cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Islamic Studies Journal
ISSN : -     EISSN : 30467608     DOI : https://doi.org/10.62207
Core Subject : Religion,
Discussing Islam, Islamic culture, and Islamic civilization in the context of the contemporary world. The journal aims to promote a deeper understanding of Islam and provide space for in-depth research in Islamic studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)" : 4 Documents clear
COUNTERING ISLAMOPHOBIA IN THE DIGITAL AGE: A SOCIOLINGUISTIC AND MEDIA ANALYSIS Saifuddin Zuhri; Cholid Fadil
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/qx54bn60

Abstract

Digital media plays a crucial role in shaping public perceptions and accelerating Islamophobia through hate speech, stereotypes, and negative representations. Anti-Muslim incidents have increased significantly, for example in the United Kingdom (5,837 incidents in 2024) and Australia (3,254 incidents from January–July 2025), exacerbated by linguistic bias in AI and the virality of online content. This study systematically reviews the literature on linguistic practices and discursive strategies in Islamophobic narratives in digital media, usingnarrative reviewcritically oriented andCritical Discourse Analysis (CDA). Literature searches were conducted in Scopus, Web of Science, and Google Scholar (2000–2025) and analyzed through thematic synthesis.The results show the use of negative lexical content, metaphors, framing, and othering that reinforce polarized narratives, while algorithms and clickbait journalism accelerate the spread of Islamophobic content. Counternarratives from Muslim communities, including the reappropriation of stigmatizing labels, demonstrate the potential for communal resistance and agency. These findings confirm the relevance of CDA and digital sociolinguistics and provide a basis for effective counternarrative strategies to address online stereotypes and discrimination.
PENDEKATAN ANTROPOLOGI DALAM STUDI ISLAM  (TEORI INTERPRETATIF CLIFFORD GEERTZ) Teuku Muhammad Fauzan Robbani
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/73dcw521

Abstract

Artikel ini membahas tentang pendekatan antropologi dalam studi islam. Dalam KBBI antropologi didefinisikan sebagai sebuah ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal usul, aneka warna, bentuk fisik, adat istiadat dan kepercayaannya pada masa lampau. Antropologi sebagai sebuah ilmu kemanusiaan yang sangat berguna untuk memberikan ruang studi yang lebih elegan dan luas, sehingga nilai nilai dan pesan keagamaan bisa disampaikan pada masyarakat yang heterogen. Tugas utama antropologi adalah studi yang mempelajari tentang manusia untuk memungkinkan kita memahami diri kita tentang kesatuan manusia secara esensial dan karenanya yang membuat kita saling menghargai antara satu dengan yang lain. Disamping itu proses penelitian pendekatan antropologi dalam studi islam ini menggunakan metode studi pustaka (library research), peneliti melakukan objek kajian datanya menggunakan data pustaka yang bersumber jurnal teori interpretatif clifford Geertz dan buku pendekatan studi islam yang ditulis oleh Dr. Julhadi,M.A sebagai sumber untuk mendapatkan data-data tersebut. Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui dan mempelajari tentang manusia menjadi sangat penting untuk memahami agama.
MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA DI ERA MASYARAKAT DIGITAL (REFLEKSI QS. AL-HUJURAT AYAT 13) Amrina Anggrarini
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/xnmejz86

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan sosial, budaya, dan keagamaan yang signifikan. Keterbukaan akses terhadap informasi memperkaya wawasan keagamaan, namun juga menimbulkan tantangan berupa ekstremisme, intoleransi, dan disinformation. Dalam konteks ini, moderasi beragama menjadi solusi penting untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan kehidupan beragama di masyarakat majemuk. QS. Al-Hujurat ayat 13 menegaskan kesetaraan manusia, pentingnya saling mengenal (ta’aruf), dan ketakwaan sebagai ukuran kemuliaan, bukan perbedaan suku, ras, atau status sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan sumber data dari tafsir Al-Qur’an, buku, dan jurnal terkait moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai QS. Al-Hujurat ayat 13 dapat memperkuat moderasi beragama di tengah arus informasi digital yang sering memunculkan narasi keagamaan bias dan provokatif. Moderasi beragama tidak melemahkan keyakinan, melainkan menempatkan agama secara proporsional dan berkeadaban. Dalam pendidikan Islam, nilai-nilai ini perlu ditanamkan untuk membentuk generasi religius, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan. Dengan demikian, QS. Al-Hujurat ayat 13 menjadi landasan moral dan teologis bagi pembangunan masyarakat damai dan inklusif di era digital.
PERBANDINGAN KEBEBASAN MANUSIA DENGAN TAKDIR PERSPEKTIF MUKTAZILAH DAN ASY’ARIYAH Syarifah Syarifah; Alfi Julizun Azwar; Fenti Febriani
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/25kz0f53

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan pandangan antara dua aliran besar dalam teologi Islam, yaitu Muktazilah dan Asy’ariyah, mengenai hubungan antara kehendak Tuhan dan kebebasan manusia dalam menentukan takdir. Fokus utama kajian ini adalah memahami bagaimana kedua aliran memaknai konsep takdir dan kehendak bebas, serta menelusuri titik persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif-komparatif, dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Sumber data terdiri atas literatur primer seperti buku Teologi Asy’ariyah, Teologi Islam,  Memahami Aliran Muktazilah dan kitab Al-Ibanah, serta data sekunder berupa tesis, artikel, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muktazilah menekankan kebebasan penuh manusia dalam bertindak, sebagai bagian dari keadilan Tuhan, dan menolak intervensi langsung Tuhan atas perbuatan manusia. Sebaliknya, Asy’ariyah berpandangan bahwa semua perbuatan manusia berada di bawah kehendak mutlak Tuhan, dan manusia hanya memiliki peran pasif berupa usaha (kasb). Meskipun berbeda, keduanya tetap sepakat bahwa Allah Swt adalah penguasa mutlak alam semesta, dan manusia tetap berperan sesuai batas-batas teologis masing-masing. Implikasi penelitian ini mendorong pemahaman teologis yang moderat, kritis, dan relevan terhadap isu takdir dan tanggung jawab manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 4