cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 343 Documents
PEMODELAN PEMISAHAN ZIRKONIUM DAN HAFNIUM MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI ANULAR Mochammad Setyadji; Endang Susiantini
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2014.16.1.2558

Abstract

ABSTRAK PEMODELAN PEMISAHAN ZIRKONIUM DAN HAFNIUM MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI ANULAR. Zirkonium derajat nuklir  dalam bentuk paduan logam merupakan material utama untuk kelongsong bahan bakar PLTN. Zirkonium juga digunakan sebagai bahan pelapis kernel UO2 dalam bentuk ZrC  sebagai pengganti SiC  pada elemen bahan bakar Reaktor Suhu Tinggi (RST). Hafnium sulit dipisahkan dari zirkonium karena mempunyai banyak kemiripan dalam sifat kimianya. Kromatografi anular adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk pemisahan zirkonium dan hafnium hingga diperoleh zirkonium derajat nuklir. Oleh karena itu diperlukan pemodelan matematis yang dapat mendiskripsikan pemisahan zirkonium dan hafnium pada kromatografi anular yang berisi bahan isian resin anion dowex-1X8. Tujuan penulisan ini adalah melakukan simulasi pemisahan menggunakan model kesetimbangan dan koefisien perpindahan massa hasil penelitian. Pada penelitian ini digunakan Zr dan Hf dalam umpan, masing-masing  26 dan 1 g/l. Parameter tinggi resin (L), kecepatan sudut (ω) dan laju alir aksial (uz) divariasi untuk mengetahui pengaruh masing-masing parameter terhadap pemisahan Zr dan Hf. Hasil simulasi menunjukkan bahwa zirkonium dan hafnium dapat dipisahkan menggunakan  kromatografi anular dengan tinggi resin (panjang bed) 50 cm, kecepatan alir superfisial 0,001 cm/det, kecepatan  putaran 0,006 rad/menit dan  diameter anular  20 cm. Pada kondisi tersebut diperoleh hasil zirkonium 10.303,226 g/m3 dan hafnium 12,324 g/m3 (ppm). Kata kunci: zirkonium, hafnium, resin anion dowex-1X8, kromatografi anular. ABSTRACT MODELLING OF zirconium and hafnium separation  using CONTINUOUS annular chromatography. Nuclear degrees of zirconium in the form of a metal alloy is the main material for fuel cladding of NPP. Zirconium is also used as sheathing UO2 kernel in the form of ZrC as a substitute of SiC in the fuel elements of High Temperature Reactor (HTR). Difficulty separating hafnium from zirconium because it has a lot of similarities in the chemical properties of Zr and Hf. Annular chromatography is a device that can be used for separating of zirconium and hafnium to obtain zirconium nuclear grade. Therefore, it is necessary to construct the mathematical modelling that can describe the separation of zirconium and hafnium in the annular chromatography containing anion resin dowex-1X8. The aim of research is to perform separation simulation by using the equilibrium model and mass transfer coefficient resulted from research. Zr and Hf feed used in this research were 26 and 1 g/l, respectively. Height of resin (L), angular velocity (ω) and the superficial flow rate (uz) was varied to determine the effect of each parameter on the separation of Zr and Hf. By using Kd and ​​Dv values resulted previous research. Simulation results showed that zirconium and hafnium can be  separated using a continuous annular chromatography with high resin (long bed) 50 cm, superficial flow rate of 0.001 cm/s, the rotation speed of 0.006 rad/min and 20 cm diameter annular. In these conditions the results obtained zirconium concentration of 10,303.226 g/m3 and hafnium concentration of 12.324 g/m3 (ppm). Keywords: zirconium, hafnium, dowex-1X8 anion resin, annular chromatography
Kajian Penerapan Rekayasa Sosial Dengan Pendekatan Berbasis Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan RDNK Mudjiono Mudjiono; Siti Alimah
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5654

Abstract

Reaktor Daya Non Komersial (RDNK) yang direncanakan dibangun di Kawasan Puspiptek Serpong, akan berdampak bagi masyarakat sekitar kawasan. Untuk meminimalkan masalah sosial perlu dilakukan penerapan rekayasa sosial dengan pendekatan berbasis masyarakat. Rekayasa sosial dilakukan dengan pemberian informasi dan peningkatan pemahaman teknologi nuklir, rencana pembangunan RDNK serta pemanfaatannya kepada masyarakat. Tujuan kajian ini adalah membentuk kelompok masyarakat melalui pendekatan yang sesuai untuk meningkatkan penerimaan masyarakat dengan pelibatan aktif dalam kegiatan diseminasi. Metodologi yang digunakan adalah melalui tinjauan pustaka, pelibatan aktif dari masyarakat melalui wawancara dan diskusi kelompok stakeholder di beberapa kelurahan sekitar Kawasan Puspiptek Serpong, selanjutnya dilakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi interpersonal akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan iptek nuklir. Terdapat perubahan positif dari masyarakat terhadap pemahaman iptek nuklir sebelum dan sesudah edukasi. Pemahaman ini dimengerti oleh masyarakat dengan usia bervariasi yaitu 30-70 tahun, sebagian besar berpendidikan SLTA ke atas dan memiliki pekerjaan di luar pemerintah. Dalam penelitian ini juga diperoleh kelompok masyarakat yang bersedia terlibat dalam kegiatan diseminasi yang tersebar di 8 kelurahan yaitu Setu, Muncul, Kademangan, Keranggan, Cibogo, Bakti Jaya, Pengasinan, dan Pabuaran.
STUDI PRA-KELAYAKAN EKONOMI SISTEM DESALINASI NUKLIR MADURA Moch. Djoko Birmano; Suparman Suparman
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2004.6.1.1926

Abstract

ABSTRAK STUDI PRA-KELAYAKAN EKONOMI SISTEM DESALINASI NUKLIR MADURA. Studi kelayakan perlu dilakukan dalam rencana pembangunan PLTN jenis SMART (System integrated Modular Advanced ReacTor), yang dikopel dengan teknologi desalinasi jenis MED (Multi Effect Distilation) untuk memproduksi air bersih di Puiau Madura. Salah satu bagian penting dari studi kelayakan adalah analisis kelayakan ekonomi dan finansial. Kriteria kelayakan proyek desalinasi nukiir ini dianalisis menggunakan parameter- parameter yang umum digunakan dalam menilai suatu proyek, yaitu Tingkat Pengembalian Modal (FIRR), Niiai Bersih Sekarang (FNPV), dan Waktu/Lama Pengembalian Modal (Payback Period). Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan harga juai listrik sebesar 54,17 mills/kWh, untuk keseluruhan proyek yang didanai oleh pendanaan luar negeri, daiam negeri dan modal sendiri, diperoleh nilai FIRR sebesar 12,73%, nilai FNPV sebesar US$ 75,29 juta dan Payback Period selama 8 tahun. Dengan melihat indikasi keberhasilan proyek maka proyek desalinasi nukiir dapat dikatakan layak dan dari segi investasi menguntungkan karena tingkat pengembaiian modalnya cukup tinggi, keuntungan pada akhir umur ekonomi cukup besar dan waktu pengembalian modalnya cepat.   ABSTRACT THE ECONOMIC PRE-FEASIBILITY STUDY OF MADURA NUCLEAR DESALINATION SYSTEM. The feasibility study is needed in the planning of construction of NPP's SMART type coupled with desalination technology of MED type to produce clean water in Madura Island. One important part of the feasibility study is the economical and financial analysis. The feasibility criteria of nuclear desalination project is analyzed by using the general parameters that is commonly used in evaluating a project, which is Financial Net Present Value (FNPV), Financial Internal Rate of Return (FIRR) and Payback Period. The Calculation result shows that with the electricity selling price of 54.17 mills/KWh, for entirety project funded by the foreign loan, local loan and equity, it could be obtained FIRR 12.73%, FNPV US$ 75.29 million and Payback Period is 8 years. By seeing from the project feasibility criteria, this nuclear desalination project can be feasible and the investation aspect shows that this project is beneficial because the capital return rate is rather high, the benefit in the end of the economic life-time is rather big and the capital payback period is fast.
STUDI TEKNOLOGI INTAKE UNTUK PENDINGIN KONDENSOR DAN INSTALASI DESALINASI PADA PLTN Siti Alimah; Bandi Parapak
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2008.10.1.1413

Abstract

ABSTRAKSTUDI TEKNOLOGI INTAKE UNTUK PENDINGIN KONDENSOR DAN INSTALASI DESALINASI PADA PLTN. Telah dilakukan studi teknologi intake untuk pendingin kondensor dan instalasi desalinasi untuk memasok kebutuhan air pada PLTN. Teknologi intake mempunyai peranan yang sangat penting untuk memasok kebutuhan air dari laut. Ada dua jenis intake air laut untuk pendingin kondensor dan instalasi desalinasi yaitu surfaces intake dan subsurface intake. Kedua teknologi tersebut mempunyai keunggulan masing-masing. Teknologi surfaces intake terdiri dari dua sistem yaitu traveling water screen dan passive screen, sedangkan subsurface intake terdiri dari tiga sistem yaitu sumur pantai, infiltration gallery dan seabed filtration. Teknologi intake yang baik menjamin stabilitas kualitas dan kuantitas pasokan air umpan, yang merupakan faktor penting dalam memperbaiki efisiensi proses dan keandalan keseluruhan instalasi, dengan dampak ekologi minimum. Dampak ekologi yang perlu dipertimbangkan yaitu impingement dan entrainment. Untuk PLTN kelas 1000 MWe yang direncanakan dibangun di Ujung Lemah Abang Jepara, jenis traveling water screen dapat menjadi pilihan karena sesuai dengan persyaratan kecepatan dan arah aliran, serta memenuhi kuantitas pasokan air. Jenis travelling water screen dapat mengurangi dampak ekologi impingement 80-90%, namun tidak mengurangi entrainment dari telur dan larva dari berbagai macam organisme laut.Kata kunci: teknologi intake, air proses, desalinasi, PLTN ABSTRACTSTUDY OF INTAKE TECHNOLOGY FOR THE CONDENSOR COOLANT AND DESALINATION PLANT OF NPP. Study of intake technology for condenser coolant and desalination plant to supply amount of water required in NPP has been carried out. Intake technology had a momentously role in supplying amount of water required from the sea. There were two types of seawater intake for condenser coolant and desalination plant namely surfaces intake and subsurface intake. Both technology have their own superiority. Surface intake technology consist of two system which include traveling water screen and passive screen, meanwhile subsurface intake technology consists of three system, namely beach well, infiltration gallery and seabed filtration. A good performance of intake technology will secure quality and quantity stability of feedwater supply, which have been an important factor to improve process efficiency and reliability of plant overall, with minimum ecology impact. Ecology impact that need to be considered were impingement and entrainment. For the class 1000 MWe NPP that has been designate to be built at Ujung Lemah Abang, Jepara, type of traveling water screen system could be a better choice due to the conformity with velocity, flow direction and water supply quantity requirement. Traveling water screen type could reduced 80-90% impingement ecology impact, but didn’t reduce entrainment of egg and larva of variety oceanic organism.Keywords: intake technology, process water, desalination, NPP
FENOMENA KERAK DALAM DESALINASI DENGAN MULTI STAGE FLASH DISTILLATION (MSF) Siti Alimah
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2006.8.1.1966

Abstract

ABSTRAK FENOMENA KERAK DALAM DESALINASI DENGAN MULTI STAGE FLASH DISTILLATION (MSF). Telah dilakukan kajian fenomena kerak dalam desalinasi MSF. Kerak adalah salah satu masalah yang dominan dalam instalasi desalinasi MSF. Jenis utama kerak dalam MSF adalah kalsium karbonat (CaC03), magnesium hidroksida (Mg(OH)2) dan kalsium sulfat (CaS04). Kerak CaC03 dan Mg(OH)2 sebagai hasil dari dekomposisi panas dari ion bikarbonat, sedangkan kerak kalsium sulfat sebagai hasil dari reaksi ion kalsium dan ion sulfat yang ada dalam air laut. Kecepatan pembentukan kerak dalam air laut tergantung pada temperatur, pH, konsentrasi ion, larutan super jenuh, nukleasi dan difusi. Kerak dalam instalasi MSF dapat terjadi di bagian dalam pipa perpindahan panas, pipa pemanas brine, water boxes, permukaan tube sheets dan demister pads. Kerak mengurangi keefektifan (produksi dan konsumsi panas) dari proses. Untuk menghindari pengurangan unjuk kerja yang disebabkan pengendapan kerak, unit desalinasi menggunakan kontrol kerak. Untuk mengontrol problem kerak ini, metode yang dapat digunakan adalah penambahan asam, penambahan aditif (inhibitor kerak) dan pembersihan mekanik. Asam yang ditambahkan ke air laut harus stoikiometri (tepat), karena penambahan yang berlebihan akan meningkatkan problem korosi. Penggunaan inhibitor kerak seperti jenis polifosfat, fosfonat, poliakrilat dan poliamaleat, masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian. Kata kunci: Kerak, MSF Desalination, Inhibitor.   ABSTRACT SCALING PHENOMENA IN DESALINATION WITH MULTI STAGE FLASH DISTILLATION (MSF). Assessment of scaling phenomena in MSF desalination has been carried out. Scale is one of predominantly problem in multi stage flash (MSF) desalination installation. The main types of scale in MSF are carbonat calcium (CaC03), hydroxide magnesium (Mg(OH)2) dan sulphate calcium (CaS04). CaC03 dan Mg(OH)2 scales result from the thermal decomposition of bicarbonate ion, however sulphate calcium scale result from reaction of calcium ion and sulfat ion present in seawater. The rate of formation scale in seawater depends on temperature, pH, concentration of ions, supersaturated solution, nucleation and diffusion. The scales in MSF installation can occur inside heat exchanger tube, brine heater tubes, water boxes, on the face of tube sheets and demister pads. Scaling reduces effectiveness (production and heat consumption) of the process. To avoid the reductions in performance caused by scale precipitation, desalination units employ scale control. To control this scaling problem, the following methods can be used; acid, additive (scale inhibitors) and mechanical cleaning. Stoichiometric amounts of acid must be added to seawater, because addition excess of acid will increase corrosion problems. Using of scale inhibitors as polyphosphates, phosphonates, polyacrylates and polymaleates have advantage and disadvantage. Keywords: Scale, MSF Desalination, Inhibitor.
Hal Belakang JPEN 2011 Volume 13 No 2 Desember Hal Belakang
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.2.3426

Abstract

STUDI PERBANDINGAN ARSITEKTUR SISTEM I&C PLTN GENERASI III EPR 1600 DENGAN US-APWR 1700 Nafi Feridian; Arief Heru Kuncoro
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2009.11.2.1436

Abstract

ABSTRAKSTUDI PERBANDINGAN ARSITEKTUR SISTEM I&C PLTN GENERASI III EPR 1600 DENGAN US-APWR 1700. Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang penelitian dan pengembangan energi nuklir, maka dilakukan studi perbandingan arsitektur sistem instrumentasi dan kendali (Instrumentation & Control, I&C) PLTN Generasi III EPR 1600 dengan US-APWR 1700. Sistem I&C adalah salah satu sistem pendukung operasi PLTN sehingga beroperasi dengan aman dan terkendali. Studi ini membandingkan beberapa parameter struktur inti dari arsitektur sistem I&C yang terkait erat dengan persyaratan sistem keselamatan operasi pembangkit. Metodologi yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah studi literatur, pengumpulan data, serta melakukan kajian dan analisis. Dari studi ini diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa antara PLTN EPR 1600 dengan PLTN US-APWR 1700 banyak memiliki kesamaan, yaitu keduanya menerapkan teknologi arsitektur I&C digital yang sudah terkomputerisasi penuh dengan tingkat keselamatan tinggi berdasarkan kode standar persyaratan desain yang bersumber dari kode standar Amerika Serikat. Beberapa perbedaan yang agak menonjol antara keduanya adalah pada pengelompokan sistem safety-related dan non safety-related, sistem kendali dan pemantauan, beberapa pendukung sistem konsep pertahanan berlapis dan beberapa pendukung sistem keselamatan I&C.Kata kunci: PLTN, EPR 1600, US-APWR 1700, arsitektur sistem I&C ABSTRACTCOMPARATION STUDY ON I&C SYSTEM ARCHITECTURE OF THE THIRD GENERATION NPP BETWEEN EPR 1600 AND US-APWR 1700. In order to support government’s programs on research and development of nuclear energy, so a comparative study has been conducted on I&C system architecture of the third generation Nuclear Power Plant (NPP) of EPR 1600 and US-APWR 1700. I&C system is one of supporting systems in nuclear power plant in such away that the nuclear reactor operation can be safely and controllabl. This study compares parameters on main structure of I&C system architecture related with safety system of nuclear power plant operation.The methodology of this study are literature study, data collection, review and analysis. It can be concluded although the two system have some have similarities, both of them have implemented a modern digital and komputerized I&C system architecture with high ability of safety level and suitable with American code standard. But in general, they have difference parameters, such as classification of safety-related and non safety-related group, control and monitoring system, supporting systems of defence in depth and also supporting systems of I&C safety.Keywords: NPP, EPR 1600, US-APWR 1700, I&C system architecture
PERHITUNGAN BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK KLT-40 DENGAN SEWA-BELI Sriyana Sriyana
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2000.2.1.2010

Abstract

ABSTRAK PERHITUNGAN BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK KLT-40 DENGAN SEWA-BELI. Aspek ekonomi dari suatu studi kelayakan merupakan hai yang penting. Pada tulisan ini disajikan perhitungan biaya pembangkitan sepanjang umur manfaat KLT-40 dan perhitungan biaya pembangkitan dengan opsi sewa-beli selama 5 tahun. Profit sebaran biaya investasi lima tahunan sepanjang umur manfaat (30 tahun) diasumsikan sebagai berikut : 20%, 30%, 15%, 15%, 10%, 10%. Berdasarkan perhitungan dapat ditunjukkan bahwa biaya pembangkitan listrik selama umur manfaat adalah sebesar 9,86 cents$/kWh. Apabila sebaran investasi selama umur manfaat diasumsikan merata maka biaya pembangkitan dengan sewa-beli selama 5 tahun adalah sebesar 7,51 cents$/kWh. Sesuai dengan asumsi profit sebaran biaya investasi di atas maka diperoleh biaya pembangkitan berturut-turut sebesar : 7,92; 9,17; 7,30; 7,30; 6,67; 6,67 cents$/kWh.   ABSTRACT KLT-40 GENERATING COST CALCULATION WITH LEAST-BUY OPTION. Economic aspect has an important role in a project feasibility study. This paper describe the calculation of generating cost all over the useful life of KLT-40 and also perform a calculation of generating cost with least-buy option for 5 years, in the range of useful life of KLT-40. Five years deployment of investment cost profile all over useful life (30 years) assumed : 20%, 30%, 15%, 15%, 10%, 10%. Base on the flatly deployment of investment cost for useful life (average), the calculation give cents$ 7.51/kWh for generating cost, compared with cents$ 9.86/kWh for all over useful life. And in correlation with the five years deployment of investment cost profile assumption, the generating cost will be : 7.92, 9.17, 7.30, 7.30, 6,67, and 6.67 cents$/kWh.
Rantai Pasok Industri Baja untuk Pembangunan PLTN di Indonesia Dharu Dewi; Sahala Maruli Lumbanraja
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2017.19.1.3549

Abstract

RANTAI PASOK INDUSTRI BAJA UNTUK PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA. Dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dibutuhkan material baja untuk pembuatan komponen berat maupun material struktur untuk konstruksi sipilnya. Industri nasional diharapkan mampu memasok komponen baja PLTN khususnya untuk kebutuhan komponen non nuklir. Rantai pasok industri baja sangat diperlukan untuk mengetahui potensi industri baja dari hulu sampai hilir yang diharapkan dapat mendukung pembangunan PLTN tersebut secara berkelanjutan. Jenis baja yang dibutuhkan dalam konstruksi  PLTN adalah  baja struktur, rebar, pelat baja dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi rantai pasok industri baja dari industri hulu sampai hilir sehingga dapat melihat kemampuan industri nasional dalam memasok kebutuhan baja untuk pembangunan PLTN. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dan survei industri dengan cara purposive sampling test yakni mengirimkan kuesioner dan melakukan kunjungan teknis ke industri yang dianggap berpotensi  memasok komponen baja untuk konstruksi PLTN. Dari hasil analisis terhadap kuesioner dan survei telah diperoleh industri baja Indonesia yang mampu memasok baja untuk bahan konstruksi PLTN non nuklir, yaitu PT. Krakatau Steel, PT. Gunung Steel Group (PT. Gunung Garuda dan PT. Gunung Raja Paksi), PT. Cilegon Fabricators dan PT. Ometraco Arya Samanta. Sedangkan bahan baja untuk komponen utama dengan grade nuklir, seperti bahan baja untuk bejana reaktor dan bejana tekan, industri baja Indonesia belum mampu memasoknya, karena belum memenuhi persyaratan spesifikasi, kode dan standar grade nuklir Oleh karena itu, industri baja Indonesia harus meningkatkan kemampuan, baik dalam pengolahan bahan baku dan kemampuan fabrikasi agar dapat memenuhi persyaratan tersebut.
ANALISIS KONFIGURASI KOPLING PLTN DAN INSTALASI DESALINASI BERBASIS PERHITUNGAN EKONOMI Erlan Dewita; Dedy Priambodo; Sudi Ariyanto
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.2.1469

Abstract

ABSTRAKANALISIS KONFIGURASI SISTEM KOPLING PLTN DAN INSTALASI DESALINASI BERBASIS PERHITUNGAN EKONOMI. PLTN kogenerasi potensial diterapkan pada daerah yang mengalami krisis energi listrik dan air bersih melalui kopling antara PLTN dan instalasi desalinasi (desalinasi nuklir). Dewasa ini, terdapat beberapa desalinasi nuklir yang sudah beroperasi secara komersial menggunakan beberapa tipe reaktor sebagai sumber panas seperti: LWR (PWR dan BWR), walaupun tidak menutup kemungkinan penggunaan tipe reaktor lainnya, seperti: HTGR, HWR dan lain-lain. Sedangkan teknologi desalinasi yang sudah beroperasi secara komersial dan berproduksi dalam skala besar adalah Multi-Stage Flash (MSF), Multi-Effect Distillation (MED) untuk proses distilasi termal dan Reverse Osmosis (RO) untuk proses membran, maupun teknologi hibrid, seperti: MED-RO, MSF-RO dan MED-RO-TVC. Tujuan studi menganalisis konfigurasi sistem kopling PLTN dan instalasi desalinasi yang optimum ditinjau dari biaya air dengan pertimbangan aspek teknologi, ekonomi dan keselamatan. Metodologi yang digunakan adalah melakukan studi perbandingan beberapa konfigurasi kopling: PWR-RO, PWR-MED, PWR-MSF, PWR-MED-RO, PWR-MSF-RO, PWR-MED-RO-TVC dan HTGR-RO, HTGR-MED, HTGR-MSF, HTGR-MED-RO, HTGR-MSF-RO dan HTGR-MED-RO-TVC, serta melakukan simulasi menggunakan program DEEP.4, untuk reaktor dengan daya thermal 330 MWth, kapasitas produksi air 40.000 m3/hari, temperatur air laut 28,9°C, TDS 30.000 ppm dan discount rate 10%. Hasil studi menunjukkan biaya air hasil konfigurasi kopling HTGR-MED-RO lebih rendah dibanding untuk konfigurasi kopling lainnya.Kata kunci: konfigurasi, kopling, desalinasi, nuklir, PLTN ABSTRACTCONFIGURATION OPTIMIZATION FOR COUPLING SYSTEMS OF NUCLEAR POWER PLANT AND DESALINATION INSTALLATION BASED ON ECONOMIC CALCULATION. Cogeneration NPP is potential to be applied in areas with water and electricity deficit through coupling of NPP and desalination installation (nuclear desalination). Nowadays, there are several nuclear desalination that are commercially in operation and using several nuclear reactor types as heat source, such as : LWR (PWR dan BWR), LWR (PWR dan BWR), although there is also possibility the use of other reactor types, such as: HTGR, HWR and others. The desalination technology has already commercially operated and in the large-scale production, namely: multi-stage flash (MSF) and multi-effect distillation (MED) for thermal process, reverse osmosis (RO) for membrane process, and hybrid technologies, such as: MED-RO, MSF-RO and MED-RO-TVC. In order to analyze configurations for coupling system of NPP and desalination installation in order to get optimum water cost (lowest cost) by considering economic, safety and technology aspects. Study is done by comparing several coupling configurations: PWR-RO, PWR-MED, PWR-MSF, PWR-MED-RO, PWR-MSF-RO, PWR-MED-RO-TVC, HTGR-RO, HTGR-MED, HTGR-MSF, HTGR-MED-RO, HTGR-MSF-RO, HTGR-MED-RO-TVC. Simulation is done by using DEEP-4 programme, thermal power reactor: 330 MWth, water production capacity 40.000 m3/day, seawater temperature 28.9°C, TDS 30.000 ppm and discount rate 10%. The result showed that water cost of HTGR-MED-RO coupling configuration is lower than another coupling configurations.Keywords: configuration, coupling, desalination, nuclear, NPP

Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue