cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prima Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Prima Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir, Jurnal ilmiah diterbitkan oleh Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - BATAN Alamat Rekaksi: Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN) - BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PEMBUATAN PROTOTIP PEMANAS BEARING Firman Silitonga
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 4, No 8 (2007): November 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2690.582 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pembuatan  prototip  pemanas  bearing. Telah dibuat pemanas  bearing  daya  1000 VA, 220 volt, dan frekuensi  50 Hz .Pemanas   bearing  terdiri dari kumparan primer  dengan jumlah  lilitan 230, inti besi berbentuk  U dengan  luas penampang  36 cm   dan inti besi   melintang   dengan  luas penampangnya  masing-masing    9 cm2  dan    3 cm2  dan isolasi.  Inti besi melintang  ini adalah tempat  untuk  memasukkan   bearing  motor  listrik.  Pemanas  bearing    adalah  suatu  alat listrik yang  dapat digunakan  untuk memanaskan  bearing motor listrik dan sejenisnya.   Bila kumparan primer   dihubungkan  dengan  suplai  tegangan  220 volt akan  menginduksikan   tegangan  pada kumparan  primer  dan    kumparan  sekunder  dimana  bearing  merupakan  kumparan  sekunder tertutup sehingga  mengakibatkan  bearing  tersebut menjadi panas.  Pemanas  bearing  ini   telah dapat digunakan untuk memanaskan  bearing motor listrik dengan  diameter dalam 3 cm sampai dengan 6 cm dan diameter luar bearing maksimum  12 cm. Kata kunci: bearing, pemanas, inti besi.  ABSTRACT A  prototype   construction   of  bearing   heater  system.   A  bearing   heater   system   has  been succesfully   constructed   using  transformer-like   method  of  1000  VA  power,   220  V primary voltage, and 50 Hz electrical  frequency. The bearing heater consists of primary  coil 230 turns, U-type and bar-type iron core with 36 cm2,   9 cm2 ,and 3 cm2 cross-section,   and electrical  isolation.  The bearing heater is used  to enlarge the diameter of the bearing so that it can be easily fixed on an electric motor shaft during replacement  because the heating  is conducted  by treated the bearing as a secondary   coil of a transformer  .  This bearing heater  can be used for bearing with 3 and 6 cm of inner diameter and 12 cm of maximum outside diameter. Keyword: bearing, heater, iron core.
GENERATOR FUNGSI GELOMBANG HIDROGENOID Budi Santoso
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 3, No 5 (2006): Juni 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.761 KB)

Abstract

ABSTRAK·Generator fungsi gelombang hidrogenoid dalam bentuk subroutine fortran disajikan. Generator dimaksudkan untuk memudahkan perhitungan berbagai proses  atom seperti menghitung tingkat energi, matriks transisi, amplitudo hamburan dan interaksi kuantum pada umumnya yang dapat didekati dengan model hidrogenoid. Fungsi gelombang hidrogenoid berlaku bagi pendekatan non-relativistik untuk atomatau ion berelektron orbit satu. Fungsi gelombang tersebut diberikan oleh perkalian fungsi radial  dan fungsi gelombang harmonic bola      Generator ini membangkitkan  koefisien  ai  dan bj ,  yang  terlalu  melelahkan  untuk menghitungnya bagi n dan l  di atas 3.
KRITERIA PEMILIHAN POMPA UNTUK MENGALIRKAN LARUTAN ASAM FOSFAT KE MIXER SETTLER PADA PROSES RECOVERY URANIUM DARI ASAM FOSFAT Marliyadi Pancoko; Abdul Jami
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 9, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.18 KB)

Abstract

PUMP SELECTION CRITERIA for flowing PHOSPHORIC ACID SOLUTION TO MIXER SETTLER in uranium recovery process from phosphoric acid. Mixer-settler plays important roles in uranium recovery process from phosphoric acid. To flow phosphoric acid from feeder tank to mixer settler, constant fluid flow rate is needed. Therefore, this program selects a pump with positive displacement of reciprocating type having specification of plunger single acting 5”x4” triplex, and power 2 HP, to flow phosphoric acid solution with flow rate of 20 kg/s (242 gpm), density of 1300 kg/m3, and viscosity of 4.5 cP, and suction static head of 2 m and discharge static head of 6.4 m. From cavitation evaluation, NPSHavailable of 8.9 m which was greater than NPSHrequired of 4.5 m (specification from pump maker) was obtained. Kriteria Pemilihan Pompa Untuk Mengalirkan Larutan Asam Fosfat ke Mixer Settler pada proses recovery uranium dari asam fosfat. Pesawat pengaduk pengenap atau mixer settler adalah alat yang memegang peranan penting dalam proses pengambilan uranium dari larutan asam fosfat. Untuk mengalirkan asam fosfat dari tangki umpan ke mixer settler membutuhkan laju alir fluida yang konstan. Metode yang digunakan dalam kegiatan perancangan ini adalah dengan membandingkan karakter pompa perpindahan positif dan pompa sentrifugal. Dari hasil perbandingan tersebut dipilih jenis pompa perpindahan positif tipe reciprocating dengan spesifikasi plunger single acting 5”x4” triplex, daya 2 Hp, untuk mengalirkan larutan asam fosfat dengan flow rate 20 kg/s (242 gpm), densitas 1300 kg/m3 dan viskositas 4.5 cP, dengan suction static head 2m dan discharge static head 6.4m. Dari cek kavitasi didapat NPSHa 8.9m lebih besar dari NPSHr 4.5m (spesifikasi dari pump maker).
REFURBISHING PENGENDALI ARUS LISTRIK PENGELASAN PADA MESIN LAS RESISTANCE SPOT WELDING ME-25 UNTUK PERAKITAN KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR PLTN Achmad Suntoro
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 10, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6293.501 KB)

Abstract

ABSTRAKREFURBISHING PENGENDALI ARUS LISTRIK PENGELASAN PADA MESIN LAS RESISTANCE  SPOT  WELDING  ME-25   UNTUK  PERAKITAN  KELONGSONG  BAHAN BAKAR NUKLIR PLTN. Mesin las ME-25 adalah jenis  resistance spot welding (RSW) yang digunakan untuk perakitan kelongsong bahan bakar nuklir PL TN di Pusat  Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) -  BATAN. Pengendali arus dan waktu pengelasan dari mesin tersebut rusak. Disain pabrikan pengatur  arus dan waktu pengelasan dari mesin tersebut berbentuk modul elektronik dengan tujuan untuk mempermudah proses perawatan perbaikan jika terjadi kerusakan pada mesin. Namun demikian dalam operasionalnya,  tujuan disain tersebut tidak bisa  dijalankan  karena  suku  cadang  modul  tersebut  tidak  mudah  diperoleh  di  pasaran. Perbaikan modul tidak mungkin dilakukan karena modul didisain untuk tidak diperbaiki,  tetapi diganti dengan modul yang baru.  Oleh karena itu,  teknik refurbishing yaitu membuat rangkaian elektronik sendiri yang berfungsi seperti modul yang rusak tersebut harus dilakukan agar mesin las tersebut tetap dapat berfungsi.  Dalam makalah ini, disain,  konstruksi dan pengujian atas tindakan  refurbishing  tersebut  dilakukan.   Prinsip  dasar  dari  modul  tersebut  terdiri  dari pembangkit pulsa periodik yang  dapat diatur sudut  fasanya dengan perioda  sama   dengan perioda listrik yang digunakan (PLN) serta sebuah programmable timer yang digunakan untuk menentukan  waktu operasonal dari deretan pulsa yang  dibangkitkan tersebut.   Refurbishing tersebut  telah berhasil dilaksanakan,  dan  dari pengujian  yang  dilakukan oleh  tim jaminan kualitas PTBN, mesin las ME-25 dapat diterima dan layak untuk beroperasi kembali.Kata kunci : refurbishing, pengendali arus pengelasan,  RSW,  thyristor, elektronik daya. ABSTRACTREFURBISHING OF ELECTRIC CURRENT CONTROL WELDING OF RESISTANCE SPOT WELDING MACHINE ME-25 FOR NPP's NUCLEAR FUEL CALDDING ASSEMBLY. Welding machine ME-25 is a resistance spot welding (RSW) machine that is used for NPP's nuclear fuel cladding assembly in the Center of Nuclear Fuel Materials Technology (PTBN) - BATAN.  The electric current control and its timing process of the welding machine is defective. The manufacturer design of the current control and the timing process of the welding machine is in the form of a modular electronics with the aim to facilitate during any curative maintenance program in case of the machine is malfunction. However, in operational, the design objectives can not be executed because the module part is not readily available in the market. To repair the module is not possible because the module is not designed to be repaired,  but replaced with a new one.  Therefore, a refurbishing technique must be done,  that is constructing own design of electronic circuits that function like the faulty module to be replaced,  so  that the welding machine can still work properly.  In this paper, the design, construction, and testing of the refurbishing work are performed.  The basic principle of the module contains both a periodic pulse-train generator that its phase-angle can be set variably in which the pulse-train period equals to the period of the electricity in use and a programmable timer that is used to determine the time operational of the pulse-train generated. The refurbishing work has been successfully implemented, and from the testing conducted by the quality assurance team of PTBN,  the welding machine ME-25 is acceptable and feasible to operate.Key words: refurbishing, weld current control, RSW, thyristor, power electronics.
ANALISIS KERUSAKAN MESIN LAS TUTUP KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR ME-27: KELlSTRIKAN ACHMAD SUNTORO
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 6, No 11 (2009): Juni 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.389 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis kerusakan mesin las tutup kelongsong bahan bakar nuklir ME-27 dari sudut pandang kelistrikannya. Mesin las ini menggunakan teknik magnetic force resistance welding. Terjadi arus hubung singkat di dalam mesin tersebut sebagai akibat dari patahnya baut pengencang sambungan kabel transformator pengelasan bertegangan tinggi, sehingga kabel bertegangan tersebut terlepas dan jatuh mengenai body mesin dan terjadi arus hubung singkat. Kondisi ini menyebabkan circuit breaker utama di gedung jatuh dan membangkitkan tegangan pulsa induksi yang tinggi ke sistem elektronik mesin, sehingga satu komponen elektronik mesin menjadi rusak. Kejadian ini merupakan peringatan ten tang pentingnya pengencangan baut sesuai dengan kekuatannya (penggunaan kunci mom en) dan perlunya rangkaian pembatas transient tegangan. Dua peringatan ini perlu pada peralatan yang menggunakan sumber daya listrik berorientasi kerja arus tinggi seperti pada mesin las ME-27.   It has been analysed a defective of the machine for a cap-tube nuclear fuel element ME- 27 from its electricity point of view. The machine uses magnetic force resistance welding technique. A short circuit was happened within the machine because the nut for tightening high voltage cable for welding transformer was broken so that the cable touched the machine body and produced the short circuit. This condition made both the primary circuit breaker in the building down and produced high voltage pulse induction to the electronic circuit within the machine so that one of its electronic components was defective. This case becomes warnings on how important of thightening a nut according to its strength specification (using wrench torque) and the neccesity of voltage transient limitation circuit to be installed. Both of the warnings are neccesary for any equipment consuming high electric current oriented such as the ME-27 machine.
DESAIN BASKET SENTRIFUGAL UNTUK PROSES FILTRASI SLURRY TORIUM HIDROKSIDA Abdul Jami; Hafni Lissa Nuri
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 13, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.795 KB)

