mencerminkan derajat ikatan silang, dan kemampuan hidrogel dalam menyerap air sebagai rasioswelling diukur secara gravimetri. Kandungan gel meningkat dengan naiknya dosis iradiasi mencapai nilai tertinggi 95 % pada dosis 40 kGy. Rasio swelling maksimum yang terukur selama 8 jam perendaman berkisar 10-15 g/g pada dosis 20 kGy. Uji pelepasan obat dilakukan dalam media air suling pH = 7,4 dengan antibiotik sebagai model obat diukur dengan spektrofotomer UV-Vis. Konsentrasi PEO yang digunakan untuk immobilisasi antibiotik adalah 7 % (b/v) yang dimuati dengan 10 mg antibiotik.Antibiotik yang dilepaskan dari matriks hidrogel adalah berkisar 80- 90 % dari jumlah total pada selang waktu 24 jam. Hidrogel PEO perlu dipertimbangkan sebagai carrier antibiotik dalam pembalut luka dan untuk pemakai luar (transdermal
PENGARUH IRADIASI GAMMA PADA TAHU YANG DIJUAL DI WILAYAH PASAR JAKARTA SELATAN Idrus Kadir; Harsojo .
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.529

Abstract

Tahu adalah salah satu sumber panganbergizi yang banyak dikonsumsi masyarakat luas. Akan tetapi, akhir-akhir ini didugaada produksi tahu yang kualitas higieniknya rendah karena mengandung bahan berbahaya seperti formalin. Oleh karena itu, pengujian terhadap kualitas tahu yang beredar di pasar swalayan maupun tradisional perlu dilakukan. Pengambilan contohdilakukan dengan cara purposive sampling, yaitu contoh diambil dari lokasi dan jenis tahu yang telah ditentukan di wilayah Jakarta Selatan. Contoh tahu tersebut kemudian diiradiasi dengan dosis 3 kGy. Parameter yang diamati adalah ada tidaknya kandungan formalin, jumlah total bakteri aerob, bakteri koli, Staphylococcusspp dan cemaran Salmonella. Hasil menunjukkan bahwa semua contoh tahu yang diteliti mengandung formalin. Kandungan bakteri aerob pada contoh tahu yang tidak diiradiasi berkisar antara 2,2 x 105 dan 1,4 x 107 koloni/g, sedangkan pada yang diiradiasi dengan dosis 3 kGy jumlah bakteri aerob berkisar antara 2,5 x 102 dan 2,0 x 104 koloni/g. Kandungan bakteri koli pada contoh tahu yang tidak diiradiasi berkisar antara 0 dan 7,0 x 105 koloni/g, sedangkan pada yang diiradiasi berkisar antara 2,5 x 102 dan 2,2 x 103 koloni/g. Jumlah bakteri Staphylococcus pada contohtahu yang tidak diiradiasi berkisar antara 0 dan 1,3 x 106 koloni/g, sedangkan pada yang diiradiasi berkisar antara 0 dan 1,5 x 102 koloni/g. Tidak ditemukan adanya Salmonella pada semua contoh tahu yang diteliti. Derajat keasaman (pH) contoh tahu berkisar antara 5,33 dan 5,93, sedangkan kadar air dan kandungan protein masing masing berkisar antara 75,11% dan 76,99% serta 7,93% dan 8,83%. Kata kunci : formalin, mikroba, iradiasi gamma, bakteri koli, Staphylococcus
PERBAIKAN PADI VARIETAS CISANTANA DENGAN MUTASI INDUKSI Mugiono .; Lilik Harsanti; Azri Kusuma Dewi
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.534

Abstract

Pemuliaan tanaman padi perlu terus dilakukan untuk mendapatkanvarietas padi yang lebih ungul dari segi kuantitas dan kualitas. Varietas Cisantana yang ujung gabahnya berbulu diperbaiki melalui pemuliaan mutasi. Benih padi varietas Cisantana diradiasi dengan sinar gamma 60Co dengan dosis 0,10, 0,20 dan 0,30 kGy di Pusat Aplikasi Teknologi Isotosp dan Radiasi-BATAN, Jakarta. Setelah diradiasi benih ditanam sebagai tanaman M1 di Kebun Percobaan PATIR Pasar Jumat pada musim tanam MK 2000. Seleksi dilakukan pada generasi M2 di Pusaka negara, Subang dan lebih ditekankan pada bentuk ujung gabah yang tidak berbulu danberumur genjah. Dari populasi tersebut telah diseleksi sebanyak 19 mutan tanaman yang berumur genjah dengan sifat ujung gabah tidak berbulu. Pemurnian pada generasi berikutnya diperoleh 10 galur mutan tanaman yang telah homogen dantidak lagi bersegregasi. Ternyata pada pengujian daya hasil dan pengujian adaptasi di beberapa lokasi galur mutan Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ mempunyai produksi tinggi dan daya adaptasi sangat baik di beberapa lokasi pengujian. Pada pengujianterhadap ketahanan hama wereng coklat dan penyakit hawar daun di rumah kaca, galur Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan 2 dan agak tahan biotipe 3 serta tahan terhadap penyakit hawar daun strain III danagak tahan terhadap strain IV. Kedua galur tersebut mempunyai mutu dan kualitas beras baik dengan rasa nasi pulen. Galur Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ telah dilepas sebagai varietas baru oleh Menteri Pertanian masing masing dengan namaMira-1 pada tahun 2006 dan Bestari pada tahun 2008.

Page 1 of 1 | Total Record : 7