cover
Contact Name
Heidy Arviani
Contact Email
heidy_arviani.ilkom@upnjatim.ac.id
Phone
+6287775009700
Journal Mail Official
voxpop@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Gedung Twin Tower B FISIBPOL (Lantai 3) Ruang Dosen Ilmu Komunikasi
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VoxPop Journal
ISSN : -     EISSN : 27237281     DOI : -
Core Subject :
VoxPop Editorial Team is inviting fellow students, especially in Communication Studies department to spread their own original ideas, criticisms and observations of social, communication, culture, and media phenomenon in the form of scientific articles. VoxPop Journal is an annual publication publishing original research in communication studies, media studies, and related fields. Scholars are invited to submit manuscripts addressing any area of communication and media studies, including, but not limited to: Media and Journalism Broadcasting Media Issue Audience Studies Visual Communication Intercultural Communication Communication Skills Communication Management Governmernt Communication Organizational & Business Communication Development Communication Health Communication
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP" : 6 Documents clear
REPRESENTASI NILAI ISLAMI PADA IKLAN MARJAN EDISI RAMADHAN “RAYAKAN KEMENANGAN 2023” Meytriana Excel SW; Salsabilla Clarissa D.; Bilbina Alifia; Muhammad Daffa Ar Rizkya; Firman Ardiansyah
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media periklanan selalu menjadi upaya bagi berbagai produk dalam menunjang proses pemasaran. Melalui iklan, sebuah produk dapat memberikan serta merepresentasikan informasi mengenai produk yang mereka pasarkan. Perkembangan teknologi dan budaya di era saat ini juga turut mendukung perkembangan dunia periklanan untuk menyediakan konsep yang lebih beragam dan mutakhir. Tak terkecuali dengan produk sirup Marjan yang seiring berjalannya waktu turut menciptakan berbagai tayangan iklan yang menarik dengan ciri khasnya yang selalu muncul di setiap bulan suci Ramadhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai islam direpresentasikan dalam iklan sirup Marjan edisi Ramadhan 2023. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini mengeksplorasi teori semiotika oleh RolandBarthes, dengan menggunakan metode penelitian berupa analisissemiotika. Produk sirup Marjan selalu menawarkan inovasi konsep iklan yang unik dan menarik setiap tahunnya, begitupun yang tayang pada tahun ini dengan tema “ Rayakan Kemenangan 2023 ”. Perbedaan yang cukup menarik perhatian pada tayangan iklan kali ini adalah dengan memunculkan tokoh - tokoh baru bertajuk pahlawan atau superhero namun masih tetap dengan penggambaran khas budaya Indonesia.
AGAMA DALAM ISLAM INDONESIA: REPRESENTASI PENDIDIKAN PESANTREN PADA FILM QORIN DENGAN REALITAS DI INDONESIA Sisilia Srikandi M; Hanindya Faradilla Putri; Aulia Neva Zefanya; Balqi Chesta Adabi; Anugerah Widiarti Nindita
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pesantren bila di Indonesia biasa dianggap sebagai tempat untukmenimba ilmu agama Islam. Keberadaan Pendidikan pesantren bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia khususnya. Pesantren sudah ada sejak zaman kolonialbahkan banyak tokoh-tokoh muslim yang turut menjadi pahlawan serta tokoh bangsadalam proses berdirinya negeri ini. Tak jarang Pendidikan pesantren dianggap sebagaipendidikan yang sepenuhnya masih menganut sistem tradisional dan dianggap kolot.Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Kini banyak pesantren yang sudahmengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Dengan mengikuti perkembangan zaman, melalui Pendidikan pesantren diharapkan dapat mencetak generasi bangsa yang unggul dan berakhlakul karimah serta mampu mengimplementasikan nilai keagamaan, keislaman dalam bermasyarakat. Belakanganini dunia perfilman banyak menyajikan film-film bertemakan pesantren salah satunyaadalah film Qorin. Dari latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana representasi Pendidikan pesantren pada film Qorin dengandengan realitas di Indonesia. Penelitian ini ditulis secara kualitatif deskriptif denganmenggunakan analisis representasi menurut John Fiske yang menggunakan tiga levelpengkodean; 1) level realitas, 2) level representasi dan 3) level ideologi. Teknikpengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil daripenelitian ini menunjukkan secara level realitas yang tergambar dari penampilan sertakelakuan (behavior). Sementara pada level representasi dari kode melalui kamera,pencahayaan, music, dan konflik. Serta ditemui pada level ideologi tentang bagaimanaZahra sebagai salah satu santriwati yang bersikap taat pada gurunya yang mana haltersebut merupakan salah satu nilai agama yang diajarkan yaitu akhlak yang baik.
REPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL SEKTE AGAMA JMS DALAM SERIES “IN THE NAME OF GOD A HOLY BETRAYAL” Alicia Putri Raja Dima; Mila A. Ramadhani; Zaskia Firyal R.; Allauddin Rafif Irsa; Farrel Rakha Adi Pramana
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feminisme merupakan pemahaman tentang penidnasan dan eksploitasi wanita, mulai di lingkungan keluarga, di lingkungan pekerjaan ataupun di lingkungan sekitar dalam lingkungan masyarakat dan hadirnya perbuatan kesadaran oleh pria dan wanita yang bertujuan mengonversikan situasi dengan pemaknaan dasar. Kekerasan seksual menjadi topik hangat di negara Indonesia. Korban kekerasan seksual kurang mendapat perhatian dari kedua belah pihak baik dari keluarga maupun pihak yang memiliki kewenangan, bahkan kemungkinan diam saat berhadapan dengan pihak yang lebih kuat. Hal ini menimbulkan persepsi negatif dan menyebabkan korban kekerasan seksual menjadi takut untuk melaporkan kejahatan yang dialaminya, serta kurangnya penindakan yang menimbulkan efek jera kepada pelaku dan memungkinkan pelaku kekerasan seksual untuk bertindak bebas karena merasa aman. Fenomena ini diangkat menjadi sebuah film In the Name Of God: A Holy Betrayal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan dan mempresentasikan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pendiri dan pemimpin dari sekte sesat Jesus Morning Star (JMS) yang diangkat di film In the Name Of God: A Holy Betrayal. Penelitian ini menggunakan metode semiotika John Fiske untuk menyampaikan lambing-lambang dan artimendalam dalam film ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran kekerasan seksual dalam film ini menurut John Fiske memiliki tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi.
PERSEPSI FOLLOWERS INSTAGRAM @biancakartika TERHADAP FASHION HIJAB KOREAN STYLE Anselma Abistha Pramesti; Bella Avianda Putri; Juwita Istiqommah; Kirana Mutia
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi followers Instagram @biancakartikaterhadap fashion hijab Korean Style. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan berfokus pada analisis komentar, tanggapan, dan interaksi followers terhadap konten hijab Korean Style yang diposting oleh akun @biancakartika. Teori persepsi, teori fashion dan budaya populer, dan teori Korean Wave , digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan teori persepsi, dapat memahami bagaimana para followers membentuk persepsi mereka terhadap trend hijab Korean Style berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan preferensi mereka sendiri. Teori budaya dan fashion populer membantu menganalisis variabel sosial, psikologis, dan ekonomi yang mempengaruhi adopsi dan penerimaan trend fashion hijab Korean Style di kalangan pengguna Instagram. Teori Korean Wave digunakan untuk menggambarkan pengaruh budaya Korea, termasuk di dalam bidang fashion, musik, dan hiburan, terhadap minat pengguna Instagram terhadap fashion hijab Korean Style. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yang di bagikan kepada informan. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola-pola persepsi, sikap, dan preferensi followers terhadap fashion hijab Korean Style yang dipresentasikan oleh @biancakartika. Penelitian ini memberikan gambaran dan penjelasan tentang bagaimana followers Instagram Bianca Kartika menerima dan memahami fashion hijab Korean Style. Penelitian ini juga menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pengikut terhadap trend tersebut dan bagaimana Korean Wave mempengaruhi minat mereka terhadap trend hijab Korean Style.
REPRESENTASI BUDAYA POPULER DALAM LAGU RELIGI OPICK RAMADHAN TIBA VERSI DJ REMIX Rafli Argireza Akbar; Isro Nur Siti Khotidjah; Davina Oktiara Wardana; Bima Dwi Kurnia; Noviana Safira
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas representasi budaya populer lagu religi OpickRamadhan Tiba versi DJ remix dan budaya populer me-remix lagu termasuk lagu pop religi milik Opick tersebut. Dalam hal ini, objek penelitiannya adalah video konten yang menggunakan lagu religi milik Opick “Ramadhan Tiba” versi DJ Remix dari berbagai media sosial seperti Youtube, TikTok dan Instagram. Dalam konten video itu juga menyelipkan footage ilustrasi kebiasaan-kebiasaan unik umat Islam di Indonesia dalam menyambut Bulan Ramadhan, seperti kegiatan keliling membangunkan sahur, bermain petasan, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis teks di sosial media yang didukung dengan teori budaya populer dan representasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu religi Opick Ramadhan tiba telah berubah fungsi setelah versi yang di-remix.
ANALISIS RESEPSI GENERASI Z TERHADAP INDIKASI SATANISME PADA PENAMPILAN “UNHOLY” GRAMMY AWARDS 2023 Niken Nurdiyah Ayu; Karina Danti Aulia Rahma; Argya Bratasena; Ismaya Syafa Nabila; Muhammad Rizqi Raihan Bakir
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satanisme dianggap sebagai kepercayaan yang menyimpang terhadap ajaran agama yang telah ada. Sebagian orang mengetahui bahwasanya satanisme adalah kepercayaan yang melakukan pemujaan kepada setan. Tidak hanya itu, komunitastersebut juga melakukan pengubahan isi terhadap kitab untuk melakukan penghujatan kepada nabi-nabi dan Tuhan. Pada masa kini, penyebaran keyakinan satanisme secara modern dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu melalui penampilan pada acara bergengsi di Amerika Serikat, Grammy Awards. Penampilan Sam Smith dan Kim Petras ketika membawakan single kolaborasi mereka “Unholy” pada Grammy Awards 2023 menuai kontroversi karena dianggap membawa ajaran satanisme, dibuktikan dengan penampilan mereka dengan warna serba merah, atribut yang melambangkan satanisme, dan koreo yang dianggap sebuah ritual untuk pemujaan setan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teori resepsi Stuart Hall yang membahas mengenai bagaimana khalayak dalam memaknasebuah pesan yang disampaikan oleh komunikator. Sasaran penelitian ini adalah generasi Z (usia 18-25 tahun) yang telah menonton penampilan Sam Smith dan Kim Petras “Unholy” di Grammy Awards 2023. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 informan berada pada posisi dominan karena penampilan Sam Smith hanyalah bentuk dari seni dan kreativitas sehingga layak ditayangkan. 4 informan berada pada posisi negosiasi karena Grammy Awards berlokasi di Amerika Serikat yang mengizinkan hal kontroversial pada penampilan Sam Smith untuk ditayangkan. Posisi terakhir yakni oposisi dengan 4 informan yang tidak menyetujui penampilan Sam Smith ditayangkan karena mengangkat tema yang tidak sesuai dengan negara lain sekaligus bertentangan dengan ajaran agama yang dianut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6