Abstract

ABSTRAKDESAIN BASKET SENTRIFUGAL UNTUK PROSES FILTRASI SLURRY TORIUM HIDROKSIDA. Pilot plant ThO2 dari tailing pengolahan monasit kapasitas 100 kg/hari merupakan proses untuk mengambil torium dalam bentuk oksida ThO2yang terdiri dari 3 tahap proses, yaitu proses preparasi, proses ekstraksi dan proses dekomposisi thermal. Salah satu alat yang diperlukan untuk mendukung ketiga proses diatas adalah basket sentrifugal yang digunakan untuk proses filtrasi torium hidroksida.Telah dilakukan perhitungan teknis dalam rangka desain basket sentrifugal. Bentuk basket sentrifugal adalah silinder tegak dengan volume desain basket 0,23 m3. Adapun dimensi basket adalah diameter 1,2 m, tinggi 0,20 m. Beban maksimum 1800 kg, material konstruksi SS-316L, waktu filtrasi 96 detik dan total daya yang diperlukan 11 kW.Kata kunci:  Basket, Filtrasi, Sentrifugal, Torium Hidroksida ABSTRACTDESIGN OF BASKET CENTRIFUGE FOR FILTRATION PROCESS OF SLURRY OF THORIUM HYDROXIDE. Pilot plant of ThO2 from tailing monazite processing with capacity of 100 kg/day is a process for recovering thorium ThO2that consists of 3 process stages: preparation process, extraction process and thermal decomposition process. One of equipment’s required for support in third process is basket centrifuge for filtration process of thorium hydroxide. In order to design the basket centrifuge engineering calculations are performed. The type of the basket centrifuge is vertical drum with volume basket is 0,23 m3. The dimension is 1,2 m in diameter, 0,20 m in height. Maximum load is 1800 kg, construction material is SS-316L, time of filtration is 96 second and total power required is 11 kW.Key words:  Basket, Filtration, Centrifuge, Thorium Hydroxide 
ANALISIS WAKTU PELURUHAN TERHADAP PERSYARATAN DOSIS RADIOISOTOP UNTUK PEMERIKSAAN GONDOK Kristiyanti Kristiyanti; Wahyuni Z Imran; Lely Yuniarsari
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 6, No 12 (2009): Nopember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.753 KB)

Abstract

ABSTRAK ANALISIS WAKTU PELURUHAN TERHADAP PERSYARATAN DOSIS RADIOISOTOP PADA PEMERIKSAAN GONDOK. Telah dilakukan analisis perhitungan waktu peluruhan radioisotope Iodium-131 (I-131) untuk diagnosis pasien gondok yang menggunakan peralatan Thyroid Up-take. Perhitungan untuk mengetahui berapa lama waktu peluruhan yang dibutuhkan Radioisotop tersebut agar mencapai aktivitas yang aman sebelum diberikan ke pasien. Diagnosis  pada  pasien  gondok  biasanya  menggunakan  I-131  yang  mempunyai  aktivitas tertentu dan diberikan ke pasien secara oral dalam bentuk kapsul. Untuk aktivitas yang tersedia dalam kapsul 100 µCi didapatkan dosisnya 162 mSv. Sesuai dengan Nilai Batas Dosis (NBD) yang direkomendasikan BAPETEN dosis yang diizinkan sebesar 50 mSv, sehingga aktivitas tersebut  harus  diturunkan.  Analisis  perhitungan untuk  menurunkan aktivitas  menggunakan prinsip dosis serap radiasi internal sesuai dengan yang direkomendasikan International Commission of Radiological Protection (ICRP). Berdasarkan ICRP 68, dosis merupakan fungsi dari aktivitas dan faktor koreksi. Dari hasil perhitungan untuk menurunkan aktivitas dibutuhkan waktu meluruh paling cepat 14 hari sehingga aman bagi pasien. Kata kunci : Iodium-131, dosis, waktu meluruh. ABSTRACT AN ANALYSIS OF DECAY TIME TO SATISFY RADIOISOTOPE DOSE REQUIREMENT IN THYROID EXAMINATION. A calculation of decay time for Iodium-131 (I-131) to be used in thyroid patients using Thyroid Up-take has been done. The calculation was aimed define the time needed for the radioisotope to decay for attaining the save activity before it is used by patient. The diagnosis of thyroid patient typically uses I-131 capsules of a specific activity administered orally. It was found that a 100 µCi capsule gave a dose of 162 mSv. The dose limit threshold recommended by BAPETEN is no more than 50 mSv, thus the capsule activity has to be reduced. The calculation on activity reduction was performed following the principle of internally absorbed radiation dose according to the recommendation of   ICRP (International Commission of Radiation Protection). According to ICRP 68, dose is a function of activity and correction factor. The calculation showed that at least 14 days are needed for the activity to decay to level save for patient Keywords : Iodine-131, dose, decay time
RANCANG BANGUN PERANGKAT RADIOIMMUNOASSAY (RIA) Riswal Hanafi Siregar; Hendra Prihatnadi; Budi Santoso
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 3, No 6 (2006): November 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1517.877 KB)

Abstract

ABSTRAKDilakukan  dokumentasi  rancang  bangun perangkat  radioimmunoassay  ( RIA ) yang disederhanakan  dan  disesuaikan  dengan  keperluan  aplikasi  klinis.  Dokumen ini  menitik beratkan  pada  rancangan  sample  changer  sedangkan  untuk rancangan  etektroniknya, adalah   dokumentasi  meliputi rancangan sistem kontrol sample changer,  dan  rancangan SCA. Kata kunci :    Sample Changer,  sistem kontrol  dan SCA
PENENTUAN EFISIENSI TERMAL PLTN DENGAN ALGORITMA YANG DAPAT DIOLAH KOMPUTER Utaja Utaja
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 1, No 1 (1999): April 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1633.56 KB)

Abstract

ABSTRAKPENENTUAN EFISIENSI TERMAL PLTN DENGAN ALGORITMA YANG DAPAT DIOLAH  KOMPUTER. Efisiensi PLTN merupakan parameter yang penting untuk menentukan harga I istrik yang dibangkitkan.. Untuk  itu efisiensi tennal PLTN akan ditentukan dengan algoritma yang dapat diolah komputer. Dalam rnakalah ini akan ditinjau efisiensi PLTN dengan siklus Rankine uap jenuh. Algoritma didasarkan pada pembacaan data uap,  inter-polasi, pemilihan harga empirik Salisbury dan penampilan grafik..  Harga yang diolah meliputi tekanan, suhu,  entalpi, entropi dan volume jenis uap. Pengolahan komputer menqqunakan bahasa pemrograman BASIC dengan kompiler Power BASIC 3.0.  Hasil ditampilkan dalam bentuk grafik, baik grafik suhu vs entropi maupun diagram balok. Dari grafik suhu vs  entropi yang dihasilkan pengaruh tekanan uap dan banyaknya tingkat regenerasi dengan mudah dapat diketahui.
PERHITUNGAN JARAK MINIMAL ANTAR CARRIER 01 DALAM RUANG IRADIASI PADA DISAIN DASAR IRADIATOR GAMMA ISG-500 Nur Khasan; Sanda Sanda; Sutomo Budihardjo
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 7, No 13 (2010): Juni 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.12 KB)

Abstract

PERHITUNGAN JARAK MINIMAL ANTAR CARRIER 01 DALAM RUANG IRADIASI PADA DISAIN DASAR IRADIA TOR GAMMA ISG-500. Perhitungan jarak minimal antar carrier berkaitan saat bergerak melingkar di dalam ruang iradiasi telah dilakukan untuk mendukung kelengkapan data ukuran pada disain dasar iradiator gamma ISG-500. Perhitungan ini dilakukan dengan memperhatikan lay-out dan gambar mekanik dari bentuk fisik carrier pada disain dasar iradiator gamma ISG-500 serta menggunakan rumus-rumus aturan trigonometri di segitiga. Lay-out dan gambar tersebut berfungsi sebagai acuan pengambilan data ukuran dan pembuatan sketsa gerak melingkar dua buah carrier yang berdekatan, sedangkan rumus-rumus trigonometri digunakan untuk menyelesaikan perhitungan jarak minimal antar carrier mengacu pada sketsa yang dibuat. Dari perhitungan ini diperoleh nilai ukuran jarak minimal antar carrier sebesar 184,9 mm. Nilai ini diharapkan bisa melengkapi data-data perhitungan mekani~,pada disain dasar iradiator gamma ISG-500.