cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 343 Documents
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ENERGI DI KALIMANTAN UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN ENERGI DAN PERTUMBUHAN INDUSTRI Rizky Firmansyah Setya Budi; Wiku Lulus Widodo; Djati Hoesen Salimy
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2014.16.1.2508

Abstract

ABSTRAK PENGELOLAAN SUMBER DAYA ENERGI DI KALIMANTAN UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN ENERGI DAN PERTUMBUHAN INDUSTRI. Berbagai macam sumber daya energi di Kalimantan, seperti batubara, minyak bumi, Coal Bed Methane (CBM), gas alam, dan nuklir tersedia cukup besar, sementara konsumsi energi listriknya  masih rendah. Kondisi tersebut disebabkan karena tidak atau kurang adanya perencanaan energi yang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah dan kemampuan sumber daya energi untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka mendukung pertumbuhan industri di Kalimantan. Metodologi penelitian adalah pengumpulan data dan pengolahan data menggunakan Program MESSAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya energi mencukupi untuk mendukung kemandirian energi dan pertumbuhan industri  di Kalimantan. Jumlah sumber daya batubara 34.814 juta ton dan konsumsi 835 juta ton, gas bumi 31.814 BSCF dan konsumsi 3.281 BSCF, minyak bumi 920 MMSTB dan konsumsi 4406 MMSTB, CBM 210 TCF dan konsumsi 2,1 TCF, nuklir (U3O8) 12.409 ton dan konsumsi belum ada, tenaga air dan biomassa masing-masing sebesar 256 dan 138 MWtahun, konsumsi maksimal setiap tahunnya adalah 183 dan 126 MWtahun. Data menunjukkan konsumsi minyak akan melebihi sumber daya minyak yang ada di Kalimantan sehingga diperlukan impor atau pengalihan ke sumber daya bahan bakar lain yang mempunyai sisa berlebih, seperti gas, CBM dan batubara. Potensi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dapat dilakukan dengan memanfaatkan energi nuklir. Kata kunci: Sumber daya, energi, industri ABSTRACT KALIMANTAN ENERGY RESOURCE MANAGEMENT TO SUPPORT ENERGY INDEPENDENCE AND INDUSTRY GROWTH. There are a large number of   energy resource in Kalimantan such as coal, oil, CBM, gas and nuclear. While the electricity consumption still low. That condition caused by the bad energy planning. The aim of the study are to know the number and the ability of energy resource  to supply the energy demand  that support the growth of Kalimantan industry. The metodology are collecting and processing data through calculation using MESSAGE Program. The result is energy resource in Kalimantan can support Kalimantan energy independence and industry growth in Kalimantan. The coal resource is 34,814 million ton consumption 835 million ton, gas resource is 31,814 BSCF consumption 3,281 BSCF, Oil resource is 920 MMSTB consumption 4406 MMSTB, CBM resource is 210 TCF consumption 2.1 TCF, U3O8 resource is 12,409 ton consumption zero. Whereas for hydro and biomass, the resource are 256 and 138 MWyr, the maximum consumption 185 and 126 MWyr every year. Oil consumption will exceed the resource so need import from other island or replaced by others energy that have large resource such as gas, CBM, or coal. Potency to make cleaner environtment can be done by used nuclear energy. Keyword: Resource, energy, industry 
Analisis Spektrum Respon Desain Gedung Reaktor RDE Menggunakan SAP2000 Hadi Suntoko
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.1.5047

Abstract

Daerah Serpong yang terletak di Indonesia bagian barat merupakan wilayah dengan Gempa bumi tinggi dan dapat memunculkan energi yang disebabkan dari patahan aktif dan gerak-gerak lempeng bumi. Adanya gempa yang terjadi dapat mengakibatkan kerusakan struktur gedung di atas permukaan. Hal ini perlu memperhitungkan beban lateral (gempa bumi) pada perencanaan gedung reaktor RDE yang dianalisis menggunakan cara statik ekivalen dan analisis dinamik (respons spektrum dan riwayat waktu). Struktur bangunan yang tidak beraturan dan mempunyai tingkat banyak dapat dianalisis menggunakan analisis dinamik untuk pengaruh gempa terhadap struktur. Analisis yang digunakan ini memperhitungkan beban lateral pada gempa bumi ada dua, yakni Analisis statik dan analisis dinamik. Pada cara elastis dibedakan Analisis Ragam Riwayat Waktu (Time History Modal Analysis), dimana cara ini diperlukan rekaman percepatan gempa dan Analisis Ragam Respons spektrum (Respons Spectrum Model Analysis), dan pada cara ini respons maksimum setiap ragam getar yang terjadi didapat dari Respons spektrum Rencana (Design Spectra). Metode penelitian ini menggunakan analisis dinamik respons spektrum yang dibantu dengan program SAP2000. Berdasarkan hasil analisis dinamik respon spektrum yang menggunakan gempa rencana berdasarkan SNI 1726-2012, didapatkan bahwa bangunan mempunyai nilai S1 0,30g dan Ss 0,75g. Analisis tekan tanah pada dinding basement tiap m2 adalah 27,361 kN/m2 atau 0,2,736 t/m2 Periode getar adalah 0,0926 detik, koefisien respon seismik adalah 0,1800, distribusi gaya lateral 578,489 ton besarnya gaya tersebut dibebankan pada pusat massa struktur tiap-tiap lantai tingkat sehingga apabila ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level Immediate Occupancy.
PERHITUNGAN BIAYA EKSTERNALITAS PLTGU GAS MUARA KARANG Masdin Masdin; Scorpio Sri Herdinie
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2003.5.1.1916

Abstract

ABSTRAK PERHITUNGAN BIAYA EKSTERNALITAS PLTGU GAS MUARA KARANG. Salah satu sasaran dari studi "Comprehensive Assessment of Different Energy Sources for Electricity Generation in Indonesia" adalah perhitungan biaya eksternalitas dengan menggunakan program Simpacts. Sasaran studi ini adalah mendukung perencanaan dan proses pengambilan keputusan energi dan listrik nasional dengan mempertimbangkan tekno-ekonomi, sosial, bijaksanaan, dan lingkungan. Salah satu pembangkit yang menjadi perhatian adalah PLTGU Muara Karang berbahan bakar gas dengan daya keluaran 500 MWe, yang berada di wilayah bagian utara Jakarta. Secara geografis wilayah ini sangat padat dengan penduduk dan di sekitarnya merupakan salah satu pusat bisnis dan industri di Indonesia. Hasil perhitungan menunjukkan besar dampak kesehatan yang terjadi sebanyak 51.400 kasus tiap tahun dengan 86,05% kasus yang terjadi adalah gangguan pernapasan tingkat rendah baik orang dewasa maupun anak- anak oleh polutan nitrat dan biaya kesehatan total yang dibebankan sebesar 1.830.000 US.S dengan 78,85% dari polutan nitrat dan 21,15% dari polutan N02. Biaya Eksternalitas yang diakibatkan oleh PLTGU Gas Muara karang selama tahun 2000 diperoleh sebesar 0,11 cent per kWh per tahun (berdasarkan data pada tahun 2000).   ABSTRACT CALCULATION OF EXTERNALITY COST FOR MUARA KARANG GAS COMBINED-CYCLE. One of study objectives on "Comprehensive Assessment of Different Energy Sources for Electricity Generation in Indonesia" is to calculate externality cost by using Simpacts Program. The goal of this study is to support planning and decision making for energy and electricity development by taking into account the techno-economic, social, policy and environment. Muara Karang Gas Combined-Cycle Plant with 500 MWe capacity. It is one of power plants in Jawa-Bali System, which lies in a highly populated area of northern Jakarta and close to the central area of bussiness and industrial activities. The result of calculation indicated that the health impact reaches 51.400 cases per year with 86.05 % of which is asthma for adults and children due to nitrate and total damage cost expended is around 1.830.000 US.$ with 78.85% of Nitrate and 21.15% of N02. The externality cost of Muara Karang Gas Combined-Cycle is 0.11 cent per kWh per year (based on data in year 2000).
KONFIRMASI PATAHAN PERMUKAAN BERDASARKAN DATA GEOLOGI DAN DATA GEMPA DAERAH KAWASAN PUSPIPTEK SERPONG Hadi Suntoko; Supartoyo Supartoyo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2016.18.1.2874

