cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir URANIA adalah wahana informasi tentang daur bagan bakar nuklir yang berisi hasil penelitian, pengembangan dan tulisan ilmiah terkait. terbitan pertama kali pada tahun 1995 dengan frekuensi terbit sebanyak empat kali dalam setahun yakni pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 288 Documents
PENAMBAHAN OKSIDATOR NaOCl UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PEMISAHAN 99mTc DARI KOLOM GENERATOR 99Mo/99mTc BERBASIS PBZ-TEOS Kadarisman Kadarisman; Herlina Herlina; Umi Nur Sholikha
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 19, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2013.19.1.2282

Abstract

ABSTRAKPENAMBAHAN OKSIDATOR NaOCl UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PEMISAHAN 99mTcDARI KOLOM GENERATOR 99Mo/99mTc BERBASIS PBZ-TEOS. Generator 99Mo/99mTc sangatdibutuhkan oleh rumah sakit di Indonesia dan digunakan untuk penyiapan sediaan radiofarmakaberbasis 99mTc secara rutin bagi keperluan diagnosa berbagai penyakit infeksi, inflamasi dankanker. Badan Tenaga Nuklir Nasional, khususnya Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR)yang bekerja sama dengan Chiyoda Co. dan Japan Atomic Energy Agency (JAEA) dari Jepangtelah berhasil melakukan percobaan pembuatan kolom generator radioisotop 99Mo/99mTc berbasisPZC dengan tingkat radioaktivitas sebesar 5000 mCi. Saat ini, PRR sedang melakukan penelitiandan pengembangan generator radioisotop 99Mo/99mTc dengan menggunakan bahan penyerapPolimer Berbasis Zirkonium terlapis Tetra Etil Orto Silikon (PBZ-TEOS) yang disintesis PRR.Dalam penelitian ini menggunakan induk radioisotop 99Mo dengan radioaktivitas 22,41 mCi dan123,3 mCi. Untuk melihat yield radioisotop 99mTc yang dihasilkan telah dilakukan penggunaanoksidator NaOCl dengan variasi konsentrasi 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1,00%. Pengamatan yangdilakukan adalah menetapkan efisiensi penyerapan PBZ-TEOS terhadap radioisotop 99Mo danyield 99mTc. Penetapan efisiensi penyerapan 99Mo ke dalam PBZ-TEOS produk PRR sebesar99,76%, Yield 99mTc maksimum 14,37% pada konsentrasi NaOCl 1,00%.Kata kunci: Generator 99Mo/99mTc, NaOCl, 99Mo, PBZ-TEOS, yield 99mTc.ABSTRACTNaOCl OXIDANT ADDITION TO INCREASE THE SEPARATION EFFICIENCY OF PZCBASED99Mo/99mTc GENERATOR COLUMN. 99Mo/99mTc generatoris needed by hospitalsinIndonesia and used for the preparation of99mTc based radiopharmaceutical preparation forroutine diagnostic purposes of infectious diseases, inflammation and cancer. The NationalNuclear Energy Agency, particularly Center for Radioisotope and Radiopharmaceutical (CRR), incollaboration with Chiyoda Co. and the Japan Atomic Energy Agency (JAEA) of Japan havesuccessfully experimented the manufacture of PZC-based 99Mo/99mTc radioisotope generatorcolumn to a radioactivity level of 5000 mCi. Currently, the CRR is conducting research anddevelopment on the synthesis of 99Mo/99mTc radioisotope generator using an absorbent materialof Polymer Based Zirconium coated with Tetra Ethyl Ortho Silicate (PBZ-TEOS). In this study, the experiment uses 99Mo parent radioisotope of 22.41 mCi and 123.3 mCi. To studythe resultingyield of 99mTc radioisotope, the experiment was done with variations of NaOCl oxidantconcentration of 0.25%, 0.5%, 0.75% and 1.00%. Observations performed in the experimentincludes the PBZ-TEOS absorption efficiency of the99Mo radioisotope and the 99mTc yield. It wasfound that the absorption efficiency of 99Mo by PBZ-TEOS of CRR products was 99.76% at aNaOCl concentration of 1.00% and the maximum 99mTc yield at a NaOCl concentration of 1.00%was 14.37%.Keywords: 99Mo/99mTc generator, NaOCl, 99Mo, PBZ-TEOS, 99mTc yield.
Identifikasi Fasa Pelet Bahan Bakar U-ZrHx Hasil Proses Sinter Dengan Atmosfer Nitrogen Masrukan, Masrukan; Setiawan, Jan; Biyantoro, Dwi
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2017.23.3.3641

Abstract

Identifikasi fasa bahan  bakar  pelet U-ZrHx hasil proses  sintering dengan atmosfer nitrogen telah dilakukan. Proses sintering dbertujuan untuk mendapatkan pelet yang mempunyai densitas lebih tinggi sehingga memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai bahan bakar Pressurized Water Reactor (PWR). Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui perubahan fasa dan densitas pelet U-ZrHx pada berbagai konsentrasi Zr setelah dikenakan proses sintering pada berbagai temperatur. Bahan bakar U-ZrHx untuk PWR dibuat berbentuk pelet dan perlu disinter untuk menaikkan densitasnya. Mula-mula dibuat pelet dari serbuk U-ZrHx dengan komposisi Zr berturut-turut sebesar 35, 45 dan 55 %berat melalui proses pengepresan pada tekanan 509-637 MPa. Pelet U-ZrHx mentah disinter dalam suasana gas nitrogen pada temperatur 1200 °C dan 1300 °C dengan waktu sinter dibuat tetap selama satu jam.  Pelet U-ZrHx sinter dianalisis fasanya menggunakan teknik difraksi sinar-X (XRD) dan data yang diperoleh dievaluasi menggunakan software HighScore Plus. Hasil pengolahan data menunjukkan terbentuknya fasa seperti fasa U(ZrH2), UO3, UO2, dan Zr. Fasa UO2, dan Zr kemudian dianalisis karakteristiknya seperti densitas, parameter kisi dan persentase beratnya. Hasil penelitian ini diharapkan diperoleh U-ZrHx yang mempunyai densitas tinggi tanpa terbentuknya banyak fasa. Hasil pengujian densitas menunjukkan bahwa logam zirkonium dan oksida UO2 mengalami penurunan densitas apabila temperatur sintering dinaikkan dari 1200 °C menjadi 1300 °C. Densitas total tertinggi diperoleh pada pelet U-55ZrHx yang disinter pada temperatur 1200 °C yakni sebesar 8,9187 g/cm3. Dari hasil analisis komposisi menunjukkan bahwa persentase logam zirkonium maupun uranium dioksida mendekati persentase yang direncanakan apabila pelet disinter pada temperatur 1300 sedangkan parameter kisinya mengalami kenaikan. Sementara itu dari perhitungan persen berat diperoleh logam zirkonium maupun uranium dioksida mempunyai persen berat yang sesuai dengan perhitungan teoritis bila disinter pada temperatur 1300  °C.Kata kunci: sintering, pelet U-ZrHx, fasa, atmosfer, nitrogen.
PENGARUH UNSUR Nb PADA BAHAN BAKAR PADUAN UZrNb TERHADAP DENSITAS, KEKERASAN DAN MIKROSTRUKTUR Masrukan .; Tri Yulianto; Sungkono .
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 16, No 3 (2010): Juli 2010
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2010.16.3.2425

Abstract

ABSTRAK PENGARUH  UNSUR Nb  PADA BAHAN BAKAR PADUAN UZrNb  TERHADAP DENSITAS,  KEKERASAN  DAN MIKROSTRUKTUR. Penelitian pengaruh unsur Nb pada bahan bakar UZrNb terhadap  densitas, kekerasan dan mikrostruktur telah dilakukan. Pengembangan teknologi bahan bakar dilakukan guna mendapatkan bahan bakar maju yang mempunya pengkayaan rendah dan densitas tinggi. Salah satu paduan uranium yang dikembangkan yakni padua UZrNb. Pembuatan paduan UZrNb dilakukan dengan cara memadukan logam U, Zr dan Nb melalui teknik peleburan dalam tungku peleburan busur listrik. Dalam percobaan ini dibuat paduan UZrNb dengan memvariasikan Nb pada kandungan Nb 1%, 4% dan 7% sedangkan logam Zr dibuat tetap 10 %. Paduan UZrNb hasil peleburan selanjutnya dipotong-potong untuk dikenai pengujian diantaranya uji  densitas, kekerasan dan mikrostruktur yang terbentuk. Pengujian densitas dilakukan dengan menggunakan alat autopiknometer, kekerasan dengan menggunakan kekerasan mikro sedangkan mikrostruktur menggunakan mikroskop optik.  Hasil pengujian  densitas menunjukkan bahwa  nilai densitas akan menurun bila kandungan Nb semakin bertambah, sedangkan dari pengujian kekerasan menunjukkan pada penambahan unsur  Nb yang semakin besar  mengakibatkan nilai kekerasan  menjadi semakin  bertambah. Sementara itu, pada pemeriksaan mikrostruktur terlihat bahwa  pada penambahan Nb yang semakin besar akan terbentuk struktur butir yang semakin kasar tetapi jumlah fasa kedua  semakin bertambah. Pehnelitian ini berujuan  untuk  mempelajari densitas, kekerasan dan mikrostruktur yang terjadi sebagai   akibat dari penambahan unsur Nb ke dalam bahan bakar paduan UZr. Kata kunci : Unsur Nb, bahan bakar UZrNb, densitas, kekerasan dan mikrostruktur. ABSTRACT Nb element influents AT THE FUEL alloy  TO THE UZrNb density, hardness AND MICRoSTRUKTURe. Study on effect of Nb element on the UZrNb fuel element to  density, hardness  and microstructure have been carried out. Fuel technology development done in order to obtain advanced fuels that have the enrichment of low and high density. One of uranium alloys developed the alloy UZrNb. Making UZrNb alloy metal is done by integrating the U, Zr and Nb through fusion techniques in electric arc furnace. In these experiments made by varying the alloy UZrNb Nb on Nb content of 1%, 4% and 7%, while the metal remains the 10% Zr. UZrNb alloy melting results  then  cut to be subject to such testing density test, hardness and microstructures are formed. Density testing is done by using autopicnometer tools, microhardness with  microharness tester  while the microstructure using optical microscope. Density test results show that the value will decrease as the density of the Nb content increases, whereas the hardness test showed that the addition of Nb element the greater the resulting value becomes increasingly violent. Meanwhile, the microstructural examination showed that the addition of the larger Nb will form an increasingly coarse grain structure but the amount of second phase increased. This research aim to study the density, hardness and microstructure resulting from the addition of Nb element into the UZrNb alloy. Keyword : Nb element, UZrNb fuels, density, hardness and microstructure.
OPTIMASI PARAMETER PEMISAHAN Zr DALAM PEB U3Si2/Al PRA IRADIASI MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI PENUKAR ANION Yanlinastuti, Yanlinastuti; Noviarty, Noviarty; Haryati, Iis; Fatimah, Syamsul; Boybul, Boybul; Ginting, Aslina Br.
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 25, No 2 (2019): Juni, 2019
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2019.25.2.5508

Abstract

OPTIMASI PARAMETER PEMISAHAN Zr DALAM PEB U3Si2/Al PRA IRADIASI MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI PENUKAR ANION. Telah dilakukan optimasi parameter pemisahan zirconium dalam larutan PEB U3Si2/Al pra iradiasi menggunakan metode kromatografi penukar anion dan analisisnya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Zirconium merupakan salah satu isotop yang dapat digunakan untuk penentuan burn-updalam bahan bakar, untuk mendapatkan hasil zirconium yang optimal perlu dipelajari parameter-parameter yang mempengaruhi terhadap pengukuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan parameter optimal pemisahan zirconium dalam bahan standar maupun larutan PEB U3Si2/Al pra iradiasi menggunakan metode kromatografi penukar anion. Optimasi parameter pemisahan Zr dengan metode kromatografi penukar anion dilakukan menggunakan resin Dowex 1x-8 dengan variasi berat 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5 g, keasaman umpan H2SO41; 2; 3; 4;5 dan 6M, konsentrasi umpan standar Zr dengan 50; 100 ; 150, dan 200 ppm dan kecepatan alir bahan elusi H2SO4 3 M pada  0,1; 0,3; 0,5; 0,7 dan 0,9 mL/menit. Efluen Zr sebagai hasil pemisahan ditambahkan Arsenazo III 0,1% sebagai pengompleks dan dilakukan analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 665,3 nm. Hasil pengukuran diperoleh parameter optimal pemisahan Zr pada penggunaan resin seberat 1,5 g dengan recovery 70,79 %, keasaman H2SO4 3M dengan recovery 83,94%, konsentrasi umpan sebesar 150 ppm dengan recovery 87,64% pada kecepatan alir pada 0,5 mL/menit. Parameter optimal ini digunakan untuk pemisahan unsur Zr di dalam larutan PEB U3Si2/Al pra iradiasi dan diperoleh recovery pemisahan sebesar 96,23%. Optimasi parameter metode kromatografi penukar anion yang diperoleh dapat digunakan untuk  pemisahan unsur Zr dalam larutan PEB U3Si2/Al pasca iradiasi.Kata kunci : Parameter pemisahan, zirconium, PEB U3Si2/Al, kromatografi, penukar anion.
ENERGY AUDIT FOR THE ELECTRICAL SYSTEM IN THE COMMERCIAL BUILDING Amiral Aziz; Rizka Elyza Sari
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 14, No 4 (2008): Oktober 2008
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2008.14.4.2573

Abstract

ABSTRACT ENERGY AUDIT  FOR  THE  ELECTRICAL  SYSTEM IN THE  COMMERCIAL BUOLDING . This papers presents some results of the energy audit that was conducted in the commercial building i.e a hotel  to recommended measures to decrease energy costs every month by identifying of energy loss. This audit focused on the electrical system. The performance of this system was examined to identify opportunities for improving energy efficiency. It is concluded that approximately 65 % of electricity use in the object study is for its central air conditioning system. Therefore, automatic energy saving adjustments towards the air conditioning system will provide a significant amount of savings. Keywords: Energy audit, electrical system ABSTRAK AUDIT  ENERGI UNTUK SISTEM  ELEKTRIKAL  PADA GEDUNG  KOMERSIAL. Tulisan ini menampilkan beberapa hasil dari audit energi yang telah dilakukan untuk gedung komersial dalam hal ini hotel untuk menurunkan biaya energi setiap bulan dengan cara mengidentifikasi kehilangan energi. Audit ini difokuskan pada system elektrikal. Kinerja system ini telah dievaluasi untuk mengidentifikasi oportunitas memperbaiki efisiensi energy. Disimpulkan bahwa sekitar 65 % dari penggunaan energi pada objek studi adalah untuk system pengkondisian udara sentral. Oleh karena itu, pengaturan penghematan energi otomatis pada system pengkondisian udara akan memberikan jumlah yang cukup siknifikan. Kata Kunci : Audit energi, sistem elektrikal
RADIOGRAPHIC EXAMINATION OF PRESSURED PARTS FOR HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR Amiral Aziz
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 17, No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2011.17.3.695

Abstract

A larger Nuclear Power Generation and Non Nuclear  Power Generation are shipped to the job sites in various stages of fabrication and subassembly. Welding and welding related processes are central to Power Generation component fabrication and assembly in the site. This papers presents some results of the investigation that was carried out to examine the welding results of the site construction of Heat Recovery Steam Generator Piping of  Tanjung Priok Gas Fired Power Plant Extension Project (740 MW) using the Radiography Test Method based on the ASME Standard.  From this investigation it could be concluded that there was no crack founded in the selected specimens of the piping. The rejectable Incomplete Penetration was found in the Hot Reheat Steam Piping HRSG1. Some Porosities and Slag Inclusion are rejected because their size and length are longer than acceptable value limits, therefore should be repaired. However some of the results are accepted and no need to be repaired. The rejected Worm Holes is found on IP Super Heater Inlet Piping of HRSG1 whereas the undercut occurred on HP Steam Drum of HRSG. Keywords: Welding, radiographic examination, steam piping, HRSG  Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Pembangkit Listrik Non Tenaga Nuklir yang berkapasitas besar dikirim ke lokasi pekerjaan dalam berbagai tahap fabrikasi dan sub perakitan. Pengelasan dan proses pengelasan yang berhubungan dengan komponen pembangkit merupakan inti dari fabrikasi dan perakitan di lokasi pembangkit. Tulisan ini menampilkan beberapa hasil pengkajian yang dilakukan untuk mengevaluasi hasil pengelasan pipa HRSG yang dikonstruksi dilokasi dari ”Tanjung Priok Gas Fired Power Plant Extension Project (740 MW)” dengan menggunakan Metoda pengetesan Radiografi yang didasarkan pada Standar ASME. Dari investigasi ini dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya “crack” pada benda-benda uji yang terpilih. Ditemukan Incompele Penetration yang ditolak pada Hot Reheat Steam Piping HRSG1. Beberapa Porositi dan Slag Inclusion ditolak karena besar dan panjangnya lebih panjang dari batasan-batasan nilai yang  diijinkan oleh karena itu harus diperbaiki. Akan tetapi beberapa hasil pengkajian diterima dan tidak perlu diperbaiki. Pada IP Super Heater Inlet Piping dari  HRSG1ditemukan beberapa Worm Hole yang tidak memenuhi kriteria sedangkan Undercut yang ditolak terjadi pada HP Steam Drum dari  HRSG. Kata Kunci : Las,  pengkajian, radiografi, pipa uap , HRSG
INVESTIGATION OF ANNEALING EFFECT ON THE FORWARD BIAS AND LEAKAGE CURRENT CHANGES OF P-TYPE 6H-SIC SCHOTTKY DIODES WITH SIO2 RAMP PROFILE AFTER IRRADIATED UP TO 1.75 MGY (Application For Nuclear Fuel Elements Facilities) Usman Sudjadi .
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 15, No 1 (2009): Januari 2009
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2009.15.1.2845

Abstract

Abstract Investigation of Annealing Effect on the Forward bias and Leakage current Changes of P-Type 6H-SiC Schottky Diodes with SiO2 Ramp Profile after Irradiated Up to 1.75 MGy. Annealing effect on the electrical properties change of    P-type 6H-SiC Schottky diodes with SiO2 ramp profile after irradiated up to 1.75 MGy at RT (Room Temperature) were investigated.  A perpendicular edge termination based on oxide ramp profile around the Schottky contact is used on Al Schottky rectifier fabricated on a 10 μm p-type 6H-SiC epi-layer on p-type 6H-SiC substrate (3.50 off, Si face), Na: 5.9 x 1015/cm2 .  The samples were irradiated with gamma-ray up to 1.75 MGy after that the samples annealed at 100 0C - 500 0C for 30 minute, respectively. The electrical characteristics of the diodes are evaluated before and after irradiated, before and after irradiated plus annealed.   The results have shown that the forward current increases with increasing annealing temperatur. Keywords: Annealing effect, forwards bias, leakage current, 6H-SiC, Schottky diode Abstrak Efek pemanasan pada perubahan sifat-sifat kelistrikan dari diode – diode Schottky 6H-SiC tipe P dengan SiO2 ramp profile setelah diirradiasi di atas1,75 MGy. efek pemanasan pada perubahan sifat-sifat kelistrikan dari diode – diode Schottky 6H-SiC tipe P dengan SiO2 ramp profile setelah diirradiasi di atas1,75 MGy pada temperatur ruang telah diteliti.  Sebuah terminasi oxide dengan sudut tegak lurus untuk ramp profile di sekeliling kontak Schottky telah digunakan pada Al penyearah Schottky, difabrikasi pada sebuah 10 μm 6H-SiC pada tipe P epi-layer, pada 6H-SiC tipe P substrate (3,50 off, Si face), Na: 5,9 x 1015/cm2.  Cuplikan diirradiasi dengan sinar gamma di atas 1,75 MGy setelah itu cuplikan masing-masing dipanaskan pada suhu 100 0C - 500 0C selama 30 menit.  Karakteristik kelistrikan dari diode-diode dievaluasi sebelum dan sesudah diirradiasi. Dievaluasi juga sebelum dan sesudah diirradiasi dan  dipanaskan.  Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa arus maju menaik dengan kenaikan temperatur pemanasan. Kata Kunci: Efek pemanasan, tegangan bias maju, kebocoran arus, 6H-SiC, diode Schottky.
PENGARUH PROSES PENGEROLAN PANAS PADA TEGANGAN SISA BAHAN STRUKTUR BAJA A-2 NON STANDAR DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON Parikin .; N. Effendi; H. Mugihardjo; A.H. Ismoyo
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 20, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2014.20.1.2414

Abstract

ABSTRAK Pengaruh PENGERolAN Panas pada Tegangan Sisa Bahan Struktur BajA   A-2 Non Standar dengan Teknik Difraksi Neutron. Pengukuran tegangan sisa bahan struktur baja A-2 non standar hasil perlakuan rol panas telah dilakukan di PTBIN- BATAN. Proses pengerolan komponen bahan struktur konstruksi sangat direkomendasikan karena dapat meningkatkan rasio kekuatan terhadap beban. Peningkatan kekuatan ini  sangat dibutuhkan pada bangunan konstruksi yang memerlukan persyaratan khusus dengan faktor keselamatan sebagai prioritas utama. Empat buah spesimen disiapkan dalam kegiatan ini; satu sebagai bahan referensi yang tidak dirol (A2D0n), dan tiga buah spesimen lain (A2D2n, A2D3n dan A2D5n) diberi perlakuan rol panas dengan reduksi ketebalan berbeda, yakni: 71%, 81% dan 87%. Hasil memperlihatkan bahwa: pengerolan hingga reduksi 71% membangkitkan peregangan kisi sebesar 0,25% dan tegangan sisa tarik sebesar 9,7 MPa sedangkan peregangan kisi sebesar 0,27% dan tegangan sisa terbesar 10,2 MPa terjadi pada reduksi 81%. Selanjutnya peregangan kisi dan tegangan sisa meluruh kembali berturutan hingga 0,23% dan 8,3 MPa terjadi pada reduksi pengerolan panas sebesar 87%. Disimpulkan bahwa: peningkatan peregangan bahan baja A-2 non standar terjadi akibat pergeseran bidang-bidang kristal (slip plane) oleh mekanisme pengerolan, dimana mampu meningkatkan kekuatan mekanik bahan berupa pengerasan regangan (strain hardening), dan fenomena kecenderungan distribusi tegangan sisa bahan struktur A-2 non standar adalah tegangan tarik (tensile stress). Kata kunci : baja FeCrNi, rol panas, tegangan sisa, difraksi neutron. Abstract Hot Rolling Effects on Residual Stress of Structural Materials OF Austenitic A-2 Non standard Steel by using Neutron Diffraction Technique. Measurement of hydrostatic residual stress distribution in hot rolled Austenitic steels (A-2) have been carried out. Rolling process of structural construction component materials is recommended because it offers better load ratio strength for the application of the materials as vital materials that need special requirements, where safety factor becomes the primary priority. Four specimens were prepared in this study, i.e. one specimen (unrolled) as a reference called A2D0n,  three specimens are the rolled ones called A2D2n, A2D3n and A2D5n, with thickness reduction of 71%, 81% and 87% respectively. The measurement shows that the reduction of 71% in hot rolling generates lattice strain and hydrostatic residual stress of about 0.25% and 9.7 MPa respectively, while 0,27%  strain and 10.2 MPa stress is resulted from 81 % reduction. The strain and stress revert back to 0.23% and 8.3 MPa after hot rolling at 87% reduction. It can be concluded that the rise of straining in A-2 non standard steel may be caused by the shifting of crystal plane due to rolling mechanism, which increases the mechanical strength by strain hardening of the material. The residual stress distribution in structural material of austenitic-2 is tensile stress. Key words : FeCrNi steel, hot rolling, residual stress, neutron diffraction.
Ketahanan Oksidasi Zirkaloy-4 yang Dipadu dengan Yttrium Pada Suhu Tinggi Immanuel, Perdana; Ambardi, Pradoto; Prajitno, Djoko Hadi
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 25, No 1 (2019): Februari, 2019
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2019.25.1.4663

Abstract

KETAHANAN OKSIDASI ZIRCALOY-4 YANG DIPADU DENGAN YTTRIUM PADA TEMPERATUR TINGGI. Yttrium merupakan salah satu logam unsur tanah jarang yang digunakan untuk memperbaiki sifat logam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan Yttrium terhadap ketahanan oksidasi paduan zirkonium-4 pada temperatur tinggi dengan menggunakan metode oksidasi isothermal pada temperatur 900 °C dan 1000 °C. Penelitian ini dilakukan dengan  tiga (3) variasi konsentrasi yttrium yaitu 0 % berat, 0,5 % berat dan 1 % berat dan sebagai pemadu pada zircaloy-4 (Zr, Sn, Fe, dan Cr).  Proses oksidasi isotermal dilakukan pada temperatur 900 °C dan 1000 °C dengan waktu pemanasan 9 jam terhadap sampel as cast di dalam tungku tabung. Sampel zircaloy-4 yang telah dioksidasi kemudian dilakukan pengujian meliputi metalografi, kekerasan, X-Ray Difraction (XRD) dan pengukuran ketebalan oksida. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan  variasi yttrium tidak mempengaruhi nilai kekerasan yang berarti. Semakin besar kandungan yttrium yang ditambahkan mengakibatkan nilai kekerasan semakin menurun, namun penambahan unsur yttrium dapat mempengaruhi ketahanan oksidasi pada temperatur tinggi yang ditunjukkan oleh perubahan grafik ketebalan oksida serta morfologi permukaan oksidasi dari setiap sampel yang dianalisis.Kata Kunci : zircaloy-4, oksidasi isotermal, variasi yttrium.
PENGARUH PARAMETER ANIL KUMULATIF TERHADAP JENIS DAN UKURAN Secondary Phase Precipitate/SPP PADUAN Zr1%Nb1%Sn1%Fe Sugondo .
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 15, No 4 (2009): Oktober 2009
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2009.15.4.2564

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PARAMETER ANIL KUMULATIF TERHADAP JENIS DAN UKURAN Secondary Phase Precipitate/SPP PADUAN Zr-1%Nb-1%Sn-1%Fe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara parameter aniling kumulatif (Cumulative Annealing Parameter/CAP) dengan jenis dan ukuran Phase Precipitate/SPP paduan Zr-1%Nb-1%Sn-1%Fe hasil sintesa. Ingot dibuat dengan peleburan busur tunggal. Selanjutnya sampel dianil pada temperatur 400°C, 500°C, 600°C, 700°C dan 800°C selama 2 jam. Identifikasi fasa berdasarkan pola difraksi sinar- dan dibantu dengan data JCPDF (Joint Committee Powder Diffraction File). Hasil pola difraksi beserta datanya dianalisis secara manual, tidak dapat langsung sesuai dengan data JCPDF sebab adanya distorsi terutama dari SPP. Hasil analisis disimpulkan sebagai berikut: Diperoleh data bahwa perbedaan parameter aniling (CAP) menghasilkan jenis SPP yang berbeda dan SPP yang stabil dengan perubahan CAP adalah Fe2Nb. Parameter aniling kumulatif pada temperatur anil 800 °C (1073 K) pada SOCAP(Parameter pertumbuhan partikel (Second order Cumulative Annealing Parameter/SOCAP)),  sebesar 8.41E-07 dan PGP (Parameter pertumbuhan partikel (Particle Growth Parameter/PGP)), sebesar 2.23E+01 baik untuk stabilisasi presipitat. Parameter aniling kumulatif pada temperatur anil antara 500 °C (773 K)  pada SOCAP sebesar 2.66E-08 dan PGP sebesar 4.48E-07 sampai dengan 600 °C (873 K)  pada SOCAP sebesar 2.22E-07 dan PGP sebesar 2.41E-02 semua SPP mengalami ukuran butir maksimum, interval parameter aniling ini baik untuk stabilisasi presipitat . Untuk minimasi ukuran butir yaitu parameter aniling kumulatif pada temperatur anil 700 °C (973 K)  pada SOCAP sebesar 4.63E-07 dan PGP sebesar 1.04E+00 kecuali Fe2Nb. Kata Kunci : paduan Zr-1%Nb-1%Sn-1%Fe, peleburan busur tunggal, pola difraksi sinar-x, JCPDF, temperatur anil, parameter aniling kumulatif (Cumulative Annealing Parameter/CAP), Parameter pertumbuhan partikel (Particle Growth Parameter/PGP), Parameter aniling kumulatif orde kedua (Second order Cumulative Annealing Parameter/SOCAP), Fe2Nb, ZrSn2,FeSn, SnZr, NbSn2, Zr0.68Nb0.25Fe0.08, Fe2Nb0.4Zr0.6, Fe37Nb9Zr54, dan w-Zr   ABSTRACT EFFECT OF CUMMULATIF ANNEALING PARAMETER TO TYPE AND SIZE OF     SECONDARY PHASE PRECIPITATE/SPP ON Zr-1%Nb-1%Sn-1%Fe. The obyective of this research is to analyze of the correlation between the Cumulative Annealing Parameter (CAP) and Phase Precipitate (SPP) on Zr-1%Nb-1%Sn-1%Fe alloy as the product of the  synthesis. The ingot was prepared by single spark melting. The samples then anneal at temperature 400°C, 500°C, 600°C, 700°C dan 800°C for 2 hours. The phases was identified based on x-rays diffraction pattern and supported by Joint Committee Powder Diffraction File/ JCPDF. The Result of diffraction pattern with the data were analyzed by manual, it was not done by direct meet with the JCPDF data because of the distortion of the SPP. The analyzed results were concluded as follow: It was found the data that variation of the Cumulative Annealing Parameter (CAP) resulting the difference types of the Phase Precipitates (SPP) and the stable SPP with the CAP variation was Fe2Nb. The Cumulative Annealing Parameter at the temperature of 800 °C (1073 K) on SOCAP (Second order Cumulative Annealing Parameter/SOCAP), in order of 8.41E-07 dan PGP (Particle Growth Parameter/PGP), in order of 2.23E+01 it is good for the precipitate stabilization. The Cumulative Annealing Parameter  at the temperature in between 500 °C (773 K) on SOCAP in order of 2.66E-08 and PGP in order of 4.48E-07 to at 600 °C (873 K)  on SOCAP in order of 2.22E-07 and PGP in order of 2.41E-02 all of the SPPs expereincedthe maximum particle size, this annealing parameter interval is interval aniling parameter and is good for precipitate stabilizatio. In the purpose of minimizing particle size that was The Cumulative Annealing Parameter at the temperature of 700 °C (973 K) on SOCAP in order of 4.63E-07 and PGP in order of 1.04E+00 excepted for Fe2Nb. Keyword: alloy Zr-1%Nb-1%Sn-1%Fe, single spark melting, pola difraksi sinar-x, JCPDF, annealing temperature, Cumulative Annealing Parameter/CAP, Particle Growth Parameter/PGP, Second order Cumulative Annealing Parameter/SOCAP Fe2Nb, ZrSn2,FeSn, SnZr, NbSn2, Zr0.68Nb0.25Fe0.08, Fe2Nb0.4Zr0.6, Fe37Nb9Zr54, dan w-Zr

Filter by Year

2008 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 29, No 2 (2023): OKTOBER, 2023 Vol 29, No 1 (2023): APRIL, 2023 Vol 28, No 3 (2022): OKTOBER, 2022 Vol 28, No 2 (2022): JUNI, 2022 Vol 28, No 1 (2022): Februari, 2022 Vol 27, No 3 (2021): Oktober, 2021 Vol 27, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 27, No 1 (2021): Februari, 2021 Vol 26, No 3 (2020): Oktober, 2020 Vol 26, No 2 (2020): Juni 2020 Vol 26, No 1 (2020): Februari, 2020 Vol 25, No 3 (2019): Oktober, 2019 Vol 25, No 2 (2019): Juni, 2019 Vol 25, No 1 (2019): Februari, 2019 Vol 24, No 3 (2018): Oktober, 2018 Vol 24, No 2 (2018): Juni, 2018 Vol 24, No 1 (2018): Februari, 2018 Vol 23, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 23, No 2 (2017): Juni 2017 Vol 23, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 22, No 3 (2016): Oktober 2016 Vol 22, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 22, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 21, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 21, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 21, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 20, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 20, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 20, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 19, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 19, No 2 (2013): JUNI 2013 Vol 19, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 18, No 3 (2012): Oktober 2012 Vol 18, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 18, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 17, No 3 (2011): Oktober 2011 Vol 17, No 2 (2011): Juni 2011 Vol 17, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 16, No 4 (2010): Oktober 2010 Vol 16, No 3 (2010): Juli 2010 Vol 16, No 2 (2010): April 2010 Vol 16, No 1 (2010): Januari 2010 Vol 15, No 4 (2009): Oktober 2009 Vol 15, No 2 (2009): April 2009 Vol 15, No 1 (2009): Januari 2009 Vol 14, No 4 (2008): Oktober 2008 Vol 14, No 3 (2008): Juli 2008 Vol 14, No 2 (2008): April 2008 Vol 14, No 1 (2008): Januari 2008 More Issue