cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 343 Documents
Hal Muka JPEN 2008 Volume 10 Nomor 2 Desember Hal Muka
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2008.10.2.3444

Abstract

ANALISIS EMISI CO2 PADA STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN PEMBANGKITAN LISTRIK WILAYAH BANGKA BELITUNG DENGAN OPSI NUKLIR Rizki Firmansyah Setya Budi; Suparman Suparman; Djati Hoesen Salimy
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.1.1461

Abstract

ABSTRAKANALISIS EMISI CO2 PADA STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN PEMBANGKITAN LISTRIK WILAYAH BANGKA BELITUNG DENGAN OPSI NUKLIR. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penurunan emisi CO2 pada studi perencanaan pengembangan pembangkitan listrik wilayah Bangka Belitung dengan opsi nuklir. Studi perencanaan pengembangan pembangkitan listrik dilakukan dengan WASP IV. Kandidat pembangkit yang digunakan untuk pengembangan adalah PLTU Batubara 50 MW, PLTG 50 MW, PLTN 100 MW, dan PLTU Biomassa 7 MW. Dua kasus yang dikembangkan, adalah: Kasus RUPTL dan Kasus Industrialisasi. Setiap kasus dibagi menjadi dua sub kasus yaitu : Tanpa Nuklir dan Dengan Nuklir. Hasil studi menunjukkan bahwa emisi CO2 dari sistem pembangkitan listrik wilayah Bangka Belitung akan berkurang dengan masuknya PLTN ke dalam sistem kelistrikan. Dari simulasi terlihat bahwa PLTN akan masuk ke jaringan pada kisaran tahun 2020-an, dan masuknya PLTN akan berimplikasi pada penurunan emisi CO2 dari sistem pembangkitan listrik. Pada akhir tahun studi (2030), jika dibandingkan opsi tanpa nuklir, emisi CO2 akan berkurang sebesar 35% untuk kasus RUPTL dan 52% untuk kasus industrialisasi.Kata kunci: perencanaan pengembangan, emisi CO2, nuklir ABSTRACTTHE ANALYSIS OF CO2 EMISSION AT THE STUDY OF ELECTRICITY GENERATION DEVELOPMENT PLANNING WITH NUCLEAR OPTION FOR BANGKA BELITUNG REGION. The goal of the study is to analyze the decrease of CO2 emission at the study of electricity generation development planning at Bangka Belitung region with nuclear option. The study of electricity generation development planning was done using WASP IV. The plant candidates that are used for the expansion are 50 MW Coal Plant, 50 MW Gas Plant, 100 MW Nuclear Plant, and 7 MW Biomass Plant. There are two case studies, RUPTL Case Study and Industrialization Case Study, each of which consists of two sub case studies, without and with nuclear. The result showed that CO2 emission from electricity generation at Bangka Belitung grid decreases as nuclear power plant introduced at the system. The simulation showed that nuclear will enter the system in around 2020’s. At the end of the study period (year of 2030) CO2 emission from electricity generation at Bangka Belitung grid will decrease about 35% for RUPTL case and 52% for industrialization case study in 2030.Keywords: expansion planning, CO2 emission, nuclear
ASPEK BAHAN BAKAR DALAM RENCANA PEMBANGUNAN PABRIK LISTRIK DAN AIR Dl MADURA Moch. Djoko Birmano
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2002.4.2.2044

Abstract

ABSTRAK ASPEK BAHAN BAKAR DALAM RENCANA PEMBANGUNAN PABRIK LISTRIK DAN AIR DL MADURA. Studi tentang aspek bahan bakar daiam rencana pembangunan pabrik listrik dan air di Madura telah dilakukan. Dalam bidang kelistrikan ada banyak bahan bakar yang dapat digunakan untuk memproduksi listrik. Jenis bahan bakar yang dinominasikan dalam perencanaan pembangunan pabrik listrik dan air di Madura adalah minyak, gas, batubara dan bahan bakar nuklir (BBN). Banyak parameter yang harus dipertimbangkan untuk membangun sebuah pembangkit listrik, diantaranya ketersediaan bahan bakar dan infrastruktur pendukungnya yang akan menjamin pasokan atau penyediaan bahan bakarnya. Makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran tentang aspek ketersediaan bahan bakar beserta infrastruktur yang mendukungnya yang akan dapat dipakai sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk memilih jenis bahan bakar yang terbaik dalam studi kelayakan pembangunan pabrik listrik dan air di Pulau Madura. Berdasarkan hasil pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa minyak, gas, batubara dan BBN mempunyai kelebihan dan kekurangan yang spesifik dan berbeda satu sama lain dalam pengadaanya. Untuk memilih bahan bakar yang terbaik masih memerlukan studi yang lebih luas, menyeluruh dan mendalam dari aspek teknologi, ekonomi dan pendanaan.   ABSTRACT THE FUEL ASPECT IN PLANNING OF CONSTRUCTION OF POWER AND WATER PLANTS IN MADURA ISLAND. Study on fuel aspect in planning of construction of power and water plants in Madura Island has been done. In the electricity sector, there are some fuel types that can be used a power plant to produce electricity. Fuel types that nominated in planning of power and water plants in Madura are oil, gas, coal, and nuclear fuel. Many parameters have to be considered to build a power plant such as fuel availability and supporting infrastructure that will secure the continuity of fuel supply. The objective of this paper is to give information and illustration of fuel availability aspects as well as supporting infrastructure that can be used as one of considerations to select best fuel type in the feasibility study of the power and water plant construction in Madura Island. Based on the results of data and informations that have been collected from some sources can be concluded that oil, gas, coal and nuclear have some advantages and disadvantages that spesific and differ between one another in its supply. To select the best fuel type still need study that more wide, comprehensive and deeper viewed from aspects of technology, economy and financing.
Strategi Pemeliharaan Komponen pada Sistem Pendingin RSG-GAS Berdasarkan Estimasi Interval Waktu Perawatan Entin Hartini
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2018.20.2.4952

Abstract

STRATEGI PEMELIHARAAN KOMPONEN PADA SISTEM PENDINGIN RSG-GAS BERDASARKAN ESTIMASI INTERVAL WAKTU PERAWATAN. Proses penuaan akan menyebabkan penurunan keandalan dan kinerja reaktor, oleh karena itu diperlukan pemeliharaan sistem/komponen reaktor yang optimal. Pemeliharaan korektif terhadap sistem/komponen berdampak pada frekuensi kerusakan dan biaya perawatan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan proses pendekatan manajemen keandalan dengan melakukan perencanaan interval pemeliharaan. Skenario pemeliharaan dapat dilakukan berdasarkan penggantian komponen sesuai dengan mean time to failure (MTTF) dan ketika keandalan komponen memenuhi presentase yang ditargetkan. Metodologi yang digunakan adalah uji distribusi data dan estimasi parameter untuk menetukan interval waktu perawatan dan keandalan komponen. Data yang dievaluasi adalah data perawatan komponen dari sistem pendingin RSG-GAS teras 81 sampai 94 tahun 2013-2017. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa untuk meminimalkan jumlah downtime berdasarkan interval waktu perawatan dan nilai keandalan komponen, maka strategi perawatan yang dapat dilakukan adalah untuk komponen Pompa Primer (JE-01 (AP01-02)) interval perawatan 245,27 hari dengan peluang keandalan komponen (R(t)) = 35,2%. Untuk komponen Instrumentasi Pengukuran Aktivitas γ (PA01-02/CR001) interval perawatan 203,57 hari dengan peluang keandalan komponen (R(t)) = 51,1%. Sedangkan jika diinginkan keandalan komponen sebesar 60% maka dapat dilakukan interval waktu perawatan 144,23 hari untuk komponen JE-01 (AP01-02) dan 160,35 hari untuk komponen PA01-02/CR001.Kata kunci: keandalan, perawatan, sistem pendingin, RSG-GAS
PERHITUNGAN FAKTOR EMISI CO2 PLTU BATUBARA DAN PLTN Ari Nugroho
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2013.15.1.1614

Abstract

ABSTRAK MODIFIKASI BENCHMARK DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKURASI PENGUKURAN DEFORMASI DI MURIA. Monitoring deformasi di sekitar Gunung Muria, Jawa Tengah direkomendasikan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency) untuk dilakukan di sekitar calon tapak PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang perubahan deformasi akibat adanya aktivitas vulkanik dari Gunung Muria sebagai analisis awal bahaya Gunung Muria terhadap keselamatan bangunan PLTN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketelitian dari dua sesi pengukuran deformasi dengan BM (Benchmark) yang berbeda. Pada penelitian ini digunakan alat GPS (Global Positioning System) geodetik jenis Trimble R7 GNSS. Pengukuran pada Bulan April s/d Juli 2011 digunakan BM standar, dilakukan di delapan BM yaitu BKI (Bopkri), UJW (Ujung Watu), PDP (Perdopo), RTW (Rahtawu), RGG (Rengging), KTP (Ketek Putih), CRG (Cranggang), DM (Danyang Mulyo) dan di pantau terhadap satu BM bernama Mijen. Pengukuran pada bulan November 2011 digunakan BM yang sudah dimodifikasi, dilakukan di enam BM yaitu BKI, PDP, RTW, RGG, KTP, CRG dan di pantau terhadap BM yang sama. Hasil pengukuran dengan BM standar menghasilkan ketelitian horisontal berkisar  4 - 7 mm dan vertikal 16 - 28 mm, sedangkan untuk BM yang sudah dimodifikasi menghasilkan ketelitian horisontal berkisar 0,6 mm - 1,3 mm, dan vertikal 0,3 - 0,6 mm. Kata kunci: Deformasi, global positioning system, metode diferensial ABSTRACT THE EFFECT OF MODIFIED BENCHMARK ON THE ACCURACY OF MEASURING THE DEFORMATION AT MURIA. The monitoring of deformation surrounding the Muria mountain is recommended by The IAEA (International Atomic Energy Agency). In addition, this study also to provide the   data of deformation caused by the volcanic activity of Mount Muria, as a basic study in analyzing the volcanic hazard toward the NPP (Nuclear Power Plant). The main purpose of this study is to discover the accuracy between the two measurements by using the different BM (Benchmark). This study uses geodetic GPS (Global Positioning System) Trimble R7 GNSS.  The measurement in the month of April to July 2011 used the standar BM and conducted in eight BM which are BKI (Bopkri), UJW (Ujung Watu), PDP (Perdopo), RTW (Rahtawu), RGG (Rengging), KTP (Ketek Putih), CRG (Cranggang), DM (Danyang Mulyo) and refer to one reference BM named Mijen. The measurement in the month of November 2011 used the modified BM and conducted in six BM which are BKI, PDP, RTW, RGG, KTP, CRG refered to the same reference BM named Mijen. These measurements resulted data in the range of 4-7 mm (horizontal), 16-28 mm (vertical), and in the range of 0.6 mm - 1.3 mm (horizontal), 0.3 mm – 0.6 mm, respectively. Keywords: Deformation, global positioning system, differential method
PENGEMBANGAN PLC TRAINER SERBAGUNA UNTUK SIMULATOR SISTEM KESELAMATAN DAN KEANDALAN REAKTOR Syaiful Bakhri
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2014.16.1.2712

Abstract

PENGEMBANGAN PLC TRAINER SERBAGUNA UNTUK SIMULATOR SISTEM KESELAMATAN REAKTOR. PLCadalahsalah satu perangkat pengontrolan yang sangat penting di instalasi reaktor terkini yang berbasis sistem instrumentasi dan digitalcontrol.Beberapa penelitian telah mendemonstrasikan hasil yang menjanjikan termasuk implementasinya di reaktor riset RSG GAS.Namun analisis kehandalan dan keselamatan terhadap sistem berbasis PLC ini tidaklah dapat dilakukan dengan bebas pada sistem terpasang.Tujuan penelitian mengembangkan PLC trainermenggunakan PLC mikro OMRON CPM1A yang nantinya berguna untuk implementasi simulator berbagai topik sistem keselamatan reaktor.Metode yang digunakan meliputi dus pengujian fungsi untuk menunjukkan unjuk kerja PLC, yaitu pengujian aplikasi logika sistem proteksi reaktor RSG-GAS, dan aplikasinya dalam pengendalian level ketinggian air pada perangkat simulasi dua tangki. Hasil menunjukkan sistem PLC mampu mengidentifikasiurutan inisiator logika SCRAM sekaligus meresponnya seketika.Hasil aplikasi pengendalian level juga berhasil mendemonstrasikan kesederhanaan sistem pengoperasian dan desain dengan tetap menjamin unjuk kerja terbaiknya.
EFEK KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR TERHADAP BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK Djati Hoesen Salimy; Ida Nuryatin Finahari; Masdin Masdin
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2005.7.2.1942

Abstract

ABSTRAK EFEK KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR TERHADAP BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK. Kontribusi harga daur bahan bakar nuklir terhadap total biaya pembangkitan listrik pada PLTN relatif kecil sekitar 15-30%, dibanding PLTU berbahan bakar batubara (40-60%) maupun PLTU berbahan bakar minyak/gas (70-80%). Kondisi ini akan memberi efek biaya pembangkitan listrik yang lebih stabil terhadap fluktuasi kenaikan harga bahan bakar. Dari studi ini terlihat bahwa jika diasumsikan terjadi kenaikkan harga uranium alam sebesar 100% akan mengakibatkan kenaikan harga daur bahan bakar nuklir sebesar 29%. Karena kontribusi harga uranium alam terhadap total harga daur bahan bakar nuklir adalah sekitar 29%, dan kontribusi harga daur bahan bakar nuklir terhadap total biaya pembangkit listrik relatif kecil (15-30%), kenaikan harga uranium alam sebesar 100% akan mengakibatkan naiknya biaya pembangkitan listrik hanya sekitar 4-8%. Pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil, jika diasumsikan terjadi kenaikan harga bahan bakar sebesar 100% akan mengakibatkan naiknya biaya pembangkitan listrik sebesar 40-65% pada PLTU batubara, dan sebesar 70-85% untuk PLT minyak bumi/gas. Kata kunci: bahan bakar fosil, uranium alam, daur bahan bakar   ABSTRACT THE EFFECT OF FUEL COST INCREASING TO THE ELECTRICITY GENERATING COST. The contribution of the nuclear fuel cycle cost to the total of nuclear power generating cost is relatively small, about 15-30%, compared to the contribution of the fuel cost in the coal-generated electricity (40-60%), or in the gas/oil-generated electricity (70-80%). This condition will give the effect that once a nuclear power plant is built, the future generation cost are much less sensitive to the change in the fuel prices fhan in the case of fossil fuel power plants. The study shown that if assumed the natural uranium price were double, the total nuclear fuel cycle cost would increase by about 29%. Because the contribution of the natural uranium price to the total nuclear fuel cycle cost is about 29%, and the contribution of the nuclear fuel cycle cost to the nuclear generation cost is relatively small, the assumed of 100% increase of natural uranium price would increase nuclear electricity generating cost by only about 4-8%. As a comparison, if assumed a 100% increase in fossil fuel prices would increase the electricity generating cost by about 40-65% for coal-pwer plants, and about 70-85% for oil/gas-power plants. Keywords: fossil fuel, natural uranium, fuel cycle
Aplikasi Penginderaan Jauh Dalam Pemetaan Penggunaan Lahan Detil Tapak RDE, PUSPIPTEK Serpong Heni Susiati; Habib Subagio
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2016.18.2.3232

Abstract

Telah dilakukan pemetaan tutupan lahan dan perkembangannya dalam skala detil (1 : 5.000) dengan radius 5 km dari pusat tapak rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) di Kawasan Nuklir Serpong (KNS), PUSPIPTEK Serpong. Tujuan penelitian adalah untuk membuat database penggunaan lahan skala detil 1:5.000 sebagai persiapan dalam rencana pembangunan RDE dan melengkapi peta tutupan lahan skala 1: 10.000. Metode penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pengumpulandan pengolahan data citra, ground check lapangan, analisis penggunaan lahan radius 300-500 m, radius 1,2,3,4, dan 5 km dari tapak RDE, serta perubahan penggunaan lahan tahun 2014-2015. Pengolahan citra satelit dilakukan di Pusat Pemetaan dan Tataruang, Badan Informasi Geospasial (BIG). Pengolahan data menggunakan program ArcGis dan Er Mapper, sedangkan analisis data citra satelit menggunakan Image Analysis yang merupakan salah satu tool dalam ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan KNS setelah radius 3 km merupakan pemukiman yang padat di berbagai tempat. Perubahan penggunaan lahan pada tahun 201 4-201 5 menunjukkan bahwa terjadi perkembangan pesat pemukiman ditunjukkan dengan peningkatan luasan pemukiman di bagian Utara – Timur kawasan PUSPIPTEK.
ANALISIS PENGURANGAN EMISI DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN JAWA-BALI Suparman Suparman
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.1.1993

Abstract

ABSTRAK Guna memenuhi kebutuhan tenaga listrik di masa mendatang perlu dilakukan suatu perencanaan yang baik. Pengusahaan listrik selain atas dasar harga yang termurah juga harus memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pembangkit. Telah dilakukan analisis pengurangan emisi pada perencanaan pengembangan sistem kelistrikan Jawa-Bali menggunakan dua buah program yang diintegrasi yaitu program WASP dan IMPACTS. Langkah pertama adalah menentukan suatu konfigurasi sistem energi atas dasar pertimbangan teknik dan ekonomi dengan menggunakan program WASP. Kemudian ditentukan besarnya polutan udara seperti-Partikel, S02, NOx dan VHC dengan program IMPACTS. Hasil dari IMPACTS ini dijadikan dasar penyusunan strategi atau kasus pengembangan sistem kelistrikan sehingga akan didapat suatu konfigurasi yang optimal baik dari segi biaya maupun dari segi dampak lingkungan.   ABSTRACT In order to fulfil the demand of electric energy in the future, a good planning needs to be done. The generation of electricity is not only based on the lowest price, but it must also consider the environmental impact caused by the generation. Therefore, an analysis to find an optimization from the financing aspect as well as the environmental aspect needs to conducted. The analysis of emission abatement on Jawa-Bali electricity system, expansion planning is conducted by using two integrated programs: WASP and IMPACTS. The first step, is to determine an energy system configuration based on the technical and the economic considerations by using the WASP program. Then, the amount of air pollution like part, S02, NOx and VHC is determined by using the IMPACTS program. The result of the IMPACTS program is then used as the base in preparing the strategy for or the scenario of the electricity system development such that an optimum configuration is obtained from the financing aspect as well as the environment aspect.
Hal Muka JPEN 2010 Volume 12 Nomor 1 Juni Hal Muka
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2010.12.2.3434

Abstract

Page 7 of 35 | Total Record : 343


Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue