cover
Contact Name
Natalita Maulani Nursam
Contact Email
jurnal@brin.go.id
Phone
+6281221671367
Journal Mail Official
jet@brin.go.id
Editorial Address
National Research and Innovation Agency (BRIN), KST Samaun Samadikun Jl. Sangkuriang, Bandung, Indonesia, 40135
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi
Published by BRIN Publishing
ISSN : 14118289     EISSN : 25279955     DOI : https://doi.org/10.55981/jet.717
Core Subject :
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi (JET) aims to publish high-quality articles with a specific focus on the latest research and developments in the field of electronics, telecommunications, and microelectronics engineering. It will provide a platform for academicians, researchers and engineers to share their experience and solution to problems in different areas of electronics and telecommunication engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
Otomatisasi Lampu, Tirai, dan Kipas Angin Menggunakan Mikrokontroler untuk Menghemat Energi Listrik Wida Lidiawati; Lia Muliani Pratomo; Waslaluddin -; Jojo Hidayat
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.66-72

Abstract

Kebutuhan energi listrik saat ini terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena jumlah penduduk yang semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan energi listrik, eksploitasi terhadap sumber-sumber energi berbasis fosil terus dilakukan padahal ketersediaan di alam semakin berkurang. Hal ini masih diperparah oleh pemborosan energi, baik yang dilakukan pada tingkat rumah tangga, perkantoran, maupun industri. Oleh karena itu, pada penelitian ini, dilakukan otomatisasi pada perangkat listrik, dalam hal ini, lampu, tirai, dan kipas angin untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi listrik. Lampu yang digunakan berupa Light Emitting Diode (LED) dan pergerakan tirai serta kipas diatur oleh motor DC. Pada sistem otomatisasi dibuat rangkaian sensor dengan menggunakan Light Dependent Resistor (LDR). Tegangan keluaran dari LDR akan diolah oleh mikrokontroler untuk mengaktifkan aktuator, dalam hal ini LED dan motor DC. Dengan sistem otomatisasi, energi yang digunakan dapat dihemat 50%.
Desain dan Implementasi Duplekser dengan Metoda Pseudo-Interdigital untuk Uplink dan Downlink LTE Enceng Sulaeman; Yaya Sulaeman; Asep Yudi Hercuadi
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.73-80

Abstract

Duplekser merupakan perangkat yang dapat mengisolasi receiver dari transmitter saat keduanya saling berbagi antena yang sama, digunakan agar komunikasi bisa berjalan secara full duplex. Ada dua metode transmisi duplex yaitu frequency division duplex (FDD) dan time division duplex (TDD). FDD merupakan teknik duplex yang menggunakan dua frekuensi yang berbeda untuk melakukan komunikasi dalam dua arah, sedangkan TDD menggunakan frekuensi tunggal dan frekuensi tersebut digunakan oleh semua kanal untuk melakukan pengiriman dan penerimaan data. Gabungan dua bandpass filter dengan metoda pseudo-interdigital untuk aplikasi LTE (long term evolution). Metode ini lebih unggul dibandingkan duplekser dengan metoda hybrid. Duplekser bekerja pada FDD LTE band ke-7 yaitu frekuensi uplink 2500-2570 MHz dan downlink 2620-2690 MHz. Dari hasil pengukuran diperoleh sebagai berikut: nilai frekuensi center pada uplink 2639 MHz dan pada downlink 2659 MHz, insertion loss pada uplink 1,561 dB dan downlink 1,74 dB, bandwidth ±70 MHz, isolasi 23,03 dB, serta nilai return loss 23,5 dB pada uplink dan downlink 23,45 dB.
Pengembangan Antena Mikrostrip Susun untuk Radar Pengawas Pantai Fitri Yuli Zulkiflia; Yuyu Wahyu; Basari -; Eko Tjipto Raharjo
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v13.55-59

Abstract

Makalah ini membahas pengembangan antena mikrostrip yang disusun secara linier sebanyak empat elemen untuk aplikasi radar pengawas pantai. Teknik pencatuan yang digunakan untuk mencatu antena susun ini adalah proximity coupled. Desain antena menggunakan software CST microwave studio dan dirancang untuk bekerja di frekuensi 9,4 GHz. Hasil simulasi memperlihatkan impedance bandwidth antena pada return loss ≤ -9,54 dB adalah 760 MHz dari  9,34-10,1 GHz dan dari  hasil ukur  adalah 860 MHz dari frekuensi  9,35-10,21 GHz. Di samping itu, hasil simulasi menunjukkan half power beamwidth (HPBW) pada phi=0 sebesar 23,7o dengan sidelobe level (SLL) sebesar -12,03 dB, sementara pada phi=90 diperoleh  HPBW sebesar 77,2o dengan SLL tertekan sampai -19,78 dB. Sebagai tambahan, gain dari antena diperoleh sebesar 11,33 dB.  Adapun  hasil pengukuran menunjukkan hasil HPBW pada phi=0 sebesar 20o dengan SLL  sebesar -18,9 dB dan pada phi=90 diperoleh HPBW sebesar 65o dengan SLL -15,51 dB.
Simulasi dan Analisis Transmisi Multihop Mobile WiMAX Dengan Metode Hybrid Muhamad Asvial; Taufiq Nugroho
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v14.8-14

Abstract

Makalah ini membahas tentang pengembangan relay station untuk transmisi downlink Mobile WiMAX dengan menggunakan metode hybrid, yaitu metode transmisi yang menggunakan tiga buah transmisi. Ketiga transmisi tersebut yaitu dua buah transmisi yang melewati relay station terlebih dahulu baru ke receiver dan satu buah transmisi langsung dari pengirim ke penerima. Pada relay station ada dua kondisi yang berlaku, yaitu Decode and Forward (DF) dan Amplify and Forward (AF). Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketika Relay Station dalam mode forwarding Amplify and Forward (AF) akan memperoleh BER yang kecil sehingga throughput besar dan merupakan perfomansi yang terbaik. Ketika masing-masing relay station diatur agar menggunakan mode forwarding yang berbeda, misalnya AF pada relay station 1 dan DF pada Relay Station 2 atau sebaliknya akan memperoleh hasil yang sama. Sedangkan ketika kedua relay station diatur untuk menggunakan mode forwarding Decode and Forward (DF), maka BER yang dihasilkan besar dan throughput-nya pun kecil, dan kondisi ini merupakan yang terburuk.
Radar Penembus Dinding UWB-FMCW 500-3000 MHz R. Indra Wijaya; Purwoko Adhi; Asep Yudi Hercuadi; Dadan Muliawandana; Ros Sariningrum
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v14.1-7

Abstract

Radar penembus dinding memiliki potensi untuk dapat digunakan dalam penanganan pasca bencana dan gangguan keamanan.Tulisan ini membahas hasil perancangan dan pembuatan sistem Radar Penembus Dinding Ultra Wide Band Frequency Modulated Continous Wave (UWB-FMCW) yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objek di balik dinding. Dalam penelitian ini dikembangkan pembangkit chirp UWB menggunakan kombinasi DDS dan VCO sebagai komponen utama pembangkit gelombang FMCW untuk mendapatkan linearitas yang tinggi, merealisasikan tranceiver dalam arsitektur homodyne, mengembangkan modul akuisisi, serta merealisasikan perangkat lunak untuk melakukan pengolahan sinyal dan menampilkannya dalam bentuk citra secara real time menggunakan MS Visual C++. Sistem radar penembus dinding didesain untuk memiliki resolusi 6 cm dan jarak tidak ambigu 30 m, pada rentang pita frekuensi kerja 500 - 3000 MHz. Dari hasil pengujian dalam skala laboratorium radar ini mampu melakukan identifikasi objek dibalik dinding yang terbuat dari kayu setebal 3 cm pada jarak 4 m dan menampilkannya dalam bentuk citra A-Scan dan B-Scan secara real time.
Microstructures, Magnetic Properties and Microwave Absorption Characteristics of Ti2+ -Mn4+Substituted Barium Hexaferrite Maykel Manawan; Azwar Manaf; Bambang Soegijono; Asep Yudi Hercuadi
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v14.15-19

Abstract

The effect of Ti2+-Mn4+substitution on microwave absorption has been studied for BaFe12-2xTixMnxO19 ferrite, where x varies from 0.2, 0.4, 0.6 and 0.8.Ti2+-Mn4+ ions were obtained from TiO and MnO2 precursors which were mechanically alloyed together with BaCO3 and Fe2O3 precursors. X-ray diffraction (XRD) patterns for sintered samples confirmed that the materials are consisted with single phase BHF structure. Unit cell volume and crystallite size was found increase with increasing x. Crystallite size for all samples below 70 nm, but the grain morphology shown that the grains is in range of 200 - 400 nm, which concluded that each grain are polycrystalline. The saturation magnetization is increases up to x = 0.4 and decrease for higher x values, while the coercivity remains decreases monotonically. These results were interpreted in terms of the site preferential occupation of Ti2+ and Mn4+ at low level substitution.These substitution revealed of enhanced reflection loss (RL) up to 25 dB forx=0.6.It suggested that the synthesized can be employed as effective microwave absorbers in various devices.
Design of Rectangular Optical Waveguide on LiTaO3 Crystal Using Thermal Annealled Proton Exchange Methods Yusuf Nur Wijayanto; Dadin Mahmudin; Pamungkas Daud
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v14.20-23

Abstract

Optical waveguides are the key component for distributing optical signals with very low propagation loss in optical communication. Several type optical waveguides are established currently such as silica optical fiber. In the planar structure, planar optical waveguides are suitable for implementing to integrated optic applications. In here, rectangular optical waveguides on a planar structure with a LiTaO3 crystal as the substrate are described. The optical waveguides were designed for single mode operation at infrared optical wavelength. The Marcatili method is used for designing by separated the rectangular optical waveguides into two slab optical waveguides. Design rules for the rectangular optical waveguides are discussed in this paper
Perancangan dan Implementasi Pengontrol Arah Pancaran Radar Pengawas Pantai Terhadap Sudut Tertentu Dadin Mahmudin; Andri Setya Dharma; Erwin Susanto; Yuyu Wahyu
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v14.29-35

Abstract

Dewasa ini telah banyak dilakukan  penelitian dan pengembangan radar . Salah satunya adalah radar yang ditempatkan di Kapal Laut. Penempatan radar di kapal laut mempunyai kendala pada tiang agung kapal. Tiang agung akan mengganggu fungsi radar karena adanya pantulan sinyal jarak dekat pada tiang agung. Hal ini dapat diantisipasi dengan mematikan pancaran radar saat arah pancaran radar menuju pada tiang agung kapal laut.Oleh sebab itu didalam penelitian ini dirancang  prototype untuk mengatur otomatis aktif dan tidaknya pancaran radar berdasarkan arah pancaran radar. Kontrol aktif  dan tidaknya pancaran radar ini dikontrol menggunakan perpaduan sensor ultrasonik dan sensor kompas dengan dilengkapi metode fuzzy sebagai logika jauh dekatnya tiang agung. Jika sensor ultrasonik membaca adanya halangan maka pancaran tidak aktif begitu sebaliknya. Penggabungan kedua sensor ini bertujuan jika sensor ultrasonik tidak dapat bekerja karena hujan maka kontrol sudut pada sensor kompas yang akan bekerjaSetelah dilakukan perancangan dan pengujian pada alat ini maka diperoleh sudut deviasi dengan range 14,30 – 29,30 dengan eror ± 30. Dengan acuan jangkauan titik tiang agung 60-120cm dari poros radar dengan lebar tiang 30cm. Kecepatan yang diperoleh saat fuzzy berlangsung sebesar 20 kali rpm dari kecepatan normal saat prototype mengenai halangan. Serta adanya sensor hujan berperan sebagai switch sensor ultrasonik ke mode off dan mode on untuk sensor kompas dengan menggunakan inisialisasi awal. Dari data yang dihasilkan prototype ini maka diperoleh keberhasilan sebesar 85% dilihat dari pengujian beberapa sensor dan peggabungannya. Oleh sebab itu apabila prototype ini direalisasikan akan membantu penelitian industri perkapalan dalam pembuatan radar sesungguhnya.
Karakteristik Pasta TiO2 Suhu Rendah untuk Aplikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Mariya Al Qibtiya; Lia Muliani; Jojo Hidayat
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v14.24-28

Abstract

Pada tulisan ini, diuraikan karakteristik pasta TiO2 suhu rendah untuk aplikasi sel surya berbasis dye-sensitized yang dipreparasi dengan penambahan serbuk TiO2 reflektor. Penambahan TiO2 reflektor sebagai light scattering layer pada pasta dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap karakteristik listrik sel surya yang dihasilkan. Preparasi pasta dilakukan menggunakan bahan komersial yaitu pasta T-Nanooxide D-L (Solaronix) dan serbuk pasta WER2-O (Dyesiol) sebagai bahan reflector. Bahan tersebut dianalisis struktur kristalnya. Hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukan bahwa bahan TiO2 serbuk yang digunakan adalah nanokristal dengan struktur kristal anatase. Pasta ini dideposisi di atas permukaan plastik dan kaca konduktif (ITO-PET dan FTO) dengan metode doctor blade printing. Proses sintering lapisan TiO2 dilakukan pada suhu rendah yaitu 120 ˚C selama 4 jam. Morfologi permukaan lapisan TiO2 dianalisa menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Lapisan TiO2 yang terbentuk diaplikasikan pada DSSC sebagai fotoelektroda. Pewarnaan dengan larutan N-719 (Ruthenium Complex), lapisan elektroda kerja platina dan larutan elektrolit iodine. Karakteristik kurva I-V dengan ukuran sel daerah aktif 1 cm2 diukur menggunakan Sun Simulator AM1,5 dengan sumber cahaya Xenon dan intensitas 50 mW/cm2. Hasil pengukuran menunjukkan penambahan serbuk TiO2 reflektor dapat meningkatkan unjuk kerja sel surya fleksibel yang dihasilkan. Efisiensi terbaik DSSC yang dihasilkan adalah 0,166% untuk substrat plastik dan 0,167% untuk substrat kaca.
Sifat Optik Campuran Pasta TiO2 Partikel Nano dan Pasta TiO2 Reflektor pada Foto Elektroda Dye Solar Cell Lilis Retnaningsih; Lia Muliani; Goib Wiranto
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v14.36-39

Abstract

Dalam penelitian ini, kami mengamati pengaruh dari campuran pasta TiO2 partikel nano dan pasta TiO2 reflektor yang dapat meningkatkan kinerja dye-sensitized solar cell (DSSC). Senyawa TiO2 reflektor ini berfungsi sebagai lapisan penghambur, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja DSSC. Dalam penelitian ini, foto elektroda DSSC dibuat dengan mencampurkan bahan pasta TiO2 partikel nano dan bahan pasta TiO2 reflektor dengan rasio dari dua bahan tersebut yang telah ditentukan. Pasta pertama adalah campuran dari bahan utama dan bahan pencampur dengan perbandingan antara pasta TiO2 partikel nano dan pasta TiO2 reflektor sebesar 95% : 5%, pasta kedua adalah campuran dengan perbandingan 90% : 10%, dan pasta ketiga dengan perbandingan 85% : 15%. Pasta hasil campuran kemudian dilapiskan pada permukaan kaca konduktif yang memiliki dimensi konduktif sebesar 1 cm x 1 cm. Sel surya DSSC hasil proses pabrikasi kemudian diukur menggunakan I-V measurement system dan Sun simulator untuk mengetahui arus, tegangan, dan efisiensi yang dihasilkan. Lapisan foto elektroda DSSC diukur dengan menggunakan UV - Visible absorbance untuk menentukan karakteristik daya serapnya terhadap cahaya yang datang pada permukaan TiO2 hasil pencampuran. Kami juga telah melakukan pengukuran menggunakan alat SEM (scanning electron microscope) untuk mengetahui karakteristik permukaan hasil pencampuran kedua jenis pasta yang telah digunakan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa DSSC hasil pencampuran pasta dengan perbandingan 85% pasta TiO2 partikel nano terhadap 15% pasta TiO2 reflektor memiliki ukuran partikel yang paling besar dan menghasilkan efisiensi yang paling besar pula.

Page 2 of 31 | Total Record : 309