cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Articles 24 Documents
ANALISIS KINERJA SISTEM AUTO ECONOMODE PADA SISTEM BAHAN BAKAR DUMP TRUCK HD785-7 Yuga Dinata; Bayu Aska Adil
Science and Applied Journal (SIAP) Vol. 3 No. 1 (2026): Science and Applied Journal (SIAP)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi bahan bakar merupakan tantangan utama dalam operasional alat berat di industri pertambangan. PT Saptaindra Sejati mencatat konsumsi bahan bakar tinggi pada dump truck HD785-7 akibat penggunaan Power Mode secara terus-menerus oleh operator. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem Auto Economode berbasis control untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar secara otomatis. Sistem dikembangkan menggunakan PLC Siemens LOGO! V8 dan sensor tekanan suspensi belakang untuk mendeteksi kondisi muatan. Ketika truk kosong, sistem akan secara otomatis mengaktifkan Economy Mode. Data konsumsi bahan bakar diperoleh melalui Vehicle Health Monitoring System (VHMS) dan dianalisis sebelum dan sesudah implementasi. Hasil menunjukkan penurunan konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 6,9% (dari 60,8 L/jam menjadi 56,6 L/jam), dengan potensi penghematan biaya operasional hingga Rp122,3 juta per unit per tahun. Uji ANOVA menunjukkan hasil signifikan terhadap fuel rate (p-value = 0,042), dan effect size besar (Cohen’s d = 0,97) mengindikasikan pengaruh kuat dari sistem terhadap efisiensi. Penerapan sistem ini terbukti efektif meningkatkan efisiensi tanpa menurunkan produktivitas operasional. Sistem ini berpotensi diadopsi secara luas sebagai solusi efisiensi bahan bakar di sektor tambang.
NUSANTARA LESTARI: PETA DARI WARGA SEBAGAI PENJAGA LINGKUNGAN PERAN GENERASI MUDA DALAM PENGAWASAN TAMBANG ILEGAL MELALUI CITIZEN-BASED MAPPING BERBASIS GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM Krendy La Abdillah; Halimah Nurjanah
Science and Applied Journal (SIAP) Vol. 3 No. 2 (2026): Science and Applied Journal (June)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan ilegal merupakan salah satu persoalan lingkungan paling kompleks di Indonesia karena bersifat tersembunyi, cepat berpindah, dan sulit dijangkau oleh sistem pengawasan formal yang cenderung top-down dan reaktif. Di sisi lain, masyarakat lokal sering kali telah mengetahui keberadaan aktivitas tambang ilegal lebih awal, namun pengetahuan tersebut jarang terdokumentasi secara sistematis dan spasial. Artikel ini bertujuan merumuskan gagasan konseptual platform Citizen-Based Mapping berbasis Geographic Information System (GIS) bernama Nusantara Lestari sebagai instrumen pengawasan tambang ilegal yang partisipatif. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dan perancangan konseptual, dengan menganalisis kesenjangan antara sistem pengawasan formal dan pengetahuan spasial masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform ini dirancang melalui empat tahap terstruktur, yaitu pengumpulan data spasial partisipatif oleh warga, kurasi dan verifikasi data melalui overlay dengan RTRW dan peta kerawanan, klasifikasi dan visualisasi risiko dalam peta tematik, serta integrasi hasil ke dalam sistem pengambilan kebijakan pemerintah daerah. Platform dirancang sebagai middleware yang memanfaatkan infrastruktur GIS dan peta publik yang telah tersedia, sehingga sederhana, mudah diskalakan, dan realistis diterapkan di wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Gagasan ini menegaskan peran strategis generasi muda sebagai produsen data, penghubung pengetahuan lokal dengan kebijakan publik, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang partisipatif, preventif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Hebat 2035.
MODEL INTEGRASI KONSEP SPONGE CITY DALAM PENGENDALIAN BANJIR PERKOTAAN DI KOTA PALOPO, SULAWESI SELATAN Kastono Kastono; Gunawan Tari; Mispawati Mispawati
Science and Applied Journal (SIAP) Vol. 3 No. 2 (2026): Science and Applied Journal (June)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Palopo, sebagai kota madya pesisir di Provinsi Sulawesi Selatan, tercatat memiliki indeks risiko bencana kategori tinggi, menempati peringkat ke-14 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, dengan banjir sebagai ancaman dominan yang berulang hampir setiap musim hujan, sebagaimana terlihat pada peristiwa luapan Sungai Latuppa yang merendam pemukiman warga pada tahun 2023 dan 2024. Pertumbuhan permukiman yang tidak sepenuhnya mengikuti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), meningkatnya proporsi permukaan kedap air, serta keterbatasan kapasitas drainase memperbesar limpasan permukaan (runoff) sehingga risiko genangan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi konsep sponge city (kota spons) sebagai pendekatan pengelolaan air hujan berbasis infrastruktur hijau-biru yang disesuaikan dengan karakteristik geografis, hidrologis, dan kelembagaan Kota Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis data sekunder (dokumen RTRW, peta kerawanan bencana, dan data curah hujan) yang diinterpretasikan secara deskriptif-konseptual. Hasil penelitian merumuskan model integrasi tiga zona, yaitu zona hulu berupa konservasi kawasan resapan di Kecamatan Mungkajang dan Wara Barat, zona tengah berupa infrastruktur hijau-biru perkotaan seperti taman resapan, kolam retensi (bozem), dan perkerasan permeabel di kawasan permukiman padat, serta zona hilir berupa restorasi mangrove dan pengendalian rob di pesisir Teluk Bone, yang seluruhnya diintegrasikan dengan revisi RTRW dan penguatan koordinasi lintas sektor. Model ini diharapkan menjadi rujukan awal bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan mitigasi banjir yang berkelanjutan di Kota Palopo.
THE IMPACT OF FOREST FIRES ON CARBON EMISSIONS, BIODIVERSITY LOSS, AND ECOSYSTEM RECOVERY: A LONGITUDINAL STUDY IN TROPICAL FORESTS John F. Sahusilawane; Wilma N Imlabla
Science and Applied Journal (SIAP) Vol. 3 No. 2 (2026): Science and Applied Journal (June)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forest fires are among the most consequential disturbances affecting tropical forest ecosystems, with cascading effects on the global carbon cycle, biodiversity, and long-term ecosystem functioning. This study employs a longitudinal research design to examine how recurrent fire events influence carbon emission trajectories, species diversity, and post-fire ecosystem recovery across tropical forest landscapes in Southeast Asia and the Amazon Basin. Secondary time-series data spanning multiple decades were synthesized from peer-reviewed remote sensing, biomass, and biodiversity monitoring studies. The results indicate that fire-affected tropical forests lose between 19.9 and 46.0 MgC ha⁻¹ of aboveground carbon depending on disturbance type, with full carbon-balance recovery estimated to take more than 150 years under repeated burning regimes. Biodiversity indicators, including tree density, canopy cover, and vertebrate abundance, declined by 58 to 98 percent in burned relative to unburned plots, with the most severe and sustained losses observed among fire-sensitive forest specialist species. Although vegetation structure and carbon stocks showed measurable recovery within twelve to twenty years post-fire, species composition remained persistently altered, with forest-edge richness declining by 20 to 46 percent even after two decades. These findings suggest that while tropical forests exhibit meaningful structural resilience, recurrent fire disturbance drives a durable process of biotic homogenization that undermines long-term ecological integrity. The study underscores the urgency of integrated fire prevention, peatland rewetting, and long-term, context-specific restoration policy to safeguard tropical forest carbon stocks and biodiversity under intensifying climate change.

Page 3 of 3 | Total Record : 24