cover
Contact Name
Lindesi Yanti
Contact Email
desirozak@gmail.com
Phone
+62711368191
Journal Mail Official
stikes@hestiwirasriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jl Sultan Mahmud Badaruddin II No.1 (Benteng Kuto Besak), Kel.19 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30113
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23020911     EISSN : 26851040     DOI : https://doi.org/10.63323/jkes
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is an open access scholarly journal published by the Department of Nursing of STIKES Hesti Wira Sriwijaya, serving as a platform for the publication of research findings and the sharing of advancements in health sciences. With ISSN 2302-0911 and e-ISSN 2685-1040, this journal includes articles that have not been previously published, encompassing research studies, case reports, review articles, and other scientific paper related to developments in the fields of Nursing, Midwifery, and Public Health. Information regarding article submission guidelines and procedures can be found in each publication. All submitted articles undergo a peer-review process upon meeting the requirements outlined in the submission guidelines. The journal is published biannually, in April and October. Jurnal Kesehatan welcome high-impact manuscripts from a diverse array of interprofessional health colleagues. Manuscripts reflect the diversity of our journal sections, which include: 1. Original article (including meta-analysis) 2. Review article 3. Editorials 4. Letters to the Editor 5. Brief Reports 6. Policy brief, Ethics, and Public Policy
Articles 191 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Tingkat II dr. Ak.Gani Palembang: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Tingkat II dr. Ak.Gani Palembang Susanti, M. Yamin, Weni Apriyani
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Mual dan muntah merupakan hal yang normal dalam kehamilan, mual dan muntah sering terjadi pada kehamilan berusia muda, yaitu dimulai dari minggu ke 6 setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Berdasarkan Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016, di Indonesia diperoleh data ibu mual dan muntah mencapai 14,8 % dari seluruh kehamilan. Keluhan mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hiperemesis gravidarum di RS Tingkat II dr AK Gani PalembangMetode Penelitian : pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian yang mempelajari hubungan antara variabel bebas (independen) dengan variabel terikat (dependen), dimana melakukan observasi atau pengukuran variabel sekaligus pada waktu yang sama. Hasil Penelitian : dari 265 ibu hamil yang dirawat, yang mengalami HEG sebanyak 34 orang (12,83%) sedangkan yang tidak mengalami HEG 231 (87,17%). Kesimpulan : Ada hubungan bermakna antara umur ibu dengan kejadian HEG (ρ : 0,013), ada hubungan bermakna antara paritas dengan kejadian HEG (ρ : 0,002)dan tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian HEG (p : 0,520) di RS Tingkat II dr. AK Gani Palembang tahun 2019. Disarankan bagi pemberi pelayanan kesehatan agar tetap meningkatkan KIE pada ibu hamil tentang pencegahan dan cara mengatasi HEG. Kata Kunci : HEG, Umur, Paritas, PekerjaanABSTRACTBackground : Nausea and vomiting are normal in pregnancy, nausea and vomiting often occur in young pregnancies, starting from the 6th week after the first day of the last menstruation and lasting for approximately 10 weeks. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016, in Indonesia, data on nausea and vomiting reached 14.8% of all pregnancies. Complaints of nausea and vomiting occur in 60-80% primigravida and 40-60% multigravida. Objective: This study aims to determine the factors associated with the occurrence of hyperemesis gravidarum in Level II Hospital Dr AK Gani Palembang.Research Methods: Cross Sectional approach, which is a study that studies the relationship between the independent variable (independent) and the dependent variable (dependent), which conducts observations or measurements of variables at the same time at the same time. Results: Of the 265 pregnant women who were treated, 34 people experienced HEG (12.83%) while those who did not experienced HEG were 231 (87.17%). Conclusion: There is a significant relationship between maternal age and the incidence of HEG (ρ: 0.013), there is a significant relationship between parity and the incidence of HEG (ρ: 0.002) and there is no relationship between maternal occupation and the incidence of HEG (p: 0.520) in Level II Hospital dr. . AK Gani Palembang in 2019. It is recommended for health service providers to continue to improve IEC in pregnant women regarding prevention and how to overcome HEG.Keywords: HEG, Age, Parity, Occupation
PENERAPAN PEMBERIAN REBUSAN AIR DAUN BINAHONG UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM PALEMBANG 2021: PENERAPAN PEMBERIAN REBUSAN AIR DAUN BINAHONG UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM PALEMBANG 2021 Azizah Nurcahyani , Susanti
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sebanyak 25% AKI terjadi akibat masalah masa post partum. Faktor langsung penyebab tingginya AKI adalah perdarahan post partum (45%), post partum adalah masa nifas yang dimulai sejak bayi lahir dan plasenta bayi dilahirkan sehingga keadaan kandungan kembali seperti saat sebelum hamil yang berlangsung selama enam minggu. Perdarahan post partum dikarenakan terbukanya pembuluh darah pada rahim ketika hamil dampak terjadinya luka perineum dapat menyebabkan terjadinya infeksi, penatalaksaan secara non farmakologis yang dapat di berikan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum adalah menggunakan rebusan air daun binahong. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui penerapan pemberian rebusan air daun binahong untuk mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibupost partum. Metode : Penelitian ini menggunakan studi literature review yang menggunakan sumber literature yang berbentuk buku, artikel ilmiah, khususnya yang telah terpublikasi. Dengan menggunakan pencarian melalui data base Google Scholar dari tahun 2015-2020. Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap penerapan pemberian rebusan air daun binahong untuk mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Kesimpulan : penerapan pemberian rebusan air daun binahong lebih efektifitas untuk mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu post partum.Kata Kunci : Ibu Post Partum, Pemberian Rebusan Air Daun Binahong, Penyembuhan Luka PerineumABSTRACTBackground : The World Health Organization (WHO), reports that as many 25% of MMR occur due to post partum problems.The direct factor causing the high AKI is post partum hemorrhage (45%),Post partum is the postpartum period which starts from the time the baby is born and the placenta of the baby is born so that the womb returns to what it was before pregnancy which lasts for six weeks. Post partum hemorrhage due to the opening of blood vessels in the uterus during pregnancy due to the perineal wound can cause infection, Non-pharmacological management that can be given to accelerate the healing of perineal wounds is to use binahong leaf water boiled. Research Purposes : To find out the application of giving binahong leaf water boiled to accelerate the healing of perineal wounds in post partum mothers. Method : This study uses a literature review study that uses literature sources in the form of books, scientific articles, especially those that have been published. By using a search through the Google Scholar database from 2015-2020. Research result : Shows that there is a significant effect on the application of giving binahong leaf water boiled to accelerate the healing of perineal wounds in post partum mothers. Conclusion :the application of boiled water from binahong leaves is more effective in accelerating the healing of perineal wounds in post partum mothers.Keywords : Post Partum Mother, Binahong Leaf Water Boiling, Perineal Wound Healing
PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA DALAM UPAYA MEMPERCEPAT PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR : PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA DALAM UPAYA MEMPERCEPAT PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR Afrilita Ariesmayanti, Susanti
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perawatan Tali Pusat adalah tindakan perawatan yang bertujuan untuk merawat tali pusat pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi. Perawatan tali pusat sangat penting diketahui oleh ibu terutama oleh ibu melahirkan (post partum) agar ibu dapat memberikan perawatan yang maksimal pada bayi sehingga bayi dapat tumbuh dengan baik dan sehat, tidak terinfeksi melalui tali pusatnya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat putusnya tali pusat Metode : metode yang digunakan pada penelitian ini adalah study literature review (SLR) dengan menggunakan sumber literature yang berbentuk buku, artikel ilmiah, khususnya yang terpublikasi. Dengan melakukan pencarian melalui database google scholar, Microsoft academy, dan world wide journals dari tahun 2016-2020. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan lama waktu pelepasan tali pusat setelah diberikan intervensi perawatan tali pusat dengan metode tertutup dan terbuka. Kesimpulan : Tali pusat terbuka sangat efektif mempercepat pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir.Kata Kunci : Bayi Baru Lahir, Perawatan Tali Pusat Terbuka, Mempercepat Perawatan Tali Pusat.ABSTRACTBackground : Umbilical cord care is a treatment procedure that aims to treat the umbilical cord in newborns to keep it dry and prevent infection. It is very important for mothers to know about umbilical cord care, especially by giving birth (post partum) so that the mother can provide maximum care for the baby so that the baby can grow well and be healthy, not infected through the umbilical cord. Purpose :This study aims to prevent infection and accelerate the breakdown of the umbilical cord. Method : the method used in this research is study literature review (SLR) by using literature sources in the form of books, scientific articles, especially published ones. By searching through the google scholar database, Microsoft academy, and world wide journals from 2016-2020. Results : The results showed that there was a difference in the length of time to release the umbilical cord after being given the umbilical cord care intervention using closed and open methods.Conclusion : Open umbilical cord care is effective in accelerating the release of the umbilical corn in newborns.Keyword :Newborns, Open Umbilical Cord Care, Accelerate Umbilical Cord Care.
PENERAPAN PEMBERIAN TERAPI POSISI SEMI FOWLER UNTUK MENGURANGI SESAK NAFAS PADA KLIEN ASMA DI PUSKESMAS MAKRAYU TAHUN 2022: PENERAPAN PEMBERIAN TERAPI POSISI SEMI FOWLER UNTUK MENGURANGI SESAK NAFAS PADA KLIEN ASMA DI PUSKESMAS MAKRAYU TAHUN 2022 Ayu Ruzika, M.Yamin, Dindi Paizer, Weni Apriyani
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Asma merupakan kelainan berupa inflamasi kronik saluran nafas yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang dapat menimbulkan gejala seperti mengi,batuk,sesak nafas dan dada terasa berat. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara nyata penerapan terapi posisi semi fowler untuk mengurangi sesak nafas pada klien asma. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mengeksplorasi terapi posisi semi fowler pada klien yang mengalami sesak. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan setelah diberikan penerapan terapi posisi semi fowler selama 3 hari terjadi penurunan sesak pada kedua klien. Kesimpulan: Terapi relaksasi posisi semi fowler ini berpengaruh terhadap penurunan sesak pada klien asma dan terapi ini dapat dilakukan secara mandiri.Kata Kunci : Perawatan keluarga, Asma, Posisi Semi FowlerABSTRACTBackground: Asthma is a chronic inflammatory disorder of the airways that causes bronchial hyperactivity to various stimuli that can cause symptoms such as wheezing, coughing, shortness of breath and chest tightness.Research Objectives: This study aims to obtain a real picture of the application of semi-Fowler's position therapy to reduce shortness of breath in asthmatic clients. Research Methods: This research method uses descriptive methods to explore semi-Fowler's position therapy in clients who experience shortness of breath. Results: This study showed that after being given the application of semi-Fowler's position therapy for 3 days there was a decrease in shortness of breath in both clients. Conclusion: Relaxation therapy in the semi-Fowler's position has an effect on reducing shortness of breath in asthmatic clients and this therapy can be done independently.Keywords: Family Care, Asthma, Semi Fowler's Position
PENGARUH EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN GASTROENTERITIS: PENGARUH EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN GASTROENTERITIS Aji Saputra, M. Yamin
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang di praktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga diri sendiri di bidang Kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menggunakan air bersih, jamban sehat, mencuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita.Metode : Metode yang di gunakan dalam pengumpulan jurnal ini Google Scholar yang di terbitkan dari tahun2016-2021.Hasil penelitian : Dari beberapa artikel penelitian yang telah di dapatkan, pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat pada keluarga tentang pencegahan gastroenteritis kebiasaan dan perilaku yang baikdalam menyediakan air bersih, mennggunakan air bersih, membuang sampah pada tempatnya, penggunaan jamban keluarga sebagai sarana pembuangan tinja, mencuci tangan pakai sabun, menjagakebersihan dan kualitas air dapat mencegah terjadinya diare.Kesimpulan : Pemberian edukasi (PHBS) mengenai pencegahan gastroenteritis keluarga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, lingkungan rumah yang bersih, menggunakan jamban yang sehat dan makanan yang tidak terkontaminasi bakteri.Kata Kunci : Pengaruh Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), diare, balita dan keluarga.Daftar Pustaka : 15 sumber (2012-2021).ABSTRACTBackground : Clean and healthy living behavior is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result oflearning that makes a person or one's own family in the health sector and plays an active role in realizing public health.Purpose : To determine the effect of the implementation of clean and healthy living habit (PHBS) using clean water, healthy latrines, washing hands with soap, with the incidence of diarrhea in children under five.Method : The method used in the collection of this journal is Google Scholar, published from 2016-2021.Research results : From several research articles that have been obtained, the effect of education on clean and healthy living habits in families on prevention of gastroenteritis, good habits and behavior in providing clean water, using clean water, disposing of garbage in its place, the use of family latrines as a means of disposing of feces , washing hands with soap, maintaining cleanliness and water quality canprevent diarrhea.Conclusion : Providing education (PHBS) regarding the prevention of family gastroenteritis is able to implement a clean and healthy lifestyle by washing hands with soap and clean water, a clean home environment, using healthy latrines and food that is not contaminated with bacteria.Keywords : Influence of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), diarrhea, toddlers and family.Bibliography : 15 sources (2012-2021).
PENGARUH EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN GASTROENTERITIS: PENGARUH EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN GASTROENTERITIS Aji Saputra, M. Yamin
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang di praktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga diri sendiri di bidang Kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menggunakan air bersih, jamban sehat, mencuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita.Metode : Metode yang di gunakan dalam pengumpulan jurnal ini Google Scholar yang di terbitkan dari tahun2016-2021.Hasil penelitian : Dari beberapa artikel penelitian yang telah di dapatkan, pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat pada keluarga tentang pencegahan gastroenteritis kebiasaan dan perilaku yang baikdalam menyediakan air bersih, mennggunakan air bersih, membuang sampah pada tempatnya, penggunaan jamban keluarga sebagai sarana pembuangan tinja, mencuci tangan pakai sabun, menjagakebersihan dan kualitas air dapat mencegah terjadinya diare.Kesimpulan : Pemberian edukasi (PHBS) mengenai pencegahan gastroenteritis keluarga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, lingkungan rumah yang bersih, menggunakan jamban yang sehat dan makanan yang tidak terkontaminasi bakteri.Kata Kunci : Pengaruh Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), diare, balita dan keluarga.Daftar Pustaka : 15 sumber (2012-2021).ABSTRACTBackground : Clean and healthy living behavior is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result oflearning that makes a person or one's own family in the health sector and plays an active role in realizing public health.Purpose : To determine the effect of the implementation of clean and healthy living habit (PHBS) using clean water, healthy latrines, washing hands with soap, with the incidence of diarrhea in children under five.Method : The method used in the collection of this journal is Google Scholar, published from 2016-2021.Research results : From several research articles that have been obtained, the effect of education on clean and healthy living habits in families on prevention of gastroenteritis, good habits and behavior in providing clean water, using clean water, disposing of garbage in its place, the use of family latrines as a means of disposing of feces , washing hands with soap, maintaining cleanliness and water quality canprevent diarrhea.Conclusion : Providing education (PHBS) regarding the prevention of family gastroenteritis is able to implement a clean and healthy lifestyle by washing hands with soap and clean water, a clean home environment, using healthy latrines and food that is not contaminated with bacteria.Keywords : Influence of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), diarrhea, toddlers and family.Bibliography : 15 sources (2012-2021)
Penerapan Terapi Guided Imagery Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Appendisitis: Penerapan Terapi Guided Imagery Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Appendisitis Ria Dila Syahfitri, Ariyana Saraswati
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BSTRAKAppendisitis merupakan penyebab umum inflamasi akut pada kuadran kanan bawah rongga abdomen, yang dilakukan dengan pembedahan abdomen darurat.Appendiktomi merupakan kedaruratan bedah. Pembedahan memberikan efek nyeri pada pasien. Terapi guided imagery merupakan sebuah proses menggunakan kekuatan pikiran untuk menyembuhkan dan memelihara tubuh melalui komunikasi dalam tubuh, melibatkan semua indera. Tujuan penelitian ini adalah didapatkan gambaran penerapan terapi guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi appendisitis. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dari hasil wawancara dan data buku rekam medis, dan penilaian skala nyeri menggunakan NRS. Didapatkan hasil dua pasien menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan terapi guided imagery. Kata Kunci : Appendisitis, Guided imagery, Nyeri abdomenApplication of Guided Imagery Therapy for Reducing Pain in Postoperative Appendicitis PatientsABSTRACTAppendicitis is a common cause of acute inflammation in the right lower quadrant of the abdominal cavity, which is performed by emergency abdominal surgery. Appendectomy is a surgical emergency. Surgery gives the effect of pain on the patient. Guided imagery therapy is a process of using the power of the mind to heal and maintain the body through communication within the body, involving all the senses. The purpose of this study was to obtain an overview of the application of guided imagery therapy to reduce pain in postoperative appendicitis patients. The research method used descriptive method. Data collection from interviews and medical record book data, and pain scale assessment using NRS. The results showed that two patients showed a decrease in pain levels after guided imagery therapy.Keywords : Appendicitis, Guided imagery, Pain abdominal
PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI PALEMBANG : PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI PALEMBANG RIA DILA SYAHFITRI
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (mordibitas) dan angka kematian (mortalitas) Salah satu terapi komplementer yang digunakan yaitu bekam. Bekam merupakan metode pembersihan dengan mengeluarkan darah dan angin dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan cara menyedot. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review yang menggunakan sumber literature yang berbentuk buku, artikel ilmiah, khususnya yang terpublikasi. Dengan melakukan pencarian melalui database Google Scholar, Researchgate, dan Microsoft Academy dari tahun 2015-2020. Hasil Penelitian : Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa adanya pengaruh tekanan darah sebelum terapi bekam dengan tekanan darah setelah terapi bekam terhadap perubahan tekan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan : terapi bekam dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Kata Kunci : Terapi Bekam, Tekanan Darah, HipertensiABSTRACTBackground :Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal which results in an increase in morbidity and mortality. One of the complementary therapies used is cupping. Cupping is a cleansing method by removing blood and wind from the body through the surface of the skin by suction. This study aims to determine the effect of cupping therapy on reducing blood pressure in patients with hypertension. Purpose: This study aims to determine the effect of cupping therapy on reducing blood pressure in hypertensive patients. Methods: This study uses a literature review study method that uses literature sources in the form of books, scientific articles, especially published ones. By searching through the Google Scholar database, Researchgate, and Microsoft Academy from 2015-2020. Results: The results showed that there was an effect of blood pressure before cupping therapy with blood pressure after cupping therapy on changes in blood pressure in hypertensive patients. Conclusion: Cupping therapy can reduce blood pressure in hypertensive patients.Keywords : Cupping Therapy, Blood Pressure, Hypertensio
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN GASTRITIS PALEMBANG : EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN GASTRITIS PALEMBANG Wahyu Saputra, Ria Dila.Syafitri
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung dan dapat mengakibatkan pembekakan mukosa lambung sampai terlepasnya epitel mukosa superficial yang menjadi penyebab terpenting dalam gangguan saluran pencernaan karena akan merangsang timbulnya proses inflamasi pada lambung. nyeri merupakan perasaan yang tidak menyenangkan bagi sebagian orang dan seringkali dikaitkan dengan kerusakan tubuh yang merupakan peringatan terhadap ancaman yang bersifat aktual ataupun potensial. Tujuan penelitian : untuk menyurangi nyeri pada penderita gastritis. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review yang menggunakan sumber literatur yang berbentuk buku, artikel ilmiah, khususnya yang terpublikasi. Dengan melakukan pencarian melalui database Google Scholar dari tahun 2015-2020. Hasil penelitian : dari 12 respoden sebelum diberikan relaksasi otot progresif pasien gastritis yang mengalami nyeri sebanyak 12 respoden (100%). Setelah diberikan relaksasi otot progresif pasien gastritis yang mengalami nyeri sebanyak 3 respoden (25%) dan yang tidak mengalami nyeri sebanyak 9 respoden (75%). Hasil test statistik menunjukan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai sig. 0,002 (P < 0,05). penelitian ini menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan adanya perubahan skala nyeri setelah dilakukan Relaksasi Otot Progresif. Kesimpulan : Teknik Relaksasi Otot Progresif mampu menurunkan nyeri pada pasien gastitis dengan cara latihan peregangan otot.Kata Kunci: Nyeri, gastritis, relaksasi otot progresifABSTRACTGastritis is an inflammation that affects the gastric mucosa and can lead to inflammation of the gastric mucosa to the release of the superficial mucosal epithelium which is the most important cause of gastrointestinal disorders because it stimulates the inflammatory process in the stomach. pain is an unpleasant feeling for some people and is often associated with bodily harm as a warning against an actual or potential threat. Research objective: to reduce pain in patients with gastritis. Research method: This study uses a literature review study method that uses literature sources in the form of books, scientific articles, especially published ones. By doing a search through the Google Scholar database from 2015-2020. Results: of 12 respondents before being given progressive muscle relaxation of gastritis patients who experienced pain as many as 12 respondents (100%). After being given progressive muscle relaxation, 3 respondents (25%) of gastritis experienced pain and 9 respondents (75%). The results of the statistical test showed that the Wilcoxon test results obtained a sig value. 0.002 (P < 0.05). This study shows that there is a significant difference in the change in the pain scale after Progressive Muscle Relaxation. Conclusion: Progressive Muscle Relaxation Technique is able to reduce pain in gastitis patients by means of muscle stretching exercises.Keywords: Pain, gastritis, progressive muscle relaxation
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Op Appendiktomi : Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Op Appendiktomi Mona Meilicha, Ria Dila Syahfitri
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Appendiktomi adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing(apendiks). Infeksi ini bisa menyebabkan penahanan bila terinfeksi bertambah parah sehingga dapat menyebabkan pecah nya usus buntu. Studi literatur ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan terapi relaksasi genggam jari terhadap intensitas nyeri pada pasien post opappendiktomi. Terapi relaksasi genggam jari dapat membantu pasien post op appendiktomi salah satunya adalah terapi relaksasi genggam jari yang bertujuan untuk menurunkan intensitas nyeri atau rasa sakit yang dapat dirasakannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review yang menggunakan sumber literatur yang berbentuk buku, artikel ilmiah, khususnya yang terpublikasi. Dengan melakukan pencarian melalui database Google scholar, Researgate, dan Garuda jurnal dari tahun 2015-2020. Hasil penelitian dari beberapa artikel penelitian yang telah di dapatkan, menunjukkan bahwa terapi relaksasi genggam jari terhadap intensitas nyeri untuk mengurangi nyeri pada pasien post op appendiktomi. Terapi relaksasi genggam jari dapat di terapkan atau dilakukan oleh perawat maupun keluarga pada saat pasien mengalami nyeri.Kata kunci : Appendiktomi, Intensitas Nyeri, Teknik Relaksasi Genggam JariABSTRACTAppendectomy is inflammation due to infection of the appendix or appendix. This infection can cause arrest if the infection gets worse so it can cause rupture of the appendix. This literature study aims to obtain a picture of the application of handheld relaxation therapy to pain intensity in post op appendectomy patients. Hand-held finger relaxation therapy can help postop appendectomy patients, one of which is hand-held finger relaxation therapy that aims to reduce the intensity of pain or pain that can be felt. This study uses a literature review study method that uses literary sources in the form of books, scientific articles, especially those published. By searching through the Google scholar database, Researgate, and Garuda journals from 2015-2020. Research results from several research articles that have been obtained, show that hand-held relaxation therapy on pain intensity to reduce pain in post op appendectomy patients. Hand-held finger relaxation therapy can be applied or carried out by nurses and families when the patient experiences pain.Keywords : Appendectomy, Pain Intensity, Finger-Grip Relaxation Technique