cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 01: Februari 2005" : 5 Documents clear
MENINGKATKAN MINAT BETAJAR MEMBACA ANAK SD Suyatinah Suyatinah
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8876.653 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5439

Abstract

Minat menentukan perilaku, sikap seseorang dan menjadi suatu kekuatan yang mendorong individu untuk melakukan sesuatu, salah satu di antaranya adalah melakukan kegiatan belajar membaca. Oleh karena itu, minat merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh orang tua dan guru dalam rangka memperkecil kegagalan di kemudian hari. Kepedulian mengembangkan minat membaca anak disamping menjadi tanggung jawab orang tua juga menjadi tanggung jawab guru SD. Guru hendaknya mampu mengembangkan memberi motivasi dan semangat anak untuk belajar membaca, sehingga siswa memiliki minat yang baik. Minat yang ditimbulkan oleh guru memegang peranan penting dalam meningkatkan mionat siswa untuk belajar membaca. Usaha yang dapat dilakukan guru adalah: (1) materi bacaan disertai gambar, (2) materi bacaan disertai gambar dan kartu kata atau kartu kalimat, (3) mengadakan pameran buku, (4) mengadakan perpustakaan sekolah, (5) membentuk kelompok-kelompok membaca, (6) mengadakan sayembara membaca, dan (7) dan bercerita. Kiat-kiat lain yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah (1) menyisihkan waktu untuk memberikan perhatian pada pelajaran anak, (2) menciptakan bacaan sendiri, (3) menulis pengalaman dalam buku harian dengan kalimat yang sederhana dan anak diminta untuk membaca, (4) membina keluarga pembaca, (5) meningkatkan pemanfaatan sarana-saranan lingkungan.
MENGANALISIS KUALITAS TES SEBAGAI SALAH SATU KOMPETENSI GURU PROFESIONAL Sujati, H
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5903.086 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5438

Abstract

Mengevaluasi pengajaran merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh setiap guru yang profesional. Selama ini kompetensi tersebut hanya dimaknai secara sempit, yakni menyusun, melaksanakan tes dan memberikan nilai berdasarkan skor hasil tes tersebit. Sementara kualtias itu sendiri hampir tidak pernah dipikirkan oleh guru. Tulisan ini berupaya memaparkan bagaimana suatu tes dianalisis baik secara kualtiatif maupun kuantitatif. Analisis tes secara kuantitatif meliputi penemuan indeks kesukaran butir,d aya beda butir, keefektifan pengecoh (khusus untuk tes pilihan ganda) dan reliabilitas
KMMPANGAN DISTRIBUSI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Arif Rohman
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5667.24 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5437

Abstract

Rendahnya anggaran pendidikan di Indonesia telah menyebabkan aneka kebutuhan untuk kegiatan operasiona pendidikan tidak memperoleh porsi dana yang cukup, apalagi untuk peningkatan mutu. Hal ini menyulitkan dalam proses distribusid an alokasi anggaran, sehingga memerlukan kecerdasan untuk menentukan skala prioritas. Penentuan prioritas anggaran pada suatu aspek menyebabkan aspek lain dalam pendidikan menjadi terabaikan, sehingga menyulut terjadinya kesenjangan distribusi pembiayaan pendidikan. Terbukti bahwa telah terjadi kesenjangan pembiayaan pendidikan antardaerah, antarjenis dan jenjang pendidikan di Indonesia pendidikan. Kenyataan paling ekstrim menunjukkan bahwa Sekolah Dasar memperoleh porsi epembiayaan jauh lebih sedikit dibanding jenjang sekolah di atasnya, sekolah swasta jauh terabaikan dibanding sekolah negeri, begitu pula sekolah keagamaan kurang diuntungkan dibanding sekolah umum
UPAYA MENUMBUHKAN MONVASI BELAJAR PADA SISWA SMA Agus Nur Khafid
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5441

Abstract

Siswa SMA yang tergolong remaja akhir memiliki ciri spesifik dalam kegiatan belajar. Ciri tersebut berakar pada kepribadiannya, sehingga berpengaruh ke dalam kegiatan belajarnya. Belajar merupakan proses perubahan perilaku yang berlangsung secara terus menerus. Untuk dapat melakukan belajar efektif di kalangan siswa SMA perlu terus ditumbuhkan. Namun demikian kenyataan justru kualitas belajar siswa SMA menurun, sejalan dengan pengaruh kehidupan sosiokultural dan politik di masyarakat sekarang ini. Menurunnya semangat belajar pada kalangan siswa SMA perlu segera diakhiri. Salah satu cara yang ditempuh dalam menumbuhkan motivasi belajar melalui pembinaan yang mempengaruhi belajar siswa,yakni,peranan guru, orang tua dan lingkungan belajar siswa SMA. Ketiga faktor tersebut jika lebih diintesifkan niscaya akan dapat meningkatkan gairah belajar siswa. Dengan demikian hasil belajar siswa SMA akan lebih efebif untukmengantarkan dirinya pada jenjang yang lebih tinggi dan masa depannya lebih jelas.
MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN MELALUI PENELINAN TINDAKAN KETAS Setya Raharja
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5440

Abstract

Pergeseran paradigma dalam menghargai dan menentukan mutu pendidikan, khususnya di sekolah, senantiasa berdampak pada implementasipola pembelajaran yang yang dilakukan oleh para guru atau pendidik. Perlakuan-perlakuan kepada siswa pada saat ini cenderung mengarah pada upaya menumbuhkembangkan potensi, daya kreasi, daya inovasi, kemandirian siswa, tidak lagi berpihak pada paham "anak sebagai botol kosong"yang dapat diisi apa saja oleh guru. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan sedikit tentang upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam memecahkan masalah atau meningkatkan mutu pembelajaran melalui kajian ilmiah dalam bentuk penelitian tindakan kelas atau PTK. PTK sangat tepat untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran. Melalui PTK,permasalahan pembelajaran tidak akan lepas dari konteksnya, sehingga pemecahan masalahnya punakan tepat mengenai sasaran, baik yang berkenaan dengan guru,siswa,materi atau komponen pembelajaran lain. Dalam PTK, guru berperan sekaligus menjadi peneliti. Untuk dapat melaksanakan PTK dengan baik, guru perlu memahami tentang sumber masalah, mendesain tindakan atau cara pemecahan masalah, memonitor kemajuan atau keberhasilan tindakan, merefleksi dan memaknai hasilnya untuk dapat menentukan perbaikan-perbaikan pembelajaran pada saat-saat berikutnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5