cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 343 Documents
THE EFFECT OF TIME DURATION IN THE NETWORK AND RADIAL METHOD TOWARD THE ACCURACY IN MEASURING THE DEFORMATION AT MURIA Ari Nugroho; Hadi Suntoko
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.2.1467

Abstract

ABSTRACTTHE EFFECT OF TIME DURATION IN THE NETWORK AND RADIAL METHOD TOWARD THE ACCURACY IN MEASURING THE DEFORMATION AT MURIA. The Deformation monitoring activities in the vicinity of Mount Muria are recommended by the IAEA (International Atomic Energy Agency) to be done for 5 years. The purpose of these activities is to determine the rate of the deformation caused by the volcanic activity of Mount Muria, as a basic study in analyzing the volcanic hazard toward the NPP (Nuclear Power Plant). The whole coordinate points measured encompass the district of Jepara, Pati, Demak, and Kudus. In 2010 deformation measurements were periodically conducted for 4 times a year using two geodetic GPS units of Trimble R7 GNSS type through the network method. The measurements were carried out at seven points of interest and at one reference point in March, April, May and December. Each session of the measurements was performed for 2.5 hours. In 2011 the deformation measurements were periodically conducted for 4 times a year by means of the radial method. The measurements were made at eight points of interest and at one reference point in April and May, June and July. Each session of measurements was performed for 10 hours. Based on the results of the measurements by means of the network method in 2010, it was concluded that the range of horizontal and vertical accuracy is between 6-10 mm and 25-46 mm., while the results of the measurements of the radial method in 2011 is 4-7 mm, and 16-28 mm respectively. Furthermore, it provides the evidence that the radial method tends to has better result than the network method if it is applied 4 times longer than the network method, resulting the accuracy below 7 mm and 28 mm for horizontal and vertical respectively.Keyword: deformation, global positioning system, differential method ABSTRAKPENGARUH WAKTU PENGUKURAN PADA METODE JARING DAN RADIAL TERHADAP AKURASI DATA DEFORMASI DI MURIA. Kegiatan monitoring deformasi di sekitar Gunung Muria, Jawa Tengah direkomendasikan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency) untuk dilakukan paling kurang selama 5 tahun. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui besarnya nilai deformasi yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Muria, sebagai dasar untuk analisis bahaya Gunung Muria terhadap tapak PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Titik koordinat yang diukur meliputi Kabupaten Jepara, Pati, Demak dan Kudus. Pada tahun 2010 telah dilakukan pengukuran deformasi secara periodik selama 4 kali dalam setahun menggunakan 2 unit GPS geodetik jenis Trimble R7 GNSS dengan metode jaring. Pengukuran dilakukan di 7 titik pengamatan dan satu titik referensi di Bulan Maret, April, Mei dan Desember. Setiap sesi dari pengukuran dilakukan selama 2,5 jam. Pada tahun 2011 telah dilakukan pengukuran deformasi secara periodik selama 4 kali dalam setahun dengan metode radial. Pengukuran dilakukan di 8 titik pengamatan dan 1 titik referensi di Bulan April dan Mei, Juni, serta Juli. Setiap sesi dari pengukuran dilakukan selama 10 jam. Berdasarkan hasil pengukuran dengan metode jaring pada tahun 2010 diperoleh kesimpulan bahwa keakurasian horizontalnya berkisar dalam rentang 6 – 10 mm dan keakurasian vertikalnya adalah 25 – 46 mm. Sedangkan hasil pengukuran dengan metode radial pada tahun 2011 diperoleh kesimpulan bahwa keakurasian pengukuran horisontalnya berkisar dalam rentang 4 – 7 mm, dan keakurasian vertikalnya adalah 16 – 28 mm. Hal ini membuktikan bahwa jika dilakukan 4 kali lebih lama dari metode jaringan, maka metode radial cenderung memberikan akurasi yang lebih baik yaitu di bawah 7 mm untuk akurasi horizontal dan dibawah 28 mm untuk akurasi vertikal.Kata kunci: deformasi, global positioning system, metode diferensial
PENENTUAN TAPAK POTENSIAL PLTN DENGAN METODE SIG DI WILAYAH PESISIR PROPINSI KALIMANTAN BARAT Heni Susiati
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2014.16.2.2502

Abstract

ABSTRAK PENENTUAN TAPAK POTENSIAL PLTN DENGAN METODE SIG DI WILAYAH PESISIR PROPINSI KALIMANTAN BARAT. Dalam pemilihan tapak PLTN, IAEA (Safety Guide NS-R-3) dan BAPETEN (Perka BAPETEN No. 5 tahun 2007) telah mengeluarkan pedoman yang berhubungan tentang evaluasi tapak untuk mendapatkan tapak PLTN yang aman dan menjamin keselamatan. Untuk mempersiapkan program PLTN di Kalimantan Barat, BATAN telah melakukan penelitian di sepanjang pesisir Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat untuk mendapatkan tapak terpilih. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan tapak potensial PLTN di wilayah pesisir kabupaten Ketapang dan Kayong Utara berdasarkan kriteria pembobotan dan pemodelan spasial dan SIG. Penentuan tapak potensial didasarkan pada beberapa kriteria, yaitu: kemiringan lereng, litologi, geologi, topografi, curah hujan, kerawanan bencana, jarak ke badan air, posisi daerah pemukiman, tataguna lahan, lahan gambut, hidrogeologi, dll. Berdasar hasil pembobotan dan skoring diperoleh 4 lokasi yang sesuai untuk dijadikan sebagai tapak potensial PLTN, diantaranya berada di wilayah pesisir yang terdapat di kecamatan Sukadana, Kendawangan, Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan. Kata kunci: tapak, potensial, PLTN, SIG.   ABSTRACT DETERMINATION OF POTENTIAL NPP SITE WITH GIS IN THE COASTAL PROVINCES WEST KALIMANTAN. In a NPP site selection, IAEA (IAEA Safety Guide NS-R-3) and BAPETEN (Perka BAPETEN No. 5, 2007) has published guidance link of site evaluation forNPP site for ensuring program preparation safety of NPP that will built. NPP's in West Kalimantan, BATAN has conducted research throughout Ketapang and Kayong Utara coastal, West Kalimantan to get selected site. The aim of research is to get the potential site of NPP's plants in coastal areas Ketapang and Kayong Utara base criteria on weighting, spatial modeling and GIS. Criteria for determination of potential site based on several criteria: slope, lithology, geology, topography, rainfall, disaster vulnerability, proximity to water bodies, the position of residential areas, land use, peat, hydrogeology, etc. The results obtained by weighting and scoring four suitable sites serve as a potential site for a NPP's , which was located in coastal areas in the district Sukadana Kendawangan Matan Matan Hilir Utara and Matan Hilir Selatan. Keywords: site, potentially, nuclear power plants, GIS.
PERKIRAAN DESAIN BASIS CURAH HUJAN DI SEMENANJUNG MURIA Sunarko Sunarko; Sri Hariani Sjarief; Eddy Murdjito; Imam Hamzah
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2003.5.1.1915

Abstract

ABSTRAK PERKIRAAN DESAIN BASIS CURAH HUJAN DI SEMENANJUNG MURIA. Nilai desain basis diperlukan dalam memperhitungkan aspek kesalamatan PLTN. Perhitungan telah dilakukan terhadap parameter meteorologi curah hujan. Data curah hujan diperoleh dari stasiun pemantauan milik Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dan PTPN IX untuk daerah Bangsri, Beji, Jatisari, keling dan Jepara. Data curah hujan maksimum dalam periode 24 jam memiliki unit mm/hari. Pada studi terdahulu, konsultan Newjec menggunakan data dari stasiun Ujung Watu dengan periode pemantauan selama kurang dari 2 tahun. Pada perhitungan ini digunakan paling sedikit data selama 19 tahun. Data diolah menggunakan dua pendekatan: statistik dan numerik, menggunakan persamaan Gumbel (Generalized Extreme Value distrbutions-GEV Type I). Dari data diperoleh rerata curah hujan sebesar 248 mm/hari (metode numerik) dan 258 mm/hari (metode statistik) perioda pengulangan (return period) 50 tahun. ABSTRACT PRECIPITATION DESIGN BASIS CALCULATION FOR MURIA PENINSULA. Design basis value is required as a requirement in the nuclear power plant safety analysis. Calculation was done for precipitation. Data was gathered from location close to the area e.g. in Bangsri, Beji, Jatisari, Keling, and Jepara, all within Muria peninsula, from the Department of Settlement and Region Infrastructure and PTPN IX, a state owned plantation. Maximum 24 hour precipitation data was gathered in the unit of mm/day. In previous study by Newjec consultant, data was obtained from Ujung Watu station covering less than 2 year period of observation. In this paper, the data includes at least 19 years of data. Analysis was done using two approaches: statistic and numeric, using Gumbel distribution function (Generalized Extreme Value distribution - GEV Type I). Average precipitation for 50 years of return period are 248 mm/day and 258 mm/day using the numeric and statistic approach respectively.
KAJIAN PROBABILISTIK JATUHAN ABU VULKANIK TERHADAP TAPAK PLTN MURIA Sunarko Sunarko
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2016.18.1.2688

Abstract

KAJIAN PROBABILISTIK JATUHAN ABU VULKANIK TERHADAP TAPAK PLTN MURIA.Telah dilakukan kajian probabilistik terhadap bahaya akibat jatuhan material piroklastik dari letusan hipotetik Gunung Muria di area tapak PLTN Semenanjung Muria. Tujuan kajian adalah untuk mendapatkan distribusi deposisi abu vulkanik dan nilai kebolehjadiannya di ULA terkait daya dukung beton pengungkung PLTN. Metodologi yang digunakan adalah melakukan simulasi dengan masukan data sekunder parameter letusan erupsi gunung Merapi tahun 2010 (terbatasnya data letusan Muria), dan data meteorologi sekunder berupa data rerata harian hasil olahan data pemantauan di ULA periode 1994-1995. Simulasi dilakukan berdasarkan metode skenario batas atas menggunakan kode komputer Tephra2. Hasil kajian menunjukkan bahwa distribusi abu vulkanik dominan mengarah ke arah Timur Laut – Barat Daya. Nilai kebolehjadian untuk beban > 1 kg/m2 adalah kurang dari 5%, sedangkan untuk beban > 10 kg/m2 adalah kurang dari 1%.  Jatuhan abu vulkanik akibat letusan Gunung Muria tidak membahayakan struktur bangunan PLTN yang akan dibangun di ULA.Keywords:probabilistik, tephra, skenario batas atas  
IDENTIFIKASI STRATEGI PENDANAAN PEMBANGUNAN PLTN TIPE OPR-1000 DI SEMENANJUNG MURIA Moch. Djoko Birmano
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2007.9.1.1947

Abstract

ABSTRAK IDENTIFIKASI STRATEGI PENDANAAN PEMBANGUNAN PLTN TIPE OPR- 1000 DI SEMENANJUNG MURIA. Telah dilakukan studi untuk mengidentifikasi strategi pendanaan pembangunan PLTN OPR-1000 di Semenanjung Muria. Studi ini merupakan lanjutan dari studi sebelumnya yang berjudul “Kelayakan Ekonomi dan Pendanaan Pembangunan Proyek PLTN Jenis PWR Tipe OPR-1000 Di Semenanjung Muria". Pada studi sebelumnya telah diketahui kelayakan ekonomi dan pendanaan pembangunan PLTN OPR-1000. Kelayakan ekonomi diketahui dengan diperolehnya biaya pembangkitan, penjualan (tarif) listrik dan biaya pembangunan. Sementara itu, kelayakan pendanaan diketahui dengan diperolehnya Nilai Bersih Sekarang (NPV), Tingkat Pengembalian Modal (IRR) dan Lama Pengembalian Modal (Payback Period, P) yang menggunakan KEPCO Spread Sheet Dari perhitungan kelayakan ekonomi dan pendanaan pada kasus dasar (base case) diperoleh hasil bahwa besarnya tarif listrik, IRR, NPV dan Payback Period keseluruhan investasi adalah masing-masing sebesar 6,640 cent/kWh (setelah ditambah PPn), 10,37%, US$ 90,52 juta dan 12,11 tahun. Dari hasil kelayakan ekonomi dan pendanaan pada kasus dasar ini dilakukan analisis sensitivitas terhadap parameter teknis (Faktor Kapasitas) dan parameter ekonomi (Tingkat Diskonto). Hasil analisis sensitivitas yang diperoleh digunakan untuk identifikasi strategi pendanaan agar mendapatkan hasil kelayakan ekonomi dan pendanaan yang terbaik dan optimal. Kata Kunci: NPV, IRR, Payback Period, OPR-1000   ABSTRACT THE IDENTIFICATION OF FINANCING STRATEGY FOR THE CONSTRUCTION OF NPP TYPE OPR-1000 AT MURIA PENINSULA. The study for identification of financing strategy for the construction of OPR-1000 at Muria Peninsula have been done. This study is continuation of previous study with title “The Economic and Financing Viability of the OPR-1000 Construction at Muria Peninsula". In the previous study have been the economic and financing viability of OPR-1000 construction. The economic viability was known by obtained the generation cost, electricity tariff and construction cost. The meanwhile, the financing viability was known by obtained Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period (P) by using KEPCO Spread Sheet. From the calculation of economic and financing viability in base case, have been obtained the result of electricity tariff, IRR, FNPV and Payback Period for total investment is 6.640 cenf/kWh (after Value Added Tax), 10.37%, US$ 90.52 million and 12.11 years, respectively. From this result of economic and financing viability in base case, have been carried out sensitivity analysis to technical parameter (capacity factor) and economic parameter (discount rate). The result of sensitivity analysis to be used for identifying financing strategy in order to obtain the best and optimal economic and financing viability.
Penentuan Kedalaman Batuan Dasar Menggunakan Microtremor Array Di Tapak RDE Serpong Hadi Suntoko; Sriyana Sriyana
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2016.18.2.3254

Abstract

Kawasan PUSPIPTEK Serpong merupakan kawasan teknologi tinggi sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan, 2011-2031, sehingga kawasan ini ditetapkan sebagai tapak Reaktor Daya Eksperimental (RDE). Untuk menjamin keselamatan, evaluasi tapak dari berbagai aspek harus dilakukan, salah satunya adalah aspek kegempaan. Merujuk Perka BAPETEN Nomor 8 tahun 2013, evaluasi tapak perlu mengkaji kondisi geologi bawah permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi kondisi geologi bawah permukaan khususnya kedalaman batuan dasar di area tapak RDE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah microtremor array (MA). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tapak RDE memiliki batuan dasar berupa batuan dari Formasi Bojongmanik pada kedalaman 391 meter dari permukaan tanah.
INTEGRASI ASPEK LINGKUNGAN DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM TENAGA LISTRIK Suparman Suparman
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 3 (1999): September 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.3.1999

Abstract

ABSTRAK INTEGRASI ASPEK LINGKUNGAN DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM TENAGA LISTRIK. Optimasi dengan menggunakan program WASP hanya menghasilkan solusi optimum dari sudut pandang ekonomi. Hasil optimasi ini perlu dilakukan analisis lebih lanjut seperti analisis dampak lingkungan. Analisis penggabungan antara optimasi dari segi biaya pengembangan dan dari segi biaya lingkungan dengan mengacu ke metode yang dikembangkan oleh ANL dan IAEA telah dilakukan. Metode ini diterapkan untuk menganalisis pengurangan emisi S02 pada pengembangan sistem tenaga listrik Jawa-Bali. Hasilnya menunjukkan bahwa kasus introduksi PLTN lebih menguntungkan dibandingkan dengan kasus penerapan peralatan proteksi lingkungan (FGD).   ABSTRACT INTEGRATED ENVIRONMENTAL ASPECT IN THE ELECTRIC SYSTEM EXPANSION PLANNING. Optimization using WASP program only produce optimum solution from economic point of view. This result was necessary to be further analyzed by including environmental impacts analysis. An integrated optimization analysis of expansion investment and environmental point of view by referring to the method developed by ANL and IAEA has been done. This method was applied to analyze S02 emission reduction in the Jawa-Bali electrical power system. The result shows that nuclear power plant introduction case was more beneficial than environmental protection application (FGD) case.
Hal Belakang JPEN 2009 Volume 11 Nomor 2 Desember Hal Belakang
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2009.11.2.3440

Abstract

IDENTIFIKASI SKEMA OPTIMUM EKSTRASI UAP UNTUK INSTALASI DESALINASI PADA SISTEM KOGENERASI PLTN PWR Dedy Priambodo; Erlan Dewita; Sudi Ariyanto
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.1.1457

Abstract

ABSTRAKIDENTIFIKASI SKEMA OPTIMUM EKSTRASI UAP UNTUK INSTALASI DESALINASI PADA SISTEM KOGENERASI PLTN PWR. Menurut International Desalination Association 2009, terdapat sekitar 14.400 instalasi desalinasi di seluruh dunia yang memproduksi air bersih 59,9 juta m3 per hari dan diperkirakan akan terus meningkat sebesar 12,3% per tahun. Pada umumnya, sebagai sumber penyedia panas digunakan bahan bakar fosil yang proses pembakarannya melepaskan emisi gas CO2 dan gas rumah kaca lainnya. Meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi proses seperti unit desalinasi skala besar merupakan opsi jangka panjang yang tidak berkelanjutan dipandang dari segi dampak terhadap lingkungan. PLTN merupakan salah satu sumber energi baru yang dapat memproduksi energi skala besar dan juga berpotensi untuk tujuan kogenerasi dimana selain diproduksi listrik, panas nuklir juga dimanfaatkan untuk panas proses, seperti : desalinasi. Reaktor tipe PWR adalah tipe PLTN yang paling banyak digunakan di dunia. Dalam pemanfaatan panas PLTN tipe PWR untuk desalinasi diperlukan suatu pemilihan sumber uap dari siklus sekunder PLTN. Pemilihan titik ekstraksi uap yang tepat akan menghasilkan skenario kogenerasi yang optimum dalam hal terpenuhinya kebutuhan panas untuk desalinasi dengan pengurangan produksi listrik seminimal mungkin. Pada dasarnya terdapat 4 skenario skema yang berdasarkan dua lokasi ekstrasi uap, yaitu crossover pipe and extraction line. Optimasi dilakukan menggunakan program Cycle Tempo. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skema 3 dari titik ekstraksi uap crossover pipe adalah yang terbaik dengan daya terbangkitkan 1039,1 MWe, kebutuhan listrik internal 34,5 MWe, kehilangan daya karena kogenerasi 149 MWe dan daya yang bisa ditransmisikan 1004,6 MWe.Kata kunci: fosil, kogenerasi, desalinasi, ekstraksi, uap, PLTN, PWR ABSTRACTIDENTIFICATION OF OPTIMUM STEAM EXTRACTION SCHEME FOR DESALINATION PLANT ON COGENERATION PURPOSE PWR TYPE NPP. According to International Desalination Association 2009, there are 14.400 desalination installations in the world which produced 59,9 million m3 per day and it was estimated to be increase continuesly about 12,3% per year. Generally, fossil fuel has used as heat source which its combustion process will emitte of CO2 gas and another greenhouse gases. Increasing of fossil fuel utilization as energy process source, in : large scale desalination plant is not sustainable longterm option in term of environmental impact viewpoint. Nuclear Power Plant (NPP) is one of energy source which can produce large scale energy and it is also potential for cogeneration purposes which it produce electricity, as well as nuclear heat is also used for heat process, such as : desalination. Among all NPP type, PWR is the most utilized. In the heat utilization of PWR type NPP for desalination is needed a steam source selection of NPP secondary cycle. The exact selection of steam extraction point will be resulting an optimum cogeneration system to fulfil heat requirement for desalination by reduction of electricity as minimal as possible. Basically, there are 4 scheme scenario which are based on 2 steam extraction points, namely crosspipe and extraction line. Optimization is conducted by using Cycle Tempo Programme. Result of this study showed that third scheme of crossover pipe of steam extraction point is the best scheme with 1039,1 MWe of power, 34,5 MWe of internal electricity needs and 149 MWe of power loss by cogeneration sistem and 1004,6 MWe of transmission power.Keywords: fossil, cogeneration, desalination, extraction, steam, NPP, PWR
FAKTOR KAPASITAS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR: SEBUAH PENILAIAN TERHADAP KONTRAKTOR PEMBANGUNNYA Sriyana Sriyana
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2002.4.1.2040

Abstract

ABSTRAK FAKTOR KAPASITAS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR: SEBUAH PENILAIAN TERHADAP KONTRAKTOR PEMBANGUNNYA. Pengkajian dan pengevaluasian suatu sistem pembangkit tenaga listrik memegang peranan yang sangat penting baik dalam pengoperasian sistem yang sudah terpasang maupun dalam perencanaan sistem pada masa datang, yang kesemuanya itu ditujukan untuk dapat menyediakan energi listrik kepada pelanggan secara berkesinambungan, berkualitas, serta berdaya saing ekonomi yang tinggi. Permasalahan utama yang biasa dihadapi oleh pembeli instalasi pembangkit listrik adalah bagaimana bisa memilih pembangkit yang berunjuk kerja baik sehingga dari aspek ekonomi, pemilik pembangkit tidak dirugikan oleh karena salah dalam memilih, yakni karena buruknya unjuk kerja dari pembangkit yang dibangun. Unjuk kerja dari suatu pembangkit listrik dapat diukur dengan parameter teknis tertentu. Salah satu parameter yang dapat menunjukkan ukuran unjuk kerja pembangkit adalah faktor kapasitas. Tulisan ini menyajikan bagaimana unjuk kerja kontraktor pembangun pembangkit listrik ditinjau dari faktor kapasitas pembangkitnya. Jenis PLTN yang dipelajari dibatasi, yakni hanya untuk jenis PWR {Pressurized Water Reactor, reaktor air ringan bertekanan) dan PHWR {Pressurized Heavy Water Reactor, reaktor air berat bertekanan). Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah studi literatur. Studi ini melibatkan 231 unit reaktor pembangkit listrik dengan jenis PWR dan PHWR. Jumlah reaktor ini telah mengakumulasi umur operasi sebesar 3.498 reaktor tahun dan dibangun oleh 10 kontraktor besar. Dari hasil studi ini dapat disebutkan bahwa untuk klasifikasi daya 400 - 800 MWe KWU merupakan kontraktor yang memiliki unjuk kerja PLTN paling baik, yakni sebesar 79,97%, disusul oleh SKODA (79,70%), AEE (76,56%), MHI (74,08%), AECL (71,79%), Westinghouse (71,64%), CE (71,37%) dan DAE (48,54%). Untuk klasifikasi daya 801 - 1000 MWe MHI merupakan kontraktor yang memiliki unjuk kerja PLTN paling baik, yakni sebesar 83,42%, disusul oleh KWU (79.41%), Westinghouse (73,74%), AECL (71,87%), Framatome (71,03%), CE (67,80%), B&W (67,77%) dan AEE (42,81%), sedangkan untuk klasifikasi daya lebih besar dari 1000 MWe MHI merupakan kontraktor yang memiliki unjuk kerja PLTN paling baik, yakni sebesar 82,17%, disusul oleh KWU (79,72%), CE (74,85%), Westinghouse (67,93%), dan Framatome (66,47%). ABSTRACT CAPACITY FACTOR OF NUCLEAR POWER PLANT: AN EVALUATION OF THE CONTRACTOR. Assessment and evaluation of a power plant play an important role in either when the plants have been operating or in the electrical system planning. This all should be directed to fulfill the energy demand with better quality, sustainability and high economic competitiveness. The main problem that is usually faced by the utility is how to select the better performing plant in order to give more benefit. Performance of power plant could be measured by technical parameter, such as capacity factor. This paper describes how contractors are compared by means of the capacity factor of plants which they have constracted. The scope of this study are limited by the type of reactor, namely PWR {Pressurized Water Reactor) and PHWR {Pressurized Heavy Water Reactor). Literature study is used. The study covers 231 units which has accumulated 3,498 reactor years of nuclear power plant operation and also covers 10 main contractors in the world. The result are: for 400 - 800 MWe class. KWU is the best contractor with capacity factor of 79.97%, and follow by SKODA (79.70%), AEE (76.56%), MHI (74.08%). AECL (71.79%), Westinghouse (71.64%), CE (71.37%) and DAE (48.54%). For 801 - 1000 MWe class, MHI is the best contractor with the capacity factor of 83.42%, and follow by KWU (79.41%), Westinghouse (73.74%), AECL (71.87%), Framatome (71.03%), CE (67.80%), B&W (67.77%) and AEE (42.81%). For more than 1000 MWe class, where there are only 5 contractors, MHI is again the best contactor with the capacity factor of 82.17%, and follow by KWU (79.72%), CE (74.85%), Westinghouse (67.93%), and Framatome (66.47%).

Page 10 of 35 | Total Record : 343


Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue