cover
Contact Name
Natalita Maulani Nursam
Contact Email
jurnal@brin.go.id
Phone
+6281221671367
Journal Mail Official
jet@brin.go.id
Editorial Address
National Research and Innovation Agency (BRIN), KST Samaun Samadikun Jl. Sangkuriang, Bandung, Indonesia, 40135
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi
Published by BRIN Publishing
ISSN : 14118289     EISSN : 25279955     DOI : https://doi.org/10.55981/jet.717
Core Subject :
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi (JET) aims to publish high-quality articles with a specific focus on the latest research and developments in the field of electronics, telecommunications, and microelectronics engineering. It will provide a platform for academicians, researchers and engineers to share their experience and solution to problems in different areas of electronics and telecommunication engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
Application of Large Area TiO2 Photoelectrode on Dye-Sensitized Solar Cells Natalia M. Nursam; Lia Muliani; Jojo Hidayat
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.1-5

Abstract

The scale-up of dye-sensitized solar cell (DSSC) has been a big issue as the DSSC technology process progresses from laboratory scale to large area applications. Meanwhile, this type of solar cell has been of great interest among PV scientist and academics as it can be produced in lower-cost processes compared to the conventional solar cells which are mostly fabricated from silicon. The fabrication of DSSC prototypes with a relatively large active area of 9x9 cm2 are demonstrated in this paper. Large area of TiO2 surface has been shown to significantly increase the ISC, as well as VOC and Pmax. Nevertheless, deterioration of fill factor (FF) was observed as the result of the increase on series resistance with respect to the increase in the photoelectrode area.
Antena Array Mikrostrip Dual Beam Untuk Aplikasi Sensor Radar Doppler Pamungkas Daud; Niluh Sri Andayani
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.6-13

Abstract

Sekarang ini jumlah kendaraan meningkat dengan pesatnya, sementara sarana jalan masih tertinggal baik pertambahannya maupun kualitas jalan serta pemeliharaan, menyebabkan kemacetan lalu lintas sering terjadi dan jumlah kecelakaan kendaraan meningkat pula. Pengontrolan lalu lintas yang baik sangat dibutuhkan untuk efisiensi dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Sebuah sensor radar doppler dapat digunakan untuk mendeteksi laju kecepatan relatif kendaraan, yakni antara mobil dan obstacle sehingga dapat digunakan untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan dapat memantau kepadatan lalu lintas yang terjadi. Radar dirancang untuk kemudahan navigasi dan bisa digunakan untuk mendeteksi kecepatan suatu benda yang bergerak dengan cara mendeteksi energi dari suatu benda yang bergerak tersebut sekaligus menentukan posisinya. Dalam tulisan ini dibahas mengenai desain dan implementasi antena yang mampu mendukung aplikasi sensor radar doppler. Antena ini dirancang menggunakan antena mikrostrip dual beam yang bekerja pada frekuensi 10 GHz. Software yang digunakan untuk perancangan dan simulasi antena ini adalah Ansoft HFSS 10. Penelitian ini dimulai dengan menghitung dimensi antena sesuai rumus yang ada. Dimensi hasil perhitungan akan digunakan pada proses simulasi. Modifikasi dimensi antena digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang optimum dalam simulasi, kemudian dimensi optimum tersebut digunakan dalam proses pabrikasi. Spesifikasi antena yang dibuat memiliki karakteristik bekerja pada frekuensi 10 GHz dengan bandwidth 60 MHz pada VSWR ≤ 1,5, serta memiliki gain sebesar 12,42 dBi.
Performance of Dye-sensitized Solar Cells Based on Gel Electrolyte Lia Muliani; Natalia M. Nursam; Jojo Hidayat
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.14-17

Abstract

Electrolyte is one of the crucial elements in dye sensitized solar cells (DSC) due to the reduction-oxidation reactions take place in this area and it has the function as the charge transfer medium. An electrolyte solution contains redox couple such as I-/I3 is filled up into a space between the photo-anodes and the counter electrode. Usually, the DSC employs a liquid electrolyte which using organic solution because easy preparation. But it has disadvantage, solvent evaporation occurs and this can decrease the cell performance. One of way to solve this problem is change liquid electrolyte to gel electrolyte. This paper describes fabrication of DSC based on gel electrolyte. Performance of the DSC is compared to the cell which using a liquid electrolyte. The result shows that the energy conversion efficiency of the solar cells based on gel electrolyte was lower than liquid electrolyte solar cell that is 1.51% and 2.23% respectively. Based on life time investigation obtained the performance of gel electrolyte solar cell is much stable than liquid electrolyte solar cell.
Antena Patch Array untuk Portable Coastal Radar pada Frekuensi S-Band Folin Oktafiani; Yussi Perdana Saputera
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.18-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain antena Portabel Coastal Radar yang bekerja pada frekuensi S-band dengan frekuensi tengah 3 GHz. Jenis antena yang digunakan adalah antena patch mikrostrip. Satu modul antena terdiri dari 4 patch yang di-array secara horisontal dan dicatu dengan menggunakan konektor SMA. Bahan yang digunakan untuk mendesain antena adalah FR4 dengan ketebalan substrat 3,2 mm serta memiliki nilai r= 4,3. Bandwidth yang diperoleh dari hasil simulasi satu modul antena sebesar 80,1 MHz untuk nilai VSWR ≤ 1,5 di mana sudah memenuhi spesifikasi antena yang diinginkan. Hasil simulasi beamwidth horisontal dan gain satu modul antena secara berturut-turut yaitu 37° dan 8,049 dB. Untuk mendapatkan beamwidth horisontal <1° maka satu modul antena di-array secara horisontal sebanyak 30 buah sehingga panjang keseluruhan antena menjadi 3600 mm. Beamwidth horisontal antena array hasil simulasi diperoleh sebesar 0,9° sedangkan gain antena meningkat menjadi 21,11 dB.
Desain dan Realisasi Filter Bandpass Mikrostrip Dengan Struktur Hairpin Teguh Praludi; Yaya Sulaeman
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.33-37

Abstract

Kebutuhan akan sebuah filter dalam sebuah rangkaian elektronik mutlak diperlukan, dikarenakan sesuai dengan fungsi filter adalah meloloskan frekuensi yang diinginkan dan akan menahan frekuensi yang tidak diinginkan. Desain dan realisasi filter bandpass menggunakan teknologi mikrostrip dengan struktur hairpin akan dipaparkan pada makalah ini. Strukur hairpin merupakan perbaikan dari filter yang menggunakan parallel coupled bila ditinjau dari sisi dimensi sebuah filter, di mana pada struktur hairpin ini, panjang dari stripline akan dilipat membentuk huruf U sebesar ½ λ dengan sudut lekukan 90o. Filter bandpass struktur hairpin dengan teknologi mikrostrip akan didesain dengan insertion loss ≤ -3 dB pada daerah passband, return loss ≥ -20 dB, lebar bandwidth 200 MHz, impedansi karakteristik 50 Ω, frekuensi kerja 2,9–3,1 GHz dengan respon filter Chebyshev 0,1 dB. Filter bandpass yang didesain menggunakan bahan dari roger RO4350 yang mempunyai ketebalan 1,44 mm, dan permitivitas relatif (εr) = 3,77. Filter bandpass struktur hairpin ini dirancang dan disimulasikan dengan menggunakan perangkat lunak ADS (Advanced Design System) dari Agilent.
Design of Asymmetric Parallel-Cascaded Micro-Ring Resonator Using Transfer Matrix and Signal Flow-Graph Methods Dadin Mahmudin; Pamungkas Daud; Yusuf Nur Wijayanto
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.28-32

Abstract

Asymmetric parallel-cascaded micro-ring resonator (APCMR) is proposed. The proposed device is composed of two or more micro-ring-resonators with different diameter. The proposed device is designed using transfer matrix combined with signal flow graph methods. The designed device with crosstalk less than and equal -10 dB can be obtained by setting coupling coefficient. The proposed device can be used for optical filters and sensors.
Antena Bikonikal Tabung untuk Aplikasi Radar Electronic Support Measures Dengan Pola Radiasi Omni-directional pada Frekuensi 2-18 GHz Yussi Perdana Saputera; Folin Oktaviani; Yuyu Wahyu
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.23-27

Abstract

Pada tulisan ini, dibahas hasil penelitian mengenai perancangan antena bikonikal tabung yang memiliki pola radiasi omni-directional yang akan digunakan pada radar Elektronic Support Measures (ESM). Antena bikonikal memiliki karakteristik bandwidth yang sangat lebar (ultra wide band) cocok digunakan pada aplikasi ESM dengan frekuensi 2–18 GHz. Bentuk pola radiasi omni-directional yang dirancang bertujuan agar pada saat ESM melakukan deteksi frekuensi radar (S-, C-, X-, dan Ku-band) dari pancaran radar yang berada di sekitarnya dapat melakukan deteksi ke segala arah. Karena kegunaan ESM sebagai detektor radar dengan sifat sebagai penerima (receiver) dibutuhkan VSWR di bawah 2,5 dengan nilai return loss di bawah -7,436. Antena bikonikal yang dirancang menggunakan dua plat tembaga yang dibentuk kerucut dengan penambahan tabung dengan pemasangan yang saling berhadapan, yang dipasang pada inner connector dan ground. Antena bikonikal dipasang mengunakan balun ¼ λ, agar matching impedansi antara antena dengan konektor 50 Ω. Plat tembaga yang digunakan dengan tebal 0,8 mm.
Antena Spiral-dipole untuk Ground Penetrating Radar (GPR) Yuyu Wahyu; Haryanto Sachrawi S; Asep Yudi H; Heroe Wijanto
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.39-46

Abstract

GPR (Ground Penetrating Radar) merupakan divais yang berguna untuk proses pendeteksian objek yang terkubur di bawah permukaan tanah hingga kedalaman tertentu, tanpa perlu dilakukan penggalian tanah. Pada penelitian ini dilakukan perancangan, simulasi dan realisasi antena spiral-dipole dengan pembebanan resistif untuk aplikasi impulse GPR. Pembebanan resistif bertujuan untuk menekan late-time ringing dan memperbesar bandwidth walaupun akan mengurangi efisiensi amplitudo pulsa utama. Late-time ringing merupakan osilasi yang mengikuti pulsa yang dikirimkan. Osilasi ini dapat mengaburkan sinyal yang dipantulkan oleh objek sehingga menyulitkan untuk dilakukan proses deteksi. Dengan melakukan perubahan nilai konstanta k pada rumusan spiral Archimedes, maka didapatkan bentuk spiral dengan kerapatan yang berbeda-beda. Dalam tulisan ini, nilai konstanta k yang digunakan antara lain 0,5; 1; dan 1,5. Parameter yang dibahas dalam simulasi ini adalah amplitudo peak to peak pulsa utama maupun ringing yang dihasilkan dari masing-masing antena dengan nilai konstanta k yang digunakan. Analisis elektromagnetik dalam domain waktu digunakan metode FDTD (finite-difference time-domain) dengan software FDTD3D untuk menghitung gelombang yang ditransmisikan antena dalam domain waktu. Selanjutnya dilakukan realisasi dan pengukuran antena tersebut.
Perancangan Quadband BPF dengan Komponen Lumpeduntuk Sistem m-BWA Gunawan Wibisono; Daniel Simanjuntak; Taufiq Alif Kurniawan
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.47-54

Abstract

Ada banyak teknologi mobile broadband wireless access (m-BWA) yang saat ini digunakan, agar bisa mencakup seluruh teknologi m-BWA yang ada dalam sebuah perangkat maka diperlukan teknologi multiband . Salah satu komponen penting yang mendukung perkembangan teknologi m-BWA adalah bandpass filter (BPF), yang berfungsi untuk memilah-milah dan mengisolasi band yang spesifik dari interferensi pada transceiver radio frequency (RF). Pada penelitian ini akan dirancang quadband BPF yang beroperasi pada frekuensi tengah 950 MHz dan 1,85 GHz untuk aplikasi GSM, 2,35 GHz untuk aplikasi WiMAX, dan 2,65 GHz untuk aplikasi LTE secara simultan. Rangkaian quadband BPF dibangun dan dikembangkan dari konsep dualband BPF dengan menambahkan sejumlah cross coupling pada inductive coupling BPF tersebut untuk menghasilkan zero pada frekuensi tertentu yang diharapkan menggunakan komponen lumped. BPF yang dirancang memiliki spesifikasi, input return loss (S11) < -10 dB, insertion loss (S21) > -3 dB, dan voltage standing wave ratio (VSWR) antara 1 – 2, dan group delay kurang dari 10 ns. Perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak Advance Design System (ADS) dan kemudian difabrikasi berbasis printed circuit board (PCB). Hasil simulasi BPF menunjukkan kinerja quadband BPF memenuhi kriteria perancangan sedangkan hasil fabrikasi mengalami pergeseran.
Karakterisasi Sensor Gas CO Berbasis Bahan SnO2 dengan Metoda Solgel Menggunakan Teknologi Film Tebal I Dewa Putu Hermida; Parlindungan Sinaga; Gesi Soleha
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.60-65

Abstract

Sensor gas SnO2 termasuk sensor yang paling banyak digunakan dan dikembangkan di pasaran, tapi sampai saat ini belum bisa menghasilkan sensitivitas yang tinggi. Dalam penelitian ini dibahas mengenai karakterisasi sensor gas CO dengan teknologi film tebal yang berbahan SnO2 dan diharapkan dapat menghasilkan sensor dengan sensitivitas yang tinggi. Hasil XRD menunjukan bahwa struktur dari SnO2 adalah rutile tetragonal. Dari pola difraksi terlihat puncak-puncak 110 dan 101 yang menunjukkan pola difraksi yang dibentuk oleh kristal SnO2. Hasil SEM menunjukkan bahwa ukuran sensor dapat mencapai 264 nanometer. Hasil EDS (Energy Dispersive X Ray Spectroscopy) menunjukkan bahwa lapisan sensor yang terbentuk memiliki komposisi O2 (Oksigen) dengan persen massa 21,23% dan Sn (Stanum) dengan persen massa 78,77%. Pengujian sensor dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan temperatur operasional dan konsentrasi gas terhadap resistansi sensor. Perubahan yang terjadi dalam sensor gas ini, berupa resitansi yang menurun dengan bertambahnya temperatur dan konsentrasi gas CO. Dari hasil pengujian tersebut diketahui bahwa komponen-komponen penyusun sensor dapat merespon adanya gas CO. Nilai sensitivitas yang baik didapat dari hasil pengujian untuk rentang konsentrasi gas 0-500 ppm adalah 9,10-3/ppm.

Page 1 of 31 | Total Record : 309