cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 343 Documents
Penentuan Nilai Jarak Aman Sumber Tidak Bergerak: Skenario Kebakaran dan Ledakan pada SPBU dan SPPBE di Sekitar Tapak RDE Dedy Priambodo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2018.20.1.4314

Abstract

PENENTUAN NILAI JARAK AMAN SUMBER TIDAK BERGERAK: SKENARIO KEBAKARAN DAN LEDAKAN PADA SPBU DAN SPPBE DI SEKITAR TAPAK RDE. Nilai jarak aman (Screening Distance Value, SDV) untuk tiap-tiap jenis sumber bahaya harus ditentukan menggunakan pendekatan konservatif sehingga pengaruh kejadian interaksi yang berada di luar jarak ini tidak perlu diperhitungkan lebih lanjut. Dari pengamatan, sumber tidak bergerak yang paling banyak berada di sekitar tapak adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan SDV dari SPBU dan SPPBE untuk skenario ledakan dan kebakaran dengan lokasi studi di sekitar tapak Reaktor Daya Eksperimental (RDE), Puspiptek Serpong. Studi ini menggunkan Areal Location Of Hazardous Atmospheres (ALOHA) untuk mensimulasikan zona ancaman ledakan dan kebakaran dari substansi Bensin dan LPG. Simulasi ini melibatkan ledakan dan kebakaran iso-oktana di  SPBU dan butane di SPPBE untuk menganalisis zona ancaman dari skenario kecelakaan. Diketahui bahwa SDV sangat tergantung dari jenis, maupun kapasitas material berbahaya, skenario kecelakaan serta kondisi atmosfer pada sumber bahaya tersebut. Dari penelitian ini, diketahui pula suatu sumber bahaya bisa mempunyai SDV lebih dari satu nilai. SDV SPBU berkapasitas 170.000 liter untuk skenario kebakaran 976 m dan 1.200 m, sedangkan untuk skenario ledakan adalah 958 m dan 1.200 m. SDV SPPBE berkapasitas 25.000 kg untuk skenario kebakaran 445 m dan 565 m, sedangkan untuk skenario ledakan adalah 430 m dan 573 m. Sementara SDV SPPBE berkapasitas 100.000 kg untuk skenario kebakaran 913 m dan 1.100 m, sedangkan untuk skenario ledakan adalah 758 m dan 1.100 m. Studi ini dapat memberikan alternatif penentuan nilai SDV pada studi dan evaluasi tapak reaktor nuklir.
SIMULASI SEBARAN PANAS DI PERAIRAN TELUK MENGGRIS, LOKASI TAPAK PLTN BANGKA BARAT Heni Susiati; June Mellawati
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2012.14.2.1483

Abstract

ABSTRAKSIMULASI SEBARAN PANAS DI PERAIRAN TELUK MENGGRIS, LOKASI TAPAK PLTN BANGKA BARAT. Penelitian telah dilakukan di perairan Teluk Menggris, Muntok, Bangka Barat yang direncanakan dibangun PLTN. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi numerik untuk mengetahui pola sebaran ilai bepanas yang keluar dari outlet PLTN. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada musim barat luas penyebaran panas terhadap lingkungan, terjadi perbedaan suhu 0,50C sejauh 3 km ke arah utara dan sejauh 5 km ke arah selatan dari outlet buangan. Pada saat pasang, nilai beda suhu pada jarak 500 dari sebesar 1oC dan pada saat surut nda suhu pada jarak 50 m di atas 4.5 oC, 1 km dari outlet pembuangan nilai beda suhu masih di atas 2 oC. Sedangkan pada musim timur, penyebaran panas dengan mengalami perbedaan suhu sebesar 0,5 oC adalah sejauh 3 km hanya ke arah utara saja dari outlet buangan. Pada saat pasang sekitar 50 m dari outlet buangan panas nilai beda suhu masih di atas 3 oC, 100 m kemudian nilai beda suhu menurun hingga 1 oC.Kata kunci: sebaran, panas, PLTN, simulasi numerik ABSTRACTSIMULATION OF THERMAL DISTRIBUTION AT THE MENGGRIS BAY, NPP’s SITE LOCATION, WEST BANGKA. Research has been conducted in the waters of the Gulf Menggris, Muntok, West Bangka planned nuclear power plants built. In this research, numerical simulations to determine the distribution pattern of the heat emanating from nuclear power outlet. Simulation results show that in the vast western spread of heat to the environment, there is a temperature difference 0.50 C is 3 km to the north and as far as 5 km to the south of the discharge outlet. At high tide, the value of the temperature difference at a distance of 500 from at 1oC and at low tide the value of the temperature difference at a distance of 50 m above 4.5 ° C, 1 km from the exhaust outlet temperature difference value is still above 2o C. While in the east, spreading of heat by having a temperature difference of 0.5 ° C is only 3 kilometers away to the north away from the exhaust outlet. At high tide about 50 m from the outlet exhaust heat temperature difference value is above 3° C, 100 m and then the value of the temperature difference decreases to 1oC.Keywords: distribution, thermal, nuclear power plants, numerical simulation
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ENERGI NUKLIR Yohanes Dwi Anggoro; Sriyana Sriyana; Arief Tris Yuliyanto; Wiku Lulus Widodo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2015.17.1.2583

Abstract

ABSTRAKANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ENERGI NUKLIR. Pengelolaan hasil penelitian dan kegiatan Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN), baik dalam bentuk dokumen maupun hasil kegiatan lainnya, merupakan bagian yang penting dari rangkaian kegiatan pencapaian Misi PKSEN. Pengelolaan dokumen yang baik akan memudahkan pemberian masukan perbaikan ataupun penggunaan hasil yang maksimal. Namun selama beberapa tahun belakangan ini, masih terdapat beberapa kekurangan di dalam pengelolaan dokumen hasil penelitian dan kegiatan yang dilakukan PKSEN. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis dan perancangan konsep flow desain/layout Sistem Informasi Energi Nuklir untuk mempermudah penerapan Sistem Informasi Energi Nuklir (SIEN). Sistem informasi ini, disamping digunakan sebagai sistem pengelolaan hasil penelitian dan kegiatan PKSEN juga dapat digunakan sebagai media informasi bagi masyarakat. Paket Sistem Informasi Energi Nuklir ini diharapkan menjadi “satu pintu gerbang” informasi PKSEN. Metodologi penelitian yang digunakan adalah: (i) analisis sistem organisasi, (ii) analisis dan perancangan sistem informasi; (iii) analisis dan perancangan sistem perangkat lunak; (iv) analisis dan perancangan sistem basis data. Pada penelitian ini telah: diidentifikasi seluruh aktivitas dan sumberdaya organisasi PKSEN, dilakukan analisis penerapan SIEN menggunakan analisis SWOT, diidentifikasi beberapa jenis perangkat yang dibutuhkan, disusun hirarki SIEN, ditentukan sistem basis data yang digunakan adalah sistem basis data terpusat dan telah ditentukan pemilihan DBMS menggunakan MySQL. Hasil yang diperoleh adalah sebuah rancangan dasar Sistem Informasi Energi Nuklir (SIEN) yang nantinya akan mempermudah penerapan SIEN yang akan digunakan sebagai sistem pengelolaan hasil penelitian dan kegiatan PKSEN juga dapat digunakan sebagai media informasi bagi masyarakat.Kata kunci: analisis, perancangan, sistem informasi, energi nuklir. ABSTRACTANALYSIS AND DESIGN OF NUCLEAR ENERGY INFORMATION SYSTEMS. Management of research reports and activities of the Center for Nuclear Energy System Assessment (PKSEN), either in the form of documents and the results of other activities, are important part of the series of activities PKSEN mission achievement. Management of good documents will facilitate the provision of improved inputs or use the maximum results. But over the past few years, there are still some problem in the management of research reports and activities performed by PKSEN. The purpose of this study is to analyze and design flow layout of the Nuclear Energy Information System to facilitate the implementation of the Nuclear Energy Information System. In addition to be used as a research management system and PKSEN activities, it can also be used as a information media for the community. Nuclear Energy Information System package is expected to be "one gate system" for PKSEN information. The research methodology used are: (i) analysis of organizational systems, (ii) the analysis and design of information systems; (iii) the analysis and design of software systems; (iv) the analysis and design of database systems. The results of this study are: had identified and resources throughout the organization PKSEN activation, had analyzed the application of SIEN using SWOT analysis, had identified several types of devices required, had been compiled hierarchy of SIEN, had determined that the database system used is a centralized database system and had elections MySQL as DBMS. The result is a basic design of the Nuclear Energy Information System) which will used as a research and activities management system of PKSEN and also can be used as a medium of information for the community.Keywords: analysis, design, information systems, nuclear energy.
Analisis Sistem Pengendalian Temperatur WHT dalam Operasi Tunak Untai FASSIP-02 Arif Adtyas Budiman
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5680

Abstract

Pengembangan teknologi pendingin pasif dilakukan secara intensif melalui kegiatan penelitian menggunakan Untai Uji Fasilitas Simulasi Sistem Passif (FASSIP-02). Salah satu komponen Untai Uji FASSIP-02 adalah Water Heating Tank (WHT) yang menyimulasikan bejana penghasil kalor dan memiliki empat pemanas elektrik dengan dua yang dikendalikan secara otomatis. Pengendalian temperatur WHT berdasarkan pembacaan tiga termokopel tipe-K yang dipasang gradual secara vertikal. Pengendalian temperatur WHT dalam kondisi tunak dilakukan untuk menyimulasikan keadaan nominal operasi reaktor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan visualisasi dinamika fluida WHT terhadap pengendalian pemanas pada kondisi tunak. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan eksperimen kondisi tunak yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan model WHT dan simulasi dinamika fluidanya menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Hasil analisis menunjukkan adanya karakteristik fluida yang berbentuk lapisan thermal pada awal pemanasan sebagai tatanan konveksi alam. Hal ini memunculkan perbedaan pembacaan temperatur aktual terhadap target. Amplitudo riak pembacaan tertinggi terdapat pada temperatur target 60°C sebesar 1,12°C. Oleh karena itu, profil dinamika fluida yang diamati dari dapat menjadi referensi dalam pengaturan kompensasi temperatur pengendalian pemanas.
ANALISIS KONDISI INDUSTRI NASIONAL PASKA KRISIS MULTI DIMENSI 1997 TERKAIT DENGAN PERENCANAAN PROGRAM PARTISIPASI NASIONAL PEMBANGUNAN PLTN Priyanto Mudo Joyosukarto
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2004.6.2.1930

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KONDISI INDUSTRI NASIONAL PASKA KRISIS MULTI DIMENSI 1997 TERKAIT DENGAN PERENCANAAN PROGRAM PARTISIPASI NASIONAL PEMBANGUNAN PLTN. Telah dilakukan identifikasi, analisis, dan perumusan usulan pemecahan terhadap isu (masalah fundamental) terkait dengan status industri manufakturing nasional paska krisis multi- dimensi 1997. Status terkini industri nasional diperiukan sebagai pertimbangan perencanaan program partisipasi nasional pembarigunan PLTN. Informasi kondisi industri diperoleh baik melalui kajian literatur maupun penyerapan berbagai pendapat, pengetahuan, dan pengalaman para praktisi melalui diskusi, seminar, pemantauan media maupun kunjungan teknis ke berbagai institusi dan/atau perusahaan. Isu teridentifikasi diklasifikasikan menjadi 5 aspek utama, yaitu struktural, operasional, teknis, finansial, dan kultural. Untuk setiap aspek tersebut telah diusulkan berbagai konsep pemecahan yang melibatkan berbagai stakeholder agar tercapai sinergi kebijakan pada tingkat yang paling tinggi. Aspek kultural ditengarai merupakan aspek utama yang mendasari permasalahan pada aspek yang lain. Oleh karena itu, demi kepastian arah pengembangan industri maka pertu diintroduksikan Nilai (value) yang tepat untuk mengendalikan perilaku stakeholder. Telah diusulkan implementasi Sistem Nilai altematif, yaitu Tata Kelola Korporasi dan Manajemen Mutu Terpadu. Telah pula diidentifikasi bahwa sebagai akibat krisis 1997, tahun 1998 output industri manufakturing nasional merosot secara komulatif -11,4%, tetapi antara 1999-2003 telah berkembang berturut-turut sebesar 3,9%, 6,0%, 3,1%, dan 3,4%. Hal ini menunjukkan bahwa sejak 2003 secara total industri manufakturing nasional telah pulih dari akibat krisis. Konsekuensinya, semua hasil studi PARNAS pembangunan PLTN sebelum krisis ekonomi dapat dipakai lagi sebagai acuan perencanaan ke depan, dengan catatan masih perlu dimutakhirkan secara berlanjut.   ABSTRACT ANALYSIS ON THE STATUS OF NATIONAL INDUSTRIES FOLLOWING THE 1997 MULTI DIMENSIONAL CRISIS IN RELATION TO THE PLANNING OF NATIONAL PARTICIPATION PROGRAM IN THE CONSTRUCTION OF NUCLEAR POWER PLANT. Various issues (fundamental problems) related to the recent status of national manufacturing industries following the 1997 multi-dimensional cirisis have been identified, analized, and the recommended solution has been proposed. The most recent status of national industries is deemed important to be considered in the planning of national participation for the incoming NPP Project Information on the condition of national industries is acquisited from literatures, media, seminar, as well as from discussion during technical visitation to relevant institutions and companies. The identified issues are classified into 5 aspects, i.e. structural, operational, technical, financial, and cultural. To each aspect, solution concept have been promoted by involving the stakeholder in order to achieve the highest level of synergy. Cultural aspects is perceived to be the most fundamental aspect inducing the other aspects. Therefore, for the certainty of direction of industrial development, it deemed necessary to introduce the appropiate Values System for controlling the behavior of the stakeholder. An alternative Value System has been recommended, i.e. good corporate governance and total quaiity management. Furthermore, it is identified that following the 1997 crisis, during 1998 the output national industries decreased -11,8% , but during 1999-2003 has been steadily increasing by 3,9%, 6,0%, 3,1%. This shows that globally, after 2003 national industries can be perceived to be well recovered from the crisis. Consequently, all the previous results of study on national participation can still be used as reference in planning national participation program, provided that an ever-ending updating study still need to be done.Kata Kunci: Introduksi PLTN, partisipasi nasional, industri manufaktur, krisis multi-dimensi 1997, isu krusial, partisipasi nasional, manajemen mutu terpadu. 
KANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Cr, Zn, DAN Fe) PADA TERUMBUKARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA Heni Susiati; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Ali Arman L; Yulizon Menri
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2008.10.1.1417

Abstract

ABSTRAKKANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Cr, Zn, DAN Fe) PADA TERUMBUKARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA. Pengamatan terhadap akumulasi logam berat Cu, Cr, Zn, dan Fe pada terumbu karang telah dilakukan di perairan pulau Panjang, Jepara dengan metode APN. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi logam berat pada tisue terumbu karang yang mengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung ijin tapak dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PLTN. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar unsur logam berat yang ada dalam tissue terumbu karang, kandungan Zn berkisar antara 1,78 – 42,34 ppm, Cu berkisar antara tidak terdeteksi – 0,41 ppm, Cr berkisar antara 0,03 – 0,35 ppm, dan Fe berkisar antara 5,25 – 30,56 ppm. Data ini menunjukkan adanya akumulasi keempat logam berat tersebut dalam tisu karang dengan konsentrasi di atas ambang batas yang diijinkan bagi kehidupan biota laut yang hidup di perairan laut menurut SK. Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004.Kata kunci: logam berat, APN, tisue terumbu karang, dan AMDAL ABSTRACTHEAVY METAL (Cu, Cr, Zn, and Fe) CONCENTRATION ON CORALREEF IN PANJANG ISLAND COASTAL, JEPARA. Observation on the accumulation of Cu, Cr, Zn, and Fe heavy metals in coral tissue were carried out in Panjang island, Jepara by NAA method. The purpose of this research is to determine the concentration of heavy metals on coral reef tissue in order to update environmental data to support site licensing and Environmental Impact Assessment (EIA) of Nuclear Power Plants (NPP). The result indicated that the concentration of Zn is 1,78 – 42,34 ppm, Cu is undetected – 0,41 ppm, Cr is 0,03 – 0,35 ppm and Fe is 5,25 – 30,56 ppm. The data shows that the accumulation of heavy metals in the coral reef tissue is higher than environmental treshold value, especially for marine biota life referring to the Environmental Ministry Decree Number 51 year 2004.Keywords: heavy metal, AAN, coral tissue, and EIA
ANALISIS ASPEK LINGKUNGAN PADA OPTIMASI PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PEMBANGKITAN JAWA-MADURA-BALI DENGAN OPSI NUKLIR Arief Heru Kuncoro; Edwaren Liun; Scorpio Sri Herdinie; Nuryanti Nuryanti
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2009.11.2.1440

Abstract

ABSTRAKANALISIS ASPEK LINGKUNGAN PADA OPTIMASI PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PEMBANGKITAN JAWA-MADURA-BALI DENGAN OPSI NUKLIR. Telah dilakukan analisis aspek lingkungan terhadap hasil optimasi perencanaan pengembangan sistem pembangkitan Jawa-Madura-Bali (Jamali) dengan periode studi 2007-2030, yaitu berupa perhitungan total emisi CO2 dan SO2. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui kontribusi PLTN dalam menekan emisi gas CO2 maupun SO2 pada perencanaan pengembangan sistem pembangkitan Jamali. Opsi nuklir diusulkan sebagai sebuah upaya mencari alternatif bahan bakar pembangkitan yang lebih ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dikembangkan tiga skenario: Skenario-1 (optimasi perencanaan pengembangan sistem pembangkitan Jamali, dengan tidak ada pembatasan terhadap kandidat pembangkit yang dikompetisikan); Skenario-2 (skenario tanpa opsi nuklir), dan Skenario-3 (skenario dengan pembatasan penambahan unit PLTN). Diperoleh hasil bahwa PLTN berkontribusi menekan emisi gas CO2 sekitar 7,36% pada skenario-1 dan sekitar 3,16% pada skenario-3. Selain itu, PLTN juga berkontribusi menekan emisi gas SO2 sekitar 9,47% pada skenario-1 dan sekitar 2,62% pada skenario-3.Kata kunci: aspek lingkungan, emisi gas CO2 dan SO2 , sistem pembangkitan Jamali, opsi nuklir ABSTRACTENVIRONMENTAL ASPECT ANALYSIS ON OPTIMIZATION OF JAWA-MADURA-BALI GENERATION SYSTEM EXPANSION PLANNING WITH NUCLEAR OPTION. An environmental aspect analysis has been done for the optimization result of Jamali generation system expansion planning with study period 2007-2030, particularly on the calculation of total emission of CO2 and SO2. The main purpose of this research is to understand the nuclear power plants contribution to reduce CO2 and SO2 emissions. Nuclear option is recommended as an effort to explore alternative fuel for electricity generation that is more environmentaly friendly. Three scenarios were developed: Scenario-1 (optimization of Jamali generation system expansion planning without limitation on candidate plants), Scenario-2 (scenario without nuclear option) and Scenario-3 (scenario with nuclear limitation). The result shows that nuclear contributes on suppressing CO2 emission about 7,36% on Scenario-1 and 3,16% on Scenario-3. Nuclear also contributes on suppressing SO2 emission about 9,47% on Scenario-1 and 2,62% on Scenario-3.Keywords: environmental aspect, CO2 and SO2 emission, Jamali generation system, nuclear option
ANALISIS KINERJA OPERASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR TIPE LWR DI JEPANG Priyanto Mudo Joyosukarto; Nurlaila Nurlaila
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2000.2.2.2014

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KINERJA OPERASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR TIPE LWR DI JEPANG. Suatu analisis telah dilakukan terhadap data kinerja operasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) LWR di Jepang selama kurun waktu beberapa tahun terakhir. Analisis tersebut dimaksudkan untuk memperoleh gambaran keunggulan kinerja operasi PLTN LWR di Jepang, khususnya dibanding PLTN sejenis di berbagai negara maju, sekaligus mengambil manfaat dari pengalaman Jepang di dalam memanfaatkan energi nuklir sebagai sumber energi listrik yang aman, andal, kompetitif, dan ramah lingkungan. Analisis dilakukan terhadap tiga aspek operasi PLTN yaitu teknis, ekonomi, dan lingkungan, yang mencakup beberapa parameter kinerja operasi, antara lain: faktor kapasitas, tingkat pemadaman paksa, jumlah insiden dan kegagalan, biaya produksi listrik, serta produksi limbah radioaktif padat, dan emisi gas C02. Selanjutnya dilakukan perbandingan faktor kapasitas dan scram rate PLTN yang beroperasi di berbagai negara maju. Pencapaian faktor kapasitas di atas 75% dan scram rate di bawah 0,6 per reaktor-tahun, menunjukkan keunggulan PLTN LWR Jepang dibanding PLTN serupa di beberapa negara maju termasuk PLTN HWR di Kanada yang menerapkan “on-load refuelling". PLTN juga telah membuktikan sebagai pembangkit listrik termurah (9 Yen/kWh), dan telah pula berperan penting di dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, khususnya C02. Kinerja yang tinggi ini dipandang sebagai bukti empiris teruji dari teknologi PLTN LWR Jepang yang merupakan hasil implementasi yang konsisten dari "Program Perbaikan dan Standardisasi LWR" yang dimulai tahun 1975. Hasil analisis ini dapat menjadi masukan berguna bagi pemerintah Indonesia atau berbagai pihak terkait yang berperan melakukan penilaian terhadap berbagai teknologi PLTN yang saat ini tersedia di pasar global sebagai persiapan introduksi PLTN di Indonesia.   ABSTRACT ANALYSIS ON THE OPERATION PERFORMANCE OF THE JAPANESE LWR TYPE NUCLEAR POWER PLANTS. An analysis has been conducted on the operation performance of the Japanese LWR-type Nuclear Power Plants (NPPs) during the last several years. This analysis is intended to draw the general profile of the excellency of the Japanese LWR-type NPPs especially in comparison with the plants being operated in another advanced countries, as well as to take advantage from the Japanese experiences in utilizing nuclear energy as a safe, reliable, competitive, and environmentally benign electricity energy sources. Analysis is started from three operation aspects, i.e. technical, economic, and environment, which covers the following performance parameters, i.e. capacity factor, scram rate, incident/failure, generation cost, as well as solid radioactive waste and C02 gas production. Additionally, this performance is compared with the NPPs being operated in other advanced countries in term of capacity factor and scram rate. The achievement of capacity factor more than 75% and scram rate less than 0.6 per reactor-year shows that Japanese LWR NPP performance surpasses those from the other advanced countries, even the Canadian PHWR CANDU which incorporates on-load refueling. Nuclear energy yields the cheapest electricity generation cost (9 Yen/kWh), besides contributing significant role in the reduction of C02. This performance achievement is recognized as the proven empirical evidence for the excellency of Japanese NPP technology which has been resulted from the consistent implementation of the “LWR Improvement & Standardization Program” started in 1975. The result of this analysis might become a valuable input to the Government of Indonesia and to the other related parties which might get involved in selecting the NPP technology currently available in the global market prior to the NPPs introduction in Indonesia.
Pemodelan Perhitungan Indeks Lost of Load Probability untuk N Unit Pembangkit pada Sistem Kelistrikan Opsi Nuklir Rizki Firmansyah Setya Budi; Moch. Djoko Birmano; Imam Bastori -
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4035

Abstract

Perhitungan LOLP dapat dilakukan secara manual ataupun dengan bantuan program. Perhitungan secara manual membutuhkan waktu yang lebih lama dan ketelitian dibandingkan dengan menggunakan bantuan program. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sebuah model perhitungan indeks LOLP yang lebih sederhana, fleksibel (dapat digunakan untuk N jumlah pembangkit), dan waktu perhitungan yang lebih cepat. Program perhitungan LOLP menggunakan bantuan program Matlab. Penelitian dilakukan dengan langkah sebagai berikut: pembuatan source code pada Matlab, perhitungan indeks LOLP dengan data masukkan yang digunakan, dan validasi hasil perhitungan. Validasi dilakukan dengan cara bencmarking terhadap hasil perhitungan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perhitungan indeks LOLP untuk N unit pembangkit pada sistem kelistrikan opsi nuklir telah berhasil dibuat dengan mempertimbangkan aspek kesederhanaan data masukkan, fleksibilitas, dan waktu yang lebih cepat. Hasil perhitungan dapat dinyatakan valid dengan selisih yang kurang dari 1% jika dibandingkan dengan hasil pada penelitian sebelumnya yang telah menghitung indeks LOLP dengan cara manual.
ANALISIS PROBABILISTIK PADA PERHITUNGAN BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK TERARAS PLTN Nuryanti Nuryanti; Akhmad Hidayatno; Suparman Suparman; Erlinda Muslim; Armand Omar Moeis
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2012.14.1.1473

Abstract

ABSTRAKANALISIS PROBABILISTIK PADA PERHITUNGAN BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK TERARAS PLTN. Keputusan strategis investasi pada proyek infrastruktur seperti PLTN menjadi sangat krusial dan memerlukan analisis yang mendalam, termasuk perhitungan keekonomian. Salah satu aspek dari keekonomian proyek pembangkit adalah perhitungan biaya pembangkitan listrik teraras atau Levelized Unit Electricity Cost (LUEC). Proyek PLTN sangat rentan terhadap sejumlah variabel ketidakpastian, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perhitungan LUEC PLTN dengan memasukkan sejumlah variabel ketidakpastian,yaitu dengan pendekatan probabilistik. Pada studi ini dilakukan analisis probabilistik dengan teknik Monte Carlo yang mensimulasikan keterkaitan di antara variabel-variabel ketidakpastian dan dilihat pengaruhnya terhadap LUEC. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan nilai LUEC pada pendekatan probabilistik dibandingkan dengan pendekatan deterministik (dari 9,8246 cent US$/kWh menjadi 11,1907 cent US$/kWh pada AP1000 dan dari 4,7413 cent US$/kWh menjadi 7,3321 cent US$/kWh pada OPR1000). Peningkatan nilai LUEC ini mencerminkan terjadinya dispersi akibat adanya beberapa variabel ketidakpastian yang mungkin terjadi dalam proyek, sehingga LUEC hasil analisis probabilistik ini disebut Risk Adjusted LUEC. Dengan analisis probabilistik dapat pula diketahui probabilitas terjadinya LUEC < 8,5 cent US$/kWh (nilai benchmark), yaitu sebesar 30% pada PLTN AP1000 dan 90% pada PLTN OPR1000.Kata kunci: ketidakpastian, analisis probabilistik, LUEC, PLTN, Monte Carlo ABSTRACTPROBABILISTIC ANALYSIS ON CALCULATION OF LEVELIZED UNIT ELECTRICITY COST (LUEC) OF NUCLEAR POWER PLANT (NPP). Strategic investment decisions on infrastucture project such as NPP development are crucial and require careful analysis, including economic calculation. One aspect of the project economic is calculation of LUEC. NPP project are vulnerable to a number of uncertain variables, therefore the purpose of this study was to perform calculations of NPP’s LUEC under uncertainties, namely probabilistic approach.In this study probabilistic analysis was done by Monte Carlo techniques that simulate the relationship between the uncertainty variables and visible impact on LUEC.The results showed an increase of LUEC value in probabilistic approach compared to deterministic approach (from US$ 9.8246 cents/kWh to US$ 11.1907 cents kWh in AP1000 and from US$ 4.7413 cents kWh to 7.3321 cents US$/kWh in OPR1000). The increase reflects the dispersion due to some uncertainty variables that may occur in the project,so LUEC of probabilistic analysis is called Risk Adjusted LUEC. With this analysis can also be known probability of LUEC < US$ 8.5 cent/kWh (benchmark value), ie by 30% in AP1000 and 90% in OPR1000.Keywords: uncertainties, probabilistic analysis, Monte Carlo technique, NPP

Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue