cover
Contact Name
IDEI: JURNAL EKONOMI & BISNIS
Contact Email
idei.jeb@gmail.com
Phone
+62818391691
Journal Mail Official
idei.jeb@gmail.com
Editorial Address
The Mezzanine A/21, Nginden Semolo, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
IDEI: JURNAL EKONOMI & BISNIS
ISSN : 27221008     EISSN : 27221008     DOI : https://doi.org/10.38076/ideijeb.v6i2
Core Subject : Economy,
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis (ISSN: 2722-1008) bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan bagi para akade­misi, mahasiswa, praktisi, dan para pemerhati ilmu pengetahuan pada bidang Ekonomi dan Manajemen Bisnis. Dewan Penyunting/Editor menerima artikel hasil penelitian yang berkaitan dengan - Ilmu Ekonomi - Manajemen Keuangan - Manajemen Pemasaran - Manajemen Manusia Bersumberdaya - Mana­jemen Pro­duksi/Operasi - Akuntansi - Kewirausahaan IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis terbit dua kali setahun (Juni dan Desember).
Articles 75 Documents
Peramalan Penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Provinsi Bangka Belitung Menggunakan Metode NNAR Muhamad Al Hafiz; Nicu Rahmat Adil; Sri Ulina Kaban; Danil Danil; Rolenci Rolenci; Izma Fahria
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/ideijeb.v6i2.541

Abstract

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) adalah pajak yang dikenakan atas perubahan kepemilikan kendaraan bermotor, baik melalui transaksi jual beli, hibah, warisan, maupun peralihan lainnya. Perubahan ekonomi makro, kebijakan fiskal, inflasi, serta dinamika sosial masyarakat menyebabkan ketidakpastian dalam proyeksi pendapatan dari BBNKB. Diperlukan peramalan yang mampu memberikan gambaran tren masa depan berdasarkan pola historis. Metode Neural Network AutoRegressive (NNAR) dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola nonlinier dan musiman, serta tidak memerlukan asumsi statistik yang terlalu ketat. Penelitian ini menggunakan metode NNAR untuk melakukan peramalan terkait data Penerimaan BBNKB di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode NNAR mempertimbangkan kombinasi lag non-musiman, lag musiman, dan neuron di hidden layer dalam interval tertentu. Model NNAR optimum diperoleh berdasarkan nilai RMSE (Root Mean Square Error) minimum sebesar 1.382.735.914 dengan model terbaik p (lag non-musiman) sebesar 3, P (lag musiman) sebesar 3, dengan Size (Neuron) sebesar 10. Model terbaik menunjukkan nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error) sebesar 2,28% yang menunjukkan bahwa model prediksi yang dperoleh memiliki akurasi yang sangat baik, berarti model NNAR yang digunakan akurat untuk melakukan peramalan Penerimaan BBNKB di Provinsi Bangka Belitung. Dengan model yang akurat dan akurasi peramalan yang sangat baik, sehingga dapat bermanfaat bagi berbagai pemangku kepentingan terkait penerimaan BBNKB di masa mendatang.Motor Vehicle Transfer Tax (BBNKB) was a tax imposed on changes in motor vehicle ownership, whether through sale and purchase transactions, grants, inheritance, or other transfers. Macroeconomic changes, fiscal policy, inflation, and social dynamics caused uncertainty in BBNKB revenue projections. Forecasting that can provide an overview of future trends based on historical patterns is needed. The Neural Network AutoRegressive (NNAR) method can be used to identify nonlinear and seasonal patterns, and does not require overly strict statistical assumptions. This study used the NNAR method to forecast BBNKB revenue data in the Bangka Belitung Islands Province. The NNAR method considered a combination of non-seasonal lags, seasonal lags, and neurons in the hidden layer within a certain interval. The optimal NNAR model was obtained based on a minimum RMSE (Root Mean Square Error) value of 1,382,735,914 with the best model p (non-seasonal lag) of 3, P (seasonal lag) of 3, and Size (Neuron) of 10. The best model showed a MAPE (Mean Absolute Percentage Error) value of 2.28%, which indicated that the prediction model obtained had excellent accuracy, meaning that the NNAR model used was accurate for forecasting BBNKB revenue in the Province of Bangka Belitung. With an accurate model and excellent forecasting accuracy, it was useful for various stakeholders related to BBNKB revenue in the future
SENTIMEN INVESTOR PASAR SAHAM PADA ERA AWAL KEPRESIDENAN PRABOWO SUBIANTO: ANALISIS KUALITATIF PADA BEI DI SURABAYA Muhammad Auliya' Nurul Ilmi; Ajeng Tita Nawangsari
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/ideijeb.v6i2.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sentimen investor pasar saham Indonesia terbentuk pada masa awal pemerintahan presiden baru. Meng-gunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur di Surabaya. Analisis dilakukan dengan menggunakan tiga kerangka teori, yaitu Teori Pasar Efisien (Fama, 1970), Teori Sinyal (Spence, 1973), dan Behavioral Finance (Shefrin, 2002; Shiller, 2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi pasar terhadap presiden baru sangat cepat, namun sering kali tidak sepenuhnya rasional karena dipengaruhi oleh faktor psikologis dan persepsi terhadap kebijakan politik. Investor menilai kredibilitas dan arah kebijakan presiden sebagai sinyal utama dalam mengambil keputusan investasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fluktuasi pasar saham di masa awal kepresidenan merupakan hasil interaksi antara faktor informasi, sinyal politik, dan perilaku investor, serta menegaskan pentingnya komunikasi publik dan edukasi pasar untuk menjaga stabilitas pasar modal.This study aimed to analyze investor sentiment toward the Indonesian stock market during the early period of a new presidency. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with representatives of the Indonesia Stock Exchange (IDX) East Java Office in Surabaya. The analysis employed three theoretical frameworks: the Efficient Market Hypothesis (Fama, 1970), Signaling Theory (Spence, 1973), and Behavioral Finance (Shefrin, 2002; Shiller, 2004). The findings revealed that market reactions to political transitions were immediate yet often irrational, driven by psychological factors and perceptions of presidential policy direction. Investors viewed presidential credibility and economic policy as major signals for investment decisions. This study concluded that stock market fluctuations in the early presidential period resulted from the interplay between information efficiency, political signaling, and investor behavior, emphasizing the importance of public communication and financial literacy to maintain market stability.
RETRIBUSI PARKIR BERBASIS QRIS DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KECAMATAN KEPANJEN Avinda Wildatus Sania; Jeny Eka Febrianti; R. Muhamad Mahrus Alie
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/fxfwn132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pembayaran retribusi parkir berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dirancang dan dikembangkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Malang sebagai upaya dalam mempermudah pembayaran serta meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) di Kecamatan Kepanjen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem pembayaran retribusi parkir berbasis QRIS mampu meningkatkan transparansi keuangan, efisiensi pengelolaan retribusi, serta mempercepat pencatatan laporan keuangan. Implikasi temuan ini menunjukkan bahwa QRIS dapat menjadi instrumen kebijakan dalam mendorong reformasi pengelolaan retribusi parkir menuju sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Akan tetapi, implementasi sistem ini masih menghadapi kendala, antara lain belum disahkannya peraturan daerah sebagai dasar hukum pelaksanaan, keterbatasan jaringan internet di beberapa titik parkir, serta rendahnya literasi digital di kalangan sebagian juru parkir. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis dari Dinas Perhubungan Kabupaten Malang melalui percepatan legalisasi regulasi, peningkatan sosialisasi, dan pendampingan teknis agar penerapan sistem retribusi parkir berbasis QRIS dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. This study aimed to analyze the QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)-based parking retribution payment system that was designed and developed by the Malang Regency Transportation Agency as an effort to simplify payments and increase Regional Original Income (PAD) in Kepanjen District. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The results of this study showed that the QRIS-based parking retribution payment system had a significant impact on improving financial transparency, was more efficient, and simplified as well as accelerated the recording of financial reports. However, the implementation of this system still faced several challenges, such as regional regulations that were still in the finalization stage, which prevented the socialization process to parking attendants and the public from being carried out by the Malang Regency Transportation Agency. In addition, there were other technical obstacles, such as poor internet connectivity at several parking points and low digital literacy among some parking attendants, which also became barriers in the implementation of this payment system. Therefore, strategic efforts were needed by the Malang Regency Transportation Agency to facilitate the smooth execution of this plan.
INFLUENCER MARKETING, DISCOUNT VOUCHER, DAN SOCIAL PROOF PADA IMPULSE BUYING KEBAB TURKI BABA RAFI DI TIKTOK GO Aldinda Fanya Kanza Utama; Sugeng Purwanto
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/vzmv4v17

Abstract

Perkembangan social commerce pada platform TikTok mendorong meningkatnya perilaku impulse buying, khususnya pada sektor food and beverage. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing, discount voucher, dan social proof pada impulse buying. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner daring kepada 102 responden yang berusia minimal 17 tahun, memiliki akun TikTok, dan pernah melakukan pembelian Kebab Turki Baba Rafi melalui TikTok Go. Teknik analisis data menggunakan SEM-PLS dengan bantuan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing berpengaruh positif dan signifikan pada impulse buying (T-Statistic 2,358 > 1,96; P-Value 0,019 < 0,05). Discount voucher juga berpengaruh positif dan signifikan (T-Statistic 2,218 > 1,96; P-Value 0,027 < 0,05), serta social proof berpengaruh positif dan signifikan (T-Statistic 2,580 > 1,96; P-Value 0,010 < 0,05). Temuan ini diperkuat oleh hasil pra survei yang menunjukkan jika mayoritas responden melakukan impulse buying. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman tentang efektivitas strategi pemasaran berbasis social commerce dalam meningkatkan perilaku impulse buying konsumen. The development of social commerce on the TikTok platform drove an increase in impulse buying behavior, particularly in the food and beverage sector. This study aimed to analyze the influence of influencer marketing, discount vouchers, and social proof on impulse buying. This research employed a quantitative approach using primary data collected through an online questionnaire distributed to 102 respondents aged at least 17 years, who had a TikTok account and had purchased Kebab Turki Baba Rafi via TikTok Go. Data analysis was conducted using SEM-PLS with the assistance of SmartPLS 3.0. The results indicated that influencer marketing had a positive and significant effect on impulse buying (t-statistic 2.358 > 1.96; p-value 0.019 < 0.05). Discount vouchers also had a positive and significant effect (t-statistic 2.218 > 1.96; p-value 0.027 < 0.05), while social proof showed a positive and significant effect (t-statistic 2.580 > 1.96; p-value 0.010 < 0.05). These findings were supported by the pre-survey, which showed that most respondents engaged in impulse buying. This study highlighted the effectiveness of social commerce marketing in increasing impulse buying behavior. 
PERSONALIZATION MARKETING, PRICE DISCOUNT, DAN PERCEIVED VALUE PADA SUBSCRIBE INTENTION SPOTIFY PREMIUM STUDENT: STUDI PADA MAHASISWA DI SURABAYA Kinasih Asta Karunia; Sugeng Purwanto
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/g1t0y834

Abstract

Pertumbuhan pesat layanan streaming musik digital telah memicu persaingan yang ketat di antara berbagai platform untuk menarik pelanggan, terutama pada kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana personalization marketing, price discount, dan perceived value memengaruhi subscribe intention Spotify Premium Student, dengan fokus pada mahasiswa di Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan yang bersifat kuantitatif berdasarkan Structural Equation Modeling (SEM) dengan metode Partial Least Squares (PLS). Data dari penelitian ini dihimpun dengan mendistribusikan kuesioner daring kepada 112 responden melalui purposive sampling. Analisis menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari price discount dan perceived value terhadap subscribe intention, sedangkan personalization marketing belum menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Analisis ini menegaskan bahwa harga dan nilai yang dirasakan merupakan pertimbangan utama bagi mahasiswa dalam memutuskan untuk berlangganan Spotify Premium Student, sekaligus menyiratkan rekomendasi bagi perusahaan untuk mengoptimalkan strategi penetapan harga dan meningkatkan nilai yang dirasakan oleh pengguna. The rapid growth of digital music streaming services had sparked intense competition among various platforms to attract customers, particularly among college students who were active users of technology. The purpose of this study was to examine how personalized marketing, price discounts, and perceived value influenced the intention to subscribe to Spotify Premium Student, with a focus on college students in Surabaya. This study employed a quantitative approach based on Structural Equation Modeling (SEM) using the Partial Least Squares (PLS) method. Data for this study were collected by distributing an online questionnaire to 112 respondents via purposive sampling. The analysis indicated a positive and significant influence of price discounts and perceived value on subscription intention, whereas personalized marketing did not show a significant influence. This analysis confirmed that price and perceived value were the primary considerations for students in deciding to subscribe to Spotify Premium Student, while also implying recommendations for the company to optimize its pricing strategy and enhanced the perceived value for users.
ESG DISCLOSURE, PROFITABILITAS, DAN LEVERAGE PADA NILAI PERUSAHAAN SEKTOR CONSUMER NON-CYCLICALS Siti Fatimah; Rr. Eko Giyartiningrum
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/v6e4az80

Abstract

Ketidakkonsistenan bukti empiris mengenai faktor penentu nilai perusahaan men­dorong pengujian ulang terhadap peran ESG disclosure, profitabilitas, dan leverage. Penelitian ini menggunakan data perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024, dengan metode analisis regresi data panel berbasis Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG disclosure dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan pada nilai perusahaan, sedangkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan. Selain itu, model penelitian memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menjelaskan variasi nilai perusahaan, yang ditunjukkan oleh nilai Adjusted R² sebesar 0,973624. Temuan ini menunjukkan bahwa pertimbangan investor masih didominasi oleh aspek risiko keuangan, sehingga faktor non-keuangan seperti ESG disclosure belum menjadi determinan utama dalam pembentukan nilai perusahaan pada konteks yang diteliti. The inconsistency of empirical evidence regarding the determinants of firm value motivated this study to re-examine the roles of ESG disclosure, profitability, and leverage. This study aimed to analyze the effect of these variables on firm value. The data were obtained from consumer non-cyclicals companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2024 period and were analyzed using panel data regression with a Fixed Effect Model. The results showed that ESG disclosure and profitability did not have a significant effect on firm value, while leverage had a negative and significant effect. In addition, the model demonstrated a strong ability to explain variations in firm value, as indicated by an Adjusted R² of 0.973624. These findings indicated that investors’ decisions were still dominated by financial risk considerations, suggesting that non-financial factors such as ESG disclosure had not yet become the primary determinants of firm value in the observed context. 
STRATEGI INTERNASIONALISASI UMKM RAYA CRAFT BERDASARKAN PERSPEKTIF MODEL UPPSALA Faith Trisa Hope; Pristiana Widyastuti
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/40f2t925

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya peran UMKM dalam perdagangan internasional serta pentingnya pemahaman proses internasionalisasi yang sesuai dengan kapasitas internal UMKM. Raya Craft sebagai UMKM kerajinan rotan dipilih karena keberhasilannya menembus pasar global dengan pendekatan bertahap dan berbasis pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internasionalisasi Raya Craft, mengkaji tahapan strategi ekspor berdasarkan model Uppsala, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, yakni pemilik usaha Raya Craft. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internasionalisasi Raya Craft berlangsung secara bertahap dan sejalan dengan Model Uppsala. Pengetahuan pasar dibangun melalui riset dan pembelajaran formal, keputusan ekspor diambil berdasarkan pengalaman langsung dan melalui proses pembelajaran praktis. Faktor pendukung utama meliputi kualitas produk, pembinaan ekspor, dan diferensiasi niche market. Sementara itu, faktor penghambat berasal dari persaingan global, keterbatasan SDM, dan perbedaan standar pasar. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan bertahap dan berbasis kesiapan merupakan strategi yang relevan bagi UMKM dalam memasuki pasar internasional. This study was motivated by the increasing role of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in international trade and the importance of understanding internationalization processes that aligned with the internal capacities of MSMEs. Raya Craft, a rattan handicraft MSME, was selected due to its success in penetrating global markets through a gradual and learning-based approach. This study aimed to analyse the internationalization process of Raya Craft, examine the stages of its export strategy based on the Uppsala Model, and identify the supporting and inhibiting factors influencing the implementation of such strategy. This study employed a qualitative method, with data collected through in-depth interviews with the key informant, namely the owner of Raya Craft. The data were then analysed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that the internationalization process of Raya Craft had progressed incrementally and was consistent with the Uppsala Model. Market knowledge was developed through research and formal learning, while export decisions were made based on direct experience and a learning-by-doing process. The main supporting factors included product quality, export assistance programs, and niche market differentiation. Meanwhile, the inhibiting factors stemmed from global competition, limited human resources, and differences in market standards. These findings confirmed that a gradual and readiness-based approach was a relevant strategy for MSMEs entering international markets. 
FORENSIC ACCOUNTING, DATA ANALYTICS, AND WHISTLEBLOWING SYSTEMS ON FRAUD DISCLOSURE IN BPKP RIAU Jihan Azrinaziha; Rita Anugerah; Supriono Supriono
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/x13f2122

Abstract

This study aims to examine the influence of forensic accounting, data analytics, and whistleblowing systems on fraud detection at the BPKP Representative Office in Riau Province. The population of this study comprises all auditors at the BPKP Representative Office in Riau Province. Using a saturated sampling technique, 63 auditors were selected as the study sample. The data used were primary data obtained through the distribution of questionnaires, which were then analyzed using multiple linear regression. The dependent variable in this study is fraud detection, while the independent variables include forensic accounting, data analytics, and the whistleblowing system. The results indicate that forensic accounting influences fraud disclosure, meaning that the better auditors implement forensic accounting, the higher the level of fraud disclosure. Data analytics also significantly influences fraud disclosure, implying that the use of data analysis technology can support the identification and disclosure of fraud more effectively. Meanwhile, the whistleblowing system has a significant effect on fraud detection; thus, the more effective the reporting system implemented, the greater the likelihood that fraud can be detected quickly, accurately, and accountably. Studi-studi sebelumnya melaporkan temuan yang tidak konsisten mengenai pengaruh akuntansi forensik, analitik data, dan sistem pelaporan pelanggaran pada pengungkapan kecurangan, khususnya dalam konteks lembaga audit internal pemerintah di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketiga variabel tersebut pada pengungkapan kecurangan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau. Pendekatan kuantitatif digunakan. Populasi terdiri dari 83 auditor di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau; teknik pengambilan sampel bertujuan diterapkan, yang menghasilkan 63 tanggapan yang dapat digunakan dari kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 31. Temuan menunjukkan bahwa akuntansi forensik memiliki pengaruh positif dan signifikan pada pengungkapan kecurangan. Selanjutnya, sistem pelaporan pelanggaran memiliki pengaruh positif dan signifikan. Ketiga hipotesis diterima. Akuntansi forensik, analitik data, dan sistem pelaporan pelanggaran masing-masing memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada pengungkapan kecurangan. Peningkatan ketiga mekanisme ini secara kolektif dapat meningkatkan efektivitas deteksi kecurangan. BPKP dan lembaga audit internal pemerintah lainnya perlu memperkuat pelatihan forensik, memperluas penggunaan teknologi analitik data, dan meningkatkan kredibilitas sistem pelaporan pelanggaran mereka. Penelitian di masa mendatang harus memperluas cakupan populasi dan mencakup variabel tambahan seperti independensi auditor dan budaya organisasi.
STRES KERJA, KEPUASAN KERJA, DAN TURNOVER INTENTION PEKERJA GENERASI Z DI INDUSTRI MANUFAKTUR SIDOARJO Feby Salsabila; Kustini Kustini
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/3szqt065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja pada turnover intention pada pekerja Generasi Z di industri manufaktur Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 84 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan pada turnover intention, yang berarti semakin tinggi tingkat stres kerja maka semakin besar kecenderungan karyawan untuk keluar. Sementara itu, kepuasan kerja berpengaruh signifikan namun tidak mampu menurunkan turnover intention sehingga hipotesis hubungan negatif tidak didukung yang disebabkan karakter Generasi Z yang masih berada pada tahap eksplorasi. This study aimed to analyze the influence of job stress and job satisfaction on turnover intention among Generation Z workers in the manufacturing industry in Sidoarjo. The research method used was a quantitative approach with a purposive sampling technique involving 84 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using Partial Least Squares-based Structural Equation Modeling (SEM-PLS). The results showed that job stress had a positive and significant effect on turnover intention, meaning that the higher the level of job stress, the greater the employees’ tendency to leave their jobs. Meanwhile, job satisfaction had a significant effect but was unable to reduce turnover intention; therefore, the hypothesis of a negative relationship was not supported, which was attributed to the characteristics of Generation Z who were still in the exploration stage.
HEALTH EXPENDITURES AND EDUCATION EXPENDITURES RELATED TO LABOR PRODUCTIVITY IN INDONESIA? A TIME SERIES ANALYSIS SPANNING 2001–2019 Rosdiana Sijabat
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 7 No 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/ykdbpd03

Abstract

This study examined government health and education spending and its impact on Indonesian labor productivity from 2001 to 2019. The problem was relevant since Indonesia's labor productivity rose before 2019, while health and education spending fluctuated. Labor productivity rose from 4.38 in 2001 to 11.84 in 2019, while government health expenditure rose from 3.96% to 8.67% of general government expenditure. Government education spending rose from 11.59% of general government spending in 2001 to 17.35% in 2019 but fluctuated thereafter. These patterns raised the question of whether Indonesian labor productivity was improved by public spending on education and health. This study used secondary data from 2001 to 2019 for quantitative time-series analysis. Descriptive analysis, Augmented Dickey-Fuller and Phillips-Perron unit root tests, Johansen and cointegration test, and regression analysis were used. Results revealed that health spending boosted labor productivity in the short and long term. Education expenditure had little short-term effect but a favorable and large long-term benefit. These findings suggested that health investment boosted labor productivity faster than education spending. Thus, Indonesian policy should increase health and education spending and improve the quality and effectiveness of these expenditures to boost human capital and labor productivity. Studi ini mengkaji dampak belanja kesehatan dan pendidikan pada produktivitas tenaga kerja Indonesia dari tahun 2001 hingga 2019. Studi ini signifikan karena produktivitas tenaga kerja Indonesia meningkat sebelum tahun 2019, sementara belanja untuk kesehatan dan pendidikan berfluktuasi. Produktivitas tenaga kerja meningkat dari 4,38 pada tahun 2001 menjadi 11,84 pada tahun 2019, sementara belanja pemerintah untuk kesehatan meningkat dari 3,96% menjadi 8,67% dari belanja pemerintah umum. Belanja pemerintah untuk pendidikan meningkat dari 11,59% dari belanja pemerintah umum pada tahun 2001 menjadi 17,35% pada tahun 2019 tetapi berfluktuasi setelahnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah produktivitas tenaga kerja Indonesia meningkat akibat belanja pendidikan dan kesehatan. Studi ini menggunakan data sekunder dari tahun 2001 hingga 2019 untuk analisis deret waktu. Analisis deskriptif, uji akar unit Augmented Dickey-Fuller dan Phillips-Perron, uji Johansen dan kointegrasi, serta analisis regresi digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja kesehatan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dalam jangka pendek dan panjang. Belanja pendidikan memiliki sedikit pengaruh jangka pendek tetapi memberikan manfaat jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa investasi kesehatan meningkatkan produktivitas tenaga kerja lebih cepat daripada belanja pendidikan. Oleh karena itu, kebijakan peningkatan belanja kesehatan dan pendidikan perlu disertai kualitas dan efektivitas belanja untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.