cover
Contact Name
Delfitriani
Contact Email
delfitriani@unida.ac.id
Phone
+6281290023413
Journal Mail Official
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Editorial Address
Lembaga Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Djuanda Jl. Tol Ciawi No. 1, Kotak Pos 35, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agroindustri Halal
ISSN : 24423548     EISSN : 25500163     DOI : https://doi.org/10.30997/jah.v12i1
Core Subject :
Jurnal Agroindustri Halal merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi hasil penelitian di bidang teknologi pertanian secara umum dan kehalalan secara khusus. Publikasi yang termasuk di dalamnya dapat berupa hasil penelitian dengan tema kimia pangan, biokimia pangan, pengolahan pangan halal, teknologi industri pertanian, manajemen dan pemodelan agroindustri, teknik dan sistem industri, teknik manajemen lingkungan agroindustri, rekayasa dan bioproses produk biomaterial halal.
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Pretreatment Natrium Hidroksida (NaOH) pada Batang Kelapa Sawit untuk Peningkatan Kualitas Bahan Dasar Bioetanol Alfinda Julianto; Heri Purwanto
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.25284

Abstract

Krisis penurunan cadangan energi fosil global memicu urgensi optimalisasi pemanfaatan limbah lignoselulosa perkebunan, seperti batang kelapa sawit, sebagai bahan baku bioetanol generasi kedua (G2). Namun, tingginya kadar polimer kaku lignin menjadi hambatan struktural alami yang membatasi aksesibilitas serat karbohidrat struktural selama proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi larutan sodium hydroxide (NaOH) terhadap karakteristik fraksionasi serat batang kelapa sawit guna menentukan kondisi delignifikasi yang paling optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah alkali pretreatment menggunakan variasi konsentrasi larutan NaOH murni meliputi 0,5 N; 1,0 N; dan 1,5 N pada suhu 100 °C selama 30 menit, yang dilanjutkan dengan analisis kuantitatif komponen serat bertahap metode Chesson-Datta. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi alkali secara konsisten mendongkrak kemurnian fraksi selulosa secara linier dari kadar kontrol awal 17,87% hingga mencapai optimal sebesar 55,78% pada perlakuan 1,5 N, serta menurunkan kadar hemiselulosa menjadi 23,27%. Sementara itu, penurunan kadar lignin paling optimal dan efisien telah tercapai sejak konsentrasi rendah pada perlakuan 0,5 N, yaitu sebesar 11,17% dibandingkan kadar awal 29,64%. Kesimpulannya, pretreatment alkali efektif mendegradasi matriks pelindung dinding sel dan menghasilkan substrat selulosa berkualitas tinggi yang potensial untuk konversi bioetanol.
Pengembangan Produk Chiteroll Berbasis Tepung Talas Beneng, Tempe, dan Daging Ayam Ani Nuraeni; Alifah Rasya Khairiyah; Aprilia Wulandari; Putri Davina
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.26249

Abstract

This study aims to develop "Chiteroll," a modified fish roll made from chicken, tempeh, and talas beneng (Xanthosoma undipes) flour as an alternative high-protein snack, and to evaluate its sensory characteristics and nutritional content. The research utilized an experimental design with three formulations based on the ratio of talas beneng, wheat, and sago flours: F1 (89%:11%:0%), F2 (60%:15%:25%), and F3 (82%:9%:9%). Evaluation was conducted through hedonic and hedonic quality tests (color, aroma, taste, and texture) involving 33 semi-trained panelists. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test (α=0.05). The results indicated that formula F2 was the most preferred with a weighting score of 3.768, attributed to its neutral taste, less dominant talas beneng aroma, and a chewier, softer texture. Formula F3 had the highest preference in color and aroma, while F1 produced the darkest product color. The selected formulation (F2) contained 277 kcal of energy, 21.3 g of protein, 13 g of fat, 22.3 g of carbohydrates, and 2.3 g of dietary fiber per 100 g of product, successfully meeting the criteria for a high-protein snack.