cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 343 Documents
EXTERNALITY STUDY ON GRESIK COMBINED-CYCLE Masdin Masdin; Scorpio Sri Herdinie
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2002.4.1.2042

Abstract

ABSTRACT EXTERNALITY STUDY ON GRESIK COMBINED-CYCLE. Based on INS/0/016 program concerning IAEA Initial Training On Health And Environment Impacts Of The Different Energy Sources For Electricity Generation in Indonesia Using Simpacts Program, Externality Study of Power Generation Plant is a part of the Comparative Assessment. One of the power generation plants is combined-cycle Plant, and Gresik combined-cycle Plant have been chosen in this study. Those plants are major electricity contributor for eastern part of Java province and a predominant energy source in industrialized area in this province. The objective of this study is to assess the environmental burdens, physical impacts and damage cost to human health resulting from pollutant released into the biosphere, and provide the data requirements as input data for the externality study of combined-cycle plant. The data requirements are average annual wind speed, effective chimney height, specified emission of gas fired plants, receptor density (population density in local area) and meteorology data for Gresik is assumed to be the same as that of Jepara. The estimated externality cost will be considered as an additional cost into society cost. By using the Simpacts module to generate damage cost, result of the externality cost for Gresik combined-cycle is 1.32 mills/kWh. This damage cost dominated by long-term mortality case for adult due to nitrate pollutant (58 %) and followed by chronic bronchitis case for adult due to particulate material pollutant (18 %), long-term mortality case for adult due to particulate material pollutant (9 %) and restricted activity day for adult due to nitrate (6 %). This result will be basically useful for making Comparative Study of Electricity Generation in Indonesia.   ABSTRAK STUDI EKSTERNALITAS PADA PLTGU GRESIK. Berdasarkan pada program INS/0/016 tentang Pelatihan Pendahuluan IAEA mengenai Dampak Kesehatan dan Lingkungan dari Berbagai Sumber Energi Untuk Pembangkitan Listrik di Indonengan dengan menggunakan Program Komputer Simpacts, Studi Eksternalitas Pembangkit Tenaga Listrik merupakan salah satu bagian dari Pengkajian Komparatif. Salah satu Pembangkit Listrik yang menjadi perhatian adalah Pembangkit Siklus Ganda (Combined-Cycle, PLTGU), dan PLTGU Gresik merupakan pilihan dari studi ini. Seluruh pembangkit listriknya merupakan kontributor listirk terbesar untuk wilayah propinsi Jawa Timur dan sebagai sumber energi utama untuk kawasan industri di daerah ini. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji beban lingkungan, dampak fisik dan biaya kerusakan terhadap kesehatan manusia akibat dari polutan yang terlepas ke biosfir, serta menyajikan persyaratan data untuk data masukan pada studi eksternalitas PLTGU. Data yang dibutuhkan adalah kecepatan angin rerata tahunan, tinggi efektif cerobong, emisi spesifik PLTGU, kepadatan reseptor (kepadatan penduduk lokal) dan data meteorologi untuk daerah Gresik diasumsikan memiliki pola yang sama dengan daerah Jepara. Biaya eksternalitas yang terkira akan dianggap sebagai biaya tambahan ke dalam biaya sosial masyarakat. Dengan menggunakan Modul Simpacts untuk menghitung biaya kerusakan, hasil biaya eksternalitas yang diperoleh untuk PLTGU Gresik adalah 1,32 mills/kWh. Biaya kerusakan didominasi oleh kasus mortalitas jangka-panjang pada orang dewasa akibat polutan nitrat (58 %) dan diikuti oleh kasus bronchitis kronik pada orang dewasa akibat polutan partikel (18 %), kasus mortalitas jangka-panjang pada orang dewasa akibat polutan partikel dan gangguan kegiatan harian pada orang dewasa akibat polutan nitrat (6 %). Hasil ini akan bermanfaat untuk melakukan Studi Komparatif Pembangkit Listrik di Indonesia.
Penerimaan Masyarakat Sekitar Puspiptek Serpong Terhadap Rencana Pembangunan Reaktor Daya Eksperimental Mudjiono - Mudjiono; Siti - Alimah; Heni - Susiati; Dimas - Irawan; Moh. Bustomi
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2018.20.2.5044

Abstract

PENERIMAAN MASYARAKAT SEKITAR PUSPIPTEK SERPONG TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL. Rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) selain didasarkan pertimbangan aspek tekonologi dan keselamatan, juga didasarkan aspek sosial, ekonomi, budaya maupun lingkungan. Berdasar aspek sosial, rencana pembangunan tersebut dapat dimaknai berbeda-beda di dalam masyarakat berdasar tingkat pengetahuan dan persepsi masing-masing. Tujuan studi untuk mengetahui tingkat peneriman masyarakat sekitar kawasan terhadap pembangunan RDE. Metodologi yang digunakan dengan studi literatur selanjutnya dilakukan pengambilan sampel melalui survei dengan responden yang proporsional. Dari hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa 64% responden menyatakan mengetahui BATAN telah mengoperasikan reaktor nuklir, sementara tidak tahu 19% dan yang tidak menjawab sebesar 17%. Sebagian besar responden menyatakan bahwa sumber informasi pengetahuan tentang BATAN diperoleh dari keikutsertaannya di acara diskusi sebesar 18,7%, selanjutnya 17,7% melalui TV dan penyuluhan sebesar 16,3%. Terdapat 75% dari Responden yang menyatakan setuju terhadap rencana pembangunan RDE untuk memenuhi kebutuhan listrik, sedangkan yang tidak setuju sebesar 7% dan tidak menjawab sebesar 18%. Responden beranggapan bahwa dengan adanya RDE akan menyebabkan harga listrik akan menjadi murah (20,3%), dapat menciptakan lapangan kerja (19,2%) dan RDE dipahami tidak mengeluarkan polusi (17,5%). Sedang ketidaksetujuan dikarenakan ada kekhawatiran terjadi kecelakaan atau kebocoran, pencemaran radioaktif dan beranggapan bahwa pembangkit tenaga listrik  lain masih mencukupi.Kata kunci: Penerimaan masyarakat, survei, RDE
PERHITUNGAN FAKTOR EMISI CO2 PLTU BATUBARA DAN PLTN Rizki Firmansyah Setya Budi; Suparman Suparman
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2013.15.1.1612

Abstract

ABSTRAK PERHITUNGAN FAKTOR EMISI CO2 PLTU BATUBARA DAN PLTN. Perubahan iklim adalah fenomena global akibat kegiatan manusia karena penggunaan bahan bakar fosil untuk mendukung kegiatan industri maupun produksi listrik. Kegiatan tersebut merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca (GRK) terutama gas karbon dioksida (CO2). Salah satu cara mengurangi kandungan CO2 di udara adalah dengan menggunakan pembangkit listrik yang mempunyai  faktor emisi CO2 rendah. Tujuan penelitian adalah untuk menghitung dan membandingkan faktor emisi PLTU Batubara dan PLTN guna mengetahui waktu membangkitkan energi listrik pada level tertentu. Metodologi yang digunakan adalah pengumpulan dan pengolahan data sekunder dilanjutkan dengan perhitungan  faktor emisi, analisis dan perbandingan faktor emisi. Dalam studi ini menggunakan data PLTU Batubara Banten, PLTU Indramayu, PLTU Rembang dan PLTN tipe PWR kapasitas 1000 MWe. Hasil penelitian diperoleh faktor emisi untuk masing-masing pembangkit adalah PLTU Banten 1,033 kg/kWh, PLTU Indramayu 1,002 kg/kWh, PLTU Rembang 1,136 kg/kWh, dan PLTN 0 kg/kWh. Nilai rata-rata faktor emisi adalah 1,05 kg/kWh. Pembangkitan daya sebesar 1700 MWyr dengan menggunakan PLTU Banten, Indramayu, dan Rembang akan menghasilkan CO2 sebesar 16 ribu kTon, namun bila pembangkitan daya tersebut diganti dengan 2 unit PLTN 1000 MWe akan mengurangi CO2 sebesar 16 ribu kTon. Kata kunci: Faktor emisi CO2, PLTU batubara, PLTN ABSTRACT CALCULATION OF CO2 EMISSION FACTOR FOR COAL POWER PLANT AND NUCLEAR POWER PLANT. Climate change is a global phenomenon that caused by human activity that use fosil fuel to support industry activity and electricity generation. That activity is the main source of green house gas (GHG) emission, especialy CO2 emission. Using power plant which has low CO2 emission factor is the solution to reduce CO2 emission. The objective of the study is to calculate CO2 emission factor of coal power plant (CPP) and nuclear power plant (NPP). With the emission factor, the value of CO2 emission can be calculated easily. The methodology are collected and processed data, calculated emission factor, analysis and comparation emission factor, conclusion. CPP that had been use are Banten CPP, Indramayu CPP, and Rembang CPP. NPP that had been use is NPP 1000 MWe. Based on the calculation, CO2 emission factor each power plant is Banten CPP 1,033 kg/kWh, Indramayu CPP 1,002 kg/kWh, Rembang CPP 1,136 kg/kWh and NPP 1000 MWe 0 kg/kWh. The average CO2 emission factor of three CPP is 1,05 kg/kWh. Electricity generation in the value 1700 Mwyr using the three CPP make 16 thousand kTon of CO2 emission. If that generation replace by 2 unit NPP 1000 MWe, will reduce CO2 emission 16 thousand kTon. Keywords: CO2 emission factor, coal power plant, nuclear power plant
APLIKASI KOGENERASI NUKLIR UNTUK DEKOMPOSISI AIR PADA KONVERSI CO2 MENJADI PUPUK UREA Djati Hoesen Salimy
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2014.16.2.2710

Abstract

APLIKASI KOGENERASI NUKLIR UNTUK DEKOMPOSISI AIR PADA KONVERSI CO2 MENJADI PUPUK UREA. Telah dilakukan studi aplikasi kogenerasi nuklir untuk dekomposisi air pada konversi CO2 menjadi pupuk urea. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Tujuan studi adalah menganalisis kemungkinan aplikasi kogenerasi nuklir untuk dekomposisi air pada konversi CO2 menjadi pupuk urea sebagai teknologi alternatif produksi pupuk urea. Hasil studi menunjukkan bahwa proses kogenerasi nuklir untuk dekomposisi air dimungkinkan untuk diaplikasikan guna mengkonversi CO2 menjadi pupuk urea. Metode ini tidak memerlukan lagi penggunaan gas alam sebagai bahan baku, sumber energi panas, kukus dan listrik. Produksi dengan kapasitas sebesar 1725 ton pupuk urea per hari, mampu menghemat gas alam sebesar 21,25 juta MMBTU per tahun yang setara dengan pengurangan laju emisi CO2 sebesar 1,24 juta ton per tahun. Selain itu dapat memanfaatkan emisi CO2 sebesar 596357 ton per tahun yang berasal dari PLTU batubara dengan daya sebesar 90 MWe, sebagai bahan baku untuk proses pembentukan urea. Pasokan energi panas, kukus dan listrik yang bersumber dari reaktor HTGR dengan daya 2×600 MWt dapat memenuhi kebutuhan proses produksi, dengan kelebihan listrik sebesar 140 MWe. Di samping produksi pupuk sebesar 1725 ton per hari, juga dihasilkan energi listrik tanpa emisi CO2 yang berasal dari PLTU baubara (90MWe) dan HTGR (140MWe) dengan total sebesar 230 MWe yang dapat disambungkan ke jaringan. Kata kunci: kogenerasi nuklir, dekomposisi air, konversi CO2, pupuk urea, emisi CO2
Impact Analysis of NPP Construction on National Economy Using Empower Model Suparman Suparman; Nuryanti Nuryanti; Elok Satiti Amitayani
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.1.5930

Abstract

The Nuclear Power Plant (NPP) could be one of the generation technology options to fulfill the mandate of Government Regulation No. 79 of 2014 which targeted the New Renewable Energy (NRE) portion in the national energy mix amounted to 23% by 2025 and 31% by 2050, while the realization of NRE until year 2019 is 12,6%. Any implementation of a new project or industry will have an impact on both national and region economy, and NPP project is no exception. This study aims to analyze the impact of nuclear power plant development on the national economy sector. The economic parameters analyzed in this study focused on gross domestic product (GDP) and employment. The analysis was done by using Input Output model with EMPOWER(An Extended Input-Output Model for Impact Assessment of Nuclear Power Plants) model released by IAEA as a tool. Construction period for 2 units of NPP 1000 MWe is assumed 10 years including site preparation. The results of the analysis showed that NPP construction has a significant impact on GDP and employment absorption. Each of module (A, AB, ABC and ABCD) had an impact of GDP increase of 0.021%, 0.033%, 0.040% and 0.040% respectively when compared to the GDP gained without any NPP construction. As for the amount of employment creation in module A, AB, ABC and ABCD respectively equal to 66,083, 107,693,86,081 and 85,449.It is can be concluded that according to the analysis provided by the EMPOWER, the construction of a NPP has positive impacts on the national economy.
KONTRIBUSI JALUR PAPARAN TERHADAP DOSIS RADIASI PADA KONDISI OPERASI NORMAL PLTN 2 x 1000 MWe Yarianto Sugeng Budi Susilo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2005.7.2.1940

Abstract

ABSTRAK Kontribusi Jalur Paparan Terhadap Dosis Radiasi Untuk Operasi Normal PLTN 2 x 1000 MWe. Rencana Pembangunan PLTN di calon Tapak PLTN Ujung Lemahabang diprakirakan akan menimbuikan dampak kepada masyarakat berupa paparan radiasi, baik internal maupun eksternal. Dalam pengoperasian secara normal, PLTN akan mengemisikan ke udara sebagian kecii gas dan partikulat yang bersifat radioaktif. Jalur paparan utama ke manusia adalah melaiui inhalasi, resuspensi, cloudshine, groundshine dan ingesti. Metode yang dipakai dalam penelitian ini dengan menggunakan metode komputasi paket program PC CREAM. Masukan data yang digunakan mencakup data meteorologi, kependudukan, pertanian dan peternakan tapak PLTN Ujung Lemahabang. Hasii penelitian menunjukkan yang paling dominan memberikan kontribusi dosis dengan kondisi operasi normal PLTN dalam jangka waktu satu tahun pertama adalah melalui jalur awan gamma dan beta, kedua melalui jalur ingesti dan ketiga melalui jalur inhalasi. Untuk jaiur resuspensi dan paparan permukaan tanah tidak menyumbang dosis yang signifikan. Pada jarak 3 km dari tapak (di mana terdapat permukiman) dosis inhalasi, awan gamma dan beta, ingesti dan dosis total yang diintegrasikan selama 1 (satu) tahun secara berurutan adalah 6,5 iliSv, 380 |iSv, 19,2 jiSv, dan 407 jiSv.   ABSTRACT Pathways Contribution to Radiation Dose for Normal Operation of NPP 2 x 1000 MWe. NPP project at Ujung Lemahabang site is predicted will affect to population of both internal and external radiation exposure. In normal operation condition, NPP will release a little amount of radioactive gases and particulates to atmosphere. Main pathways of radionuclides to the human body are inhalation, cloud shine, ground shine and ingestion. Method used in the research is computation using PC CREAM program package. Data input used a specific data of ULA NPP Site, including meteorology, demography distribution, farm production, and livestock production. The result of the research shows that gamma and beta cloud shine pathways will be the largest contributing of the total dose for a normal operation condition of NPP as long as 1 year duration. The second and lastly is ingestion and inhalation pathway, respectively. While resuspension and groundside contribute the total dose are not insignificantly. At 3 km distance from the site (where the residential is existing) the inhalation, cloud gamma and beta, ingestion and total doses integrated to 1 (one) year are 6,5 pSv, 376 pSv, 19,2|iSv, and 407 |iSv respectively. Kata kunci: jalur paparan, committed dose, model dispersi, atmosfer, radiasi eksternal, plume, elektron, operas! normal, PC CREAM
Hal Belakang JPEN 2015 Volume 17 Nomor 1 Juni Hal Belakang
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2015.17.1.3244

Abstract

ANALISIS HIDROLOGI DAN OSEANOGRAFI DALAM SELEKSI TAPAK PLTN DI WILAYAH PROVINSI BANTEN Yarianto Sugeng Budi Susilo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2006.8.2.1971

Abstract

ABSTRAK ANALISIS HIDROLOGI DAN OSEANOGRAFI DALAM SELEKSI TAPAK PLTN DI WILAYAH PROVINSI BANTEN. Dalam rangka pengembangan PLTN pada masa yang akan datang, perlu dilakukan inventarisasi calon tapak potensial, baik yang berada di Pulau Jawa maupun di Luar Pulau Jawa. Inventarisasi tapak PLTN ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan permintaan energi nasional. Proses pemilihan tapak dilakukan sesuai standar keselamatan IAEA tentang pemilihan tapak, dengan investigasi beberapa aspek yang berkaitan dengan keselamatan PLTN (faktor penolak, keselamatan dan kecocokan) dalam suatu region yang cukup luas untuk mendapatkan caion-calon tapak potensial. Untuk tahapan pemilihan tapak potensial (tahap site survey) dalam aspek hidrologi dan oseanografi, analisis lebih difokuskan pada pasang surut sepanjang pantai utara, batimetri, potensi sumber daya air dan sistem hidrologi di Provinsi Banten. Metode yang dipakai adalah pengumpulan data sekunder konfirmasi lapangan, dan penelusuran internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanjung Pujut dan Tanjung Pasir lebih cocok ditinjau dari aspek batimetri dan pertimbangan fasilitas pendingin. Sementara, Tanjung Kait dan Tanjung Pasir lebih cocok untuk pertimbangan tsunami yang mungkin dapat dibangkitkan oleh Gunung Krakatau. Kata kunci: seleksi tapak, hidrologi, oseanografi, tsunami, batimetri.   ABSTRACT HYDROLOGY AND OCEANOGRAPHY ANALYSIS REGARDING THE NPP SITE SCREENING PROCESS AT BANTEN PROVINCE. Regarding the NPP development in the future, it is needed to make inventory of potential site in the Java Island as well as in the outside Java Island. The NPP site inventory availability is to answer the energy demand challenge. Site screening process should be performed in accordance with the IAEA safety satandard regarding the site selection, investigating several aspects related to the NPP safety (exclusion, safety and suitability factor) in the large area to obtain potential site candidates. For the site survey stage of hydrology and oceanography aspects, the analysis are more focused on the tidal phenomena along the north coasline, bathymetry, water resource, and hydrology system in the Bante'n Province. The method used are secondary data collection, field confirmation and internet searching. The result of the study showed that Tanjung Pujut and Tanjung Pasir are suitable based on the bathymetry and water intake facility consideration. Meanwhile tanjung Kait and Tanjung Pasir more suitable considering tsunami aspectcs that may be generated by Krakatau Volcano. Keywords: site selection, hydrology, oceanography, tsunami.
Hal Belakang JPEN 2013 Volume 15 Nomor 2 Desember Hal Belakang
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2013.15.2.3432

Abstract

KAJIAN ASPEK KESELAMATAN TAPAK PLTN DI UJUNGLEMAHABANG, SEBAGAI LOKASI YANG AMAN DARI BAHAYA KEJADIAN EKTERNAL ALAMIAH Hadi Suntoko
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2010.12.2.1450

Abstract

ABSTRAKKAJIAN ASPEK KESELAMATAN TAPAK PLTN UJUNG LEMAHABANG SEBAGAI LOKASI YANG AMAN DARI BAHAYA KEJADIAN EKTERNAL ALAMIAH. Evaluasi tapak menjadi sangat penting ketika calon tapak berada di wilayah yang memiliki sejarah kegempaan, pensesaran dan kegunungapian. Ketiga aspek tersebut merupakan bagian aspek keselamatan tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang harus dikaji keberadaannya dengan tujuan untuk memperoleh tapak yang aman berdasarkan metode yang disarankan oleh International Agency Energy Atomic (IAEA). Standar yang dimaksud meliputi safety guide No. NS-R-3, (2003), dan No. S-G-S9 (1989). Dalam standar tersebut disebutkan antara lain tidak adanya pensesaran permukaan yang menuju ke tapak, tapak mempunyai tingkat kegempaan rendah, dan jauh dari lokasi gunungapi aktif. Kejadian alamiah yang tidak dapat ditanggulangi dengan teknologi saat ini merupakan faktor eklusi sehingga harus benar-benar dikaji secara komperhensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tapak Ujung Lemahabang berada di lokasi yang aman dari bahaya kejadian ekternal alamiah.Kata kunci: aspek keselamatan, faktor kelayakan, safety guide IAEA ABSTRACTSTUDY OF NPP SITE SAFETY ASPECT AT UJUNG LEMAHABANG AS AN ACCEPTABLE A LOCATION AGAINST NATURAL EXTERNAL EVENTS. Site evaluation is significant when candidate site is located at a place that has a historical earthquakes, surface faulting, and volcanoes. All the above aspects are part of the site safety aspect of Nuclear Power Plant ( NPP) that should be assessed with objective to obtain the site safety level based on the IAEA guide line including of safety guide NS-R-3, (2003) dan S-G-S9, (1989). In the safety guide it is mentioned that the site should be free from surface faulting of fault to ward the site, intensity & frequancy of an earthquakes is relatively low, far from the volcano activities. Natural external events that there is no technology solution is an eclusion factor so the site should be assessed comperhensively. The result shows that ULA site is the area which safe from natural external events.Keyword: safety aspect, feasibility factor, safety guide IAEA

Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue