JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 18 No. 1 (2017)"
:
30 Documents
clear
STUDI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DI LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH KABUPATEN BANGKA TENGAH
Suryati, Tuti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (499.285 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v18i1.81
Kegiatan penambangan timah telah merusak lahan subur menjadi lahan yang sangat kritis yang merusak ekosistem di dalamnya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengembalikan lahan tersebut menjadi lahan produktif adalah melalui reklamasi atau revegetasi. Untuk meningkatkan keberhasilan program tersebut salah satunya dilakukan dengan penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikoriza lokal dari lahan pasca tambang timah Kabupaten Bangka Tengah yang akan dikembangkan sebagai sumber inokulum untuk kemudian diaplikasikan dalam pemulihan lahan pasca tambang timah di Kabupaten Bangka Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis jumlah spora FMA dari 23 sampel tanah di area rizosfir tumbuhan lahan pasca tambang timah ditemukan 3 genus FMA, yakni Glomus sp., Gigaspora sp., dan Acaulospora sp. Glomus ditemukan di sebagian besar lokasi penelitian. Jumlah spora terbanyak ditemukan dari rizosfir akar Pennisetum purpureum Schumach yang berjumlah 82 spora/50 g tanah dengan 2 jenis FMA yakni Gigaspora dan Glomus yang diperoleh dari lokasi lahan pasca tambang Nibung. Persentase kolonisasi terbesar yaitu 52% ditemukan pada akar Cyperus polystachyus Rottb dari lahan pasca tambang timah Kayu Ara.Kata Kunci : Fungi mikoriza arbuskula, lahan pasca tambang timah, reklamasi, remediasi
BIOAKUMULASI TIMBAL PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATERAI OLEH ACINETOBACTER SP. IRC2 MENGGUNAKAN BIOFILTER LEKAT DIAM
Sopiah, Nida;
Irawati, Wahyu;
Sulistia, Susi;
Prasetyo, Djoko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5073.667 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v18i1.74
Acinetobacter sp. IrC2 merupakan bakteri yang memiliki sifat multiresistensi terhadap berbagai logam berat, tembaga, kadmium, timbal dan seng. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari karakterisasi bioakumulasi timbal oleh Acinetobacter sp. IrC2 dalam menyisihkan kadar timbal pada air limbah bateraiyang diolah menggunakan biofilter lekat diam bermedia sarang tawon. Efisiensi penyisihan kadar timbal ditentukan dengan berkurangnya kadar timbal menggunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bioakumulasi timbal mengalami fluktuasi secara berkala dalam airlimbah yang diolah Acinetobacter sp IrC2. Efisiensi penyisihan kadar timbal pada jam ke-28 adalah sebesar 86,5% (6,31mg)/L dan pada jam ke-176 kadar timbal dalam air olahan limbah baterai dalam bioreaktor menjadi kurang dari 0,01 mg/L. Dengan demikian maka Acinetobacter Sp. IrC2 mampu bertindak sebagai agen bioremediasi dalam menyisihkan kadar timbal dalam air limbah baterai dengan menggunakan biofilter lekat diamKata kunci: Acinetobacter sp. IrC2, timbal, bioakumulasi, biofilter lekat diam
ESTIMASI EMISI GAS METANA DARI FERMENTASI ENTERIK TERNAK RUMINANSIA MENGGUNAKAN METODE TIER-1 DI INDONESIA
Akhadiarto, Sindu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.092 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v18i1.38
Ternak ruminansia seperti sapi, kambing, domba dan kerbau mempunyai sistem pencernaan khusus yang memungkinkan melepas gas metana (CH4) keluar ke atmosfer melalui proses eruktasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menduga total emisi gas CH4 dari fermentai enterik ternak ruminansia di Indonesia melalui metode Tier-1 (2007). Hasil perhitungan estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara populasi dengan nilai estimasi emisinya. Indonesia mempunyai tingkat pertumbuhan ternak ruminansia sebesar 5.55% per tahun dengan nilai estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik sebesar 5.35%. Nilai total estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia adalah sebesar 1.066,63 Gg CH4/tahun atau 22,40 Gg CO2 ekuivalen/tahun pada tahun 2013. Nilai emisi tersebut sangat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan total emisi gas CH4 dari sektor peternakan di beberapa Negara di dunia. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia di Indonesia perlu dikembangkan melalui pendekatan metode estimasi lainnya (Tier-2 atau Tier-3) yang memerlukan dukungan data yang lengkap mengenai karakteristik ternak dan koefisien cerna energi ternak ruminansiadengan pakan yang berbeda di Indonesia.Kata kunci : emisi, metana, ruminansia, fermentasi enterik
MODEL HUBUNGAN WAKTU TERJADINYA TUMPAHAN MINYAK DI SUATU LOKASI DENGAN BENTUK SEBARANNYA PADA DAERAH TERDAMPAK STUDI KASUS: TUMPAHAN MINYAK DI SEKITAR PESISIR LHOKSEUMAWE-NAD
Suwedi, Nawa
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (814.301 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v18i1.1741
"> Maraknya kegiatan eksplorasi dan ekploatasi minyak dan gas bumi yang dilakukan di lepas pantaiLhokseumawe-NAD berpotensi menimbulkan terjadinya tumpahan minyak yang secara langsung jugaberpotensi mengancam kelestarian taman laut nasional dan keindahan lingkungan pantai yang ada disekitar Pulau Weh. Sebagai upaya untuk mengurangi ancaman tersebut, model Oil Spill dapatdigunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan dalam penanganan dan penanggulangantumpahan minyak secara dini. Model Oil Spill mempunyai kemampuan untuk mensimulasikanminimum drifting time dan pola sebaran tumpahan minyak yang ada di sekitar perairan Lhokseumawe.Berdasarkan hasil simulasi, pada bulan Januari, Pebruari, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober,Nopember, atau Desember tumpahan minyak yang terjadi di sekitar perairan Lhokseumawe akansampai ke Pulau Weh dengan Minimum drifting time berkisar antara 24 jam – 288 jam dan bergantungpada kondisi angin dan arus harian. Pada bulan Maret sebaran tumpahan minyak tidak mencapaipantai Pulau Weh tetapi menyebar cenderung ke sebelah utara Pulau Weh. Pada bulan April atauMei sebaran tumpahan minyak tidak pernah sampai ke Pulau Weh.Kata Kunci: Tumpahan minyak, minimim drifting time, sebaran tumpahan minyak, Lhokseumawe,model
PENDEKATAN SANITASI UNTUK PEMULIHAN KONDISI AIR TANAH DI PERKOTAAN STUDI KASUS : KOTA CIMAHI, JAWA BARAT
Hastuti, Elis;
Nuraeni, Reni
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.313 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v18i1.1664
Peningkatan pemanfaatan air tanah dan sarana sanitasi setempat yang tidak dikelola di permukiman padat telah berdampak negatif terhadap sistem air tanah, dengan terjadi penurunan muka air tanah dan pencemaran air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat pemakaian air dan pengembangan pengelolaan air imbuhan di zona-zona pemanfaatan air tanah Cekungan Air Tanah (CAT) Bandung, khususnya di Kota Cimahi, Jawa Barat. Pengelolaan air imbuhan di permukiman perkotaan dapat dilakukan dengan pendekatan sanitasi, diantaranya melalui metoda resapan air tanah dari air hujan atau dari air olahan suatu instalasi pengolahan air limbah. Sehingga klasifikasi zona amanair tanah dapat berkelanjutan dan zona rawan atau kritis dapat dilakukan pencegahan dan penanganan di sumber imbuhan. Peresapan curah hujan buatan (artificial recharge) di zona-zona pemanfaatan air tanah dapat menghasilkan peningkatan sebesar 84,97 % dari jumlah total air yang teresapkan secaraalami. Sementara itu berkembangnya sanitasi on site dengan sistem cubluk, cenderung mencemari air tanah. Hal ini dapat dicegah dengan pengelolaan air limbah skala lingkungan, yang bertujuan menghasilkan air olahan yang dapat digunakan kembali atau untuk pengisian air tanah. Pengisian air tanah dari air olahan instalasi pengolahan air limbah skala lingkungan penting untuk mempertimbangkan ketersediaan lahan, kemudahan pengelolaan dan kesehatan masyarakat. Beberapa cara diantaranyadapat menerapkan beberapa tahap pengolahan dengan sistem biofilm, lahan basah buatan sistem aliran di bawah permukaan kemudian pengisian air tanah melalui filtrasi granular.Kata kunci : Air tanah, imbuhan, sanitasi , air hujan, air olahan
PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN STRATEGI ADAPTASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI BANDAR UDARA HASANUDDIN, MAKASSAR
Indriatmoko, Robertus Haryoto;
Purwanta, Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.462 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v18i1.33
Salah satu sektor pembangunan di Indonesia yang tidak bebas dari ancaman perubahan iklim adalah sektor transportasi udara. Oleh karena, perlu disiapkan strategi adaptasi dampak perubahan iklim. Bandara Hasanuddin Makassar berpotensi terkena dampak peningkatan suhu permukaan, kelembaban udara dancurah hujan dalam sepuluh tahun terakhir. Jika melihat data emisi gas polutan (non-GRK) terlihat bahwa polusi udara belum menjadi ancaman nyata. Namun ancaman yang akan segera dialami adalah berubahnya beberapa parameter meteorologis seperti suhu permukaan, kelembaban dan intensitas curah hujan. Berdasarkan data pemantauan oleh otoritas bandara memperlihatkan untuk rentang waktu 10 tahun sejak 2003 hingga 2013, telah terjadi kenaikan suhu permukaan rata-rata sebesar 10C. Kenaikan suhu permukaan ini juga diikuti kenaikan kelembaban pada rentang waktu yang sama sebesar 5%. Perubahan ketiga komponen iklim ini akan memberi dampak pada sistem penerbangan sehubungan dengan fenomena perubahan iklim. Melalui analisis risiko dan peluang untuk tiap perubahan komponen iklim, akan dapatditentukan dampak negatif dan dampak positif dari suatu fenomena cuaca dan iklim. Ancaman utama atau dampak negatip perubahan iklim bagi bandara Hasanuddin adalah potensi banjir, kekeringan, kebutuhan energi yang meningkat, rusaknya infrastruktur seperti runway, taxiway dan apron serta terganggunya operasional penerbangan akibat cuaca ekstrim. Strategi adaptasi yang tepat untuk bandara Hasanuddinantara lain dengan peningkatan kinerja sistem drainase, sumur resapan, penerapan efisiensi energi dan penggunaan energi ramah lingkungan, penerapan eco-office serta efisiensi proses dan prosedur kerja dalam pelayanan penumpang di bandara.Kata kunci : bandar udara, adaptasi, perubahan iklim
PENATAAN LINGKUNGAN DEMFARM KAKAO BERBASIS MASYARAKAT DAN AGROWISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN
Gunarto, Anton
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.082 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v18i1.1667
Permasalahan kakao di Sulawesi Selatan yaitu produktivitasnya rendah, masih jauh dari potensi produktivitas yang bisa dicapai. Salah satu upaya meningkatkan produktivitas kakao melalui demfarm (demonstration farming) untuk diseminasi (penyebaran) teknologi budidaya standar dan pengolahan kakao standar melalui percontohan dan pelatihan kepada petani kakao. Tujuan penelitian adalah menyusun suatu konsep dan perencanaan penataan lansekap demfarm kakao sebagai sarana diseminasi inovasi teknologi budidaya, pembibitan dan pengolahan kakao, sekaligus pengembangan menuju konsep agrowisata kakao berbasis masyarakat di Kabupaten Soppeng. Konsep penataanmemadukan antara konsep penataan demfarm kakao dan pertamanan yang diupayakan berpedoman pada kaidah-kaidah estetika (keindahan) dan fungsional (kegunaan) suatu kawasan serta kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan. Desain lanskap diwujudkan dalam bentuk site plan yang didominasi pola geometris yang terbentuk dari elemen lunak tapak seperti tanaman kakao dan tanaman hias taman tematiknya. Zonasi yang dibuat, yaitu : Zona umum (4 %), Zona rekreasi (9 %), Zona produksi (81 %), dan Zona pribadi (6 %).Kata Kunci: Kakao, Demfarm, Agrowisata