cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2: November 2017" : 10 Documents clear
ANALISIS PROSES BIMBINGAN KONSELING Sri Lestari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.725 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20100

Abstract

Proses bimbingan konseling di laksanakan oleh guru pembimbing padaSMK Negeri I Tempel Kabupaten Sleman tahun 2016, Subjek penelitian adalah seluruh guru pembimbing di SMK Negeri 1 Tempel yang berjumlah 5 orang, pengumpulan data dengan angket.Proses bimbinngan konseling yang dilaksanakankan oleh guru bimbingan konseling di SMK Negeri 1 Tempel secara umum sudah termasuk kriteria baik, akan tetapi proses bimbingan konseling yang baik belum tentu dapat meningkatkan minat peserta didik untuk mengikuti layanan bimbingan yang di berikan oleh guru BK untuk berkonsultasi, meskipun peserta didik kurang berminat dalam memanfaatkan pelayanan bimbingan konseling yang diselenggarakan oleh guru BK, pelaksanaa proses bimbingan konseling tetap harus di pertahankan agar tetap baik.
PENERAPAN MENTORING POLA IN-ON-IN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU-GURU IPA SMA BINAAN DALAM MENYUSUN PERENCANAAN PENILAIAN PEMBELAJARAN DI KULON PROGO Sudarmadi Sudarmadi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.367 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20088

Abstract

Penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1)meningkatan kinerja guru-guru IPA SMA binaan dalam menyusun perencanaanpenilaian pembelajaran; (2) meningkatkan kualitas dokumen perencanaan penilaian pembelajaran guru-guru IPA SMA binaan; (3) menunjukkan peningkatan kinerja guru-guru IPA SMA binaan dalam menyusun perencanaan penilaian pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah guru-guru IPA SMA binaan. Data penelitian ini berupa: (1) analisis SK/KD dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi; (2) Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM); (3) kisi-kisi soal; (4) indikator soal; dan (5) butir soal. Instrumen pengumpul data terdiri atas instrumen validasi, yakni analisis SK/KD dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi, KKM, isikisi soal, indikator soal, dan instrumen penilaian(butir soal). Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil pencermatan dokumen penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) guru-guru IPA SMA binaan mengalami peningkatan kinerja setelah dilakukan Mentoring Pola In-On-In; (2) kinerja guru-guru IPA SMA binaan mengalami peningkatan dalam menyusun kualitas dokumen perencanaan penilaian pembelajaran mulai dari prasiklus, siklus I, hingga siklus II setelah dilakukan Mentoring Pola In-On-In; (3) kinerja guru-guru IPA SMA binaan mengalami peningkatan dalam menyusun perencanaan penilaian pembelajaran dengan perolehan skor rata-rata mulai dari prasiklus, siklus I, hingga siklus II setelah dilakukan Mentoring Pola In-On-In, yakni 2,03; 2,57; dan 3,33 dengan kategori baik 
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS X SMA 3 BANTUL Widyastuti, Wahyu
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.745 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation, dan (2) meningkatkan penguasaan konsep biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk memberikan makna keberhasilan digunakan kriteria relatif yaitu apabila setelah penerapan pembelajaran hasil penilaian aktivitas siswa menunjukkan katagori tinggi,serta ≥85 % dari jumlah siswa mencapai ketuntasan belajar ≥75 %. Hasil penelitian menunjukkan secara nyata bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation mampu (1) meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, 2) meningkatkan penguasaan konsep biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation, ini ditunjukkan dengan peningkatan rerata nilai dari 51,56sebelum tindakan menjadi 69,38 pada siklus 1 dan 80,38 pada siklus 2
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK SEBAGAI PEMBANGUN KETERAMPILAN BERTANYA PRODUKTIF SISWA Sulistyorini, Dwi Ermavianti Wahyu
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2056.01 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membangun keterampilan bertanya produktif siswa pada mata pelajaran anatomi dan fisiologi; dan (2) mengembangkan caraberpikir siswa agar terampil bertanya produktif melalui model pembelajarankooperatif tipe pair check. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan setting kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada semester ganjil bagi siswa kelas X Tata Kecantikan 2 tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan pemantauan partisipatif, kuisioner, dan studi dokumentasi. Data hasil pengamatan, wawancara, diskusi dengan kolaborator, dan dokumen dianalisis secara deskriptif, identifikasi, interprestasi, validasi dan inferensi. Analisis data meliputi tahapan mengidentifikasi, deskripsi dan interprestasi, validasi, dan inferensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 9 tahapan untukmembangun keterampilan bertanya produktif siswa pada mata pelajaran anatomi, yaknimenjelaskan konsep, membagi siswa dalam kelompok, membagikan teks, melaksanakan pair check, siswa bertukar peran, mencocokkan jawaban, membimbing dan mengarahkan, mengecek jawaban benar, dan mendapatkan reward. Kondisi awal yang menunjukkan siswa ketika mengungkapkan pertanyaan secara singkat dan jelas memperoleh kriteria cukup pada 6 komponen yang diamati, sedangkan pada akhir kegiatan (siklus 2) mengalami peningkatan memperoleh kriteria baik. Hal itu terlihat dari frekuensi siswa dalam bertanya yang mengalami peningkatan, dan mampu membaca secara produktif sesuai dengan teks/bacaan yang diberikan oleh guru
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI TEKNIK PENGINTEGRALAN PADA SISWA KELAS XII IPA SMA NEGERI 1 PUNDONG SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016 F. Indarta
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.358 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Pundong materi Teknik Pengintegralan dengan menggunakanmodel pembelajaran PAKEM. Penggunaan model pembelajaran PAKEM padapenelitian ini adalah dengan cara menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa menjadi aktif dan kreatif serta proses pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan. Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus. Setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sarana yang digunakan pada penelitian ini, yakni lembar kerja siswa, lembar penilaian afektif siswa, dan lembar pengamatan guru. Subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Pundong, sedangkan obyeknya adalah pembelajaran materi Teknik Pengintegralan yang diajarkan dengan model pembelajaran PAKEM. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah meningkatnya prestasi belajar siswa dan meningkatnya kemampuan afektif siswa serta kinerja guru pada pembelajaran materi rumus-rumus trigonometri kelas XII IPA SMA Negeri 1 Pundong. Penelitian dari kondisi awal siswa yang diukur dengan instrumen tertulis menunjukkan adanya peningkatan presentase ketuntasan belajarsiswa sebesar 46% setelah diberikan tindakan pada siklus II. Selain itu, keaktifan siswa meningkat dari 67,33% menjadi 93,33%, kreativitas siswa meningkat dari 70,67% menjadi 93,33%, efektifitas siswa meningkat dari 68,67% menjadi 94,00%, suasana belajar yang menyenangkan meningkat dari 56,67% menjadi 94,00%. Hasil pengamatan kinerja guru menunjukkan peningkatan dari kriteria baik (82,87%) menjadi sangat baik (90,48 )
PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN INDUSTRI PERHOTELAN KELAS X SMKN 4 YOGYAKARTA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) Agus Tita Wijayanti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.649 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20067

Abstract

Kondisi awal dalam pembelajaran Industri Perhotelan, motivasi siswa rendah. Hal ini terbukti dari hasil observasi yang menunjukan lebih dari 25 siswa yang ramai sendiri, sibuk dengan dengan aktivitas main bolpoint, melamun sendiri, dan kurangya antusias atau motivasi siswa di kelas ketika proses pembelajaran berlangsung. Rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru sangat kurang. Untuk itu, peneliti menerapkan model pembelajaran contextual teaching learning. Subjek penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X Usaha Perjalanan Wisata SMK Negeri 4 Yogyakarta. Waktu penelitiannya selama 6 bulan,dimulai dari Januari sampai dengan Juni 2016. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus dengan meliputi: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan pembelajaran dengan menggunakan contextual teaching learning, 3) pengamatan/observasi dengan mengumpulkan data hasil motivasi belajar siswa dan angket, dan 4) evaluasi hasil tindakan dilanjutkan dengan refleksi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas X Usaha Perjalanan Wisata 1 SMK Negeri 4 Yogyakarta padaSiklus I mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil angket yang diberikan ke siswa 76,38 dengan konversi baik. Hasil motivasi belajar siswa kelas X Usaha Perjalanan Wisata 1 SMK Negeri 4 Yogyakarta pada Siklus II juga mengalami peningkatan. Hasil Siklus II yakni 77,22 dengan konversi baik. Hal ini menadakan bahwa ada peningkatan motivasi dari antara siklus I dan siklus 2 sekitar 0,84.
PENINGKATAN KEBERANIAN SISWA BERKOMUNIKASI LANGSUNG DENGAN TAMU MELALUI ROLEPLAY PADA PEMBELAJARAN RESTAURANT SERVICE SMKN 1 SEWON Suwantini Suwantini
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.87 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20097

Abstract

This reportaims to foster self-confidence, independent, honest, and responsible, build interest in the subjects of restaurant service, in still character building andculture to optimize the learning process of restaurant service, provide students with knowledge and skills in areas of food and beverage services at the restaurant which are the task of the restaurants officers. They are expected to have competence in their field.This report was organized based on the method of classroom action researchwhich was conducted in the second semester of learning class XII student restaurant service catering in SMK 1 Sewon at academic year 2014/2015. The data collection techniques which are used in this study are questionnaires, and documentation study. Technical analysis of the data using the identification, data classification, description, and validation. The results show that: 1) the implementation of role play method in restaurant service process learning can make students to be more courageous to communicate directly with the guests. it can be seen in the attitudes and behavior of the student during the learning process. Students appear to be more confident incommunicating, independent, disciplined in doing the task and more responsible to them selves andthe group. 2) The courage to communicate directly with guests has increased after the implementation of role play learning method. It can be shown from the result, 7% of the student had no difficulty in communicating with guests on the first cycle, and it has incerased to 23% in on the second cycle. And there are significant increase on the third and fourth cycle, 52% and 72% respectively. 3) With having confidence, the student will be skilled in communicating directly with guests. It will successfully deliver the studentinto the world ofbusiness / industry and can also createt heir own jobs according to the field
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN NUMBERED HEADS TOGETHER DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA Agus Margono; Budiyono Budiyono; Imam Sujadi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.628 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20085

Abstract

The purposes of this study were to determine: (1) which has better learning achievement in mathematics, the application of TGT type cooperative learning,NHT type cooperative learning, or direct learning, (2) which has better learningachievement, the students with high emotional intelligence, medium, or low,(3) which has better learning achievement at each level of high, medium, andlow emotional intelligence on cooperative learning model TGT, NHT, or directlearning, (4) which hasbetter learning achievement on students with high, mediumor low intelligence emotional at each learning of TGT, NHT, and direct learning.This research was a quasi experimental with 3 × 3 factorial design. The studypopulation were seventh grade student of Junior High School State of Yogyakarta. Sampling was done by stratified cluster random sampling with sample of the study were the students of SMPN 1, SMPN 12, and SMPN 14. Each of samples consists of three classes as TGT models class, NHT models class, and control class. The number of total members sample were 303 students. The instrument used to collect the data was mathematics achievement test instruments and students emotional intelligence questionnaire instrument. From the analysis it was concluded that: (1) TGT learning model has better achievement than NHT model and direct learning, NHT learning model has better achievement than direct learning, (2) the students with high emotional intelligence has better achievement than the students with medium and low emotional intelligence, while the students with medium emotional intelligence has better achievement than the students with low emotional intelligence, (3) the students with high emotional intelligence hasthe same achievement on TGT, NHT, or Direct Learning model; the students with medium intelligence, TGT model has better performance than NHT model, NHT model has the same achievement as direct learning model, TGT model has the same achievement as direct learning model; the students with low emotional intelligence hasthe same achievement on learning TGT model, NHT model, and direct learning, (4) the students with high, medium and low emotional intelligence has the same performance on TGT and NHT learning; on Direct Learning, the students with high emotional intelligence has better achievement than students with low emotional intelligence, the students with high emotional intelligence has the same achievement as medium emotional intelligence, the students with medium emotional intelligence has the same achievement as low emotional intelligence
BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH ‘MoLIMA’ SEBAGAI MANIFESTASI KEBERHASILAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Tangsi Sasmita
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.609 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20098

Abstract

Dalam manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS), manajemen berbasis sekolah diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomilebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatifyang melibatkan secara langsung semua warga sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah berdasar kebijakan pendidikan nasional. Keberhasilan suatu penyelenggaraan pendidikan di sekolah tidak hanya bergantung pada kemampuan kepala sekolah secara personal saja tetapi didukung semua komponen yang ada di sekolah sebagai kesatuan sistem, ditunjang iklim dan kebiasaan sekolah yang produktif yang dikenal dengan budaya sekolah. Kompetensi kepala sekolah dalam menciptakan budaya organisasi sekolah dengan implementasi manajemen berbasis sekolah meliputi lima kompetensi, yaitu kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Kompetensi tersebut dimanifestasikan dengan mengadaptasi istilah dari unsur budaya/filosofi Jawa yang relevan disebut molima, yaitu momor, momot, momong, mursid, dan murakabi. Indikator keberhasilan pengelolaan satuan pendidikan yang mengimplementasikan manajemen berbasis sekolah (MBS) ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas sekolah 
OPTIMALISASI SUPERVISI AKADEMIK MELALUI PEER OBSERVATION Reni Herawati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.852 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20087

Abstract

Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan mengoptimalkan supervisi akademik berbasis evaluasi diri guru secara kolaboratif yang dilakukan melalui peerobservation. Indikator keberhasilan ditentukan oleh tingkat keprofesian gurudalam melaksanakan peer observation dilihat dari dua dimensi yaitu persepsi guru dan keprofesian guru. Hasil penelitian menunjukkan bukti bahwa peer observation memberikan hasil positif yaitu perbaikan persepsi guru pada supervisi. Implementasi peer observation juga memberikan perbaikan yang signifikan pada keprofesian guru dalam melaksanakan peer observation diukur dari empat indikator: 1) aspek 'paham bagaimana melakukan’ mengalami kenaikan sebesar 33.3%; 2) aspek ‘dapat melakukan’ sebesar 58,1%; 3) aspek ‘mau melakukan’ memberi konstribusi sebesar 36.1%; 4) dan aspek ‘mau mengembangkan’ meningkat sebesar 50%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peer observation memberikan hasil positif untuk mengoptimalkan supervisi akademik 

Page 1 of 1 | Total Record : 10