Journal of Islamic Religious Studies
The Journal of Islamic Religious Studies provides an international platform for scholarly discourse, critical inquiry, and innovative research in the broad field of Islamic religious studies. The journal welcomes high-quality manuscripts that examine various dimensions of Islam from classical, modern, and contemporary perspectives. Areas of interest include, but are not limited to, Islamic theology, philosophy, Qur’anic and Hadith studies, Islamic law and jurisprudence, Islamic education, history and civilization, Sufism and spirituality, ethics and morality, Islamic thought, da’wah studies, Muslim societies and cultures, gender studies, interreligious dialogue, and contemporary socio-religious issues affecting Muslim communities around the world. The journal encourages interdisciplinary and multidisciplinary approaches that integrate perspectives from education, sociology, anthropology, linguistics, political science, history, cultural studies, and digital humanities in order to enrich the understanding of Islamic teachings and their application in diverse contexts. Special attention is also given to contemporary challenges such as religious moderation, peacebuilding, multiculturalism, environmental ethics, technology and digital transformation, globalization, radicalism and deradicalization, Islamic economics and finance, as well as the role of Islam in shaping social justice and human development. Journal of Islamic Religious Studies publishes original research articles, conceptual and theoretical papers, critical literature reviews, methodological studies, and book reviews that contribute significantly to the advancement of knowledge in Islamic studies. The journal is committed to promoting rigorous academic standards, intellectual openness, and constructive scholarly engagement among researchers, academics, practitioners, and policymakers from diverse backgrounds. Through its comprehensive scope and international orientation, the Journal of Islamic Religious Studies aims to foster academic excellence, strengthen cross-cultural and interfaith understanding, and encourage meaningful dialogue between Islamic intellectual traditions and contemporary global developments. By bridging classical Islamic scholarship with modern academic perspectives, the journal aspires to become a significant reference for the development of Islamic studies and the promotion of peaceful, inclusive, and knowledge-based societies.
Articles
40 Documents
Pengertian Hadits Tarbawi Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Islam
Ali Imron;
L. Rian Gunawan;
Murzal
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v1i2.50
Hadits tarbawi, sebagai sumber ajaran Islam yang membahas aspek-aspek pendidikan, memegang peranan krusial dalam pengembangan sistem pendidikan Islam yang komprehensif. Hadits-hadits ini mengandung prinsip-prinsip fundamental, metodologi, dan materi pendidikan yang bersumber langsung dari Rasulullah SAW, sehingga menjadi landasan normatif dalam merumuskan tujuan, kurikulum, dan strategi pembelajaran dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini, yang menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber relevan, bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemahaman tentang hadits tarbawi dan implikasinya terhadap praktik pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits tarbawi mencakup spektrum yang luas dalam pendidikan, meliputi tujuan pendidikan yang holistik, pengembangan kurikulum yang terintegrasi, penerapan metode pembelajaran yang efektif, serta pendefinisian peran guru sebagai teladan dan fasilitator. Implementasi hadits tarbawi dalam pendidikan Islam dapat direalisasikan melalui internalisasi prinsip-prinsip dan metode pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti keteladanan (uswatun hasanah), kasih sayang (rahmah), pembiasaan (ta'dib), dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, hadits tarbawi berperan vital dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang tidak hanya komprehensif dalam cakupan materi, tetapi juga efektif dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi implementasi hadits tarbawi dalam konteks pendidikan modern dan tantangan yang dihadapi.
Tarbiyah Islamiyah: Konsep dan Strategi Dalam Membangun Generasi Rabbani
Abdurrahman;
M.Hasan Basri;
Murzal
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v1i2.52
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep dasar, tantangan, dan strategi aplikatif dalam implementasi Tarbiyah Islamiyah untuk membentuk generasi rabbani. Pendidikan Islam yang holistik berupaya mengintegrasikan aspek intelektual, akhlak, dan spiritual dengan tujuan membentuk individu yang cerdas, berakhlak mulia, dan beriman. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui metode studi literatur, menganalisis berbagai teori dan praktik terkait Tarbiyah Islamiyah. Temuan menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi pendidikan ini adalah pengaruh globalisasi dan era digital, yang kerap memperkenalkan nilai-nilai sekuler dan konten yang bertentangan dengan prinsip Islam. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengusulkan lima strategi utama: (1) mengintegrasikan pendidikan formal dan non-formal, (2) memperkuat peran keteladanan dari pendidik dan orang tua, (3) memanfaatkan teknologi Islami dalam proses pembelajaran, (4) menciptakan lingkungan yang kondusif berbasis nilai-nilai Islam, dan (5) memberdayakan keluarga sebagai inti pembentukan generasi rabbani. Melalui pendekatan yang terintegrasi, hasil penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan model pendidikan Islam yang lebih efektif, relevan, dan adaptif di tengah tantangan modern. Penelitian ini menawarkan perspektif baru untuk mendukung transformasi pendidikan Islam, agar tetap berakar pada nilai-nilai Islam sambil menanggapi dinamika era digital dan globalisasi.
Pendidik dan Peserta Didik Dalam Al-Qur'an
Imam Kurniawan;
Fenindra Jailani;
Murzal
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v2i1.54
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidik dan peserta didik dalam perspektif Al-Qur’an, dengan fokus pada adab interaksi dan metode pembelajaran yang diajarkan dalam wahyu tersebut. Dalam pendidikan Islam, hubungan antara pendidik dan peserta didik tidak hanya melibatkan aspek intelektual, tetapi juga moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) dengan menganalisis data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, serta data sekunder dari kajian pustaka terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Al-Qur'an, pendidik memiliki peran sebagai murabbi, mu’allim, dan mursyid yang bertanggung jawab dalam membimbing, mengajar, dan memberi teladan. Peserta didik, di sisi lain, diharapkan memiliki sikap rendah hati dan taat terhadap pendidik, serta aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa Al-Qur'an mengajarkan adab-adab penting dalam interaksi antara pendidik dan peserta didik, seperti berbicara dengan kata-kata yang baik dan saling menghormati. Metode pembelajaran dalam Al-Qur'an, seperti hiwar (dialog), qishshah (kisah-kisah), amtsal (perumpamaan), dan uswah hasanah (keteladanan), juga berperan penting dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip-prinsip pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur'an dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Perkembangan Teori Humanistik dalam Pendidikan Aqidah Akhlaq Menjadi Landasan Penguatan Karakter Islami
Muhamad Amier Ali;
Syukri
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v2i1.61
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan Teori Humanistik dalam Pendidikan Aqidah Akhlaq Menjadi Landasan Penguatan Karakter Islami dan implemetasinya pada pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber data berasal dari buku, jurnal, dan hasil penelitian. Analisis data dilakukan melalui content analysis, Content analysis merupakan teknik apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan dalam upaya menemukan ciri-ciri suatu pesan, dan dilakukan secara objektif dan sistematis yang terkandung dalam media komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan teori humanistik dalam pendidikan Aqidah Akhlaq dan implikasinya terhadap proses pembelajaran. Melalui tinjauan literatur, kajian ini memaparkan bahwa teori humanistik menekankan pada kemampuan manusia untuk berpikir secara sadar dan rasional, mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, serta bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya didalam jurnal ini Teori Humanistik dan Pendidikan Akhidah dan Akhlaq bukanlah sekedar pengajaran pengetahuan dan kemahiran berpikir dan teknik. Tetapi pada waktu yang sama pendidikan adalah proses pengembangan sosial, pengembangan ekonomi, pemikiran intelektual, emosi, dan akhlak, karna dalam Pendidikan Akhlaq tentu dengan tujuan membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi ini penting untuk menanamkan fondasi keimanan yang kuat sebagai landasan pembentukan karakter
Membangun Kepedulian Sosial Pada Anak Dalam Perspektif Islam
Arman Jayadi;
Hanafi Alfarizi;
Rizki Amelia;
Murzal
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v2i1.68
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep penanaman nilai kepedulian sosial pada anak dalam perspektif Islam, serta mengidentifikasi metode efektif yang dapat diterapkan dalam pendidikan anak. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kesadaran sosial pada anak untuk membentuk karakter positif yang peduli terhadap sesama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber yang relevan, termasuk Al-Qur'an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta literatur pendidikan Islam klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial dalam Islam sangat terkait dengan ajaran kasih sayang, empati, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Beberapa ayat Al-Qur'an, seperti Surah Al-Ma'un dan Surah An-Nisa, mengajarkan pentingnya membantu sesama, terutama anak yatim dan orang miskin. Metode implementasi nilai-nilai ini dalam pendidikan anak termasuk pembiasaan, keteladanan orang tua dan guru, serta penerapan prinsip-prinsip Islam seperti ihsan dan ukhuwah Islamiyah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan kepedulian sosial berbasis Islam dapat membentuk anak-anak yang peduli terhadap sesama dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang harmonis. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan Islam, terutama dalam memperkaya literatur tentang pendidikan karakter anak dengan perspektif Islam.
Peran Tauhid Dalam Membangun Akhlak Siswa di SDIT Putri Abu Hurairah Mataram
Saripudin;
Rohani;
Murzal
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v2i1.71
Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran tauhid dalam pembentukan akhlak siswa di SDIT Putri Abu Hurairah Mataram. Pendidikan tauhid dianggap sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% siswa menyatakan bahwa pemahaman dan pengamalan nilai tauhid berperan besar dalam membentuk akhlak mereka, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Faktor pendukung utama adalah peran guru sebagai teladan, sementara tantangan yang dihadapi adalah kurangnya motivasi sebagian siswa untuk mendalami nilai tauhid. Upaya sekolah untuk mengintegrasikan nilai tauhid dalam pembelajaran melibatkan teladan guru, kerjasama dengan orang tua, dan kegiatan keagamaan di luar kelas. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan metode pengajaran dan pendalaman materi tauhid untuk mencapai hasil yang optimal dalam pembentukan akhlak siswa.
The Concept of Justice in Islam: A Literature Review of Tafsir Al-Qur'an and Hadith
Rosidi Sopianto
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v2i1.89
Justice is a fundamental principle in Islam that encompasses various aspects of life, including social, economic, and legal matters. This study aims to analyze the concept of justice in Islam based on the Qur'anic exegesis (tafsir) and Hadith using a literature review method. The primary data sources consist of the Qur'an, Hadith, as well as classical and contemporary tafsir literature. The findings of the study reveal that justice in Islam is not only related to equality but also the granting of rights in accordance with Islamic law (sharia). The Qur'an mentions the concept of justice using the terms al-'adl and al-qist, which refer to balance, equality, and the protection of individual rights. The Hadith of Prophet Muhammad SAW emphasizes the importance of justice in leadership, economic transactions, and social relationships. A study of classical tafsir sources such as Ibn Kathir and Al-Tabari shows that justice in Islam has a strong foundation in sharia law, while contemporary tafsir sources like Muhammad Abduh and Al-Jabiri emphasize its application in social and economic contexts. The findings of this study demonstrate that the concept of justice in Islam is dynamic and can serve as a foundation for the development of an inclusive legal system, fair economic distribution, and harmonious social interactions. Therefore, a deep understanding of justice in Islam through the Qur'anic exegesis and Hadith can contribute to creating a more just and prosperous society.
Development of a Competence and Character-Based PAI Curriculum: A Literature Review
Dinatul Aini;
Santri Nurul Hinayah
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v2i1.90
The development of a competence and character-based curriculum in Islamic Education (PAI) is essential for fostering both academic skills and moral integrity in students. This literature review investigates the integration of competence-based and character-based frameworks in the PAI curriculum in Indonesia. It examines theoretical foundations, previous studies, and practical challenges while proposing a framework for further curriculum development. The research identifies that competence-based education, which focuses on knowledge and practical skills, can be harmonized with character-building approaches that emphasize ethical and moral values. However, challenges such as the lack of clear guidelines for character education, the imbalance between cognitive and moral development, and the difficulty in assessing character traits hinder the integration process. Despite these challenges, opportunities arise through Indonesia's ongoing curriculum reforms, such as the Kurikulum Merdeka, which offers a more flexible and holistic approach. The integration of these frameworks is expected to positively impact students’ academic performance and personal development, cultivating responsible, well-rounded individuals. This study contributes to the improvement of the PAI curriculum by suggesting practical recommendations for balancing competence and character education in Islamic schools.
Formulation of Islamic Educational Thought: An Approach and Literature Review in Islamic Educational Practice
Abdul Haris Rasyidi;
Ulyan Nasri;
Ayatullah;
Abdul Haris
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 2 (2025): May
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v2i2.105
This study examines the models of thought in Islamic education that developed in the course of Islamic intellectual history. Three main approaches are analyzed, namely: (1) the conservative school (al-Muhāfiẓ) represented by al-Ghazālī, with a focus on text-based education (naqli) and metaphysical dimensions; (2) the religious-rational school (al-Dīniy al-‘Aqlāniy) as depicted in the thoughts of the Ikhwān al-Ṣafā which emphasizes the balance between revelation and reason; and (3) the pragmatic school (al-Dzarā’i‘iy) pioneered by Ibn Khaldūn, which emphasizes the historical and sociological approach in education. The method used is a literature review with a critical examination of relevant primary and secondary sources. The results of the study show that each school has a distinctive epistemological foundation whether based on sacred texts, rationality, or empirical reality which forms a holistic conceptual framework for Islamic education. These findings contribute to the development of contemporary Islamic education curriculum by considering the integration between text, reason, and context.
The Strategy of Qur'an Teachers in Improving Students' Qur'an Reading Skills at TPQ Lendang Terak, Ekas Buana Village, Jerowaru District
Sirajun Nasihin;
Rosidi Sopianto
Journal of Islamic Religious Studies Vol. 2 No. 2 (2025): May
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jirs.v2i2.110
This study aimed to describe the strategies employed by religious teachers to improve students’ Qur’an reading abilities at the Lendang Terak Qur’anic Education Park (TPQ), located in Ekas Buana Village, Jerowaru District. A qualitative research method with a descriptive approach was applied. Data were collected through observation, interviews, and documentation, involving religious teachers and students as the primary data sources. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which included data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers implemented a range of strategies, including gradual and individualized guidance, the talaqqi method, motivational techniques, personal approaches, and the use of simple learning media tailored to students’ varying levels of ability. Several internal and external factors were found to influence the effectiveness of these strategies. Internal factors encompassed intelligence, talent, interest, motivation, and students' ability to maintain focus during learning. Students with higher cognitive abilities and motivation were generally quicker in acquiring Qur’an reading skills. External factors included parental involvement, environmental support, availability of facilities, and the teacher’s role. The study also identified key challenges such as limited infrastructure, insufficient instructional time, and lack of support from families and the broader environment. Conversely, the presence of qualified teachers, engaging teaching methods, and a religiously conducive environment significantly contributed to enhancing students’ reading proficiency.