Abstract

KONFIRMASI PATAHAN PERMUKAAN AWAL BERDASARKAN DATA GEOLOGI DAN DATA GEMPA DAERAH KAWASAN PUSPIPTEK SERPONG. Perka BAPETEN No. 8/2013 menyebutkan persyaratan bahwa tapak industri nuklir tidak boleh terdapat patahan kapabel pada radius 5 km. Telah diketahui bahwa tapak RDE tersusun oleh batu pasir, betu lempung, konglomerat dan batu apung rework yang berumur Pliosen, terdapat kelurusan lembah sungai yang dihipotesakan sebagai patahan. Metode penelitian menggunakan identifikasi potensi patahan melalui pengamatan morfologi, remote sensing menggunakan DEM, singkapan batuan, dan interpretasi hasil seismik. Tujuan penelitian adalah untuk konfirmasi patahan kapabel di sekitar tapak radius 5 km. Jejak penpatahanan permukaan difokuskan pada pengamatan kenampakan bentuk lahan (landform), berupa kelurusan morfologi ataupun lembah, gawir patahan (fault scarp), pergeseran atau offset (sungai maupun bukit), depresi yang terbentuk sepanjang zona patahan, saddle, pressure ridge, dan bentuk sungai serta analisis gempa. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada patahan kapabel dan tidak ada bukti patahan permukaan di sekitar tapak RDE dalam radius 5 km. Kata kunci: Perka BAPETEN, Patahan Kapabel, dan Serpong
STUDI REAKTOR TEMPERATUR TINGGI PBMR Sahala Maruli Lumbanraja
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2007.9.1.1948

Abstract

ABSTRAK STUDI REAKTOR TEMPERATUR TINGGI PBMR. Perkembangan teknologi dan prospek reaktor temperatur tinggi PBMR perlu dikaji di Indonesia. Konsep PBMR (Pebble Bed Modular Reactor) dikembangkan berdasarkan tekonologi reaktor temperatur tinggi oleh ESKOM Afrika Selatan. Kekhususan tekonologi ini adalah penggunaan pendingin gas helium dan moderator grafit. Pada pebble bedt bahan bakar U-235 diperkaya antara 8-10%, terdiri dari lapisan partikel dengan dua lapisan karbon dan satu lapisan silikon karbida. Desain PBMR didasarkan pada prinsip-prinsip operasi dan perbaikan yang sangat sederhana, keselamatan tinggi, waktu pembangunan relatif pendek, biaya investasi kecil, biaya pembangkitan sangat kompetitif, unjuk kerja tinggi (faktor ketersediaan tinggi), dan mudah disesuaikan dengan infrastruktur yang ada. Kata Kunci: PBMR, pebble bed, silikon karbida   ABSTRACT ASSESMENT OF HIGH TEMPEARTURE REACTOR PBMR. This paper describes development of technology and prospect of high temperature reactor PBMR in Indonesia. PBMR (Pebble Bed Modular Reactor) concept builts on the high temperature gas cooled reactor technology developed by ESKOM South Africa. Typical of this technology is the use of a helium coolant and a graphite moderator. In the pebble bed, the fuel uranium dioxide enriched in U-235 to 8-10 percent, consists of particles coated with two layers of carbon and one of silicon carbide. The design of PBMR is based on enhancement through implementation of inherent safety and pasive system, short construction time, small investment cost, competitive generating cost, high performance (high availabilty) and easily suited to the infrastructures.
Hal Belakang JPEN 2016 Volume 18 Nomor 2 Desember Hal Belakang
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2016.18.2.3291

Abstract

PENERAPAN MODEL PENDANAAN SEWA-BELI UNTUK PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK DI INDONESIA Mochamad Nasrullah; Arnold Y. Soetrisnanto
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 3 (1999): September 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.3.2000

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN MODEL PENDANAAN SEWA-BELI UNTUK PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK DI INDONESIA. Dalam proses pengadaan pembangkit tenaga listrik di negara berkembang, pendanaan merupakan salah satu masalah yang sangat penting, mengingat model pendanaan akan menentukan harga jual listriknya. Di Indonesia saat ini sedang mengalami krisis moneter dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, maka harga listrik yang ditentukan dengan pendanaan yang dihitung dalam dolar menjadi sangat mahal, padahal di sisi lain krisis ekonomi menyebabkan turunnya daya beli masyarakat. Untuk itu harus diusahakan model pendanaan yang cocok dengan situasi saat ini, di mana kemampuan pemerintah dalam menyediakan kredit ekspor untuk model pendanaan konvensional sangat kecil. Salah satu model pendanaan yang perlu dikaji adalah model sewa-beli (leasing), yang merupakan salah satu alternatif pengganti, terutama untuk jenis pembangkit listrik yang memerlukan modal investasi besar. Pada kasus pembangunan PLTN 2x900 MWe menggunakan dua buah struktur modal untuk membiayai proyek, yaitu model konvensional dan model sewa-beli. Dalam kajian ini, proses yang dilakukan adalah dengan mediskontokan arus kas keluar bersih setelah pajak ke nilai sekarang dalam setiap alternatif, dengan menggunakan biaya pinjaman setelah pajak sebagai tingkat diskonto. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model sewa-beli pada kondisi tertentu lebih menguntungkan untuk diterapkan, dibandingkan dengan model konvensional. ABSTRACT LEASE FINANCING MODEL APPLICATION FOR ELECTRICITY GENERATION DEVELOPMENT IN INDONESIA. Financing for the NPPs in developing countries, due to investment/capital cost and electricity prices, is a very important problem. Especially in Indonesia who is facing the economic crisis and depreciation for the rupiah exchange rate, the price of electricity will increase, because of the financing scheme decision that is normally taken into account in dollar value. The price of electricity will become expensive and consequently, the purchase power of the people will decrease. For this purpose, the cheapest financing scheme has to be found out and leasing financing scheme is one of the possibilities for the construction of NPP where huge capital is needed as an alternative to the conventional financing scheme. This study has an objective to make a comparison between leasing financing and conventional financing for the NPP construction of 2x900 Mwe. If the discount rate and taxes are taking into account the capital cost, the leasing financing scheme is more advantageous in certain conditions.
Hal Muka JPEN 2008 Volume 10 Nomor 1 Juni Hal Muka
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2008.10.1.3441

Abstract

DESALINASI HYBRID MED-RO SEBAGAI OPSI PASOKAN AIR BERSIH DI PROVINSI KEPULAUAN BABEL Siti Alimah; Sudi Ariyanto; June Mellawati; Budiarto Budiarto
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.1.1458

Abstract

ABSTRAKDESALINASI HYBRID MED-RO SEBAGAI OPSI PASOKAN AIR BERSIH DI PROVINSI KEPULAUAN BABEL. Sistem desalinasi hybrid MED-RO adalah kombinasi proses desalinasi MED (Multi Effect Distillation) dan RO (Reverse Osmosis) dengan sistem pembangkit daya. Konfigurasi ini mempunyai keuntungan ekonomis dan operasional dibanding dengan instalasi desalinasi tunggal. Konfigurasi hybrid dikarakterisasikan dengan fleksibilitas operasi, komsumsi energi spesifik (33,50 kWh/m3) lebih rendah dibandingkan MED (36,54 kWh/m3) dan instalasi mudah diperoleh. Hybrid MED-RO merupakan teknologi desalinasi yang komersial, proven dan handal untuk memproduksi air bersih skala besar. Tujuan studi adalah menganalisis desalinasi hybrid MED-RO sebagai opsi untuk menambah pasokan air bersih di Provinsi Kepulauan Babel ditinjau dari aspek teknologi dan ekonomi. Hasil studi memperlihatkan bahwa penggunaan energi nuklir untuk tujuan ganda sebagai pembangkit listrik dan produksi air bersih lebih kompetitif dibanding instalasi pembangkit bahan bakar fosil. Konfigurasi hybrid MED-RO, dengan air umpan RO yang berasal dari rejeksi panas MED, layak dipertimbangkan sebagai opsi untuk menambah pasokan air bersih karena semakin tinggi temperatur umpan RO, kecepatan aliran air produk yang melewati membran akan meningkat. Hasil analisis ekonomi menggunakan DEEP-3.2, menunjukkan bahwa biaya produksi air dari desalinasi hybrid MED-RO (0,581 $/m3) lebih rendah dibandingkan proses MED (0,752 $/m3), dengan energi dari PLTN. Biaya produksi air hybrid MED-RO dengan energi dari PLTN (0,581 $/m3) lebih rendah dibandingkan dengan energi dari PLTU (0,720 $/m3).Kata kunci: hybrid MED-RO, desalinasi, PLTN ABSTRACTMED-RO HYBRID DESALINATION AS OPTION TO SUPPLY FRESH WATER IN BABEL ISLANDS PROVINCE. MED-RO hybrid desalination systems are combining both thermal (MED) and membrane (RO) desalination processes with power generation systems. This configuration has more economical and operational benefits in comparison with single desalination plant. Hybrid configurations are characterized by flexibility in operation, specific energy consumption (33,50 kWh/m3) is lower than MED (36,54 kWh/m3) and high plant availability. The objective of study is to analyze the MED-RO hybrid desalination as an option to add supply fresh water in Babel Islands Province, in terms of technology and economy aspects. The result of study showed that adopting nuclear power plants as dual-purpose for power generation and producing fresh water is has economic competitiveness than fosil-fired generation plants. MED-RO hybrid configuration, with feed RO from heat rejection of MED system is suitable as fresh water supply add option because increase of RO feed temperature will increase flux. Economic analysis of water cost are performed using the DEEP-3.2. Water cost of hybrid MED-RO desalination with energy of NPP (0,581 $/m3) is lower than that of MED water cost (0,752 $/m3). Water cost of hybrid MED-RO with energy of NPP (0,581 $/m3) is lower than that of water cost of energy with fosil-fired generation plants (0,720 $/m3). Keywords: hydrid MED-RO, desalination, NPP
BIAYA EKSTERNAL PLTU BATUBARA SURALAYA Edwaren Liun
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2002.4.1.2041

Abstract

ABSTRAK BIAYA EKSTERNAL PLTU BATUBARA SURALAYA. PLTU Batubara Suralaya berada di ujung barat bagian utara Pulau Jawa. Sebagai pembangkit listrik berbahan bakar fosil, yaitu batubara, PLTU Suralaya melepaskan polutan-polutan yang menimbulkan pencemaran lingkungan seperti PM10, S02 dan NOx dalam pengoperasiannya. Dengan lepasnya polutan ke lingkungan, PLTU Suralaya menimbulkan damage cost terhadap lingkungan, khususnya berupa kesehatan manusia. Damage cost dihitung berdasarkan karakteristik pembangkit, produksi energi dan kondisi lingkungan seperti keadaan reseptor dan cuaca lingkungan. Hasil studi menunjukkan bahwa damage cost per satuan energi listrik netto yang diproduksi adalah 0,69 cents-USS/kWh.   ABSTRACT EXTERNAL COST OF SURALAYA COAL STEAM POWER PLANT. Suralaya Coal Power Plants is located on the west end of Java Island. As a fossil power plant, especially coal fueled power plants, Suralaya CSPP also emits several pollutants linked to the environmental problems such as PM10, S02 and the NOx produced related to plant operation. As a source of pollutants, Suralaya CPP arises damage costs to the environment, especially to the human health. The damage costs are assessed according to the plant characteristic, fuel characteristic, energy produced, and the environmental condition. The study results indicate that damage cost by net electricity energy produced is 0.69 cents-USS/kWh.

Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue