cover
Contact Name
Dyan Wahyu Nugroho
Contact Email
wahyu.nugroho@muctri.org
Phone
+6281314557919
Journal Mail Official
institute@muctri.org
Editorial Address
MUC Building, Jl. TB Simatupang No.15 Jakarta, Indonesia 12530
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Taxpedia
ISSN : 29875366     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.61261/taxpedia
Core Subject : Economy,
Journal of Tax Policy, Economics, and Accounting (TAXPEDIA) is a peer-reviewed and open-access academic journal published by MUC Tax Research Institute. TAXPEDIA aims to be a media of publication of scientific papers as well as critical media and exchange of ideas for national and international practitioners and academics on various taxation, economics, and accounting issues based on the results of studies or field research and literature.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2023): November 2023" : 5 Documents clear
Peran Pajak Lingkungan, Pembangunan Keuangan, dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Lingkungan Berkelanjutan di Negara D-8 Fajriyatul Abadiyah
Journal of Tax Policy, Economics, and Accounting (TAXPEDIA) Vol 1 No 2 (2023): November 2023
Publisher : MUC Tax Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61261/muctj.v1i2.38

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya upaya penerapan lingkungan berkelanjutan dalam pencapaian program 17 Sustainable Development Goals (SDG’s) yang menjadi isu paling pelik di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini untuk menguji peran dari pajak lingkungan, perkembangan keuangan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan berkelanjutan di negara eight development. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode analisis regresi data panel oleh Stata 14. Populasi yang digunakan yakni negara-negara yang masuk kedalam kelompok eight development countries. Data penelitian berupa data sekunder yang bersumber dari World Development Indicators (WDI), International Monetary Fund (IMF) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) selama periode pengamatan 2011-2020. Berdasarkan pemilihan model estimasi terbaik random effect, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pajak lingkungan tidak memiliki pengaruh terhadap lingkungan berkelanjutan di negara D-8. Sedangkan perkembangan keuangan dan pertumbuhan ekonomi sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap lingkungan berkelanjutan di negara D-8, dengan demikian semakin tinggi indeks perkembangan keuangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara ada kemungkinan akan berdampak pada jumlah energi yang dikonsumsi selain jumlah total emisi karbon dioksida yang digunakan. Mengingat hal ini, sangat penting bagi para pembuat kebijakan mengoptimalkan konsekuensi hukum terkait kepatuhan pajak lingkungan terutama bagi industri besar dan melakukan perjanjian kerja sama internasional agar memastikan konsep SDG’s tercapai.
TRADE-OFF EKSTENSIFIKASI CUKAI ATAS GULA: ANALISIS DAMPAK PEREKONOMIAN : Indonesia Bryan Gautama; Sessa Tiara Maretaniandini; Didik Purwanto
Journal of Tax Policy, Economics, and Accounting (TAXPEDIA) Vol 1 No 2 (2023): November 2023
Publisher : MUC Tax Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61261/muctj.v1i2.42

Abstract

Diabetes melitus menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Diabetes umumnya disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat seperti mengonsumsi makanan yang mengandung gula berlebih. Kebijakan ekstensifikasi cukai gula dapat digunakan untuk mengurangi konsumsi masyarakat terhadap gula. Namun, pengenaan cukai akan menimbulkan trade-off, sehingga pemerintah harus memilih antara prioritas kesehatan atau ekonomi. Penelitian ini bertujuan sebagai justifikasi untuk menentukan objek cukai gula dan untuk menentukan dampak ekonomi akibat kebijakan cukai atas gula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif menggunakan metode studi pustaka. Pendekatan kuantitatif menggunakan model input-output (IO) untuk menentukan dampak perekonomian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan cukai atas gula telah dilakukan di beberapa negara. Indonesia memiliki urgensi yang tinggi untuk menerapkan kebijakan cukai atas gula melalui gula hablur. Pengenaan cukai atas gula akan menghasilkan tambahan penerimaan negara sebesar 0.86%-2,57% dari target cukai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Nilai penerimaan yang dihasilkan lebih besar dibandingkan penurunan output dan nilai tambah bruto mendorong manfaat yang lebih besar dibandingkan dampak negatif pada ekonomi. Trade-off antara ekonomi dan kesehatan tidak tampak secara signifikan. Tambahan government spending akan memberikan dampak positif secara makro. Dengan demikian kebijakan pengenaan cukai menjadi lebih efektif apabila dilakukan kebijakan stimulus sektor terdampak.
Does Information and Communication Technology Elevate Tax Revenue? Panel Data Analysis Using Indonesian Setting Siswantoro
Journal of Tax Policy, Economics, and Accounting (TAXPEDIA) Vol 1 No 2 (2023): November 2023
Publisher : MUC Tax Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61261/muctj.v1i2.43

Abstract

Tax ratio in Indonesia is persistently below the international standard of 15%. Apart from that, there were only three periods recorded in the last 16 years where the realization of tax revenues exceeded the targets. This indicates that the tax authority’s performance in Indonesia is nonoptimal. It is necessary to integrate digitalization in the tax system by seeking the use of Information and Communication Technology (ICT) to maximize tax revenue performance. The aim of this research is to examine the impact of ICT developments with the dimensions of access and infrastructure, use and skills on tax revenues in 34 provinces in Indonesia in 2017-2021. This research also considers control variables including Gross Regional Domestic Product (GRDP), foreign direct investment, population, inflation and the Covid-19 pandemic. A total of 170 panel data were evaluated using a fixed effect model approach. All data was obtained from the Indonesian Statistics Bureau (BPS). The research results show that only the dimension of use has a positive and significant influence on regional tax revenues. The dimensions of access and infrastructure, and skills, have a positive but not significant influence on regional tax revenues. The control variables that influence tax revenues in Indonesia are GRDP, population, and the Covid-19 pandemic, while foreign investment and inflation have no significant effect on tax revenues. At the end, this research also suggests further studies to know the influence of dimensions of ICT use on tax revenues under various conditions.
Adapting Indonesia’s Tax Incentive Strategy In The Post Pillar Two Era Johanes Glorinus Saragih
Journal of Tax Policy, Economics, and Accounting (TAXPEDIA) Vol 1 No 2 (2023): November 2023
Publisher : MUC Tax Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61261/muctj.v1i2.47

Abstract

Indonesia, as a developing country striving for economic growth and technological advancement, faces the imperative challenge of re-evaluating its tax incentive regime in light of the global tax landscape's recent transformation through BEPS Action 1 Pillar Two. Using qualitative research methodology, this study delves into the framework of Pillar Two and its implications for Indonesia's tax incentives policy. This paper highlights the pressing need for Indonesia to recalibrate its tax incentive strategy and proposes that Research and Development (R&D) tax incentives as a promising solution, specifically focusing on input R&D activities that are compliant with The Global Anti-Base Erosion (GloBE) rules. This study examines the potential of R&D tax incentives to stimulate innovation, attract foreign investments, and ultimately contribute to long-term economic growth. As Indonesia charts its path toward economic prosperity, rethinking its tax incentive policy is paramount.
Analisis Resiko Penerimaan Pajak Negara Menggunakan Model Lagrange Quadratic Programming Agus Fachrur Rozy; Ahmad Fitri
Journal of Tax Policy, Economics, and Accounting (TAXPEDIA) Vol 1 No 2 (2023): November 2023
Publisher : MUC Tax Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61261/muctj.v1i2.58

Abstract

Pendapatan pajak adalah salah satu sumber pendapatan terpenting bagi pemerintah di seluruh dunia. Pendapatan ini digunakan untuk mendukung berbagai program dan proyek yang diperlukan untuk menjalankan pemerintahan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi dan transformasi ekonomi telah memberikan dampak signifikan terhadap bagaimana pajak dikumpulkan dan dikelola. Pada saat yang sama, risiko dan peluang dalam penerimaan pajak negara telah berkembang. Dalam penelitian ini, data laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disusun pada bulan Agustus 2023 menjadi titik fokus utama. Analisis akan dilakukan terhadap informasi mengenai penerimaan pajak, khususnya perbandingan antara target yang telah ditetapkan dengan realisasi yang telah tercapai. Metode Lagrange Quadratic Programming, diharapkan akan memberikan wawasan yang berharga mengenai kinerja penerimaan pajak dalam APBN pada periode tersebut. Pajak Penghasilan (PPh) (x_1) mengalami lonjakan yang signifikan. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) & Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) (x_2) turun drastis, sehingga perlu diterapkan kebijakan dan pengawasan yang efektif. Pajak Bumi Bangunan (PBB) (x_3) mengalami kenaikan, memerlukan peningkatan kepatuhan dan evaluasi kebijakan. Pajak Lainnya (x_4) mengalami penurunan, sehingga perlu dilakukan tinjauan kebijakan dan peningkatan kepatuhan. Hasil dari analisis ini akan menghasilkan rasio-rasio yang mencerminkan kontribusi masing-masing unit atau komponen dalam mencapai target pajak yang telah ditetapkan. Ketika nilai rasio positif, hal ini menunjukkan bahwa unit terkait memiliki dampak positif yang signifikan terhadap penerimaan pajak secara keseluruhan. Sebaliknya, nilai rasio negatif mengindikasikan dampak negatif yang besar dari unit atau komponen tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5