cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 343 Documents
Hal Belakang JPEN 2018 Volume 20 Nomor 1 Juni JPEN JPEN
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2018.20.1.4523

Abstract

PENENTUAN JARAK PLTN DENGAN SUMUR MINYAK UNTUK ENHANCED OIL RECOVERY (EOR) DITINJAU DARI ASPEK KEHILANGAN PANAS DAN KESELAMATAN Erlan Dewita; Dedy Priambodo; Sudi Ariyanto
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2013.15.2.1500

Abstract

ABSTRAKPENENTUAN JARAK PLTN DENGAN SUMUR MINYAK UNTUK ENHANCED OIL RECOVERY (EOR) DITINJAU DARI ASPEK KEHILANGAN PANAS DAN KESELAMATAN. EOR merupakan teknik untuk peningkatan perolehan minyak bumi dengan cara menginjeksikan material atau bahan lain ke dalam sumur minyak. Terdapat 3 teknik EOR yang sudah digunakan di dunia, yaitu Thermal Injection, Chemical Injection dan Miscible. Metode termal merupakan metode yang paling banyak digunakan di dunia, namun salah satu kelemahannya adalah kehilangan panas selama distribusi kukus ke sumur injeksi. Di Indonesia, penerapan EOR telah sukses dilakukan di lapangan duri, Riau menggunakan teknik injeksi uap, namun masih menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar untuk produksi uap. Untuk menghemat cadangan minyak bumi, dilakukan introduksi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kogenerasi untuk memasok sebagian panas PLTN untuk proses EOR. Pada PLTN kogenerasi, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Tujuan studi adalah untuk mengevaluasi jarak PLTN dengan sumur minyak dengan mempertimbangkan kehilangan panas dan aspek keselamatan. Metode yang dilakukan kajian dan perhitungan menggunakan program Cycle Tempo. Hasil studi menunjukkan bahwa jarak 400 meter yang merupakan asumsi untuk exclusion zone reaktor Pebble Bed Modular Reactor (PBMR), dengan ketebalan isolasi pipa 1 in, maka kehilangan panas 277, 883 kw, sedangkan apabila digunakan ketebalan isolasi pipa 2 in, kehilangan panas menjadi 162,634 kw dan dengan ketebalan isolasi pipa 3 in, kehilangan panas menjadi 120,767 kw. Kehilangan panas dapat diatasi memberikan isolator pipa dan memperbaiki kualitas kukus dari saturated menjadi superheated.Kata Kunci: EOR, kogenerasi, sumur minyak, PLTN, uap, fluida, daerah eksklusi ABSTRACTDISTANCE DETERMINATION OF NPP AND OIL RESERVOIR ON ENHANCED OIL RECOVERY BASED ON HEAT LOSS AND SAFETY IN VIEW POINT. EOR is a method used to increasing oil recovery by injecting material or other to the reservoir. There are 3 EOR technique have been used in the world, namely thermal injection, chemical injection dan Miscible. Thermal injection method is the method most widely used in the world, however, one drawback is the loss of heat during steam distribution to the injection wells. In Indonesia, EOR application has been successfully done in the field of Duri, Chevron uses steam injection method, but still use petroleum as a fuel for steam production. In order to save oil reserves, it was done the introduction of co-generation nuclear power plants to supply some of the heat of nuclear power plants for EOR processes. In cogeneration nuclear power plant, the safety aspect is main priority. The purpose of the study was to evaluate the distance NPP with oil wells by considering heat loss and safety aspects. The method of study and calculations done using Tempo Cycle program. The study results showed that in the distance of 400 meter as exclusion zone of PBMR reactor, with pipe insulation thickness 1 in, the amount of heat loss of 277, 883 kw, while in pipe isolation thickness 2 in, amount of heat loss became 162,634 kw and with isolation thickness 3 in, amount of heat loss 120,767 kw., heat loss can be overcome and provide insulation pipes and improve the quality of saturated steam into superheated.Keywords: EOR, cogeneration, oil reservoir, NPP, steam, fluid, Exclusion Zone
PERHITUNGAN BIAYA OPERASI DAN PERAWATAN PLTN SKALA BESAR DAN KECIL Mochamad Nasrullah; Wiku Lulus Widodo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2015.17.2.2616

Abstract

ABSTRAK PERHITUNGAN BIAYA OPERASI DAN PERAWATAN PLTN SKALA BESAR DAN KECIL. Biaya pembangkit PLTN terdiri dari tiga komponen, yaitu biaya investasi, bahan bakar dan operasi perawatan (O & M). Besarnya biaya O&M pada PLTN besar dan kecil tidaklah sama. Studi ini bertujuan untuk menghitung biaya O&M PLTN skala besar dan kecil dengan mempertimbangkan parameter teknis dan ekonomis yang diambil dari berbagai data sekunder dan sumber lainnya. Studi dilakukan menggunakan data dari PLTN jenis PWR dengan daya 1343 MWe untuk PLTN ukuran besar dan daya 90 MWe untuk PLTN ukuran kecil. Asumsi digunakan tingkat eskalasi sebesar 5%, faktor kapasitas 90%. Metodologi yang digunakan adalah menghitung dengan spreadsheet yang meliputi skala masing-masing komponen O&M. Hasil perhitungan menunjukkan biaya O & M jika dihitung dengan satuan juta US$/tahun, maka biaya O&M PLTN 1343 MWe sebesar 99,21 juta US$/tahun lebih mahal dari PLTN 90 MWe sebesar 45,13 juta US $/tahun. Namun jika biaya O & M PLTN 1343 MWe dihitung dengan satuan mills $/kWh, maka hasilnya  sebesar 9,37 lebih murah dibandingkan dengan PLTN 90 MWe yaitu sebesar 63,70 mills $/kWh. Hal ini berarti semakin kecil ukuran kapasitas dayanya maka biaya operasi dan perawatannya semakin mahal. Penyebab perbedaan biaya operasi dan perawatan antara PLTN skala besar dan kecil, adalah kapasitas daya, faktor kapasitas, jumlah personal yang bekerja pada biaya administrasi umum pegawai dan manajemen, operasi pembangkit tahunan, biaya tenaga kerja offsite. Kata kunci : Biaya operasi dan perawatan, PLTN, LEGECOST ABSTRACT CALCULATION OF OPERATION AND MAINTENANCE COST FOR LARGE AND SMALL SCALE NPP. The generation cost of nuclear power plant consists of three components:  investment costs, fuel cost operation and maintenance (O&M) cost. O&M costs in the large scale of NPP is different from small scale NPP. The objective of this study are to calculate the O&M cost of large NPP and small NPP by considering technical and economic parameters from secondary data and  other references. This study uses 1343 MWe PWR data for large NPP and 90 MWe PWR for small NPP. The assumptions are 5% escalation level and 90% capacity factor. The methodology for calculation using spreadsheet with scaling methods for each O&M components. The results shows that the O &M cost if calculated in units of million US$/year, the O&M cost of NPP 1343 MWe is US$million 99.21/ year which is more expensive than the O&M cost of NPP 90 Mwe which is only US$million 45.13/ year.  But if the cost of O&M 1343 MWe nuclear power plant unit is calculated in units of mills $/kWh, the result shows that the O&M cost is 9.37 mills $/kWh which is less than the 90 MWe NPP which reaches $ 63.70 mills/kWh. The conclusion is  lower NPP capacity  has higher O&M cost. Different O&M cost is caused by power capacity, capacity factor, the amount of worker on site staff, the annual net generation and the offsite technical support. Keywords: Operation and maintenance cost, NPP, LEGECOST 
Analisis Risiko Proyek PLTN Kalbar Dengan Pendekatan Model AHP dan PMBOK Imam - Bastori; Sriyana Sriyana
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.1.5976

Abstract

Indonesia berencana membangun PLTN di Kalimantan Barat. Sebagai mega proyek, pembangunan PLTN memiliki kompleksitas yang tinggi dan risiko yang besar. Sebelum PLTN dikonstruksi, tahapan penting yang harus dijalankan adalah melakukan analisis risiko proyek PLTN. Secara umum analisis risiko proyek terdiri dari analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Dalam penelitian ini dilakukan analisis risiko kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kombinasi model AHP dan model PMBOK. Model AHP digunakan untuk menentukan bobot masing-masing faktor risiko sedangkan model PMBOK digunakan untuk menetapkan nilai kuantitatifnya. Dengan kombinasi model ini maka akan dapat menentukan nilai risiko biaya, waktu, lingkup proyek dan kualitas dan pada sisi lain dapat ditelusuri kontribusi masing-masing faktor risiko terhadap risiko proyek total. Analisis risiko ini akan sangat membantu proyek dalam memetakan ketidakpastian dan menyususn mitigasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan studi kasus proyek PLTN dengan model kontrak EPC. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko finansial memberikan kontribusi yang besar pada kenaikan biaya dan waktu pelaksanaan proyek, dan menurunkan kemampuan pada pencapaian lingkup proyek dan kualitas proyek. Lingkup proyek menjadi parameter yang paling terpengaruh oleh adanya risiko sedangkan kualitas merupakan parameter yang paling kecil terpengaruh oleh risiko. Adanya risiko menyebabkan kenaikan biaya proyek antara 10% - 20%, kenaikan waktu (durasi) pelaksanaan 5% - 10%.
STUDI TEKNOLOGI DAUR BAHAN BAKAR DUPIC Erlan Dewita; Siti Alimah
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2005.7.1.1938

Abstract

ABSTRAK STUDI TEKNOLOGI DAUR BAHAN BAKAR DUPIC. Pada umumnya bahan bakar bekas masih mengandung bahan fisil dengan jumlah yang cukup signifikan. Kandungan bahan fisil yang terdapat pada bahan bakar bekas reaktor LWR (11,5% ) lebih besar dibanding kandungan bahan fisil yang terdapat pada uranium alam ( ± 0,71% ). CANDU merupakan jenis reaktor berpendingin dan bermoderator air berat (D20) serta dapat beroperasi dengan bahan bakar oksida dengan kandungan bahan fisil yang rendah (uranium alam). Kemampuan CANDU untuk beroperasi dengan kandungan bahan fisii yang rendah memberikan sinergisme antara reaktor LWR dan CANDU. Daur bahan bakar DUPIC (Direct Use of PWR spent fuel In CANDU) merupakan daur bahan bakar tertutup yang pengembangannya berbasis pada fleksibilitas daur bahan bakar CANDU. Pada daur bahan bakar DUPIC, bahan bakar bekas PWR dapat digunakan secara langsung hanya dengan proses mekanik-termal tanpa dilakukan pemisahan secara kimia, sehingga dipandang menguntungkan baik dari segi ekonomi rhaupun keamanan sehubungan dengan penggunaan plutonium untuk persenjataan nuklir. Namun demikian, tantangan yang harus dihadapi dalam fabrikasi bahan bakar DUPIC adalah disebabkan radioaktivitas yang tinggi dari bahan bakar bekas, sehingga semua proses fabrikasi harus dilakukan dalam hot cell.   ABSTRACT Study of DUPIC fuel cycle technology. In general, nuclear spent fuel is significanly still contain fisille materials. The Content of fissile material in LWR spent fuel (± 1,5% ) is higher than in natural uranium that is 0,71%. CANDU reactors are heavy-water cooled and moderated and utilize natural uranium U02 as fuel. Ability of CANDU to operate with low-fissile content fuel suggests a unique synergism between light water reactor (LWR) and CANDU reactor. DUPIC (Dierect Use of PWR spent fuel In Candu) fuel cycle is closed fuel cycle that is developed from flexibility of CANDU fuel cycle. In DUPIC fuel cycle, PWR spent fuel can directly use only without chemical processing. It use dry process which is mechanic - thermal process, so it have some advantage in economic and safeguard in view of points due to plutonium for nuclear weapon. Otherwise, It have a chaliange because of high radioactivity, of spent fuel, therefore- DUPIC fuel fabrication has should be conducted in hot cell facility.
PENGEMBANGAN PARTIKEL BAHAN BAKAR BERLAPIS UNTUK REAKTOR VHTR Erlan Dewita
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2008.10.2.1425

Abstract

ABSTRAKPENGEMBANGAN PARTIKEL BAHAN BAKAR BERLAPIS UNTUK REAKTOR VHTR. Reaktor VHTR merupakan konsep reaktor suhu sangat tinggi dengan suhu pendingin keluar reaktor 10000C dan merupakan salah satu reaktor generasi IV yang sedang dikembangkan di negara maju. Reaktor ini merupakan pengembangan dari GT-MHR dengan perbaikan efisiensi, suhu pendingin keluar reaktor serta derajat bakar. Perbaikan ini menyebabkan perlunya perubahan material diantaranya lapisan partikel bahan bakar (SiC) karena kenaikan suhu dari 8500C menjadi 10000C. Lapisan SiC mempunyai peranan penting selain untuk mempertahankan integritas mekanik dan stabilitas dimensi dari partikel bahan bakar, juga untuk menahan hasil belah bersifat logam (Cs-137, Ru-106) yang lepas dari kernel bahan bakar. Lapisan ZrC dipandang dapat menggantikan SiC karena mempunyai ketahanan pada suhu yang lebih tinggi. Lapisan ZrC mempunyai titik leleh 35400C, sedangkan SiC mempunyai titik leleh 18000C. Partikel bahan bakar berlapis TRISO - ZrC tidak mengalami kerusakan pada pemanasan suhu 22000C selama kira-kira 6000 detik, sementara pada partikel bahan bakar konvensional (menggunakan SiC) telah mengalami kerusakan sebagian pada suhu 22000C dan hampir 100% rusak pada temperatur 24000C. Pada suhu hingga 24000C, lapisan ZrC lebih tahan terhadap korosi kimia oleh produk fisi, khususnya Pd (Paladium) yang mengkorosi lapisan SiC. Namun kemampuan lapisan ZrC dalam menahan produk fisi Ru-106 lebih rendah dari pada lapisan SiC. Sedangkan kemampuan menahan produk fisi logam lainnya seperti : barium, perak dan promethium relatif lebih baik.Kata kunci: partikel, bahan bakar, VHTR, GT-MHR, hasil belah, integritas, mekanik ABSTRACTDEVELOPMENT OF COATED FUEL PARTICLE FOR VHTR REACTOR. The VHTR reactor is a high temperature reactor concept with a 10000C outlet temperature and it is one of IV generation reactor that is being developed. This reactor is developed based on GT-MHR reactor with higher outlet temperature reactor, burn-up and electricity efficiency. Accordingly, material improvement is necessary, such as: SiC in correlation to elevated temperature of 8500C to 10000C. The SiC layer plays an important role. Beside retaining metallic fission products (Cs-137, Ru-106) released from fuel kernel, it also provides mechanical strength and dimension stability to fuel particle. The Zrc layer can be considered to replace SiC because of its higher temperature capability. ZrC has a melting point of 35400C whereas SiC has a melting point of 18000C. The ZrC-TRISO coated fuel particle did not fail until ~6000 seconds at 22000C heating, while a few percent of the conventional TRISO-coated fuel particles failed already by 22000C, and almost 100% instantaneously at 24000C. In the whole temperature range, ZrC layer showed more resistance to chemical corrosion by fission products, especially by paladium (Pd) which is known to corrode the SiC layer. However, The ZrC layer capability to retention of Ru-106 was inferior to SiC. The retention of the other metal fission products such as barium, silver and promethium appears to be better than SiC.Keywords: particle, fuel, VHTR, GT-MHR, product fission, integrity, mechanic
KAJIAN PEMANFAATAN PLTN SMART UNTUK KAWASAN BARELANG Sahala Maruli Lumbanraja; Yuliastuti Yuliastuti
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2006.8.2.1969

Abstract

ABSTRAK KAJIAN PEMANFAATAN PLTN SMART UNTUK KAWASAN BARELANG. Makalah ini mengkaji kelayakan pemanfaatan reaktor SMART (Small innovative Modular Advanced Reactor) di kawasan BARELANG. Kawasan ini merupakan kawasan yang dikembangkan untuk kawasan industri yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Permasalahan utama yang timbul di daerah ini adalah kebutuhan energi listrik dan air bersih baik untuk keperluan industri maupun kebutuhan penduduk. Sampai saat ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum mampu mensuplai kebutuhan energi listrik yang dibutuhkan pelaku industri. Seluruh pembangkit listrik masih menggunakan minyak sebagai sumber pembangkit sehingga biaya pembangkitan menjadi sangat mahal. Air bersih yang diproduksi oleh PDAM bersumber dari waduk yang khusus dibangun untuk menampung air hujan di saat musim hujan karena tidak ada sumber air yang lain, sehingga pada musim kemarau akan menimbulkan kekurangan pasokan. Reaktor SMART merupakan reaktor modular berpendingin air ringan yang dikembangkan oleh KAERI (Korea Atomic Energy Research Institute). Reaktor ini khususnya dikembangkan untuk tujuan ganda, yaitu untuk produksi listrik dan air bersih. Total daya termal yang dihasilkan sebesar 330 MWth dengan efisiensi 33 %. Sebanyak 90 MWe dihubungkan ke jaringan listrik dan sisanya digunakan untuk memproduksi air minum dengan kapasitas 40.000 m3/hari. Jika dibandingkan dengan jenis PLTN konvensional, reaktor ini didasarkan pada prinsip-prinsip operasi dan perbaikan yang sangat sederhana, keselamatan tinggi, mudah diinspeksi, waktu pembangunan relatif pendek, biaya investasi kecil, biaya pembangkitan sangat kompetitif, dan mudah disesuaikan dengan infrastruktur yang ada. Karakteristik utama SMART adalah konsep reaktor integral, dimana semua komponen-komponen utama sistem pendingin reaktor berada di dalam bejana tekan. Kata kunci: SMART, listrik, air, BARELANG.   ABSTRACT ASSESSMENT OF SMART REACTOR UTILIZATION FOR BARELANG REGION. This paper assesses the feasibility of SMART reactor utilization in BARELANG region. BARELANG region is an industrial area located in Riau Islands Province. The need of electricity and fresh water, whether for industry growth or people, are the main problem of this region. Until now, the National Electricity Company (PLN) has not able to supply the electricity needed by industrial sector. The use of oil as a main electricity generation resource of the entire power plant has caused a tremendous generation cost. On dry seasons, the fresh water supplied by PDAM is reducing drastically. This situation occurs because water source of PDAM extremely depends on the water storage during rainy seasons. SMART reactor is a modular light reactor developed by KAERI for dual purposes, producing electricity and fresh water at the same time. The total thermal power generated by this type of reactor is about 330 MWth with 33 % efficiency, as 90 MWe connected to the electricity grid and rest is used in producing potable water with capacity 40.000 m3/day. Compare to the conventional reactor, SMART reactor is based on simple operation and maintenance principles, enhanced safety, easy to inspect, a relatively short construction time, small investment cost, competitive generation cost, and a flexible design to fit with the existing infrastructure. The main characteristic of SMART reactor is an integral design concept where the entire main cooling system components are located in the pressurize vessel. Keywords: SMART, electricity, water, BARELANG.
Hal Muka JPEN 2013 Volume 15 No 1 Juni Hal Muka
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2013.15.1.3430

Abstract

PANTAI UTARA KABUPATEN BATANG SEBAGAI ALTERNATIF CALON TAPAK PLTN Imam Hamzah; I Gde Sukadana
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2010.12.1.1448

Abstract

ABSTRAKPANTAI UTARA KABUPATEN BATANG SEBAGAI ALTERNATIF CALON TAPAK PLTN. Telah dilakukan analisis mengenai beberapa aspek yang disyaratkan oleh Badan Tenaga Atom Internasional yang meliputi aspek antara lain: pensesaran permukaan (surface faulting), kegempaan (seismicity), material bawah permukaan (Suitability of subsurface materials), kegunungapian, banjir pantai dan banjir sungai, berdasarkan data sekunder dan analisis literatur. Tujuan analisis adalah untuk mendapatkan alternatif calon lokasi tapak interes di Pulau Jawa untuk pengembangan PLTN di Indonesia pada masa yang akan datang. Hasil analisis menunjukkan bahwa di lokasi yang ditinjau (Pantai Utara Kabupaten Batang) tidak terdapat indikasi sesar kapabel yang dapat membahayakan lokasi calon tapak dan kegempaan termasuk rendah. Pantai Utara Kabupaten Batang tersusun oleh batuan sedimen klastik formasi Damar yang diduga memiliki daya dukung baik, sehingga cukup baik untuk calon lokasi tapak PLTN. Aspek kegunungapian di wilayah tinjauan dipertimbangkan sebagai salah satu aspek keselamatan terpenting dalam analisis kelayakan tapak. Sebaran batuan gunungapi Jembangan mempunyai jarak terjauh 33,24 km, dan tidak mencapai pantai utara. Elevasi sebagian pantai utara Batang > 5m sehingga bebas dari bahaya banjir. Daerah yang baik untuk dikembangkan dan ditindaklanjuti sebagai alternatif calon tapak PLTN meliputi pantai kecamatan Batang (> 500 ha) dan pantai Kecamatan Subah-Gringsing (> 3500 ha).Kata kunci: tapak, PLTN, keselamatan, Kabupaten Batang ABSTRACTNORTH COAST OF BATANG REGENCY AS AN ALTERNATIVE OF NPP’S CANDIDATE SITE. It has been analysis that several aspects as required by International Atomic Energy Agency covering among other: surface faulting, seismicity, suitability of subsurface materials, volcanology, coastal flooding and river flooding, based on secondary data and literature analysis. The analysis is aimed in order to have an alternative of candidate site in Java Island for future Indonesia NPP development. The results of analysis indicate that North Coast of Batang Region did not have capable fault indication which is endanger potential location of candidate site and the seismicity of north coast is with in low category. The North Coast of Batang Region is composed by sediment clastic rock of Damar formation that have a good support capability, hence the North Coast of Batang Region has been considered as a good candidate NPP site. Volcanology aspect in Batang Region is considered as one of the most safety aspect. The farthest distance of Jembangan’s volcano product distribution is 33.24 km and it was not reach the north coast. Elevations of some places in Batang north coasts are > 5m that mean are free from flooding hazard potential. The interest areas to be developed as an alternative NPP location cover coast of Batang’s district (> 500 ha) and coast of Subah-Gringsing’s district (> 3500 ha).Keyword: site, NPP, safety, Batang Regency
KETERSEDIAAN TENAGA KERJA DI DAERAH TAPAK UJUNG LEMAHABANG Sri Hariani Sjarief
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2000.2.4.2022

Abstract

ABSTRAK KETERSEDIAAN TENAGA KERJA DI DAERAH TAPAK UJUNG LEMAHABANG. Sebagaimana diketahui pada setiap pembangunan suatu proyek akan membutuhkan dan memanfaatkan tenaga kerja. Tenaga ini dapat diambil dari dalam atau luar daerah di mana proyek itu akan dibangun. Penggunaan tenaga keija setempat akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk di samping mengurangi dampak sosial yang mungkin teijadi. Sejalan dengan rencana pembangunan PLTN di Ujung Lemahabang, maka penelitian kependudukan dan sosio-ekonomi dari desa-desa sekitar lokasi (Balong, Tubanan, Kaliaman, Kancilan, Dermolo dan Bumiharjo) sangat diperlukan guna mengetahui perkembangan kependudukan dalam menyongsong teknologi maju yang akan diterapkan di sekitar daerah mereka, terutama dalam bidang pendidikan dan ketenaga-keijaan. Selama lima tahun sejak pengamatan terakhir yang dilakukan oleh Newjec, temyata penduduk sekitar Ujung Lemahabang mengalami peningkatan walau jumlahnya sangat kecil, yaitu 0,5% per tahun. Dari jumlah penduduk yang ada, 55,9% adalah dari angkatan kerja. Ditinjau dari pendidikan dan mata pencaharian masyarakat setempat juga mengalami perubahan, meskipun sebagian penduduk masih berpendidikan SD (38,7%) namun tamatan SLTP dan SLTA meningkat jumlahnya. Mata pencaharian utama setelah bertani adalah bekeija sebagai buruh industri. Dengan masuknya listrik ke desa-desa terpencil dan adanya perbaikan infrastruktur jalan masuk ke desa akan memacu perekonomian, informasi dan pendidikan penduduk setempat Peningkatan jumlah iulusan SLTA dan Perguruan Tinggi pada saat ini (4%), diharapkan dapat mengisi kebutuhan sebagian tenaga keija menengah yang tidak berkaitan dengan keselamatan reaktor pada saat PLTN dibangun. Untuk mencapai kondisi tersebut periu pula digiatkan pemasyarakatan tentang teknologi nuklir yang menyentuh kepentingan masyarakat setempat baik dari bidang teknologinya maupun dari bidang sosio-ekonomi dan keselamatan lingkungan serta peraturan ketenaga-kerjaan yang akan mendukung partisipasi mereka daiam proyek ini.   ABSTRACT THE AVAILABILITY OF LABOR FORCES AT UJUNG LEMAHABANG'S SITE. It is known that labor force is needed and will be required in every project construction. This labor force could be taken from outside or inside the location where the project is being constructed. The employment of local manpower will raise the community's income and prosperity, besides decreasing the probable social impact. According to the planning of Nuclear Power Plant Project construction in the Ujung Lemahabang, thence a socio-economic observation of villages surounding the location (Balong, Tubanan, Kaliaman, Kancilan, Dermolo and Bumiharjo) has been done to understand the demographic development so far in commencing the application of advance technology. This socio-economic observation will be emphasized on the education and labor force aspects. In five years period since the past Newjec observation, the population surrounding Ujung Lemahabang is obviously increasing though in a small percentage (0,5% per year). The existent population consists of 55,9% of the work forces. From the occupation and education point of view, there are alterations. The graduate of Junior (SLTP) and Senior (SLTA) high school have been increased in number, in spite of elementary school graduate being still in the highest percentage. Instead of farming as the main job, people in this location work as labors in industries which are increasing in numbers. The improvement of road infrastructure and electricity so far to the isolated villages will speed up the economic, information and education development for people around the location. By the number of people graduated from Senior High School and University (4%) at the moment, it is expected that the requirement of middle labor forces could be taken from the local people when the NPP is ready to be build, especially for the activities which are not related to the reactor safety. To reach such condition, it is important to activate the Nuclear Technology Public Acceptance for the sake of people living around the location either from the field of technology itself or from the socio-economic and environmental safety. In other side the manpower regulation is still needed to support their participation in this project.

Page 11 of 35 | Total Record : 343


Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue