cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 01: Februari 2004" : 6 Documents clear
Pengelolaan Majalah Dinding di Sekolah Zubaidah, Enny; Saptomo, Bambang
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6026.206 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5431

Abstract

Majalah dinding atau biasa disebut Mading adalah salah satu media komunikasiyang ditempel di dinding. Mading merupakan media komunikasi dan informasi yang mudah dan murah. Kemudahan tersebut karena Mading dapat dibuat oleh siapa saja yang mempunyai kemampuan dan kemauan untukitu, terutama bagi siswa dan guru di sekolah. Kemurahan terjadi karena Mading memang mudah dibaca tanpa harus mengeluarkan biaya. Itulah yang disebut dengan Mading sekolah. Mading sekolah diciptakan tentulah memiliki fungsi dan tujuan tertentu, yaitu sebagai sarana informasi, media hiburan, menjalin tali persaudaraan, mengembangkan kreativitas, menumbuhkan sikap kritis terhadap mata pelajaran tertentu, dan meningkatkan wawasan sosial. Dengan demikian, Mading di sekolah diharapkan mampu membawa sisiwa untuk mengembangkan kreativitasnya yang tertuang dalam pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Mading di sekolah terdiri dari Mading kelas dan Mading sekolah, keduanya bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan penguasaan mata pelajaran siswa di kelas tertentu. Untuk itu, dalam pengembangannya guru hendaklah menjadi pembimbing bagi siswanya di sekolah baik dalam proses membuat naskah, mengelola naskah, sampai pada teknik pemajangannya. Diharapkan guru memiliki sifat telaten, sabar, namun juga tegas. Itu semua karena diharapkan Mading sekolah dapat terwujud.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPREHENSIF DAN HOLISTIK SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN INTEGRATED SCIENCE Insih Wilujeng
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6709.569 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5434

Abstract

Sains hendaknya diposisikan untuk mendidik siswa agar mampu berpikir komprehensif dan holistik tentang keterkaitan antar konsep yang satu dan konsep yang lain yang berkait dengan fenomena Berbekal kemampuan berpikir yang komprehensIf dan holistik tersebut memberikan kesadaran pada siswa tentang arti pentingnya memahami berbagai alam. fenomena alam beserta keterkaitannya satu dengan yang lain, sehingga diharapkan akan mampu memecahkon permasalahan secara kontektual yang berkait dengan fenomena kebendaan maupun kejadian-kejadian di alam. Guna meningkatkan kemampuan berpikir yang komprehensif dan holistik bagi siswa tersebut, maka hendaknya dilakukan pembelajaran integrated sains dengan pengintegrasian produk dan proses sains. Setting sajian materi pembelajaran dapat diawali dengan kegiatan dan informasiyang bersifat apersepsi untuk menggugah minat dan hasrat untuk mau belajar sains, dilanjutkan kegiatan informasi inti,dan kemudian ditutup berbagai hal yang menantang siswa serta penutup berupa informasi pengembangan. Pengintegrasian dapat dilakukan dengan dua dasar, yaitu pengintegrasian berbasis obyek dan pengintegrasian berbasispersolan.Memadukan objek-objek alam untuk dipelajari, untuk diamati gejala/fenomena kebendaannya maupun kejadiannya di alam dalam salu saat bersamaan akan menyadarkan siswa bahwa tidak semua benda alam menunjukkan gejala/fenomena kebendaan dan kejadianyang sama. Pengintegrasian sains berbasis persoalan dapat dilakukan dengan mengembangkan topik atas pokok bahasan yang sifatnya tematik yang tidak mengesampingkan pesan kurikulum. Dengan kata lain melalui topik atau pokok bahasan yang tematik, dalam sekali pembelajaran guru dapat memilih beberapa kompetensi dasar atau beberapa unsur kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum Apabila kita mampu mengembangkan pembelajaran sains terintegrasi baikintegrasi berdasar obyek telaah maupun integrasi berdasar persoalan yang dikaji dari berbagai dimensi tema/persoalan sains,maka siswa SMP mampu mempelajari sains dengan benar, maka sains harus dikenalkan secara utuh, baik menyangkut obyek, persoalan, maupun tingkat organisasi dari benda-benda yang ada di dalam jagad raya. Selain itu guru mampu melakukan pembelajaran yang benar-benar tidak membelenggu siswa dan guru sendiri dalam pembelajaran (memerdekakan guru dan siswa), pembelajaran yang mampu mewujudkan proses perolehan konsep bagi siswa dalam belajar
REALITAS DAN IDEALITAS DALAM REFORMASI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Arif Rohman
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6853.02 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5436

Abstract

Penyelenggaraan program studi S-l Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sejak tahun 2002 di beberapa perguruan tinggi Indonesia merupakan hasil trobosan baru. Melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 827/D/T/2002 tanggal 3 April 2002 pemerintah mengijinkan penyelenggaraan program ini di sepuluh perguruan tinggi eks IKIP dan FKIP. Hal tersebut dilakukan dalam rangka terwujudnya kualifikasi guru Sekolah Dasar (SD) yang lebih baik yakni meniadi sarjana. Namun realitasnya, penyelenggaraan prodi tersebut masih mengalami banyak kendala antara lain: tidak adanya dosen tetap,minimnya sarana dan prasarana pembelajaran dan laboratorium termasuk sanggar praktek ketrampilan dan perpustakaan, enrolment input terbatas hanya lulusan D-2 PGSD yang telah berstatus mengajar di SD, sebagian masyarakat masih memandang sebelah mata,banyaknya kendala birokrasi dari instansi para mahasiswa berasal, dukungan dari pemerintah daerah rendah. Oleh karenanya, beberapa terobosan strategis perlu dilakukan antara lain dengan membangun kemitraan kepada semua pihak
PENILAIAN PRESTASI SISWA MELALUI PORTOFOLIO DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Suharsimi Arikunto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4119.153 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5433

Abstract

-
PERANAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) DALAM UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Tri Murwaningsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5435

Abstract

Masalah tenaga pendidikan di Indonesia selama ini antara lain adalah rendahnya kualitas dan profesionalis meguru, rendahnya kemandirian guru dalam melaksanakan profesinya yang berakibat rendahnya mutu pendidikan. Untuk meningkatkan profesionalisme guru perlu diupayakan peningkatankualifikasi, kompetensi, wawasan keilmuan, serta kesejahteraan guru. Profesi guru dilegitimasi oleh masyarakat pengguna untuk itu guru dituntut menguasai didaktik dan metodik, serta menguasai substansi keilmuan yang menjadi kompetensinya. Guru profesional dituntut selalu meningkatkan profesionalisme, serta kemampuan, pengetahuan dan  wawasan keilmuannya secara berkelanjutan. Profesi guru harus merupakan profesi mandiri dan memiliki komunitas profesionalyang selalu berkembang. Peranan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sebogai organisasi profesi guru, diharapkan lebih proaktif dalam memperjuangkan perbaikan kesejahteraan, citra, serta meningkatkan profesionalisme guru. Organisasi profesi ini didambakan dapat menunjukkan citra sebagai motor penggerak dan wadah penampung semua aspirasi profesionalisme guru berperan aktif memotivasi peningkatan kualitas guru
MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI SMA KELAS X BERDASARKAN KURIKULUM 2OO4 Sri Murtiningsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5432

Abstract

Menulis Puisi merupakan pembelajaran yang kurang diminati siswa. Hal tersebut disebabkan oleh strategi pembelajaran yang kurang menarik dan kurang mengembangkan kreativitas siswa untuk menuliskan pengalaman emosional, imajinatif, dan intelektualnya dalam bentuk puisi di kelas. Salah satu cara agar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan adalah dengan sebuah model pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2004. Guru memilih strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan keadaan sekolahnya masing-masing. Langkah-langkahnya yaitu:(l) Dalam memberikan tugas menulis puisi,guru tidak menentukan tema yang sama bagi seluruh siswa;(2)Siswa diberi kekebasan memilih tempat yang nyaman untuk beri majinasi dan menulis puisi,di luar kelas;(3) Sebagian puisi karya siswa dibacakan di depan kelas dan dinilai teman-temannya;dan (4) Siswa mengerjakan tes afektif;(5) Pembelajaran diakhiri dengan refleksi. Dengan model pembelajaran tersebut, siswa diharapkan dapat dengan mudah menulis puisi sehingga pembelajaran tersebut akan menarik minat siswa untuk mengikutinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6