cover
Contact Name
Delfitriani
Contact Email
delfitriani@unida.ac.id
Phone
+6281290023413
Journal Mail Official
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Editorial Address
Lembaga Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Djuanda Jl. Tol Ciawi No. 1, Kotak Pos 35, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agroindustri Halal
ISSN : 24423548     EISSN : 25500163     DOI : https://doi.org/10.30997/jah.v12i1
Core Subject :
Jurnal Agroindustri Halal merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi hasil penelitian di bidang teknologi pertanian secara umum dan kehalalan secara khusus. Publikasi yang termasuk di dalamnya dapat berupa hasil penelitian dengan tema kimia pangan, biokimia pangan, pengolahan pangan halal, teknologi industri pertanian, manajemen dan pemodelan agroindustri, teknik dan sistem industri, teknik manajemen lingkungan agroindustri, rekayasa dan bioproses produk biomaterial halal.
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Optimasi Formulasi Ecopolybag Eucheuma cottonii Berbasis Kitosan dan Non-kitosan untuk Media Tanam Mangrove Laili Rohmawati; Akbar Sodik; Fida Fitrianingsih; Salsa Bila Zen; Fasya Nurul Fachriah; Muhamad Wahyudin; Stefani Dita Aurelia; Nuris Fattahillah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.22337

Abstract

The use of plastic polybags in mangrove nurseries poses environmental problems because they are not easily biodegradable. The National Waste Management Information System (SIPSN) estimates that Indonesia's waste generation will reach 50.06 million tons in 2025, with approximately 40% unmanaged and most of it ending up polluting the sea. Therefore, an alternative planting medium is needed for mangrove seed cultivation. The methods used include carrageenan extraction, bioplastic film production, ecopolybag printing, and physical and biodegradation testing. Two formulations were tested: one without chitosan and one with the addition of 3 grams of chitosan. The results showed that the ecopolybag without chitosan was more flexible and dissolved in three hours, while the chitosan ecopolybag was stiffer and dissolved in three and a half hours. Both formulations completely degraded within seven days. This research proves that Eucheuma cottoni can be used as a base material for effective and environmentally friendly biodegradable ecopolybags to support mangrove restoration
Analisis Pengaruh Layanan Sentra Halal UMP terhadap Tingkat Kesadaran Halal Pelaku Usaha Ridha Na'imah; Wage; Darodjat; Ibnu Hasan
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.22736

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal. Padahal, sertifikasi halal bukan hanya tuntutan religius, tetapi juga menjadi penentu daya saing di pasar global. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kesadaran sebagian pelaku UMKM dalam memahami manfaat dan prosedur sertifikasi halal, serta pentingnya peran lembaga pendamping seperti Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dalam menjawab kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan Sentra Halal UMP terhadap tingkat kesadaran halal pelaku usaha di Kabupaten Banyumas, serta menguji apakah lama usaha berpengaruh terhadap kesadaran tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 32 pelaku UMKM yang telah mengikuti layanan edukatif dari Sentra Halal. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan observasi, lalu dianalisis dengan regresi linier menggunakan software IBM SPSS Statistics 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan Sentra Halal UMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kesadaran halal pelaku usaha (nilai signifikansi 0,018 < 0,05). Sementara itu, variabel lama usaha tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesadaran halal (nilai signifikansi 0,541 > 0,05). Artinya, pengalaman usaha tidak secara otomatis meningkatkan kesadaran, tetapi akses terhadap layanan edukatif memiliki dampak yang lebih kuat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya peran lembaga pendamping halal dalam membentuk kesadaran pelaku usaha. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembinaan UMKM berbasis nilai syariah dan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan tinggi yang ingin mengambil peran dalam ekosistem industri halal nasional.
Pemahaman Sertifikasi Halal dan Kesiapan Penerapannya pada Pelaku Usaha Warung Makan: Studi Kasus di Kota Bogor Meisya Sukma Andiend; Dewi Sarastani; Made Gayatri Anggarkasih
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.23309

Abstract

This study aims to analyze the level of understanding and preparedness of food stall businesses in Bogor City to face the mandatory halal certification, which will be implemented starting October 18, 2026. The primary concern is the limited understanding and preparedness of business owners regarding halal certification regulations, which can impede the sustainability of their businesses. The method used in this study was a descriptive quantitative approach with data collection through a questionnaire survey of 45 respondents. The results showed that the level of understanding of halal certification reached only 45.27%, while their level of preparedness was only 37.16%. The conclusion of this study emphasizes the need for more intensive outreach and technical support to improve business owners' understanding and preparedness in facing the upcoming regulations.
Karakteristik Mutu Fisikokimia dan Mikrobiologi Produk Air Minum Depot Isi Ulang di Desa Petir Bogor Sekar Harini; Mutiara Ulfah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.24334

Abstract

Meskipun aspek ekonomis dan kemudahan akses menjadi daya tarik utama air minum isi ulang, hal tersebut tidak menjamin standar keamanan dan mutu air yang dihasilkan. Penelitian ini dirancang untuk menilai sejauh mana kesesuaian profil fisik, kimia, serta mikrobiologi pada sampel air minum dari DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang) di wilayah Desa Petir, Dramaga, Bogor, berdasarkan kriteria mutu yang ditetapkan dalam PerMenKes No. 2 Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan sampel air minum isi ulang dari lima DAMIU dan mengevaluasi parameter fisik (Total Dissolved Solids/TDS, warna, dan kekeruhan), kimia (nilai pH), dan mikrobiologis (total koliform dan E. coli). Evaluasi terhadap sampel menunjukkan tingkat kepatuhan yang baik pada parameter warna, TDS, dan kekeruhan. Sebaliknya, parameter pH, total koliform, serta E. coli tidak memenuhi persyaratan. Hal ini mengindikasikan bahwa pasokan air minum dari depot di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, belum mampu memenuhi kriteria keamanan air minum, meskipun kualitas fisiknya dianggap baik.
Kajian Penggunaan Ragi Tempe (Mosaccha dan Raprima) dan Jenis Kedelai (Grobogan, Anjasmoro dan Impor) terhadap Kualitas Tempe Riva Trimillenia Putri; Samsul Rizal; Maria Erna Kustyawati; Dewi Sartika; Sussi Astuti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.24657

Abstract

Tempe merupakan pangan tradisional Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi dan berpotensi sebagai pangan fungsional. Kualitas tempe dipengaruhi oleh jenis kedelai dan inokulum yang digunakan selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ragi tempe Mosaccha dan jenis kedelai terhadap karakteristik kimia, fisik, mikrobiologis, dan sensori tempe kedelai, menentukan perlakuan terbaik, serta menganalisis kandungan isoflavon, vitamin B12, dan β-glukan pada tempe terpilih. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis kedelai, yaitu kedelai lokal Grobogan, Anjasmoro, kedelai impor, serta kombinasinya, dan faktor kedua adalah jenis ragi tempe, yaitu ragi Mosaccha dan ragi komersial Raprima. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kekerasan, kadar protein, total kapang dan khamir, serta uji sensori (warna, tekstur, dan aroma). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kedelai dan ragi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan terbaik diperoleh pada tempe berbahan baku kedelai Grobogan dengan penggunaan ragi Mosaccha (P2A2). Perlakuan ini menghasilkan kadar air sebesar 62,35%, nilai kekerasan sebesar 319,25 gf, kadar protein tertinggi sebesar 53,81%, serta total kapang sebesar 7,57 log CFU/g. Hasil uji sensori menunjukkan tempe memiliki warna putih merata, tekstur kompak, dan aroma khas tempe yang disukai panelis. Analisis sifat kimia pada perlakuan terbaik menunjukkan kandungan isoflavon sebesar 56,12 mg/100 g, vitamin B12 sebesar 0,074 µg/100 g, dan β-glukan sebesar 0,598%. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan ragi tempe Mosaccha pada kedelai lokal Grobogan mampu menghasilkan tempe dengan kualitas kimia, mikrobiologis, dan sensori yang lebih baik serta berpotensi sebagai pangan fungsional. Kata kunci : tempe, kedelai grobogan, kedelai anjasmoro, Raprima, Mosaccha.
Efektivitas Pati Batang Kelapa Sawit sebagai Bahan Enkapsulasi dalam Mempertahankan β-Karoten Minyak Sawit Merah melalui Mikroenkapsulasi Hawila Fidetri Todingan; Pada Mulia Raja
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.24725

Abstract

Minyak Sawit Merah (RPO) mengandung banyak β-karoten yang berfungsi sebagai provitamin A, tetapi tidak tahan lama karena mudah teroksidasi, terpengaruh oleh cahaya, dan panas. Oleh karena itu, teknologi mikroenkapsulasi diperlukan untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tanaman kelapa sawit dalam proses mikroenkapsulasi MSM. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) nonfaktorial, yang melibatkan tiga variasi konsentrasi pati, yaitu 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang dianalisis meliputi β-karoten, asam lemak bebas (FFA), kadar air, dan kadar pengotor, yang diuji dengan analisis varians (ANOVA) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 5% menghasilkan kadar β-karoten tertinggi, meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antar perlakuan. Di sisi lain, juga terlihat bahwa dengan meningkatnya konsentrasi pati, kualitas lain cenderung membaik, seperti penurunan kandungan FFA, kandungan air, dan kandungan pengotor. Secara ilmiah, ini menunjukkan bahwa konsentrasi pati yang lebih tinggi dapat menciptakan lapisan pelindung yang lebih efektif untuk melindungi komponen minyak dari kerusakan. Oleh karena itu, pemilihan konsentrasi pati sebagai bahan enkapsulasi harus disesuaikan dengan parameter kualitas yang menjadi perhatian utama.
Analisis Branding Dalam Strategi Pemasaran Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Di PT Tirta Investama Siti Rahmawati; Delfitriani Delfitriani; Deni Hendarto
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.24975

Abstract

PT Tirta Investama merupakan perusahaan yang bergerak di industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek AQUA yang dikenal sebagai market leader di Indonesia. Di tengah meningkatnya persaingan dan munculnya isu terkait transparansi sumber air, perusahaan dituntut untuk memperkuat strategi branding guna mempertahankan kepercayaan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi branding dan pemasaran PT Tirta Investama berdasarkan indikator branding, STP, dan 4P, serta faktor internal dan eksternal menggunakan IFAS dan EFAS untuk merumuskan strategi pemasaran berbasis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan kuesioner. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa nilai IFAS sebesar 4,127 yang mengindikasikan kondisi internal perusahaan berada pada kategori kuat sedangkan EFAS 3,682. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang paling relevan adalah strategi penguatan branding melalui komunikasi yang transparan dan edukatif untuk menjaga kepercayaan konsumen di tengah meningkatnya persaingan dan sensitivitas terhadap isu. Strategi ini menekankan pentingnya konsistensi identitas merek serta penyampaian informasi yang akurat dan mudah dipahami, sehingga mampu memperkuat citra positif perusahaan di mata konsumen. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya dapat mempertahankan kepercayaan yang telah terbentuk, tetapi juga mampu meminimalkan dampak negatif dari isu yang berpotensi memengaruhi persepsi dan keputusan pembelian konsumen.
Optimasi Konsentrasi Pati Batang Kelapa Sawit-Xanthan Gum untuk Meningkatkan Stabilitas β-Karoten dalam Enkapsulasi Minyak Sawit Merah Abdira Harfian Sagfacridha; Pada Mulia Raja
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.25050

Abstract

Minyak sawit merah (MSM) kaya akan β-karoten sebagai provitamin A, namun kestabilannya rendah karena sensitif terhadap degradasi termal dan oksidasi selama pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan konsentrasi pati batang kelapa sawit dan xanthan gum guna meningkatkan stabilitas β-karoten serta efisiensi enkapsulasi MSM. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap non-faktorial dengan variasi konsentrasi pati batang kelapa sawit (5%, 10%, dan 15%) dan penambahan xanthan gum tetap (0,5%). Proses enkapsulasi emulsi dilakukan menggunakan metode foam mat drying pada suhu 50°C selama 24 jam, dilanjutkan dengan analisis kadar β-karoten menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa variasi konsentrasi pati memberikan pengaruh linear yang signifikan (p<0,05) terhadap kadar β-karoten dan efisiensi enkapsulasi. Formulasi terbaik dicapai pada konsentrasi pati 10% dan xanthan gum 0,5% (titik optimum), yang menghasilkan mikrokapsul dengan rata-rata kadar β-karoten tertinggi sebesar 333,21 ppm serta efisiensi enkapsulasi maksimal mencapai 59,79%. Sebaliknya, konsentrasi pati yang terlalu rendah (5%) atau terlalu tinggi (15%) justru menurunkan kemampuan matriks dalam melindungi senyawa aktif. Kesimpulannya, optimasi bahan penyalut lokal ini terbukti efektif mempertahankan stabilitas β-karoten MSM.
Perbandingan Pasir Kuarsa dan Abu Boiler sebagai Adsorben pada Pengolahan Air Demint Plant dengan Metode Kolom Riswanda; Rafael Remit Winardi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.25051

Abstract

Kualitas air umpan boiler di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sangat krusial untuk mencegah korosi akibat tingginya kadar padatan terlarut, silika, dan kesadahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pemanfaatan limbah abu boiler dan pasir kuarsa sebagai adsorben alternatif pada pengolahan air demin plant. Metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan menguji tiga variasi rasio massa pasir kuarsa dan abu boiler (1:1, 1:2, dan 1:3) dalam sistem reaktor kolom kontinyu. Ukuran partikel abu boiler diseragamkan menggunakan saringan 80 mesh setelah diaktivasi secara kimia dengan asam fosfat, sedangkan pasir kuarsa dilebur pada suhu ekstrem. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variasi rasio campuran adsorben berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter kualitas air efluen. Penambahan porsi abu boiler yang berlebihan justru menurunkan mutu air akibat terjadinya hambatan hidrolik dan leaching mineral dari adsorben ke dalam air. Berdasarkan evaluasi, perlakuan rasio seimbang 1:1 ditetapkan sebagai formula terbaik karena menghasilkan kualitas air pasca-adsorpsi paling optimal dengan nilai rata-rata pH 8,4, penurunan padatan terlarut paling maksimal hingga 376,7 ppm, serta berhasil menurunkan kadar silika dan kesadahan.
Evaluasi Sistem Jaminan Produk Halal dalam Pengendalian Proses Industri Kemasan Pangan Renny Septiani Mokodongan; Safebtarsa
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i2.25132

Abstract

The Halal Product Assurance System (SJPH) is a mandatory management system to ensure the consistency and sustainability of halal compliance in food-related industries, including the food packaging sector. The food packaging industry plays a crucial role in maintaining halal integrity, as packaging materials and auxiliary substances may directly or indirectly contact food products. This study aims to evaluate the implementation of SJPH in the process control of the food packaging industry from a food technology perspective. This research employed a qualitative descriptive approach using a case study method. Data were collected through document analysis, including the SJPH manual, halal material lists, material purchasing records, production records, distribution records, and internal audit documents. The evaluation was conducted using a compliance checklist based on the Halal Product Assurance System criteria stipulated in the Decree of the Head of BPJPH Number 57 of 2021, applying a gap analysis approach. The results indicate that the SJPH has been structurally implemented with relatively complete documentation. However, several non-conformities were identified, particularly in material control and monitoring and evaluation aspects. Major non-conformities were related to incomplete and invalid halal certification documents for packaging materials and the ineffective implementation of internal audits. These findings suggest that SJPH implementation in the food packaging industry remains largely administrative and has not been fully integrated into process control and food quality assurance systems. Strengthening material management, internal audit effectiveness, and traceability is essential to enhance sustainable halal assurance.